
"Oh ya, aku baru ingat kau pernah mengatakan hanya membutuhkan dua bahan utama lagi yaitu herbal yang memiliki unsur Yin dan Yang yang padat!" Cai'er tiba-tiba tersenyum penuh makna "Hehe, Xiao Yang, itu artinya semua bahan utama Pil Tubuh Nirwana sudah dikumpulkan, jadi boleh aku minta satu pil untuk ku nanti?"
Setelah keluar dari dimensi kecil ini nanti, Cai'er bisa mengkonsumsi Pil Pengembalian Ilahi untuk memulihkan kekuatannya ke puncaknya.
Yaitu tingkat Nirwana tahap akhir, jika ia bisa mengkonsumsi Pil Tubuh Nirwana maka mungkin dirinya bisa menembus tingkat diatas Nirwana.
"Ya, semua bahan herbal utamanya memang sudah terkumpul, tapi masih membutuhkan beberapa bahan herbal tambahan atau pelengkap lainnya! Selain itu kita masih membutuhkan alkemis tingkat 9 untuk membuat Pil Tubuh Nirwana!" Xiang Yang menyentil pelan kening Cai'er "Jika tidak menemukan alkemis tingkat 9 yang mau membantu, maka salah satu dari kita harus menjadi alkemis tingkat 9!"
Cai'er terlihat cemberut sambil menyentuh dahinya "Kau pikir mudah untuk menjadi alkemis tingkat 9!"
"Barang-barang berharga ini seharusnya tidak berada di dimensi kecil yang sangat minim akan energi alam! Jadi aku memperkirakan jika dulu ribuan manusia diungsikan ke dimensi kecil ini, para kultivator kuat menitipkan barang-barang ini agar tidak jatuh ke tangan Naga Hitam!" Ucap Xiang Yang.
"Aku juga berpikir seperti itu, jadi mungkin saja masih ada banyak barang berharga lainnya di dimensi kecil ini!" Cai'er menanggapi.
"Mungkin saja, tapi kita tidak memiliki waktu untuk mencarinya, sebaiknya kita simpan dulu semua herbal ini!" Xiang Yang memasukkan semua herbal itu kedalam cincin dimensinya "Aku tidak butuh Teknik Hantu Abadi itu!" Xiang Yang mengambil buku teknik yang berada diatas pilar lainnya "Tapi mungkin ini akan berguna untuk ku!"
Xiang Yang menaikkan alisnya saat membaca judul di sampul buku.
"Ini bukan teknik Segel Boneka Jiwa, melainkan Teknik Segel Jiwa!"
"Eh, sungguh?" Cai'er melihat judul sampul buku "Benar, lalu bagaimana Tangan Hantu bisa membuat boneka jiwa jika itu bukan Teknik Segel Boneka Jiwa?"
Xiang Yang membuka buku itu lalu membacanya sekilas "Teknik Segel Jiwa menjelaskan tentang jiwa dengan lebih detail, serta teknik-teknik segel yang berkaitan dengan jiwa!..
Akan ku simpan dulu teknik ini untuk ku pelajari lebih lanjut nantinya, mungkin aku bisa menemukan inspirasi untuk membuat teknik baru!"
__ADS_1
"Jangan berkecil hati Xiao Yang, istri mu ini akan selalu mendukung mu!"
"Terima kasih Cai'er, kau memang ratu ku!" Xiang Yang mengacak-acak rambut Cai'er.
Cai'er terkekeh kecil lalu tiba-tiba wajahnya berubah serius "Kau telah lancang menyentuh kepala Ratu ini, kau di hukum untuk menemani ku tidur malam ini!"
"Apakah wajah mu biasanya seserius itu saat menjadi Ratu di dunia asal mu Cai'er?" Xiang Yang menaikkan alisnya.
Wajah serius Cai'er seketika berubah jadi senyum manis "Hehe, mungkin! Aku sudah lupa seperti apa ekspresi ku saat menjadi Ratu setelah bertemu dengan mu!" Cai'er memeluk lengan Xiang Yang "Tapi aku tadi serius dengan perkataan ku tadi, kau dihukum untuk menemani ku tidur malam ini!"
"Kau yang memaksa Cai'er!"
Entah apa yang terjadi selanjutnya antara sepasang suami istri itu di dalam pusat makam, atau bisa dibilang juga kamar pribadi Tangan Hantu.
***
Saat ini para petinggi Sekte Golok Darah sedang melakukan pertemuan setelah mendengar kabar tentang kematian dua tetua mereka, yaitu Tetua Pertama, Sha Qi dan Tetua Ke-4, Sun Mu.
Pihak Sekte Golok Darah benar-benar tidak menyangka dua tetua andalan mereka akan mati di kota kecil seperti Kota Batu Hitam.
Sebelumnya Ketua Sekte Golok Darah, Kai Su menyarankan agar murid inti saja yang datang ke Kota Batu Hitam untuk mengunjungi Keluarga Chen dan Keluarga Li, namun karena dua tetua itu sangat tertarik dengan kristal Qi dan ingin melihatnya secara langsung, Ketua Kai Su pun menyetujui permintaan Sha Qi dan Sun Mu.
"Bagaimana menurut mu Ketua? Apakah kita perlu untuk membawa pasukan ke Kota Batu Hitam untuk menghancurkan Keluarga Xiang?" Tetua Agung bertanya.
Para petinggi Sekte Golok Darah berpikir kalau kehancuran Keluarga Chen dan Keluarga Li serta kematian dua tetua itu berkaitan dengan Keluarga Xiang.
__ADS_1
Mereka berpikir Keluarga Xiang telah menyewa kultivator kuat untuk membantu menghancurkan dua keluarga itu.
Karena itulah beberapa tetua ingin agar Keluarga Xiang dihancurkan untuk meredakan amarah mereka. Bahkan beberapa tetua mengajukan diri untuk datang sendiri ke Keluarga Xiang dan membantai habis mereka.
"Lebih baik kita biarkan saja mereka dan fokus pada rencana kita!" Kai Su membuka suara.
"Ketua..." Sun Da yang merupakan Tetua ke-5 sekaligus adik Sun Mu ingin protes, namun kalimatnya segera dipotong oleh Kai Su.
"Tetua Sun Da, aku tau perasaan mu tapi untuk sekarang yang terbaik memang mengabaikan Keluarga Xiang!..
Jika memang Keluarga Xiang mendapatkan bantuan dari kultivator kuat, jika kita menyerang mereka maka sudah pasti kita akan mendapatkan kerugian, korban di pihak kita tidak bisa dihindari!..
Sedangkan untuk saat ini kita membutuhkan kekuatan lebih untuk memulai rencana kita keluar menuju dimensi utama, kita tidak boleh kehilangan satupun orang penting atau rencana kita bisa gagal!" perkataan Kai Su membuat beberapa tetua yang sebelumnya ingin menyerang Keluarga Xiang, kini terdiam, tidak bisa membantah perkataan Ketua Sekte mereka.
Sun Da sendiri mengepalkan tangannya, meskipun masih tidak terima dengan kematian saudaranya yang dibiarkan begitu saja, namun harus dia akui jika Kai Su memang benar.
Rencana mereka ini sudah disusun selama bertahun-tahun, tidak mungkin mereka mengacaukan rencana hanya karena kematian 2 orang saja.
Setelah mendapatkan keputusan yang disetujui oleh semua tetua, pertemuan itu pun dibubarkan.
Kini yang tersisa di ruang pertemuan itu hanya Ketua Kai Su dan Tetua Agung Fu Ao.
"Ketua, dilihat dari wajah Tetua Sun Da tadi sebelum keluar, sepertinya dia tidak akan mematuhi perintah!" ucap Tetua Agung Fu Ao.
"Aku juga menyadarinya, tapi biarkan saja dia jika ingin pergi sendiri! Kita sekarang sudah mendapatkan dukungan dari semua sekte aliran hitam, kita sama sekali tidak kekurangan kultivator seperti Sun Da, jadi jika dia sendiri saja yang mati maka tidak akan menjadi masalah besar!" Kai Su menanggapi.
__ADS_1
Sementara itu, Sun Da sekarang berjalan di lorong dengan wajah gelap. Para murid yang melihatnya, serentak menjauh karena tidak ingin menjadi sasaran Sun Da yang sepertinya sedang marah.
"Keluarga Xiang! Kalian akan menerima akibat karena telah membunuh saudara ku!" gumam Sun Da pelan namun dengan suara berat yang ditekan.