
Setelah ledakan keras yang disebabkan oleh tebasan santai dari Pedang Langit Biru milik Xiang Han, Sun Da mendapatkan luka bakar parah pada lengan kiri sampai dadanya.
"Gouhk!" Sun Da memuntahkan darah segar, ia berusaha berdiri sambil menahan rasa sesak di dada.
Tiba-tiba Xiang Han muncul didepan Sun Da, lalu menendang kepalanya dengan keras, membuat pria tua itu terpental jauh, berhenti saat tubuhnya menabrak pohon, membuatnya kembali memuntahkan darah.
Tidak ingin membuang waktu, Xiang Han menebaskan Pedang Langit Biru, mengeluarkan kobaran api biru kearah Sun Da.
*BOOOMMM...!!
Ledakan keras kembali terjadi, membuat tubuh Sun Da hancur, terbakar hangus menjadi abu.
Kobaran api biru pada Pedang Langit Biru menghilang, Xiang Han menatap pedang itu, namun yang terbayang di benaknya adalah istrinya, Xiao Chang.
"Chang'er, tunggu sebentar lagi, aku akan menuju dimensi utama dan mencari mu!" gumam Xiang Han sebelum melesat pergi dari sana.
***
Saat Xiang Zu tiba di tempat dimana Xiang Ba sedang bertarung, ia melihat Xiang Ba sudah benar-benar terdesak.
Terlihat pemuda itu mendapatkan luka sayatan di beberapa bagian tubuhnya, namun Xiang Ba masih dapat menyerang dengan kekuatan penuh.
Memang dalam segi fisik, seperti stamina, kekuatan dan ketahanan fisik, Xiang Ba adalah yang terbaik diantara mereka bertiga. Xiang Ba juga merupakan pemuda yang tahan banting karena itulah ia masih terlihat bertenaga seperti dalam kondisi prima meskipun sudah kelelahan dengan tubuh penuh luka.
Xiang Ba mendapatkan sebuah pukulan yang membuatnya terpental kebelakang, di belakangnya sudah ada pria yang siap menebas tubuh Xiang Ba.
Namun tiba-tiba seseorang muncul di belakang Xiang Ba lalu menangkis serangan pria itu. Orang itu adalah Xiang Zu yang masih diselimuti kilatan petir merah.
"Sial!" Pria itu memaki kesal karena jika bukan karena kedatangan Xiang Zu, Xiang Ba sudah pasti mati ditangannya.
Xiang Zu dan Xiang Ba kini berdiri dalam posisi saling memunggungi, menutupi titik buta masing-masing.
"Kau terlihat buruk saudara Xiang Ba!"
"Ya, itu karena mereka cukup merepotkan! Sekarang karena kau telah datang, aku jadi bisa mendapatkan angin segar!"
"Lalu apa kau ingin istirahat dulu, aku bisa menahan mereka sementara kau memulihkan diri!"
__ADS_1
"Tidak saudara Xiang Zu, kau urus saja yang ada didepan mu, aku akan mengurus dua orang didepan ku!"
"Baiklah kalau begitu!" Xiang Zu pun melesat kedepan, menyerang musuh didepannya.
Sementara Xiang Ba mengambil nafas sejenak sebelum kembali memasang kuda-kuda.
"Maju!" Xiang Ba pun langsung menyerang.
_____
Di tempat lain, Xiang Jun masih tidak tersentuh oleh musuhnya, ia benar-benar cakap dalam memperlebar jarak anatar dirinya dan kedua musuhnya, membuat dua pria itu semakin emosi.
Xiang Jun sadar kalau bertarung dalam jarak dekat dengan mereka berdua maka dirinya pasti akan kalah, sebab dirinya bukanlah petarung yang mahir dalam jarak dekat, ia lebih mahir dalam menggunakan panah.
Belum saja Li Gu dan Chu She menyentuh Xiang Jun, mereka kini sudah terlihat kelelahan, bisa diketahui dari nafasnya yang memburu.
Li Gu dan Chu She kini berdiri diatas sebuah dahan pohon, sementara Xiang Jun berdiri diatas dahan pohon yang berada beberapa puluh meter dari jarak kedua pria itu.
Li Gu dan Chu She kini menyeringai lebar, entah kenapa padahal mereka dari awal terus dipermainkan oleh Xiang Jun.
Apakah otak mereka sudah konslet karena terlalu lelah?
"Tanpa anak panah maka seorang pemanah bukanlah apa-apa!" Chu She menanggapi.
Xiang Jun pun akhirnya menyadari jika anak panahnya telah habis di pakai setelah melihat kebelakang punggungnya. Namun wajah Xiang Jun masih terlihat santai.
"Heh, sungguh konyol! Apa yang membuat kalian berpikir aku akan kalah hanya karena kehabisan anak panah?" Xiang Jun tersenyum tipis.
Setelah mengatakan itu, Xiang Jun menarik tali busur panahnya "Jika bukan karena latihan dari saudara Xiang Yang, aku tidak mungkin bisa melakukan ini!"
Sesaat kemudian kilatan listrik muncul lalu membentuk sebuah anak panah dari aliran listrik.
Setelah anak panah listrik itu terbentuk, Xiang Jun langsung menembakkannya, mengincar dahan pohon tempat kedua orang itu berpijak.
Li Gu dan Chu She langsung melompat ke dahan pohon lainnya.
Saat Chu She baru saja memijak dahan pohon, seseorang tiba-tiba muncul disampingnya, membuatnya terkejut bukan maen.
__ADS_1
Orang itu tidak lain adalah Xiang Han, yang mana ia langsung menebaskan pedangnya, memenggal kepala Chu She.
Li Gu terkejut melihat rekannya yang dibunuh dengan mudah, lebih terkejut lagi saat melihat yang datang adalah Xiang Han.
Jika Xiang Han berada di sini maka itu artinya guru mereka, Sun Da telah mati. Wajah Li Gu menjadi pucat memikirkan hal itu, karena sekarang tidak mungkin mereka bisa menang, jadi jalan satu-satunya adalah melarikan diri.
Saat Li Gu baru saja membalik badan, anak panah listrik tiba-tiba menembus pundak kanannya, membuatnya tersengat listrik sampai kejang-kejang, hingga jatuh dari pohon.
"Sungguh bodoh, kau dengar sombongnya memamerkan punggung di depan musuh mu!" Xiang Jun kembali melesatkan satu panah listrik.
Anak panah listrik itu menembus jantung Li Gu, membuat pria itu mati seketika.
______
Kembali ke pertarungan antara Xiang Zu dan Xiang Ba.
Xiang Zu dapat membunuh lawannya hanya dalam beberapa menit saja, setelah itu ia menawarkan bantuan pada Xiang Ba, namun temannya itu menolak.
Xiang Ba ingin membunuh kedua musuhnya itu dengan tangannya sendiri.
Memang bisa dilihat, sekarang Xiang Ba mulai mendominasi pertarungan. Setiap tebasan pedang Xiang Ba benar-benar bertenaga membuat dua lawannya mulai kerepotan.
Pertarungan semakin memanas saat Xiang Ba terus memberikan luka pada lawannya. Sampai tiba-tiba sebuah anak panah listrik melesat cepat menancap di lengan kanan satu musuh Xiang Ba hingga kejang-kejang.
"Aaarrrggghhh!"
Orang yang satunya terkejut melihat rekannya tertembak panah.
Tidak membuang kesempatan, Xiang Ba melesat cepat, memotong lengan kanan orang itu. Xiang Ba memberikan serangan akhir dengan memenggal kepalanya.
Xiang Ba melihat kearah satu musuhnya yang masih kejang-kejang lalu menusuk jantungnya hingga mati.
"Hahaha...! Saudara Xiang Ba, kau sangat lama mengurus lawan mu, lihatlah kondisi mu yang begitu menyedihkan!" Xiang Jun datang dengan senyum mengejek.
"Diam kau sialan! Kenapa kau malah ikut campur dalam pertarungan ku? Padahal aku sendiri saja sudah cukup untuk membunuh mereka berdua!" Xiang Ba memaki kesal.
Tiba-tiba ia merasakan pundaknya ditepuk, membuat Xiang Ba menoleh kebelakang.
__ADS_1
"Sudahlah saudara Xiang Ba, telan pil ini agar kondisi mu lebih baik!" ucap Xiang Zu sambil menyodorkan satu pil.
Xiang Ba mendengus pelan lalu menelan pil itu, mulai bermeditasi memulihkan kondisinya.