Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.99 - Penyelidikan


__ADS_3

Xiang Yang benar-benar tidak habis pikir dengan dirinya sendiri, padahal sebelumnya ia sudah memutuskan untuk tidak ikut campur dalam masalah Kekaisaran Ming.


Namun sekarang ia diam-diam keluar dari kamarnya lalu pergi dari area pribadi milik Ming Xue, untuk menyelidiki kecurigaannya.


Banyak sekali hal aneh yang Xiang Yang temukan saat bersamaan dengan Ming Xue beberapa waktu ini.


Yang pertama adalah saat Ming Xue menceritakan tentang Kaisar Ming Qin yang sakit, gadis itu sama sekali tidak menunjukkan raut wajah sedih. Juga saat sudah tiba di Istana Kekaisaran, seharusnya sebagai seorang anak, Ming Xue akan langsung menjenguk ayahnya yang sakit, bukannya menjenguk malah mengajak Xiang Yang jalan-jalan keliling istana, ya..itu pun jika Ming Xue peduli pada ayahnya.


Entah apakah dirinya melakukan ini karena gabut tidak ada kerjaan, ataukah mungkin karena jiwa pahlawannya kembali muncul untuk menjadi pahlawan bagi Kekaisaran Ming. Xiang Yang tidak tau pasti alasannya.


Xiang Yang bergerak dengan senyap ditengah kegelapan malam, melewati pada prajurit yang berpatroli.


Dengan kemampuannya saat ini, mudah saja bagi Xiang Yang untuk bergerak bebas tanpa diketahui.


Karena Xiang Yang tidak mengetahui tata letak dari Istana Kekaisaran, jadi ia bergerak secara acak mengikuti instingnya.


Xiang Yang melewati lorong di dalam istana, hingga akhirnya ia melihat tempat yang dijaga dengan sangat ketat.


Xiang Yang bersembunyi di balik persimpangan lorong, ia bisa melihat di ujung lorong terdapat pintu 2 daun yang terlihat mewah, yang mana tempat itu dijaga dengan sangat ketat.


Hampir semua prajurit penjaga itu berada ditingkat Sky Spiritual, ada beberapa yang berada ditingkat Silver Core, sedangkan untuk kultivator tingkat Earth Spiritual sama sekali tidak ada.


"Hm, pasti ada sesuatu disana!" meskipun Xiang Yang yakin dapat membunuh mereka semua, namun ia tidak melakukannya karena akan menyebabkan masalah yang tidak perlu nantinya.


Memang tidak semua hal bisa diselesaikan dengan kekuatan, terkadang kita juga harus lebih mengandalkan otak.


Xiang Yang menggunakan suatu teknik dari buku ke-3 yang diberikan Naga Emas padanya, dimana itu memungkinkannya untuk menajamkan pendengaran.


Namun baru saja Xiang Yang akan menggunakan teknik tersebut, ia mendengar di persimpangan lorong, beberapa derap langkah sedang menuju kearahnya.

__ADS_1


Xiang Yang cepat melompat keatas, Xiang Yang menggunakan kedua tangan dan kaki yang bertumpu pada dinding dan langit-langit untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh.


Beberapa saat kemudian, Xiang Yang melihat 2 prajurit berbelok kearah lorong tempatnya bersembunyi, membuat pemuda itu bernafas lega.


Xiang Yang pun menggunakan teknik untuk menajamkan pendengarannya.


Saat ini di dalam kamar yang dijaga oleh ketat oleh prajurit di luar.


Terlihat seorang pria paruh baya dengan wajah keriput, tubuh kurus dan kulitnya terlihat sedikit kehijauan. Pria paruh baya itu sedang terbaring lemah tidak sadarkan diri diatas ranjang.


Di samping ranjang pria itu, duduk seorang gadis cantik dan seorang wanita yang terlihat berusia 35 tahun.


Gadis cantik itu adalah Ming Xue sementara wanita dewasa itu adalah ibunya, Yuan Ran, yang merupakan permaisuri dari Kaisar Ming Qin yang sekarang terbaring lemah diatas ranjang.


"Xue'er, aku dengar kau membawa pulang seorang pria, siapa pria itu? Ibu sudah bilang untuk tidak membawa orang sembarangan!"


"Meskipun begitu kau tidak seharusnya membawa orang tidak dikenal, besok ibu tidak ingin pemuda itu ada di istana!" Yuan Ran melirik sekilas Ming Xue sebagai tanda peringatan.


"Ya ya, baiklah!" Ming Xue cemberut.


Sebelumnya ia berencana menahan Xiang Yang lebih lama di istana, menjalankan rencana untuk mendapatkan hati pemuda itu.


Namun karena ibunya bilang seperti itu maka ia tidak bisa melawan.


Yuan Ran pun kembali menatap wajah lemah suaminya, seketika ia memasang senyum licik.


"Sayang, aku tau meskipun kau sangat lemah sampai tidak bisa membuka kelopak mata mu, namun aku yakin kau masih bisa mendengarkan perkataan ku!" Yuan Ran mengelus pelan wajah Ming Qin.


"Aku senang kau mendengarkan perkataan ku dan mengusir ****** Ji Lan dan bocah Ming Tu itu! Karena kebodohan mu aku jadi bisa berkuasa di Kekaisaran Ming ini!" Senyum licik Yuan Ran semakin lebar.

__ADS_1


Sekitar 5 tahun lalu, Yuan Ran masih berstatus seorang selir. Tapi Yuan Ran sangat disayangi oleh Kaisar Ming Qin. Diantara belasan selir Kaisar Ming Qin, Yuan Ran adalah favoritnya.


Yuan Ran memiliki ambisi yang tinggi untuk menjadi seorang permaisuri dan akhirnya membuat rencana untuk menjebak Ji Lan yang merupakan permaisuri saat itu.


Yuan Ran menuduh Ji Lan berencana meracuni Kaisar Ming Qin. Dengan skema dan hal-hal lain yang sudah diatur, bukti-bukti kebohongan itu menunjukkan jika tuduhan Yuan Ran benar.


Akhirnya Ji Lan dan putranya Ming Tu diusir dari Istana Kekaisaran oleh Kaisar Ming Qin sendiri. Yuan Ran pun diangkat menjadi permaisuri menggantikan Ji Lan.


Satu tahun kemudian, ambisi Yuan Ran semakin besar, ia ingin menguasai Kekaisaran Ming.


Selama satu tahun setelah diusir dari Istana Kekaisaran, Ming Tu membuat pasukan untuk memberontak karena benar-benar marah dengan apa yang dirinya dan ibunya terima.


Dalam 1 tahun, kelompok pemberontakan yang Ming Tu bentuk berkembang sangat pesat, hingga mereka berani menunjukkan diri mereka, dan kerap kali terlibat konflik dengan pihak kekaisara.


Yuan Ran pun memanfaatkan keberadaan para pemberontak itu, dengan meracuni sang Kaisar lalu menumpahkan semua kesalahan pada para pemberontak.


Yuan Ran pun mendapatkan apa yang dirinya inginkan, yaitu menjadi penguasa di Kekaisaran Ming.


Yuan Ran selama ini tidak langsung membunuh Kaisar Ming Qin karena pastinya akan membuat masalah untuk dirinya nanti. Jadi Yuan Ran terus memberikan Kaisar Ming Qin makanan yang ditambahkan racun, namun dengan dosis yang sangat sedikit yang pastinya tidak berbahaya bagi tubuh.


Tapi beda cerita jika racun itu terus dikonsumsi terus menerus.


Selain untuk membunuh Kaisar Ming Qin secara perlahan, ini juga bertujuan agar tabib yang memeriksa kondisi Kaisar Ming Qin tidak menyadari kalau sang kaisar terus mengkonsumsi racun.


Sampai 3 tahun ini Yuan Ran terus memberikan Kaisar Ming Qin makanan yang mengandung racun, hingga kondisi sang kaisar terus semakin memburuk setiap saat.


Ming Xue sendiri tidak peduli dengan apa yang terjadi, ia sama sekali tidak menganggap Ming Qin sebagai ayahnya karena sama sekali tidak pernah mendapatkan kasih sayang darinya sejak kecil, bahkan Ming Xue jarang diperhatikan oleh ibunya membuat sifat egois tumbuh di diri Ming Xue.


Jadi selama tidak berkaitan dengan dirinya maka Ming Xue tidak akan peduli pada apapun itu.

__ADS_1


__ADS_2