
Pertarungan antara Xiang Han melawan Sun Da masih terus berlanjut.
Xiang Han menyerang dengan kecepatan dan kekuatan yang berada ditingkatan sama, membuat Sun Da cukup kerepotan, namun bukan berarti pria tua itu tidak bisa memberikan perlawanan.
Suara benturan antara dua logam terus terdengar, percikan api terus terlihat saat senjata mereka beradu.
Xiang Han melakukan satu tebasan kuat, meskipun mampu ditahan namun Sun Da tetap terdorong mundur beberapa langkah.
Xiang Yang segera melompat dengan tubuh memutar disertai tendangan.
Sun Da memposisikan lengan kirinya didepan, menahan serangan Xiang Han.
*Duak!
Sun Da terdorong mundur sejauh belasan meter dengan kaki yang masih menapak tanah, membuat garis memanjang.
Sun Da cepat mendapatkan kembali momentum tubuhnya, langsung memasang kuda-kuda, menatap tajam Xiang Han.
"Di situasi seperti ini kau masih saja tidak serius! Cabut pedang mu yang satunya lalu gunakan kekuatan penuh mu!" Sun Da mengacungkan pedangnya.
Memang Xiang Han tidak hanya membawa 1 pedang, karena ia tau kalau nanti di turnamen Kekaisaran Han akan terjadi pertarungan besar, ia juga membawa senjata andalannya.
Bisa dilihat sebuah pedang tersarung di punggung Xiang Han, pada bagian antara gagang dan bilah pedang itu tersemat sebuah mutiara biru safir yang indah.
Jujur Xiang Han dari awal bertarung serius melawan Sun Da, ia tidak menggunakan pedang di punggungnya karena ingin melihat seperti apa kekuatan dan kecepatan Sun Da, teknik macam apa yang pria tua itu gunakan agar bisa lebih mudah membaca gerakannya nantinya.
"Baiklah jika itu keinginan mu!" Xiang Han memegang gagang pedang lalu mulai mencabutnya.
Aura kuat bisa dirasakan keluar dari pedang tersebut, hingga Xiang Han mencabut pedang itu sepenuhnya, bisa dilihat bilah pedang yang putih mengkilap dengan aura biru halus yang keluar.
Pedang itu adalah senjata yang diberikan Xiao Chang padanya, bisa dibilang salah satu benda kenangan dari Xiao Chang.
"Aku sebelumnya tidak pernah menggunakan pedang ini, mari kita lihat seberang kuat Pedang Langit Biru ini!" Xiang Han mengalirkan energi Qi nya, membuat pedang itu mengeluarkan kobaran api.
Namun bukan kobaran api biasa, melainkan kobaran api biru yang sangat ganas.
Tidak hanya Sun Da yang terkejut dengan kobaran api biru itu, melainkan Xiang Han sendiri juga terkejut bukan maen.
__ADS_1
Secara tidak sadar, Sun Da melangkah mundur dua langkah, ia tiba-tiba merasakan firasat buruk.
Xiang Han dengan iseng melakukan tebasan tunggal.
*Wooossshhh!
Namun tiba-tiba kobaran gelombang tebasan api biru keluar spanjang 20 meter.
*BOOOMMM...!!
Ledakan keras terjadi membuat tanah berguncang hingga semua orang menghentikan pertarungan, melihat kearah sumber ledakan yang membuat mereka bergidik ngeri.
Sun Da sendiri sempat tadi melompat menghindar, namun tetap saja ia terkena efek ledakan yang membuat pria tua itu terlempar puluhan meter dengan lengan kiri yang mendapatkan luka bakar parah.
Mulut Xiang Han terbuka lebar seakan rahang bawahnya bisa terjatuh kapan saja, ia tidak menyangka efek dari tebasan ringan seperti itu bisa membuat ledakan sebesar itu.
Xiang Han menatap pedang di tangan kanannya yang masih mengeluarkan kobaran api biru.
"Pedang ini terlalu mengerikan, tidak seharusnya Chang'er meninggalkan pedang seperti ini pada ku?" gumam Xiang Han dalam hatinya.
Sementara itu di sisi lain, pertarungan yang tadi sempat terhenti sejenak, kini kembali berlanjut.
Xiang Jun sendiri terus bergerak lincah diantara pepohonan, selalu menjauh dari kedua musuhnya sambil menembakkan panah, membuat dua musuhnya kesulitan bergerak mendekat.
Xiang Zu yang melihat ayahnya seiring waktu semakin terdesak oleh musuhnya, berniat mengakhiri pertarungannya secepat mungkin agar bisa membantu ayahnya.
Hal ini membuat Xiang Zu tidak fokus pada pertarungan dan terkesan terlalu terburu-buru, mengeluarkan serangan kuat yang menghabiskan banyak energi Qi.
Dalam satu kesempatan, Xiang Zu memberikan serangan fatal pada salah satu musuhnya, memotong lengan kanannya lalu menendangnya keras hingga terpental jauh.
Xiang Zu berniat melesat kearah ayahnya untuk membantu, namun lagi-lagi dua orang yang tersisa langsung menghadang.
"MINGGIR!" Xiang Zu semakin emosional karena ia bisa melihat ayahnya mendapatkan serangan telak di bagian dada.
Kilatan petir merah di tubuh Xiang Zu semakin mengganas, kecepatannya meningkat pesat, hanya dalam sekejap ia sudah berada di depan salah satu musuhnya.
Pria itu terkejut dan secara refleks melakukan tebasan mengincar leher Xiang Zu. Namun Xiang Zu dapat menghindar dengan mudah, menunduk lalu memberikan satu tebasan kuat, memotong tubuh pria itu menjadi dua bagian.
__ADS_1
Satu orang yang tersisa terkejut karena itu terjadi begitu cepat, ia tidak sempat bereaksi karena terkejut, terlebih saat melihat Xiang Zu tiba-tiba berada didepannya, tubuhnya kian terasa kaku.
Hingga akhirnya ia melihat dua seperti berputar dan akhirnya menjadi gelap.
Kepala orang itu terpenggal.
Tidak membuang waktu, Xiang Zu melesat membantu ayahnya yang terlihat mengalami luka parah, bahkan lengan kirinya sudah terpotong.
"Beraninya kau melukai ayah ku!"
Musuh Xiang Zan berada ditingkat Earth Spiritual tahap 1, wajar saja ia tidak bisa berbuat banyak untuk melawan.
Namun dengan kekuatan Xiang Zu saat ini, mudah saja bagi pemuda itu untuk langsung memenggal kepalanya.
"Ayah!" Xiang Zu menangkap tubuh ayahnya yang hampir terjatuh.
Xiang Zu melihat kondisi ayahnya yang sangat memprihatikan, membuat pemuda itu semakin marah.
"Ayah telan ini!" Xiang Zu terlebih dahulu menyandarkan tubuh ayahnya pada batang pohon sebelum mengeluarkan satu pil lalu memasukkannya kedalam mulut ayahnya.
Xiang Zan langsung menelan pil itu "Zu'er, bantu saja yang lainnya dulu!"
Xiang Zan berkata dengan lemah.
Xiang Zu menganggukkan kepalanya, lalu melesat pergi.
"Saudara Xiang Ba, tahan sebentar lagi, aku akan membantu mu!" Xiang Zu terlebih dahulu membantu Tetua Pertama.
Tetua Pertama sendiri melawan orang yang paling lemah diantara musuhnya, berada ditingkat yang sama dengannya, yaitu True Fondation tahap 5.
Xiang Zu datang dengan cepat seketika langsung memberikan pukulan telak pada wajah musuh Tetua Xiang Lu, membuat pria itu terpental jauh.
Saat baru saja orang itu berniat bangkit, Xiang Zu sudah berada di depannya lalu menusukkan pedangnya tepat pada jantung orang itu, membuatnya batuk darah lalu mati seketika setelah berteriak kesakitan selama beberapa saat.
Xiang Zu pun kembali ke tempat Xiang Lu berada "Tetua, tolong jaga ayah ku, aku akan membantu saudara Xiang Ba!"
Tanpa banyak bicara, Tetua Xiang Lu langsung mengangguk cepat "Terima kasih Zu'er!"
__ADS_1
Xiang Zu mengangguk sebagai jawaban sebelum melesat kearah pertarungan Xiang Ba untuk membantu temannya itu.