Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.244 - Sun Wong Si Pengkhianat


__ADS_3

*BOOOMMM...!!


Satu serangan Xiang Yang secara telak mengenai salah satu musuhnya, membuat kultivator itu terpental dengan luka parah, lengan kanannya telah hancur dengan sebagian tubuhnya yang terlihat mengalami luka bakar parah.


Xiang Yang mengayunkan pedangnya, membuat bilah pedangnya memanjang, berniat memotong tubuh kultivator tersebut.


Namun tiba-tiba rekannya muncul menangkis serangan Xiang Yang, satu orang lainnya menangkap tubuh orang itu.


Pedang Naga Xiang Yang kembali memendek hingga berbentuk seperti semula.


"Sial! Pedangnya benar-benar merepotkan! Jika saja bukan karena pedang itu, kami sudah pasti membunuh bocah ini!"


Xiang Yang sendiri melayang di tempat, matanya melirik ke tempat pertarungan lainnya terjadi, melihat jika situasi masih bisa dibilang berada di pihak pasukan Benua Chenwu.


"Aku harus cepat menyelesaikan ini untuk membantu yang lainnya!" Xiang Yang memasang kuda-kuda "Waktunya mencoba kekuatan baru ku!"


Aura merah menyala keluar dari tubuh Xiang Yang. Perlahan tapi pasti, aura itu terlihat membentuk seperti sisik sisik yang membekap seluruh tubuh Xiang Yang.


Pada bagian kepala, aura itu membentuk kepala naga.


Tubuh Xiang Yang terlihat mengalami sedikit perubahan, namun sangat terlihat jelas.


Pupil matanya berubah tajam secara vertikal, seperti mata naga, gigi taringnya juga sedikit memanjang serta kuku-kukunya yang tajam.


Xiang Yang seakan terlihat seperti berada di dalam tubuh seekor naga.


(Bayangin seperti Naruto saat menggunakan Cakra kyubi yang warna merah)


Xiang Yang melihat tubuhnya yang dibekap aura membentuk naga.


"Terasa agak berbeda saat menggunakan Tranformasi Naga, energi dari Jiwa Naga Api terasa lebih ganas, membuat ku jadi ingin membunuh mereka semua dengan kejam!"


Tanpa sadar, senyum menyeringai lebar yang terkesan menyeramkan, terpampang di wajah Xiang Yang.


"Apakah ini pengaruh dari Jiwa Naga Api?" Xiang Yang menoleh kearah musuhnya "Aku merasa lebih bersemangat!"


Musuh Xiang Yang yang kini hanya tersisa 7 orang yang bisa bertarung, menjadi waspada melihat perubahan pada pemuda itu.

__ADS_1


Aura yang dikeluarkan Xiang Yang membuat mereka merasakan tekanan.


Xiang Yang melesat cepat, dalam sekejap dia berada didepan salah satu kultivator, kemudian dengan kuat menebaskan pedangnya secara vertikal dari atas kebawah.


Kultivator itu bereaksi dengan cepat, memposisikan tombaknya keatas, menahan serangan Xiang Yang.


*BOOOMMM...!!


Meskipun sudah menahan serangan Xiang Yang, namun kultivator itu tetap terpental keras kebawah hingga menghantam tanah.


"Ruo Dan!" Rekan-rekannya berteriak khawatir.


Namun mereka tidak bisa menghampiri Ruo Dan karena Xiang Yang berada didepan mereka. Mereka segera mengepung pemuda itu kemudian menyerangnya.


Rua Dan sendiri merasa dadanya sesak karena punggungnya menghantam tanah dengan keras.


Saat Ruo Dan baru sadar, ternyata tombaknya sudah terpotong menjadi dua bagian.


Dia pun langsung bengong karena tidak menyangka hanya dalam satu serangan, senjata terbaiknya patah.


Senjata yang digunakan Ruo Dan adalah senjata kesayangannya, dia sudah menghabiskan banyak hartanya untuk mendapatkan tombak itu dalam sebuah pelelangan.


Mereka kini sudah semakin kewalahan melawan Xiang Yang, beberapa diantara mereka sudah mendapatkan luka sayatan di sekujur tubuh.


"Kekuatan bocah ini sudah hampir setara dengan kultivator tingkat Nirwana! Bagaimana mungkin peningkatan kekuatannya bisa sebesar ini?!" gumam salah satu kultivator bernama Bi Wang.


Xiang Yang terus memperhatikan gerakan mereka semua, dia melihat hanya Ruo Dan yang menyerang secara gila-gilaan, seakan tidak memperhatikan pertahanannya.


Xiang Yang pun melakukan gerakan cepat, membuat semua musuhnya langsung bergerak menjauh, namun hanya Ruo Dan saja yang masih terus menyerang.


Xiang Yang menyeringai lebar, dengan kecepatannya, dia mencengkeram lengan Ruo Dan lalu menariknya kemudian menghantam perut pria paruh baya itu dengan serangan dengkul.


"Gouhk!" Ruo Dan langsung memuntahkan darah.


Tidak ingin memberi kesempatan untuk Ruo Dan, Xiang Yang melakukan tebasan berkali-kali, membuat tubuh Ruo Dan terpotong-potong menjadi ratusan bagian.


Xiang Yang pun melesat kearah musuhnya yang tersisa, tanpa menoleh kearah Ruo Dan yang telah dia bunuh dengan kejam.

__ADS_1


***


Sun Wong sebelumnya merupakan anggota Sekte Bintang Suci, dia merupakan salah satu Tetua yang sangat di hormati.


Tapi tidak pernah ada yang berpikir kalau Sun Wong sebenarnya adalah seorang penyusup yang berniat menguasai Sekte Bintang Suci.


Xiao Chang yang merupakan Ketua Sekte Bintang Suci juga mempercayai Sun Wong sebagai seorang Tetua yang sangat teladan.


Hingga pada sekitar 20 tahun lalu, kepercayaan itu hancur berkeping-keping saat Xiao Chang mengetahui kenyataan niat tersembunyi dari Sun Wong.


Xiao Chang di jebak hingga membuatnya di kepung oleh belasan kultivator tingkat Nirwana, termasuk Sun Wong.


Pertarungan dahsyat terjadi saat itu, Xiao Chang berhasil membunuh beberapa lawannya, namun dia sudah terluka parah saat itu.


Beruntung Xiao Chang mampu melarikan diri, hingga tanpa sadar dia terlempar ke sebuah dimensi kecil di sebuah hutan bernama Hutan Pohon Darah.


Di sanalah Xiao Chang bertemu dengan Xiang Han.


Setelah Xiao Chang keluar dari dimensi kecil, Xiao Chang pun pergi ke Sekte Pulau Awan yang merupakan sekte tempat Yun Ying berasal, dimana Ketua Sekte Pulau Awan adalah Yun Nuwa, kultivator wanita terkuat di Benua Chenwu, sahabat baik Xiao Chang yang sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri.


Xiao Chang menceritakan semua kejadian yang dia alami pada Yun Nuwa, membuat sang Dewi Bulan Purnama itu marah dan langsung mengobrak-abrik seisi Sekte Bintang Suci untuk mencari keberadaan Sun Wong.


Setelah menghilangnya Xiao Chang, Sun Wong kembali ke Sekte Bintang Suci, mengabarkan bahwa Xiao Chang sudah mati, hingga dia pun diangkat menjadi Ketua Sekte.


Sun Wong pun berhasil memasukkan beberapa kultivator tingkat Nirwana sebagai pendukungnya.


Saat kedatangan Yun Nuwa, terjadi kekacauan di Sekte Bintang Suci, pertarungan tidak terhindarkan antara Sun Wong dan anggota pendukungnya melawan Yun Nuwa.


Sementara untuk para Tetua tingkat Nirwana Sekte Bintang Suci, memilih untuk melihat situasi karena mereka tidak ingin melawan sang Dewi Bulan Purnama.


Hingga akhirnya mereka berniat membantu Sun Wong, namun saat Xiao Chang tiba di Sekte Bintang Suci dan menjelaskan apa yang terjadi, para Tetua berbalik melawan Sun Wong.


Sun Wong terdesak, dia merasa tidak ada kesempatan menang, hingga dia mengorbankan para bawahannya demi bisa melarikan diri.


Saat itulah Sun Wong menjadi buronan yang paling dicari semenjak Sekte Bintang Suci dan Sekte Pulau Awan memasang harga untuk kepala Sun Wong.


Pada akhirnya, Sun Wong berakhir di kirim ke Benua Lingwu untuk menjalankan misi hukuman dari sang 'Pemimpin' organisasi tempatnya bernaung.

__ADS_1


Namun siapa sangka, saat Sun Wong akan melancarkan rencana akhir untuk menyelesaikan misinya, Yun Ying yang merupakan murid dari Yun Nuwa sang Dewi Bulan Purnama muncul hingga sekarang ia melakukan pertarungan melawan gadis itu.


__ADS_2