
Sun Wong dan Wan Yun terkejut, mereka mengeluarkan senjata, berniat menangkis bilah Pedang Naga yang terus memanjang kearah mereka berdua.
Namun sesaat sebelum Pedang Naga mereka tangkis, bilah Pedang Naga berbelok arah, lalu menusuk tepat pada jantung pasukan di belakang Sun Wong.
Pedang Naga menembus tubuh hingga bilahnya terus memanjang, menembus tubuh belasan kultivator lainnya.
Belasan kultivator tingkat Nescent Soul langsung mati ditangan Xiang Yang.
Kejadian itu terjadi begitu cepat, Sun Wong dan Wan Yun hanya bisa bengong karena tidak menyangka akan ada senjata yang bisa memanjang, bahkan bilahnya menjadi lentur hingga dapat berbelok arah.
Tiba-tiba bilah Pedang Naga menjadi lurus dan kokoh. Xiang Yang memegang gagang Pedang Naga dengan kedua tangannya.
Seketika bilah Pedang Naga yang putih mengkilap, menjadi merah bagaikan bara api. Xiang Yang kemudian dengan kuat menebaskan pedangnya secara horizontal.
"MENGHINDAR!!" Sun Wong berteriak, membuat semua pasukannya berhamburan.
Tubuh belasan kultivator yang sebelumnya tertusuk bagaikan sate, kini langsung robek saat Xiang Yang menebaskan pedangnya.
*Wossshhhh...!!
Beberapa kultivator yang tidak dapat menghindar, tubuhnya langsung terpotong menjadi dua bagian.
"SERANG...!!" Xiang Yang berteriak, bersamaan dengan Pedang Naganya yang memendek seperti semula.
Semua kultivator di pihak Xiang Yang, langsung melesat maju, termasuk Yun Ying dan Ling Shi.
Karena serangan kejut Xiang Yang sebelumnya membuat pasukan Sun Wong berhamburan, membuat mereka jadi tidak siap menerima gempuran dari pihak lawan.
Xiang Yang melesat menyerang para kultivator tingkat Transcendent tahap 4 sampai Transcendent tahap 5.
Xiang Yang ingin menghabisi mereka terlebih dahulu sebelum mengurus yang lainnya.
Yun Ying sendiri melesat menyerang Sun Wong dan Wan Yun. Meskipun dia sendirian, dia masih memiliki keyakinan untuk menang.
Jika bukan karena Sun Wong sedang terluka, Yun Ying tidak akan terlalu yakin bisa menang.
Yun Ying bergerak cepat, menyerang Sun Wong tanpa henti dengan pukulan dan tendangan yang diselimuti aura dingin intens.
"Sial! Padahal dia hanya kultivator tingkat Nirwana tahap menengah, tapi aura dingin yang dia keluarkan sudah hampir setara dengan tingkat Nirwana tahap akhir! Setiap kali menahan serangannya, energi Qi yang ku gunakan untuk menyelimuti tubuh ku akan membeku lalu hancur! Gadis ini sungguh berbahaya!" Sun Wong bergumam dalam hati, sambil terus menangkis serangan Yun Ying.
__ADS_1
Jika bukan karena kondisinya yang masih belum pulih benar, Sun Wong tidak akan terlalu kewalahan hanya dengan pertarungan tangan kosong melawan Yun Ying.
Dalam serangan berikutnya, Yun Ying memusatkan aura yang berkali-kali lebih kuat pada kepalan tangan kanannya, lalu memukul kepala Sun Wong.
Namun Sun Wong masih bisa menahan serangan Yun Ying dengan kedua lengan yang disilangkan didepan wajah.
*BAAAMMM!
Sun Wong terdorong mundur puluhan meter. Yun Ying tidak memberikan itu sebagai kesempatan bagi Sun Wong untuk mengambil nafas, dia bergerak cepat mengejar Sun Wong.
Saat Yun Ying baru tiba didepan Sun Wong, ternyata pria paruh baya itu sudah mempersiapkan serangan.
Sun Wong mengeluarkan pedangnya lalu memberikan satu tebasan cepat kearah Yun Ying.
Dengan refleks yang baik, Yun Ying melakukan gerakan kayang, hingga tebasan Sun Wong lewat diatas perutnya.
Yun Ying tidak hanya menghindar namun juga memberikan serangan balasan dengan melakukan tendangan yang tepat mengenai punggung Sun Wong.
Sun Wong terhuyung kedepan, hilang keseimbangan.
Yun Ying berniat kembali menyerang Sun Wong namun Wan Yun tiba-tiba sudah berada dibelakangnya.
Dengan gerakan cepat, Wan Yun melakukan tebasan pedang yang diselimuti kilatan petir, mengincar leher Yun Ying.
Tiba-tiba perisai es muncul melindungi leher Yun Ying.
"Perisai pertahanannya sangat kuat!" Wan Yun melebarkan matanya.
Padahal kecepatan dan kekuatan serangan petir Wan Yun sangat kuat, namun dapat ditahan dengan sempurna oleh perisai es Yun Ying. Meskipun memang itu bukan serangan terkuatnya.
Wan Yun langsung bergerak mundur setelah gagal melakukan serangan menyelinap.
Wan Yun muncul di samping Sun Wong, mereka berdua melayang menatap tajam Yun Ying dengan penuh kewaspadaan.
"Pak tua, untuk kali ini sebaiknya kita lupakan dulu masalah diantara kita! Kekuatan gadis ini sama sekali tidak bisa diremehkan, kita harus bekerja sama!" Wan Yun berkata tanpa mengalihkan pandangan dari Yun Ying.
Dia tidak ingin satu kesalahan membuatnya terbunuh di tangan gadis itu.
"Hemph! Meskipun aku benci mengakuinya tapi dia memang pantas menjadi murid Dewi Bulan Purnama! Untuk kali ini saja, kita akan bekerja sama!" Sun Wong juga tidak mengalihkan pandangan dari Yun Ying.
__ADS_1
Sesaat kemudian, kilatan petir semakin kuat menyelimuti tubuh Wan Yun.
"Aku akan menyerang duluan!"
Wan Yun langsung bergerak dengan kecepatan tinggi, membuat garis cahaya lurus dari kesatuannya.
Yun Ying tanpa basa-basi, menyambut serangan Wan Yun.
***
Di sisi lain, Xiang Yang sedang bertarung dengan 3 kultivator tingkat Transcendent tahap 5 dan 5 kultivator tingkat Transcendent tahap 4.
Meskipun Xiang Yang kalah dalam segi jumlah, namun dengan Pedang Naga ditangannya, dia masih bisa bertarung setara dengan kedelapan musuhnya.
Musuh Xiang Yang sungguh kewalahan melawan Xiang Yang yang menggunakan senjata aneh yang baru pertama kali mereka lihat.
Pedang Naga sudah memanjang dan meliuk-liuk mengelilingi Xiang Yang, berfungsi sebagai pertahanan sekaligus dapat menyerang.
Setiap serangan mereka benar-benar tidak dapat menembus pertahanan Pedang Naga, mereka harus bersusah payah mencari celah agar dapat melancarkan serangan melewati Pedang Naga.
Xiang Yang hanya terlihat melayang di tempat, mengendalikan Pedang Naga untuk bertahan dan menyerang, benar-benar sangat santai.
Namun nyatanya Xiang Yang berkonsentrasi penuh, dia tidak boleh lengah sedikit pun atau para musuhnya akan dapat menembus pertahanan Pedang Naga.
Selain itu dia juga harus mencari celah untuk menyerang kedelapan kultivator Transcendent yang menjadi musuhnya.
Sesaat kemudian mata Xiang Yang menyipit, dia langsung melakukan gerakan menarik pedang, menyerang 3 orang dengan Pedang Naganya.
3 kultivator itu pun terpental karena menahan serangan Xiang Yang.
Tiba-tiba Pedang Naga menjadi lurus dengan panjang 100 meter lebih, dengan bilah warna merah menyala.
Dengan satu gerakan kuat, Xiang Yang memutar tubuhnya 360° disertai tebasan pedang, membuat serangan cincin api yang melebar dengan cepat.
Namun kedelapan kultivator itu masih sempat untuk menghindari serangan Xiang Yang.
"Cih! Jika saja aku sudah lebih terbiasa mengendalikan Pedang Naga, setidaknya satu diantara mereka akan mati dalam serangan tadi!" Xiang Yang berdecak kesal.
"Hahaha! Inikah kekuatan kultivator Benua Chenwu? Kalian menyerang seperti menggunakan sapu lidi saja, sangat payah!" Xiang Yang melontarkan kata-kata provokasi dengan senyum mengejek.
__ADS_1
Kedelapan kultivator itu tentu saja menjadi marah. Mereka sudah sangat bangga dengan pencapaian kultivasi mereka saat ini, namun mereka malah mendapatkan ejekan dari seorang pemuda dari benua terpencil yang tidak bisa dibandingkan dengan Benua Chenwu.
Dengan emosi yang meluap, mereka langsung menyerang Xiang Yang.