Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.48 - Kejadian Di Dalam Goa


__ADS_3

Setelah menemukan sebuah goa yang cukup aman, Xiang Han menurunkan gadis itu lalu mulai merawat luka ditubuhnya terlebih dahulu, dengan mengoleskan salep dan menelan satu pil.


Setelah beberapa menit, Xiang Han merasa kondisinya lumayan membaik, barulah dia mengobati gadis itu.


Xiang Han lebih dulu keluar goa mengambil air, untuk membasuh darah ditubuh gadis itu, karena darah ditubuhnya membuat Xiang Han tidak tau dimana posisi lukanya.


Untung saja ada sebuah danau kecil tidak jauh dari goa, hingga Xiang Han bisa cepat kembali ke goa.


Xiang Han mulai membasuh darah disekujur tubuh gadis itu, tentu saja dia tidak menelanjangi gadis itu karena menurut Xiang Han itu tidak sopan disaat sang gadis sedang tidak sadarkan diri.


Setelah membersihkan darah di tubuh gadis itu, Xiang Han semakin terpukau dengan kecantikannya yang mana sekarang wajah gadis itu sudah bersih dari darah.


Namun Xiang Han mampu mengendalikan dirinya dan mulai mengobati luka parah yang dialami gadis itu.


"Entah bagaimana gadis ini terluka, tapi sepertinya dia tidak terluka oleh serangan hewan buas, bisa dilihat dari bekas lukanya!" Xiang Han melihat luka ditubuh gadis itu yang terlihat seperti bekas sayatan senjata tajam.


Xiang Han bertanya-tanya, dari aman asal dari gadis ini sebenarnya, kenapa dia bisa berada di Hutan Pohon Darah.


Sekarang, jika saja iman Xiang Han tidak kuat, mungkin dia sudah melakukan hal yang tidak terpuji pada gadis itu, karena beberapa bagian pakaian gadis itu rusak, membuat bagian tubuh putih mulusnya terlihat lebih jelas.


Xiang Han merobek bajunya, lalu membalut semua luka di tubuh gadis itu hingga sekarang bajunya habis karena dipakai membalut luka gadis itu.


"Sekarang setidaknya kondisi gadis ini sudah membaik!" Xiang Han menatap wajah gadis itu lekat-lekat.


Ingin sekali rasanya dia mencicipi bibir tipis itu, namun hasratnya masih bisa ia tahan.


***


Xiang Han saat ini sedang berada di luar goa, tentu saja masih berada di dalam Hutan Pohon Darah. Ia berniat mencari hewan sebagai santapan malam ini.


Setelah mendapatkan 2 ekor ayam dan 1 ekor kelinci, Xiang Han kembali ke goa. Namun dalam perjalanan, hujan deras tiba-tiba turun membuat seluruh tubuh Xiang Han basah.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, Xiang Han pun tiba di goa.


"Huuuh! Dingin sekali!" Xiang Han terlihat menggigil.


Dengan mengalirkan energi Qi keseluruh tubuh, Xiang Han tidak terlalu kedinginan.


"Untung saja aku sudah mengumpulkan cukup persediaan kayu bakar, jadi tidak perlu tidur tanpa penerangan malam ini!" Xiang Han membuat perapian.


Xiang Han memiliki Akar Spiritual Api, jadi dia bisa membuat perapian dengan mudah.


Setelah membuat perapian, Xiang Han berniat melepaskan celananya, karena celananya masih basah, jika tidur dengan celana basah maka bisa saja dia masuk angin. Memang ia hanya menggunakan celana setelah semua bajunya habis dirobek untuk membalut luka sang gadis yang masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.


Gadis itu masih tidur di dalam goa, beberapa saat kemudian kelopak mata gadis itu bergerak, hingga akhirnya matanya terbuka perlahan.


Pandangan gadis itu masih buram karena baru bangun setelah lama pingsan, setelah beberapa saat penglihatan gadis itu menjadi jelas.


Hal pertama yang menyambut gadis itu saat pertama kali bangun adalah suatu benda yang menggelantung, benda menggelantung yang berada di bagian bawah perut seseorang.


Ya, itu adalah benda paling berharga milik Xiang Han yang memang baru saja menurunkan celananya, berniat melepaskannya.


Saat pandangan Xiang Han tertuju pada gadis itu, dimana tatapan gadis itu sekarang melebar mengarah pada benda paling berharga miliknya.


"HAAAA...!"


"KYAAA...!"


Mereka berdua berteriak secara bersamaan, Xiang Han segera menaikkan kembali celananya.


"Kau - Apa yang kau lakukan?!" Gadis itu memalingkan wajahnya yang memerah, ini pertama kalinya dia melihat 'benda mistis' itu.


"Kenapa kau malah bangun disaat yang seperti ini?!" memang Xiang Han sering melepaskan pakaiannya saat kehujanan di luar.

__ADS_1


Namun dia tidak khawatir karena gadis itu sedang pingsan, dia sama sekali tidak berpikir gadis itu akan bangun di saat seperti ini.


"Bajingan! Apa yang telah kau lakukan pada ku?!" Gadis itu ingin bergerak, namun tidak bisa karena ia masih terluka, belum pulih sepenuhnya.


Gadis itu meneteskan air mata, berpikir jika dirinya telah dinodai oleh pria asing itu.


Xiang Han menghela nafas "Tenanglah nona, aku sama sekali tidak pernah melakukan hal-hal buruk pada mu!"


"Lalu kenapa kau tadi..." Sesaat gadis itu teringat dengan 'benda mistis' milik Xiang Han "melepaskan celana mu?! Kau bahkan tidak memakai baju mu sekarang!"


Gadis itu sama sekali tidak ingin menatap Xiang Han


"Nona kau jangan salah paham! Aku melepas celana ku karena basah, tadi kehujanan di luar saat berburu hewan untuk makan malam!" Xiang Han menunjuk kearah luar goa yang memang sekarang masih hujan cukup deras "Dan untuk kenapa aku tidak memakai baju itu karena baju ku habis ku robek untuk membalut luka di seluruh tubuh mu!"


Gadis itu tertegun sejenak, lalu melihat seluruh tubuhnya yang terdapat balutan kain di setiap lukanya.


"Sebelumnya aku menemukan mu di hutan ini dengan kondisi terluka parah, kau hampir saja menjadi santapan Spirit Beast jika aku tidak datang menyelamatkan mu! Kau telah pingsan selama 2 bulan, karena itulah..aku berpikir kau masih lama untuk sadar, jadi aku berniat melepaskan celana agar tidak terlalu kedinginan!..


Tenang saja, aku sama sekali tidak pernah menyentuh bagian tubuh mu jika itu memang tidak diperlukan, seperti saat mengobati luka-luka ditubuh mu!"


Xiang Han menjelaskannya secara rinci agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Mendengar penjelasan Xiang Han yang terdengar meyakinkan, tanpa kebohongan, gadis itu jadi merasa sedikit bersalah karena telah berpikir buruk pada Xiang Han.


Namun meskipun begitu, gadis itu tetap tidak menatap kearah pemuda itu, ia terlihat dingin.


Yah..Xiang Han sama sekali tidak masalah dengan hal itu, asalkan dia bisa terus menatap wajah gadis cantik itu setiap hari, maka itu sudah cukup untuknya.


"Memang lebih baik kau jangan membuang tenaga dengan bicara terlalu ngegas, lebih baik istirahat dengan tenang agar kondisi mu bisa pulih dengan cepat!" Xiang Han mengangguk dua kali.


"Oh ya nona, nama ku Xiang Han dari Keluarga Xiang di Kota Batu Hitam! Nama mu siapa?" tanya Xiang Han dengan antusias, dia penasaran dengan nama gadis pujaannya.

__ADS_1


Namun tidak ada jawaban setelah menunggu selama beberapa menit membuat Xiang Han menghela nafas kecewa.


__ADS_2