
Xiang Yang tidak terlalu lama menyiksa Qin Dong karena masih ingin menelusuri area sekte, mencari benda-benda berharga lainnya.
Xiang Yang tidak ingin sumber daya di dalam sekte ini habis oleh orang lain hingga dia hanya akan mendapatkan ampasnya saja, karena terlalu lalu menyiksa Qin Dong.
Xiang Yang melesat pergi, banyak sekali pertarungan yang terjadi dimana-mana, membuat bangunan di sekitar pertarungan mereka hancur.
Namun Xiang Yang memilih mengabaikan pertarungan mereka, entah apa yang mereka perebutkan dia sama sekali tidak peduli.
Xiang Yang berpikir meskipun yang mereka perebutkan adalah barang berharga, tapi pasti masih banyak barang berharga didalam sana yang mungkin jauh lebih berharga.
Dari pada menghabiskan waktu dalam pertarungan tidak berguna, lebih baik untuk mencari barang lainnya.
Setelah beberapa menit, Xiang Yang melihat bangunan yang cukup besar. Dia langsung memasuki bangunan tersebut dan melihat banyak sekali buku-buku yang tersusun rapi, hanya saja buku-buku itu terlihat usang.
"Mungkinkah ini Aula Kitab yang berisi teknik bela diri dari sekte ini!" Xiang Yang mengambil satu buku lalu membukanya.
Dia tersenyum karena tulisan di buku itu masih bisa dibilang bagus.
"Haha, aku sangat beruntung mendapatkan buku teknik bela diri dari sekte kuno ini, ini bisa membuat kekuatan sekte ku meningkat pesat!" tanpa basa-basi, Xiang Yang dengan cepat mengambil semua buku disana.
"Di lantai dua pasti ada banyak buku teknik bela diri dengan tingkatan yang lebih tinggi!" Xiang Yang melesat cepat ke lantai dua.
Memang benar disana ada banyak buku teknik bela diri, meskipun tidak sebanyak di lantai 1 karena lantai dua berisi teknik bela diri dengan tingkatan yang lebih tinggi.
Sesaat kemudian Xiang Yang merasakan banyak kultivator yang menuju kearah Aula Kitab tempatnya berada saat ini.
Tidak ingin membuang banyak waktu, Xiang Yang mengambil semua buku disana lalu beralih naik ke lantai 3.
Disana juga terdapat cukup banyak buku yang tentu saja sama sekali tidak disisakan oleh Xiang Yang.
Setelah semua buku disana dia ambil, Xiang Yang merasakan kalau sekitar 5 kultivator memasuki Aula Kitab di lantai 1.
Dia pun membuka jendela lalu keluar lewat sana, terbang dengan cepat meninggalkan Aula Kitab.
Tapi Xiang Yang terlalu terburu-buru hingga dia lupa menutup jendela. Beberapa kultivator yang tidak menemukan apa-apa di lantai 1, langsung naik ke lantai 3, menemukan jendela terbuka dan melihat dari kejauhan, Xiang Yang terbang dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Mereka pun berasumsi kalau pemuda itu telah mengambil semua barang di bangunan ini.
"KEJAR ORANG ITU!!" Ke-5 kultivator itu pun melesat terbang mengejar Xiang Yang.
"Cih!" Xiang Yang berdecak kesal.
Meskipun dia bisa saja terbang cepat tanpa bisa dikejar oleh mereka, namun ada banyak bangunan disekitar yang ingin dia masuki.
Pastinya para kultivator itu akan membuat masalah dengan dirinya.
Xiang Yang berbalik lalu melesat kearah 5 kultivator itu. Cara paling cepat untuk menyelesaikan ini adalah dengan membunuh mereka semua.
"Hanya ada 2 kultivator Nescent Soul!" Xiang Yang menyipitkan matanya dan melihat ternyata 5 kultivator itu adalah anggota Sekte Naga Biru.
"Baguslah, dengan begini maka tidak sia-sia aku membunuh kalian!" Xiang Yang tersenyum lebar lalu mempercepat laju terbangnya.
"Bola Yin-Yang!"
Xiang Yang langsung menyerang menggunakan salah satu serangan terkuatnya.
Melihat Xiang Yang mengeluarkan serangan, salah satu diantara mereka menyerang dengan elemen petir.
Ledakan besar yang sama sekali tidak mereka sangka-sangka terjadi, membuat kelima kultivator itu terpental karena efek gelombang ledakan.
Xiang Yang terus melesat terbang, menembus kepulan asap ledakan.
Dalam sekejap Xiang Yang sudah berada didepan salah satu dari mereka. Dengan cepat dia mengubah tangan kanannya menjadi tangan naga dengan kuku yang panjang dan tajam, lalu menusuk dada orang itu hingga menembus jantungnya.
Xiang Yang mencabut tangannya dari dada orang itu, lalu beralih mengincar yang lainnya.
Terjadi pembantaian yang berlalu hanya dalam beberapa menit saja hingga mereka semua habis terbunuh ditangan Xiang Yang.
Xiang Yang mengambil cincin dimensi mereka sebelum melesat pergi. Dia tidak ingin ada anggota Sekte Naga Biru yang melihatnya, hingga nanti akan terjadi pertarungan lagi, membuatnya membuang lebih banyak waktu.
***
__ADS_1
Beberapa jam berlalu.
Xiang Yang sangat kecewa karena kali ini keberuntungannya tidak bagu, dia sama sekali tidak menemukan barang berharga. Kebanyakan dia hanya memasuki ruangan kosong, beberapa ruangan hanya berisi botol giok yang didalamnya terdapat pil rusak seperti sebelumnya.
Xiang Yang terus menelusuri bangunan-bangunan di sekte kuno tersebut, namun sudah 20 lebih bangunan dia telusuri, hanya ada barang ampas semua.
Xiang Yang sekarang berada di dalam sebuah bangunan besar, menelusuri setiap ruangan disana.
Hingga akhirnya Xiang Yang memasuki sebuah ruangan yang tidak terlalu besar.
"Ini sepertinya adalah ruangan kerja!" Xiang Yang melihat terdapat satu meja kerja disana, namun tidak ada apa-apa diatas meja tersebut.
Xiang Yang berjalan, dia mengerutkan keningnya saat melihat di bawah meja tersebut terdapat sebuah tangga yang menuju ke bawah tanah.
"Apakah sebelumnya ada seseorang yang memasuki ruangan bawah tanah ini? Pintunya terbuka jadi itu sudah pasti!"
Xiang Yang pun memilih untuk memasuki ruangan bawah tanah dengan menuruni tangga. Tentu saja dia menutup pintu rahasia itu agar nantinya tidak ada orang lain yang mengetahui keberadaan ruang bawah tanah.
Xiang Yang berjalan menuruni tangga dengan sangat waspada. Dia berpikir tempat rahasia seperti ini pasti memiliki jebakan mematikan.
Setelah menuruni tangga, Xiang Yang berjalan menelusuri lorong ruang bawah tanah.
Di setiap sisi dinding kosong terdapat obor yang berjejer rapi menerangi jalan.
Sesaat kemudian Xiang Yang mengerutkan keningnya karena bisa merasakan sia-sia energi serta hawa dingin saat menelusuri lorong, seakan ada kultivator yang mengeluarkan energinya di tempat ini. Namun entah untuk apa.
Xiang Yang terus berjalan hingga akhirnya dia berhenti saat melihat serpihan-serpihan es yang bertebaran, ada juga yang menancap di langit-langit dan di dinding ruangan.
"Sudah pasti ada seseorang yang sebelumnya memasuki ruang bawah tanah ini, dia kemungkinan mengaktifkan jebakan-jebakan yang membuatnya mengeluarkan kekuatan. Karena itulah aku bisa merasakan sisa-sisa energi serta serpihan es ini!" Xiang Yang bergumam sebelum melesat cepat menelusuri kosong.
Dia sama sekali tidak memperhatikan langkahnya karena berpikir semua jebakan sudah tidak ada lagi sebab orang yang memasuki ruangan bawah tanah ini pasti sudah mengaktifkan semua jebakan. Tidak ada lagi jebakan yang tersisa untuknya.
Setelah beberapa menit, Xiang Yang melihat pintu dua daun yang bisa dibilang besar
Dia dengan cepat melesat masuk karena pintu itu terbuka.
__ADS_1
Didalam sana Xiang Yang langsung melihat seorang gadis bergaun putih didalam sana, gadis cantik yang sudah dia temui sebelumnya.
"Burung Putih Kecil!"