Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.49 - Kebersamaan


__ADS_3

"Oh ya nona, nama ku Xiang Han dari Keluarga Xiang di Kota Batu Hitam! Nama mu siapa?" tanya Xiang Han dengan antusias, dia penasaran dengan nama gadis pujaannya.


Namun tidak ada jawaban setelah menunggu selama beberapa menit membuat Xiang Han menghela nafas kecewa.


Karena hari sudah semakin gelap, Xiang Han juga mulai lapar, ia pun mulai membuat ayam dan kelinci bakar.


"Nona, kenapa kau bisa berada di dalam hutan? Aku menemukan mu dalam kondisi terluka parah, siapa sebenarnya yang menyerang mu?" Xiang Han bertanya dengan lembut, menatap wajah jelita gadis itu, sambil mencabut bulu ayam.


Meskipun masih tetap diam dengan wajah datar, namun secara alami otak gadis itu mencoba mengingat apa yang terjadi padanya sebenarnya.


Sebelumnya dia dijebak oleh seseorang yang mana berakhir dengan pertarungan sengit, namun ia terluka parah dan pingsan. Entah apa yang terjadi selanjutnya, ia sama sekali tidak tau.


Gadis itu mengepalkan tangannya, berpikir jika ia sudah sembuh, akan membalas perbuatan bajingan itu.


Gadis itu masih diam, tidak menjawab pertanyaan Xiang Han.


Xiang Han menghela nafas setelah beberapa menit masih tidak mendapatkan jawaban, ia tidak tau bagaimana cara membuat gadis itu bicara "Nona, aku sudah menyelamatkan nyawa mu dan merawat mu selama 2 bulan, setidaknya aku ingin mengetahui nama mu sebagai ucapan terima kasih!"


Gadis itu tertegun sejenak, lalu akhirnya menjawab "Chang..Xiao Chang!" ucapnya tanpa menoleh kearah Xiang Han.


Xiang Han yang masih fokus mencabut bulu ayam, langsung menoleh kearah gadis itu, senyum senang segera berkembang diwajahnya.


"Xiao Chang, nama yang indah!" Xiang Han pun kembali mencabut bulu ayam.


Setelah semua beres, Xiang Han mulai memberikan bumbu lalu membakar ayam dan kelinci yang sudah dikuliti.


"Apa kau lapar Xiao Chang?" tanya Xiang Han.


Xiao Chang tidak menjawab, hanya diam dengan wajah datar.


Namun sesaat kemudian...


*Grooorg!


Terdengar sebuah suara yang keluar dari perut Xiao Chang, membuat wajahnya memerah.


Xiang Han tersenyum tengil "Heheh! Tidak perlu malu untuk mengatakannya Xiao Chang, ya.. meskipun kau tidak bicara, tapi sepertinya perut mu sudah protes minta diisi!"


"Tunggu saja sebentar lagi pelanggan, aku pasti akan memuaskan lidah mu!" Xiang Han terlihat serius membakar ayam dan kelinci.


Membolak-balik daging dengan teratur, Abul sesekali menaburkan bumbu tambahan.


Aroma harum daging bakar segera tercium membuat rasa lapar Xiao Chang semakin menjadi, bahkan dia sudah menelan ludahnya beberapa kali, namun dia masih tetap bertahan diam dengan wajah datarnya.

__ADS_1


Setelah setengah jam berlalu, akhirnya ayam dan kelinci bakar pun matang.


Xiang Han menaruh satu ayam dan kelinci bakar di atas daun pisang yang sudah ia siapkan, sementara satu ayam bakar sekarang berada ditangannya.


Xiang Han mengambil satu potong kecil daging ayam.


"Buka mulut mu! Aaa...!" Xiang Han menyodorkan sepotong kecil daging ayam itu.


Xiao Chang sebenarnya tidak nyaman dengan perlakuan Xiang Han, namun karena perutnya sudah sangat lapar, akhirnya dengan ragu-ragu, ia membuka mulutnya.


Xiao Chang tertegun sejenak karena ayam bakar buatan Xiang Han sangat enak untuk sekedar ayam bakar.


Xiang Han pun menyuapi Xiao Chang dengan senyum yang tidak pernah hilang dari bibirnya.


Hingga akhirnya, satu ayam bakar habis hanya untuk Xiao Chang saja. Meskipun tidak makan, Xiang Han terlihat sangat puas karena bisa menyuapi Xiao Chang.


"Kau tidak makan?" Xiao Chang akhirnya buka suara setelah sekian lama diam, namun dia tidak menoleh kearah Xiang Han.


Xiang Han sendiri tersenyum semakin lebar, karena pertanyaan itu menunjukkan jika Xiao Chang peduli pada dirinya.


"Jika kau belum kenyang, aku tidak akan makan!"Xiang Han mengambil kelinci bakar "Coba juga kelinci bakar ini, tidak kalah enak dengan ayam bakar!"


Xiang Han kembali menyuapi Xiao Chang.


"Baiklah kalau begitu!"


***


Setelah menghabiskan makanan, suasana jadi sunyi dan agak canggung.


"Apa kau sudah kenyang Xiao Chang? Jika belum maka aku bisa keluar untuk mencari hewan atau buah-buahan!" Xiang Han melirik kearah luar goa dimana hujan telah reda, lalu kembali menatap Xiao Chang.


"Tidak perlu, aku sudah keny..."


*Grooorg!


Belum saja Xiao Chang menyelesaikan kalimatnya, perutnya kembali berbunyi membuat wajah gadis itu merah padam.


"Kenapa perut ku tidak bisa diajak kerjasama?!"


Xiao Chang menggerutu dalam hatinya.


Sementara Xiang Han tersenyum lebar "Tidak perlu malu-malu Xiao Chang, jika memang membutuhkan sesuatu maka katakan saja pada ku! Aku akan berusaha memenuhinya!"

__ADS_1


Xiang Han langsung keluar dari goa, tidak butuh waktu lama, Xiang Han menemukan pohon pisang yang sudah berbuah matang.


Meskipun sekarang memang sudah malam, namun cahaya bulan purnama cukup terang.


Xiang Han pun membawa buah pisang itu kembali ke goa untuk dimakan.


"Tuan putri, makanan sudah datang!" Xiang Han meletakkan buah pisang di lantai goa "Ya.. meskipun cuman pisang, tapi pisang itu enak!" Xiang Han mengambil satu buah pisang, mengupas lalu memakannya untuk mencoba rasanya.


"Hm...rasanya tidak buruk!" Xiang Han menoleh kearah Xiao Chang "Apa kau tidak menyukai buah pisang?"


Pertanyaan Xiang Han disambut dengan gelengan kepala Xiao Chang.


"Baguslah kalau begitu!" Xiang Han pun menyuapi Xiao Chang dengan sepenuh hati.


Sementara Xiao Chang hanya diam saja menerima suapan Xiang Han, entah kenapa dia bisa merasakan kehangatan dihatinya.


Memang sebelum ini ada banyak pria yang mengejar dirinya, namun semua pria itu memiliki tatapan penuh naf*su. Sedangkan Xiang Han berbeda, Xiao Chang bisa melihat ketulusan dalam tatapan pemuda itu.


Jika Xiang Han adalah para pria yang sebelum-sebelumnya dia temui, mungkin mereka akan mengambil kesempatan disaat dirinya tidak bisa bergerak seperti ini.


Saat Xiang Han baru mau menyuapi Xiao Chang kembali, gadis itu menggeleng pelan.


"Tidak perlu lagi, aku sudah kenyang!"


"Benarkah, nanti perut mu bunyi lagi loh!"


"Sungguh, kali ini aku sudah benar-benar kenyang!" tanpa sadar, senyum tipis menghiasi bibir Xiao Chang.


Tentu saja hal itu tidak dilewatkan oleh Xiang Han, dia langsung tertegun melihat senyuman Xiao Chang, yang meskipun tipis namun sangat tulus dan menawan.


Menyadari jika dirinya sekarang sedang memasang senyum tipis, Xiao Chang segera memalingkan wajahnya, ini mungkin adalah pertama kalinya dia memasang senyuman pada seorang pria.


Beberapa saat kemudian, Xiang Han pun tersadar dari lamunannya, kemudian menatap Xiao Chang dengan senyum lebar.


"Baiklah, sekarang sudah malam, jadi lebih baik kita tidur!" Xiang Yang duduk dengan punggung bersandar pada dinding goa.


Pandangan Xiang Han kembali tertuju pada Xiao Chang yang mana sekarang terlihat tidak nyaman tidur tanpa alas, hanya ada bebatuan saja di dalam goa.


Xiang Han berjalan mendekat, mengangkat punggung Xiao Chang dengan hati-hati lalu menjadikan pahanya sebagai bantal untuk Xiao Chang.


"Apakah terasa lebih baik?" tanya Xiang Han dengan senyum hangat.


Tiba-tiba Xiao Chang merasakan dadanya berdebar, entah kenapa wajah Xiang Han terlihat begitu tampan saat ini.

__ADS_1


Tidak menjawab pertanyaan Xiang Han, Xiao Chang memejamkan matanya, membuat pemuda itu tersenyum tipis.


__ADS_2