
"BOCAH! KAU AKAN MATI!" Chu Wang yang memang dari awal suasana hatinya sudah buruk, kini semakin buruk, akhirnya tidak bisa menahan diri dan langsung menerjang menyerang Xiang Yang.
Chu Wang mengeluarkan sebuah senjata yang mana terlihat seperti pedang namun memiliki bilah yang terpotong-potong dengan benang baja sebagai penyatu.
Sekte Kelabang Iblis memang terkenal karena senjata mereka yang unik, jika senjata mereka digunakan maka akan terlihat seperti kelabang.
"Teknik Pedang Kelabang : Tusukan Api Pembunuh!" Pedang unik ditangan Chu Wang menjadi merah bagaikan besi panas karena suhu yang meningkat drastis.
Chu Wang kemudian melakukan gerakan seperti mencambuk kedepan, hingga potongan-potongan bilah pedangnya terlihat semakin banyak, terus memanjang dengan kecepatan tinggi melesat kearah Xiang Yang.
Xiang Yang mengetahui kalau pedang Chu Wang sebenarnya tidak memanjang, namun itu terjadi karena efek dari tekniknya yang mana energinya Qi nya membentuk seperti potongan-potongan bilah pedang hingga memanjang dengan kecepatan tinggi.
Xiang Yang mengeluarkan pedangnya, lalu dengan mudah menangkis serangan Chu Wang, membuat serangannya berbelok kearah lain.
Namun bisa dilihat bilah pedang itu terus memanjang kemudian melakukan manuver belokan yang kembali mengincar Xiang Yang.
"Teknik pedang yang menarik!" Xiang Yang tersenyum tipis.
Tentu saja dia tidak menunggu sampai ujung bilah pedang itu mencapai dirinya kembali, Xiang Yang melesat cepat kearah Chu Wang.
"Jangan pikir bisa menyerang ku dari depan seperti itu!" Chu Wang melakukan gerakan menarik lalu memutar-mutar lengannya dengan pedang kelabang ditangannya.
"Teknik Pedang Kelabang : Lilitan Kelabang Api!" dengan cepat pedang kelabang Chu Wang yang sudah memanjang, berputar-putar dengan teratur hingga sekarang mengelilingi Xiang Yang dari segala arah sampai terlihat seperti bola takraw.
"MATI KAU!" Chu Wang menarik cepat gagang pedang kelabangnya, hingga bilah pedang yang sudah mengelilingi Xiang Yang dari segala arah, dengan cepat mengecil.
*Boooommmm...!!
Ledakan keras terjadi hingga suara ledakan itu menggema keseluruh hutan.
Pedang kelabang Chu Wang memendek hingga bilah-bilahnya yang terpotong menyatu kembali sampai terlihat seperti pedang biasa.
Tetua Fu dan Tetua Lan sendiri yang dari awal hanya menonton, karena mereka tau jika mengganggu pertarungan hanya akan membuat Chu Wang marah, kini terlihat menatap kagum kearah ledakan itu.
Meskipun mereka berada ditingkat yang sama, namun perbedaan kedalaman dalam penguasaan teknik mereka sangat jauh berbeda. Teknik Pedang Kelabang milik Chu Wang sudah sangat sempurna.
__ADS_1
Sekarang Tetua Fu dan Tetua Lan mulai berpikir kalau memang Chu Wang lah yang lebih cocok menjadi Ketua Aliansi Aliran Hitam.
"Huh, itulah akibatnya karena berani melawan ku!" Chu Wang mendengus kesal.
Dia berniat memasukkan pedangnya kembali kedalam cincin dimensinya, namun seketika ia bereaksi karena merasakan sesuatu melesat kearahnya dari kepulan asap ledakan itu.
*Tring!
Sebuah jarum es berbenturan dengan bilah pedang Chu Wang membual keningnya mengerut, menatap kearah kepulan asap ledakan.
Gelombang angin kencang tiba-tiba keluar dari dalam kepulan asap, menyapu habis kepulan asap hingga bisa dilihat, Xiang Yang yang melayang diudara dalam keadaan baik-baik saja, bahkan pakaiannya sama sekali tidak terlihat ada goresan atau debu yang menempel.
"Bagaimana bisa kau selamat?! Sudah jelas tadi kau terkena teknik ku!" Chu Wang menatap Xiang Yang dengan mata melotot, seakan matanya bisa melahap apa saja.
"Apa kalian pikir hanya dengan trik sederhana seperti itu bisa mengalahkan ku? Sungguh naif!" Xiang Yang tersenyum mengejek.
"Trik sederhana?" Urat kemarahan mencuat keluar di kening Chu Wang, terlihat seperti cacing dibalik kulit.
Tentu saja dia tidak terima dengan perkataan Xiang Yang yang tidak hanya mengejek dirinya, namun juga leluhur sektenya yang telah menciptakan Teknik Pedang Kelabang.
Pria paruh baya itu mengeluarkan aura merah kuat, pedang ditangannya juga mulai berubah merah bara, terpotong-potong lalu memanjang perlahan bersamaan dengan perubahan pada pedangnya.
"Teknik Pedang Kelabang : Kelabang Iblis!"
Pedangnya yang memanjang mulai berubah menjadi bentuk kelabang, kepala kelabang itu turun kebawah kemudian naik keatas dengan cara mengelilingi Chu Wang.
Xiang Yang sendiri hanya memiringkan kepalanya, entah kenapa dia merasa ada kekurangan dalam Teknik Pedang Kelabang yang digunakan Chu Wang.
Beberapa saat kemudian, Chu Wang mulai menyerang Xiang Yang.
Kelabang api itu langsung melesat kearah pemuda itu.
Xiang Yang sendiri masih terlihat tenang, tangan kirinya seketika mengeluarkan kobaran api putih kebiruan yang dengan cepat membentuk tangan besar.
Sesaat sebelum kelabang api mengenai dirinya, Xiang Yang menyambar kepala kelabang api dengan tangan api putih kebiruan.
__ADS_1
Kelabang api mulai membeku dari kepala dan terus menjalar dengan cepat.
Chu Wang melebarkan matanya, dia dengan segera membatalkan tekniknya agar kebekuan itu tidak sampai mengenai dirinya.
"Bagaimana mungkin!" Chu Wang sangat terkejut karena teknik terkuatnya bisa dipatahkan semuda itu.
Tidak hanya Chu Wang yang terkejut, namun juga Tetua Fu dan Tetua Lan. Bahkan mereka berdua tidak yakin dapat melawan Chu Wang jika menggunakan teknik itu, meskipun mereka berdua melawan Chu Wang bersamaan.
Namun pemuda itu dapat menghentikannya dengan begitu mudahnya.
Sekarang mereka bertiga menatap Xiang Yang dengan mata bergetar. Mereka sekarang paham kalau Xiang Yang bukanlah kultivator sembarangan, kultivasinya berada diatas mereka bertiga.
"Tetua Fu, Tetua Lan, kita Serang dia secara bersamaan!" Chu Wang tidak lagi menganggap remeh Xiang Yang, tidak mungkin bisa mengalahkannya sendirian.
"Baik Ketua!" Tetua Fu dan Tetua Lan langsung mengeluarkan pedang mereka yang tentu saja memiliki bentuk yang sama seperti pedang Chu Wang.
"SERANG!" Chu Wang berteriak.
Tetua Fu dan Tetua Lan langsung melesat maju dengan kecepatan tinggi.
Xiang Yang tersenyum kecut, lalu menyambut serangan mereka berdua, lalu dengan mudah memberikan pukulan yang membuat mereka berdua terpental beberapa meter.
"Apakah kalian yakin ingin menjadi tumbal demi memberikan jalan kabur untuk si pengecut itu!" Xiang Yang melihat kearah belakang Tetua Fu dan Tetua Lan.
Mata kedua tetua itu juga langsung tertuju kebelakang, dimana dia melihat Chu Wang sudah terbang dengan kecepatan tinggi kearah sebaliknya, sudah jelas jika pria paruh baya itu melarikan diri.
Tetua Fu dan Tetua Lan menjadi syok karena tidak menyangka Ketua Sekte mereka akan sangat tega meninggalkan mereka berdua begitu saja.
Tiba-tiba Tetua Fu dan Tetua Lan merasakan sensasi panas di dada mereka. Mereka berdua menunduk dan menemukan sebuah bilah pedang sudah menembus dada mereka dari belakang.
Darah mulai mengalir keluar dari sudut bibir mereka.
Sesaat kemudian, mereka merasakan sebuah tangan menepuk pundak mereka. Tetua Fu dan Tetua Lan melihat Xiang Yang sudah berada diantara mereka.
"Ingat ini, jangan pernah menoleh kebelakang disaat musuh mu sudah jelas berada dihadapan kalian!"
__ADS_1