
Para anggota Sekte Pedang Surga yang merasa sudah tidak memiliki harapan untuk menang, semangat bertarung mereka sudah tidak ada lagi, hingga mereka membuang senjata, memilih untuk menyerah, berharap dengan begini nyawa mereka akan diampuni.
Jujur saja, para anggota Sekte Pedang Surga sama sekali tidak mengetahui kenapa mereka diserang oleh anggota Sekte Naga Emas. Mereka sama sekali tidak paham apa yang telah mereka perbuat hingga mengalami hal keji seperti ini.
Mereka sama sekali tidak tau kalau Ketua Sekte dan para tetua mereka telah berencana untuk menghancurkan Sekte Naga Emas.
Xiang Yang tentu saja mengetahui hal itu, namun dia sama sekali tidak peduli karena pemimpin mereka sudah menginginkan kehancuran sektenya, jadi mereka juga akan mendapatkan ganjaran dari apa yang para pemimpin mereka ingin lakukan.
Ingin menghancurkan sekte ku maka aku juga akan menghancurkan kalian.
Para anggota Sekte Pedang Surga yang merasa denganmenyerah maka mereka akan selamat, kini harapan itu pupus saat semua pasukan Sekte Naga Emas terus melakukan pembantaian pada mereka tanpa ampun.
Hingga akhirnya semua anggota Sekte Pedang Surga terbantai habis tanpa sisa.
Sekte Pedang Surga saat ini terlihat benar-benar kacau, banyak bangunan yang hancur akibat pertarungan, darah menggenang dimana-mana bagaikan sungai mengalir, banyak anggota tubuh bergelimpangan yang terpotong-potong tidak karuan, bau amis darah bisa tercium di segala tempat, sungguh pemandangan yang mengerikan.
Sekte Pedang Surga yang dikatakan merupakan sekte aliran putih terkuat, memiliki anggota lebih dari 20 ribu kultivator, sama sekali tidak berkutik dihadapan 1000 pasukan Sekte Naga Emas.
Setengah jam berlalu setelah pembantaian besar-besaran itu selesai, Xiang Yang mengumpulkan semua anggota sektenya.
"Bagaimana Tetua Lin Sang, apakah ada korban di pihak kita?" tanya Xiang Yang.
"Sama sekali tidak ada korban di pihak kita, Ketua!" Tetua Lin Sang melaporkan kalau setiap ada anggota mereka yang terluka hingga tidak bisa bertarung, makan anggota yang terluka akan disuruh mundur lalu memulihkan diri, sementara yang lainnya akan melindunginya.
Dengan begitu maka tidak ada korban yang jatuh di pihak mereka.
Xiang Yang mengangguk puas mendengar laporan Tetua Lin Sang.
"Kalau begitu pulihkan dulu kondisi kalian hingga mencapai kondisi prima, lalu kuburkan semua mayat anggota Sekte Pedang Surga, jangan lupa untuk mengambil cincin dimensi mereka semua, setelah itu geledah semua tempat di Sekte Pedang Surga ini, ambil semua yang berharga lalu kalian bisa kembali ke Sekte!"
Perkataan Xiang Yang entah kenapa membuat ada sesuatu yang mengganjal di hati mereka. Mengambil semua barang berharga di Sekte Pedang Surga membuat mereka berpikir, apakah mereka sebenarnya sekarang menjadi perampok.
__ADS_1
Xiang Yang melihat ekspresi semua anggota sektenya, dia paham apa yang dipikirkan mereka semua.
Xiang Yang akhirnya mengatakan "Ingat, kita mengambil barang mereka karena itu adalah jarahan perang, kita bukanlah perampok!"
Mendengar itu membuat hal yang mengganjal di hati mereka pun hilang.
"Lalu bagaimana dengan anda, Ketua?" Tetua Lin Sang berpikir perintah yang sebelumnya Xiang Yang berikan hanya tertuju pada mereka, hingga ia berpikir kalau Xiang Yang akan mengurus hal lainnya.
"Masih ada beberapa hal yang harus ku urus, kalian kerjakan saja perintah ku! Untuk seterusnya sampai aku kembali, Shizu yang akan menggantikan ku!" Xiang Yang menoleh kearah Han Shizu yang mana dijawab dengan anggukan kepala gadis itu.
"Tapi..." Tetua Lin Sang tentu ragu karena ia tau kalau Han Shizu tidak bisa bicara.
Jadi akan sulit berkomunikasi dengan gadis itu.
"Kau tenang saja, Shizu sudah bisa bicara, ya..meskipun bukan bicara secara langsung!"
Jawaban Xiang Yang membuat Tetua Lin Sang langsung menoleh kearah Han Shizu, tatapan Tetua Lin Sang seakan meminta konfirmasi dari gadis itu atas pernyataan Xiang Yang.
Suara Han Shizu terdengar kaku, seakan itu bukanlah suaranya.
Han Shizu sudah sangat giat mempelajari teknik itu agar dia bisa mengeluarkan suara. Akhirnya dia bisa bicara, meskipun sekarang masih kaku karena belum terbiasa.
"Selamat Nona Han Shizu karena sudah bisa bicara" Tetua Lin Sang menangkupkan tangannya dengan senyum senang.
Han Shizu mengangguk ringan sebagai tanggapan.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu!"
"Apakah anda tidak ingin istirahat dulu, Ketua?" tanya Tetua Lin Sang.
"Tidak perlu, kau urus saja apa yang aku perintahkan, dan tunggu kedatangan ku kembali di sekte!" setelah mengatakan itu, Xiang Yang langsung melesat terbang, meninggalkan Sekte Pedang Surga yang kini sudah menjadi reruntuhan.
__ADS_1
***
Di sebuah hutan dimana terlihat beberapa orang sedang terbang melewati hutan itu.
Ada 3 pria paruh baya yang mana semuanya adalah kultivator tingkat Gold Core tahap 5.
Satu pria paruh baya yang terbang paling tengah, terlihat memasang wajah jelek, cenderung tidak senang, jelas sekali suasana hati pria paruh baya itu tidak baik.
"Sialan, kenapa harus pak tua itu yang menjadi Ketua Aliansi!" ucap pria paruh baya dengan suara marah "Padahal aku lebih kuat darinya!"
"Tenanglah Ketua, lagi pula itu sudah diputuskan, kita tidak bisa mengubah keputusan!" ucap pria paruh baya lain yang berada di samping kanan.
"Lebih baik kau diam Tetua Fu, kau malah membuat suasana hati ku menjadi lebih buruk!"
Mereka adalah rombongan dari Sekte Kelabang Iblis, yang mana sebelumnya mereka melakukan pertemuan di Sekte Api Neraka bersama beberapa sekte lainnya yang tergabung dalam Aliansi Aliran Hitam.
Dalam pertemuan itu, Shi Kun yang merupakan Ketua Sekte Api Neraka yang terpilih menjadi Ketua Aliansi.
Hal itu membuat Chu Wang yang merupakan Ketua Sekte Kelabang Iblis merasa tidak senang. Namun karena itu sudah merupakan keputusan akhir, Chu Wang tidak bisa melakukan apa-apa, hanya bisa menerimanya meskipun hatinya masih tidak menerima.
Tetua Fu dan Tetua Lan sendiri tidak terlalu peduli dengan siapa yang menjadi Ketua Aliansi, asalkan bisa menghancurkan Sekte Naga Emas dan mendapatkan hadiah dari Sekte Naga Biru maka mereka sama sekali tidak masalah.
Mereka terus melesat terbang dengan kecepatan sedang, itu karena mereka tidak terlalu terburu-buru untuk kembali ke Sekte.
Beberapa menit berlalu, mereka bertiga mengerutkan kening karena dari kejauhan, mereka melihat sesosok orang yang terbang melayang menghadap mereka.
Semakin dekat mereka bisa melihat lebih jelas siapa orang itu. Orang itu terlihat masih muda, mungkin usianya masih belum mencapai 20 tahun.
Pemuda itu menatap lurus kearah mereka.
"Orang bodoh mana yang berani menghalangi jalan ku disaat suasana hati sedang buruk?" gumam Chu Wang dengan suara berat.
__ADS_1