
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kegagalan yang berlanjut.. mungkin itulah yang sekarang Tara jalankan, sebesar apapun dia berusaha tapi Tara tetap saja gagal dalam pelajaran sekolah nya.
Ujian kali ini bukan karena pentingnya hadiah yang akan Tara dapatkan dari Darrel yaitu motor, tapi tentang apa yang bisa Tara banggakan pada keluarga baik yang mau mengangkat nya sebagai keluarga di keluarga itu.
Untuk pertama kalinya Tara kecewa pada dirinya, padahal sebelumnya dia tidak pernah ingin serius dalam belajar ataupun nilai sekolah nya, tapi sekarang setelah dia rajin belajar Tara pun kembali mendapatkan hasil yang sangat mengecewakan.
"Bodoh! bodoh!" Tara memukul kesal kepala nya.
"Tidak ada yang bisa di banggakan, kamu hanya gadis bodoh Tara, gadis bodoh yang nilai nya merah." lanjut Tara sambil menarik rambut nya sendiri sehingga ikatan rambut nya terlepas.
Alex dan yang lain nya hanya melihat Tara dari kejauhan tanpa bisa berbuat apa-apa, tidak ada acara makan-makan..yang ada hanya acara melihat Leddy Queen mereka yang marah-marah.
Keempat nya tau jika Tara gagal dalam ujian kali ini, maka dari itu keempat nya hanya bisa menemani kegundahan Leddy Queen nya yang sedang kecewa pada diri sendiri itu.
"Lex peluk gih, tenangin istri Lo." ucap Toni.
"Heem tuh bini Lo lagi marah banget kaya nya." Hadian ikut menyahuti.
"Gue ngak bisa, kalian tau sendiri kan si anak singa kalau marah udah kaya orang kesurupan." kata Alex ngeri pernah di lempari sepatu bau oleh Tara ke kepala nya.
Aaaaaaa !!
Teriak Tara menggelegar di basecamp
Membuat keempat pemuda berseragam SMA itu langsung replek menutup telinga nya.
"Ngak kebayang kalo dapat istri galak kaya si Leddy Queen, bisa jadi bebek geprek gue." Dani bergedik ngeri melihat Tara yang berteriak-teriak.
Setelah merasa mulai lebih nyaman Tara menghela nafasnya panjang lalu mengembuskan nafasnya dengan kasar.
"Ton buatin mie samyang level 10 dong." pinta Tara.
"Ashiap Leddy Queen." sahut Toni sambil berjalan ke arah pantry mini malis di basecamp nya.
Sebenarnya tempat ini bukanlah tempat kosong yang sengaja di jadikan bascamp, tapi tempat ini adalah rumah kontrakan Alex yang sering di kunjungi Alex jika dia dalam masalah dengan orang tuanya.
Alex adalah anak orang kaya, katanya Daddy nya itu pemilik perusahaan X yang hobby nya nikah terus, sedangkan Toni sendiri dia adalah anak juragan beras yang katanya punya sawah hektaran di kampung nya.
Sedangkan Hadian dan Dani keduanya sama-sama seorang anak mantan koruptor, dan tak terhitung banyaknya sekolah yang kedua pemuda itu singgahi dan tinggalkan karena bullying di sekolah nya.
Tara duduk di sopa dekat Alex, membuat Alex tersenyum.
__ADS_1
"Butuh sandaran?." tanya Alex.
"Boleh?." tanya balik Tara.
Dan Alex mengangguk kecil membuat Tara langsung menyandar ke pundak Alex.
Dani yang melihat itu hanya mengacungkan jempol nya.
"Boleh nginep ngak?." tanya Tara.
Membuat ketiga pemuda itu saling melirik satu sama lain lalu menggelengkan kepalanya.
"Anak gadis ngak baik tidur sama laki-laki, ya meski kita anak baik-baik tapi kita juga bisa janji buat ngak khilap." kata Toni yang datang dengan samyang di mangkuk yang ada di tangan nya.
Tara melirik keempat pemuda yang menjadi teman nya itu.
selain mendapatkan keluarga baik dia juga mendapatkan lingkungan yang baik di sekolah nya.
Tara senang memiliki teman sebaik Toni dan yang lain nya, yang selalu sabar melihat tingkah nya yang seenaknya.
dan selalu menjaga nya dari bullying di sekolah nya akan gosip nilai Tara yang selalu rendah.
"Kalian semua memang Sahabat terbaik ku, makasih ya." ucap Tara sambil mulai memakan samyang nya.
Rasa pedas mulai menjulur di lidah nya, tapi semua itu tak membuat Tara berhenti memakan makanan pedas itu.
"Gue mau nya lebih dari sahabat Tar." batin Alex yang berharap lebih.
Tapi meski demikian Alex bukan sosok pemaksa seperti Alex yang dulu yang selalu ambisius dalam semua hal.
untuk Tara dia akan menunggu dan rela berkorban karena Alex tau kalau dia mencintai Tara bukan cinta biasa, tapi cinta yang tulus.
"Ambilin minum gih Dan." kata Alex sambil melirik Dani.
Dani bangkit dari duduknya dan menaruh gitar butut nya di sopa.
untuk Tara semuanya pasti mau melakukan apapun, meski harus banyak di suruh-suruh tapi itulah indah nya persahabatan.
Hadian melihat ponselnya, lalu beranjak berdiri.
"Guy gue pulang duluan ya, biasa nyokap mau di jemput." ucap Hadian.
Dia memang anak mantan koruptor tapi ayah dan ibunya sudah pisah jadi Hadian tidak tinggal dengan ayah nya melainkan tinggal dengan ibunya yang seorang karyawan biasa di salah satu perusahaan swasta.
"Hati-hati." kata keempat nya bersamaan.
__ADS_1
"Minuman istimewa khusus untuk Leddy Queen." ucap Dani sambil yang membawa segelas minum.
Tara tersenyum lalu menerima segelas air putih dingin itu.
"Makasih Dan, kalian memang terbaik." kata Tara sambil meminum air minum nya.
Sedangkan di tempat lain Darrel sudah mencari Tara kemana-mana, tapi dia tak kunjung menemukan keberadaan Tara.
Dia ingin menanyakan kepulangan Tara pada Fallen atau kakak nya Bastian.
tapi Darrel takut akan membuat orang rumah khawatir akan hilang nya Tara.
Ponsel Tara yang mati membuat Darrel tidak bisa menghubungi Tara.
dan bodohnya lagi Darrel lupa meminta nomer teman laki-laki yang selalu bersama Tara itu, Ia yakin Tara sekarang pasti sedang ada bersama ke empat laki-laki itu.
"Gadis itu dia benar-benar sudah membuat aku gila." gumam Darrel sambil mengusap wajah nya dengan kasar.
Saat melewati jalan area sekolah Tara Darrel tak sengaja melihat sosok yang sangat asing, membuat nya langsung tancap gas dan mendekati sosok itu.
"Itu bocah laki-laki yang selalu bersama Tara." ucap Darrel sambil mengamati pemuda berseragam SMA yang sedang duduk di warung kopi.
Darrel berjalan mendekati pemuda berseragam SMA itu, lalu tanpa basa-basi Darrel langsung duduk di samping pemuda itu, membuat pemuda itu kaget bukan main.
"Abang!" ucap pemuda itu yang tak lain adalah Hadian yang sedang menunggu ibu nya pulang kerja.
"Dimana Tara!" ucap Darrel sambil menatap tajam Hadian.
Membuat pemuda itu tersenyum senang, dia akan membisniskan nya.
"Berapa dulu uang jajan nya." kata Hadian santai.
Tanpa banyak bicara Darrel langsung memberikan satu juta untuk Hadian, membuat Hadian tersenyum karena mendapatkan rejeki nomplok.
"Tara lagi di kosan nya Alex Bang, letak nya ada di jalan X cet nya yang biru muda, warna jendela nya hitam terus gorden nya___" ucap Hadian terhenti karena Darrel langsung menggebrak meja.
"Kurang ajar." ucap Darrel langsung berjalan mendekati mobilnya dan langsung tancap gas dengan kecepatan cepat.
"Awas saja kalau bocah ingusan itu berani menyentuh Tara, aku habisi dia." batin Darrel dengan wajah marah nya.
Alex
_________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️