Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Galau nya Tara.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah pulang sekolah Tara masuk ke rumah nya dengan wajah di tekuk, rumah mewah nya terasa sepi tanpa kehadiran suaminya.


harus Tara akui jika saat ini kehidupan nya bergantung dengan suaminya.


Saat bersama Darrel Tara selalu merasa menjadi gadis yang sangat bahagia, bagiamana tidak Darrel selalu memperlakukan nya dengan manis dan penuh cinta, dan bukan hanya itu saja suaminya juga selalu membuat nya candu.


"Baru juga 8 jam, harumnya semuanya masih aja kebayang." gumam Tara sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Tangan nya memeluk guling yang biasanya mereka lempar ke lantai itu, jika ada Darrel Tara selalu memilih membanting guling nya dan memilih memeluk tubuh besar suaminya.


"Aaa.. aku gila, kenapa sih nggak ajak aku, bete!!" Tara berteriak kesal.


Dia benar-benar merindukan sosok yang selalu menjemput nya pulang sekolah, menggendong nya dan menarik tubuhnya ke pelukan nya.


Semua yang sering di lakukan keduanya saat pagi, sore dan malam kembali terbayang di kepala Tara, bibir mengerucut sebal saat melihat layar ponselnya yang tidak memperlihatkan apapun.


"Tidak ada panggilan, tidak ada pesan WhatsApp." gumam Tara lagi.


Kesal suaminya tidak ada mengabari nya Tara memilih menelpon, hatinya akan semakin resah jika tidak mendapatkan kabar apa-apa dari suaminya, Tara takut penyebab Darrel tidak mengabari nya adalah karena bertemu wanita lain.


Meski dia masih kecil tapi Tara juga harus waspada, bagaimana pun dia sudah memiliki hubungan yang serius, dan menjalani pernikahan di usia dini nya bukan lah perihal mudah, kadang Tara juga harus pandai bersikap agar tidak terlihat kekanakan.


"Hallo.." suara Tara pelan.


"Astaga sayang, aku sedang sibuk." suara Darrel terdengar layaknya orang sibuk.


"Aku menganggu?" tanya Tara.


"Sebentar, aku akan menelpon 5 menit lagi." suara Darrel terdengar terburu-buru, dan tiba-tiba panggilan nya langsung mati sebelum Tara mengeluarkan suara nya lagi.


Tara menghembuskan nafas nya kasar saat melihat panggilan nya sudah terhenti, raut di wajah nya tiba-tiba menjadi sedih, air mata nampak membendung di sudut mata nya.


Tidak tahan menahan tangis nya Tara mengeluarkan air mata nya, terisak saat melihat layar ponselnya yang sudah memperlihatkan enam menit setelah panggilan telpon nya yang terakhir.


"Jahat, hiks.." gumam Tara sambil terisak-isak.


Bagaimana pun Tara masih memiliki jiwa remaja, dan tentu saja saat mendengar kata sibuk dan juga telepon nya yang tiba-tiba di matikan Tara merasa dirinya tidak di harapkan.


Katakan lah dia lebay, tapi entahlah memang hal itu yang Tara rasakan saat ini, dia selalu menangis dengan hal yang spele, Tara tau ini tidak lah baik dan mungkin terkesan cengeng tapi inilah fakta nya, dia selalu sedih untuk semua hal yang berkaitan dengan Darrel.


Tiba-tiba ponselnya berdering, memperlihatkan nama Mom Dena.


"Mommy hiks.." suara Tara di barengi isakan.

__ADS_1


"Why apa si bule setengah membuat mu sedih sayang?" tanya Mom Dena di seberang telpon.


"Apa yang di lakukan Darrel pada mu sayang Ibu." terdengar suara Ibu Rosalina juga.


Membuat Tara semakin terisak, dia merindukan kedua wanita hebat yang selalu memberikan nya kasih sayang, perhatian dan segalanya.


"Hiks Mom sama ibu pulang, aku rindu.." ucap Tara masih dengan isakan nya.


"Mom akan pulang, sabar ya sayang.." terdengar suara Mom Dena lagi.


"Iya ibu juga akan pulang cantik, sekarang bilang sama ibu apa yang di lakukan Darrel padamu sayang?" tanya ibu Rosalina penasaran.


Tara menarik nafasnya panjang, lalu mulai bercerita semuanya, dari mulai kepergian Darrel sampai panggilan nya yang tiba-tiba di putuskan sepihak oleh Darrel.


Bahkan tak hanya itu Tara juga menceritakan betapa rindunya dia pada sosok suaminya itu, Mom Dena dan ibu Rosalina mendengarkan cerita menantu kecilnya itu dengan seksama.


"Tara sayang, kamu kan tau suami kamu kerja, ibu pikir Tara kesayangan ibu nggak secengeng ini loh." ucap ibu Rosalina.


"Apaan cengeng, udah Tara nanti kalau si bule setengah pulang kamu jangan kasih jatah seminggu, biar tau rasa dia siapa suruh buat anak Mom yang cantik jadi sedih sampai nangis gini." timpal Mom Dena.


Tara tersenyum mendengarkan pendapat berbeda dari kedua ibu nya itu, seperti biasnya kedua ibu nya selalu bisa membuat mood Tara yang turun menjadi meningkat kembali.


"Mom benar aku akan buat kak Darrel nyesel karena buat aku nangis." kata Tara lebih memihak pada Mom Dena.


"Bagus itu, semangat ya jangan nangis-nangis terus nanti Mom ikut sedih kalau anak Mom nangis" ucap Mom Dena lagi.


"Nggak akan, Mom dan ibu sehat-sehat ya di sana, masih inget jalan pulang kan?" tanya Tara.


Membuat suara dua wanita itu tidak kembali terdengar, dan entah apa sebab nya Tara tidak tau, tapi bisa di pastikan jika kedua ibu nya itu mungkin masih memperjuangan niatan utama nya di negri kincir angin itu.


"Mom dan Ibu masih dengar aku kan?" tanya Tara.


"Iya denger kok, kamu juga sehat-sehat ya, ingat buatkan kami cucu yang banyak." kata Mom Dena.


"Ibu juga mau pas pulang nanti liat kamu yang udah buncit, yang rajin ya bikin anak nya." timpal ibu Rosalina.


Membuat Tara terkekeh pelan, tadi katanya suruh tidak melakukan nya, dan sekarang kedua ibunya malah kompak menyuruh nya untuk rajin buat anak, memang pola pikir kedua ibunya itu selalu aneh dan unik.


"Aku juga mau ketemu calon hot Daddy baru, Mom sama Ibu semangat gebetan Om-om nya." kata Tara sambil tersenyum.


Dan Tut !!


Panggilan nya terputus, melihat itu Tara hanya geleng-geleng kepalanya.


wajah Tara kini tidak sedih lagi, senyuman nampak terangkat di sudut bibirnya.


Tiba-tiba layar ponselnya kembali memperlihatkan panggilan vidio call dari Darrel.

__ADS_1


Tara malas mengangkat nya, tapi dia ingin melihat wajah suaminya.


"Apa.." suara Tara terdengar malas, bahkan wajah nya di tekuk.


"Maafin aku, tadi saat kamu nelpon aku lagi ngobrol sama klien, jangan marah ya sayang." jelas Darrel sambil tersenyum.


Tara meleleh melihat senyuman suaminya, tapi beberapa detik dia langsung mengerucutkan bibirnya sebal karena kembali merindukan suaminya.


"Tadi klien nya perempuan atau laki-laki?" tanya Tara penasaran.


"Perempuan sayang." balas Darrel jujur.


"Udah tua atau masih cantik?" tanya Tara lagi.


"Masih muda, tapi seumuran lah sama aku." balas Darrel lagi terlalu jujur.


Tara meremas seprei nya, dia kesal melihat suaminya yang terus tersenyum seolah bahagia setelah bertemu klien nya yang seorang wanita itu.


"Kenapa emang? kamu cemburu?" tanya Darrel.


Tara menggelengkan kepalanya cepat.


"Ngapain cemburu sama yang tua." sahut Tara terlihat kesal, dan Darrel bisa melihat dari raut wajah istrinya jika Tara memang sedang kesal.


"Aku usahain cepat pulang, malam ini kamu tidur di rumah kak Bastian aja, jangan di rumah sendirian." lanjut Darrel.


"Jaga mata." kata Tara.


"Iya, aku jaga mata buat kamu." balas Darrel lagi.


"Jangan banyak lirik cwe, inget anak orang yang udah di nikahin." lanjut Tara.


Bagaimana dia bisa santai saja saat melihat suaminya yang tampan, dan mempesona itu, Tara yakini jika sekarang sedang banyak wanita yang mendekati suaminya.


"Iya, istriku yang cantik lagian di mata ku itu cuman kamu yang cantik, nggak ada yang lain lagi." balas Darrel lagi, membuat Tara sedikit menyunggingkan senyuman nya.


"Pulang nanti mau di bawain apa?" tanya Darrrel lagi.


Tara terdiam, sampai akhirnya dia menggelengkan kepalanya.


"Nggak mau apa-apa, cuman mau kamu pulang sehat dan tetap cinta sama aku, hanya itu." balas Tara.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Serius nanya alur nya masih oke nggak sih? ada yang bilang katanya alur nya membosankan, dan aku jadi mikir apa aku harus end aja?

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2