Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Bapak Matre.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Mom Dena dan Ibu Rosalina saling menukar pandangan nya, keduanya baru sampai di halaman rumah sederhana tapi cukup nyaman untuk nyaman dari rumah yang lain nya yang mereka lewati.


"Kamu bener Den ini rumah nya?." tanya Ibu Rosalina.


"Iya, lagian suruhan kamu kan yang bilang kalau rumah orangtuanya Tara itu di sini." sahut Mom Dena.


Sebelum nya ibu Rosalina sudah menyuruh seseorang untuk mencari tahu alamat rumah Tara, dan sekarang mereka baru sempat mengunjungi rumah orang tua Tara karena baru memiliki uang.


Ya, Mom Dena sudah banyak uang lagi, begitupun dengan ibu Rosalina yang sudah mendapatkan banyak uang dari sang putra.


Keduanya berjalan dengan tangan keduanya masing-masing membawa tas kecil yang isinya adalah selembar cek berisi uang, begitulah cara keduanya akan mendapatkan kebebasan untuk Tara bisa memilih jalan hidup nya.


Tiba-tiba ada motor yang melewatinya dengan kecepatan cepat dan yang naas nya adalah motor itu melewati genangan air yang ada di jalan rusak.


"Kurang ajar!" Mom Dena mengeretakan gigi nya kesal.


Heels mahal nya, celana baru nya, dan jangan lupakan tas branded merek ternama nya yang harus terkena cipratan air kotor itu.


"Sabar Den, aku bilang juga apa kalau ke perkampungan harus pake sendal." kata ibu Rosalina sambil mengipasi wajah teman nya dengan tangan nya karena wajah Mom Dena sudah memerah.


Ibu Rosalina sudah menduga nya jika daerah perkampungan tempat tinggal Tara pasti tak jauh sama dengan rumah nya di masa lalu, maka dari itu ibu Rosalina memilih memakai pakaian biasa yang tidak terlalu mencolok, Bahkan untuk sepatu pun dia memilih sendal biasa karena sayang, tdiak seperti Mom Dena yang memakai serba glamor dari atas sampai kaki nya.


"Kalau ngak demi Tara ngak mau aku kaya gini." kata Mom Dena kesal.


"Udah, jangan marah-marah terus rambut kamu bisa rusak, mau kaya singa." balas ibu Rosalina lagi.


Membuat Mom Dena melotot.


"Oh jadi sekarang mau bawa-bawa masalah rambut? iya mentang-mentang rambut nya lurus ORI bukan karena catokan?." Mom Dena merajuk.


Ibu Rosalina menghela nafas nya panjang, kenapa jadi melebar kemana-mana seperti ini.


padahal niatnya hanya menggoda tapi Mom Dena malah tersinggung dengan ucapan nya tadi.


"Maaf, udah yuk kita masuk aja, ingat semua ini untuk Tara." kata ibu Rosalina lagi.


"Oke, demi Tara." sahut Mom Dena.


Tok..tok..


"Assalamualaikum.. " ucap keduanya bersamaan.

__ADS_1


"Pardon, bewoners van het huis.. (permisi wahai penghuni rumah)." lanjut Mom Dena sambil mengetuk pintu.


Membuat ibu Rosalina melirik nya.


"Bahasa apa?." tanya ibu Rosalina tidak mengerti.


"Belanda dong." sahut Mom Dena dengan wajah percaya dirinya.


Tok..tok..


"Punten.. (Peremisi)." ucap ibu Rosalina memakai bahasa Sunda.


Yang langsung mendapatkan lirikan Mom Dena.


"Ngapain di punten, kita ngak lagi main bola atau main bola voli tau." sahut Mom Dena dengan wajah bingung nya.


Punten di Belanda artinya Poin, dan itu hanya di pakai saat main bola atau permainan yang menggunakan skor.


Ibu Rosalina menepuk jidatnya pelan, keduanya debat hanya karena perbedaan bahasa, benar-benar konyol.


Tiba-tiba ceklek..


Pintu terbuka memperlihatkan seorang wanita gemuk yang ekspresi wajahnya cukup membuat Mom Dena dan ibu Rosalina kaget, bagaimana tidak Wanita berbadan gemuk itu memberikan tatapan tajam nya.


"Cari siapa ya?." tanya wanita itu.


Ibu Rumi, Ibunya Tara dan Hana itu melihat ke arah dua wanita di depan nya.


yang satu wanita bule dan yang satu nya wanita Asia seperti dirinya.


"Jangan-jangan orang yang mau beli Tara." batin ibu Rumi.


"Silahkan masuk." akhirnya ibu Rumi mempersilahkan masuk tamu nya.


Mom Dena melihat isi rumah orang tua Tara, rumah nya rapih tapi bau asap rokok, tapi yang menarik perhatian Mom Dena dan Ibu Rosalina adalah pigura berisikan keluarga bahagia dengan orang putri yang cantik-cantik.


"Perkenalkan nama saya Dena, dan ini Rosa, Ibunya pria yang menyukai putri ibu." jelas Mom Dena.


Sebelum nya ibu Rosalina sudah memberikan hak bersuara untuk Mom Dena, bukan karena dia tidak mau tapi dia masih kesal karena mendengar curhatan Tara yang selalu mendapatkan siksaan dan kekerasan di keluarga nya.


"Saya ibu Heni, ibu nya Tara." sahut ibu Rumi singkat.


"Kedatangan kami kemari adalah___" ucap Mom Dena terhenti karena tiba-tiba datang pria berbadan buncit yang tidak lain adalah bapak nya Tara.


"Wah ternyata ada tamu, ibu ambil minum dong ko tamu nya ngak di kasih minum sih." bapak Tara nampak tersenyum melihat kedatangan tamu berharga nya.

__ADS_1


Tentu dia sudah mendapatkan kabar jika putrinya mendapatkan rejeki nomplok dengan mendapatkan calon suami yang kaya raya.


orang tua mana yang tidak senang mendapatkan kabar bahagia itu, tentunya bapak nya Tara senang karena dia akan mendapatkan banyak uang yang melebihi uang dari juragan yang semula akan dia nikahkan dengan Tara.


Ibu Rumi bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan ke arah dapur.


meninggalkan bapaknya Tara yang terus tersenyum ke arah ibu Rosalina dan Mom Dena.


Dan tentu saja hal itu membuat Mom Dena dan Ibu Rosalina risih, keduanya terganggu dengan tatapan mesum pria botak berbadan buncit itu.


"Jadi berapa uang yang akan ibu berikan pada saya?." tanya bapak Tara.


"100 juta." ucap Mom Dena sambil memberikan selembar cek berisi uang 100 jta, demi Tara dia memberikan uang bulanan nya yang biasnya dia belikan barang-barang branded.


"Aku harus pura-pura menolak, aku yakin mereka pasti akan memberikan uang yang lebih banyak lagi." batin Bapak nya Tara matre.


"Saya membesarkan Tara penuh dengan perjuangan Bu, bukan hanya itu saja Tara sekolah di sekolahan bagus, semuanya terjamin apa kah semurah itu harga anak saya yang cantik itu?." tanya bapak Tara.


Mom Dena dan ibu Rosalina saling melirik, ternyata apa yang Tara katakan semuanya adalah benar adanya, selain matre Bapak Tara juga ternyata tidak perduli dengan Tara, alih-alih menanyakan bagaimana kabar Tara sekarang bapak Tara malah lebih memilih bertanya tentang uang.


"Ini 100 juta lagi, saya rasa ini lebih dari cukup untuk memastikan jika bapak dan keluarga tidak menganggu kehidupan Tara di kemudian hari nya." kata Ibu Roslina sambil memberikan selembar cek berisi 100 juta yang di simpan di tas nya itu.


Bapak Tara tersenyum berseri-seri melihat dua cek bernilai uang yang sangat besar itu.


dan tanpa ragu langsung mengambil dua lembar cek itu.


"Baiklah, saya akan melupakan jika saya sudah memiliki anak." ucap Bapak Tara santai.


Membuat Ibu Rosalina dan Mom Dena semakin geram dan langsung berdiri.


"Kami pamit pak." ucap keduanya bersamaan.


Dan Bapak Tara hanya mengangguk mempersilahkan, dan langsung menutup pintu tanpa berniat berbicara basa basi lagi.


"Aku kaya!" terdengar suara bapak Tara sampai ke luar rumah.


"Gila, Tara mimpi apa sih punya bapak se matre itu." kesal Mom Dena yang baru masuk ke dalam mobilnya.


"Biarkan saja, yang lebih terpenting sekarang Tara sudah bebas dari bapak nya yang gila harta itu." kata ibu Rosalina.


Dan setelah itu keduanya pulang dengan wajah yang masih kesal.


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2