
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Sayang kaki mu.." ucap Bastian sambil menutup bibirnya melihat kaki sang istri yang bengkak.
Fallen melihat kaki nya, lalu melirik suaminya.
"Apa? malu punya istri gendut?." sewot Fallen yang membuat Bastian langsung mengelengkan kepalanya.
"Jangan marah, aku hanya kaget kenapa kaki mu jadi bengkak seperti ini." kata Bastian sambil mendudukkan bokong nya di tempat tidur.
Hari ini Fallen memang malas untuk turun dari ranjang nya, kaki nya yang bengkak menjadi faktor utama untuk Fallen tidak beraktivitas seperti biasanya.
Apalagi beberapa hari ini setiap terlalu lama berjalan Fallen selalu merasakan lelah, mungkin ini adalah efek kehamilan nya yang sudah mulai membesar.
"Kamu kalau ngak kerja tolong bantuin aku beresin kamar Babby." kata Fallen.
"Emang belum selesai?." tanya Bastian.
Dia memang menyuruh seseorang untuk membuatkan kamar yang nyaman untuk ketiga bayi-bayi nya, dan Bastian mempercayakan itu semua pada orang suruhan nya tanpa tau sudah sejauh mana semuanya.
"Uang emang ngerubah segalanya." kata Fallen sambil menghela nafasnya panjang.
"Minum dong, tolong." pinta Fallen.
Bastian memberikan segelas air minum pada Fallen, lalu kembali duduk lagi.
dan Fallen yang menerima segelas air minum meleguk minum nya sedikit.
"Makasih sayang." ucap Fallen sambil memberikan gelas nya lagi pada Bastian.
Keduanya berjalan ke arah kamar si kembar, kamar ketiga twins berhubungan dengan pintu kamar mereka.
Penglihatan yang pertama di lihatnya adalah tiga box bayi berukuran sama, ding-ding nya di beri warna biru dan pink karena akan ada dua putri dan satu putra.
"Gimana bagus ngak?." tanya Fallen yang langsung mendudukkan bokong nya di sopa.
Sopa itu memang sengaja di taruh di kamar twins untuk tempat duduk Fallen saat menyusui ketiga anak-anak nya.
Bastian terdiam melihat kamar anak-anak nya, rasanya seperti mimpi jika dirinya sebentar lagi akan menjadi Ayah dan memiliki keluarga kecil nya.
"lebay." gumam Fallen melihat Bastian yang malah melirik nya dengan raut wajah orang terharu.
"Aku bukan lebay, tapi ini seperti mimpi." kata Bastian sambil mendekati sang istri.
"Kalau masih mimpi ya cepet bangun, jangan tidur terus." ucap nya santai.
__ADS_1
Membuat Bastian ikut mendudukkan bokong nya di samping sang istri, lalu memeluk Fallen dengan penuh sayang.
"Jangan galak-galak, sehari romantis emang ngak bisa." kata Bastian sambil memberikan kecupan di pipi sang istri.
Fallen menghela nafas nya panjang, jika dia bersikap romantis maka akan beda rasanya, dan juga akan menggelikan untuk diri nya.
"Cinta bukan di ukur dari romantis nya pasangan, begitupun kelangsungan hidup berkeluarga, semuanya itu tergantung pada kita sendiri, pada niat kita ingin membawa kemana arah pernikahan kita." jelas Fallen sambil membalas pelukan sang suami.
"Jadi kamu sangat mencintai aku kan?." tanya Bastian.
Dan Fallen mengangguk kecil.
"Kalau ngak cinta ngapain aku bertahan sama Casanova play boy cap kampret kaya kamu, mending aku sama Darrel yang baik dan polos." kata Fallen yang secara langsung tidak sadar telah mengundang tatapan tajam suaminya.
"Oh jadi menurut kamu Darrel lebih baik dari aku? gitu?." Bastian melepaskan pelukannya, lalu memalingkan wajahnya.
Fallen mengelengkan kepalanya, seperti nya drama nya akan kembali di mulai, apalagi melihat suaminya yang sudah memalingkan wajahnya membuat Fallen ingin sekali mencubit pipi suaminya.
Si ahli drama, si lebay, si banyak tingkah nya..
"Kalau aku lebih suka Darrel udah aku terima dia dari dulu, tapi aku lebih milih kamu, kenapa coba?." Fallen malah balik bertanya.
Bastian terdiam, lalu sedetik kemudian melirik sang istri.
"Karena aku lebih tampan, kaya dan berkharisma kan." jawab Bastian dengan percaya dirinya.
"Salah, aku nerima kamu karena aku udah janda, udah gitu ngak perawan kasian dong Darrel yang lajang, ganteng dapat janda." sahut Fallen sambil terkekeh pelan.
Yang mana jawaban itu tidak membuat Bastian tersenyum melainkan langsung melotot.
kesal karena kembali mendengar nama adik tirinya dari bibir sang istri.
Dan melihat ekspresi Bastian yang seperti itu membuat Fallen menghentikan omong kosong nya, lalu memegang tangan suaminya.
"Jujurly aku milih kamu karena anak kita butuh Pipi nya, dan bukan hanya anak-anak saja yang butuh kasih sayang, aku juga butuh itu dari kamu, juga.." ucap Fallen terhenti, yang membuat Bastian penasaran dengan apa kelanjutan nya.
Melihat wajah Bastian yang penasaran Fallen kembali terkekeh pelan, lalu tersenyum.
"Juga harta kamu yang banyak itu, jujurly siapa yang akan nolak jadi istri sultan?." lanjut Fallen yang membuat Bastian langsung memberikan kecupan singkat nya di pipi nya.
Cup..
"Jadi intinya kamu cinta aku kan." tanya Bastian lagi.
Tidak mau drama lagi, Fallen memilih mengangguk.
"I love you pria salah ranjang (hot Daddy)." ucap Fallen sambil tersenyum.
__ADS_1
Bastian tersenyum senang mendengar nya.
"I love you too gadis salah ranjang (galak ku)." sahut Bastian.
Keduanya saling menatap dalam diam, sampai akhirnya tangan Bastian mulai aktif merayap ke mana-mana dan berhenti tepat di area favorit nya, yaitu dada istrinya.
Awww !!
"Bas!" ucap Fallen meringis, membuat Bastian yang baru membuka kancing daster Istri nya langsung menatap sang istri.
Fallen memejamkan matanya saat merasakan sesuatu aneh di bawah nya, dia seperti ingin..
"Sayang kamu ngompol." ucap Bastian langsung berdiri karena melihat cairan kuning di lantai.
Lantai kamar si kembar memang sengaja di samakan dengan warna lantai di kamar nya, yaitu warna putih agar tidak ada kotoran yang tertinggal saat di bersihkan.
Fallen melihat ke lantai, lalu memegang bagian bawahnya yang memang basah.
"Seperti nya ini bukan ngompol sayang, tapi ini air ketuban yang hampir pecah." kata Fallen tiba-tiba merasa kan nyeri yang sangat dahsyat di bagian perut nya.
"Ketuban?." Bastian masih loading dan lemot.
Kesal melihat wajah bodoh suaminya Fallen langsung menjambak rambut Bastian dengan kencang, membuat Bastian meringis kesakitan.
Awwww !!
"Sayang lepasin sakit." teriak Bastian kesakitan.
Yang membuat Fallen semakin mengeraskan jambakkan nya.
"Disini yang harus nya berteriak kesakitan itu aku, jangan lebay cepat bawa aku ke rumah sakit, telpon Mom sama Ibu, dan suruh bibi pembantu buat bawa semua persiapan persalinan yang sudah di siapkan." kata Fallen tegas, lalu mencoba berdiri dan berjalan dengan pelan-pelan.
Bastian heboh berlari dan memanggil bibi pembantu, sedangkan Fallen yang baru sampai di depan pintu rumah merasa tubuhnya semakin kesakitan.
Dan rasanya ingin pingsan saja, tapi mengingat anak-anak nya Fallen kembali menegaskan jika dirinya harus sehat dan kuat, karena pertempuran nya akan di mulai sebentar lagi.
Fallen harus menyelamatkan ketiga anak-anak nya dengan sekuat nya, meski banyak hal yang mungkin saja akan terjadi tanpa terduga, dan mungkin saja akan membahayakan diri nya sendiri.
"Kalian kuat sayang, kalian akan melihat Pipi dan Oma-Oma kalian, bertahan untuk Mimi." ucap Fallen pelan.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Bismillah, semoga ngak khilaf 🤧
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1