Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Malam Terakhir di Swiss.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Tidak terasa sudah satu Minggu mereka berlibur di Villa mewah Bastian, kehidupan yang penuh kesederhanaan dan juga penuh kekeluargaan berhasil mereka lalui bersama-sama, dan malam ini adalah malam terakhir mereka menginap di Villa itu.


Di malam terakhir ini menginap di Villa mereka memutuskan untuk barbekyuan, sebelum akhirnya besok mereka harus pulang ke rumah masing-masing.


"Guys inget potong nya yang bener jangan nggak bener." kata Tara sambil melirik ke tiga pemuda yang tengah memotong daging yang akan di buat sate.


"Santai, kita ahli dalam hal potong memotong." kata Alex, tumben dia paling semangat menyahut padahal biasanya Alex sangat santai se santai-santai nya.


"Bener tuh Leddy, jangan kan potong memotong dalam hal makan aja kita mah paling cepet." Toni menimpali dengan tawa nya.


"Apalagi dalam hal duit, paling cepet banget." Hadian tak mau kalah ikut menimpali.


Membuat Dani dan Darrel yang bagian menusukan daging ke tusuk sate itu melirik Hadian.


"Memang dasar nya matre." kata Darrel dengan wajah jengah nya, lama mengenal ke empat pemuda itu Darrel sudah tau satu persatu teman-teman istri nya itu.


Alex yang cuek tapi perhatian, Toni si caper yang banyak gaya, Dani yang bijak tapi kadang ikut somplak dan Hadian si pemuda yang memiliki sifat mata duitan.


Semuanya berbeda tapi satu hal yang Darrel tau jika ke empat teman istri kecilnya itu adalah pemuda baik, maka dari itu Darrel membiarkan istrinya berteman dengan ke empat pemuda itu karena Darrel tau jika Alex, Toni, Hadian dan Dani ikut masuk ke dalam sumber kebahagiaan kecil istri nya, dan keluarga nya.


"Bukan matre tapi pinter Bang." sahut Hadian lagi.


"Iya pinter porotin duit orang." timpal Dani sambil tersenyum kecut.


Membuat Hadian memanyunkan bibirnya sebal, dan melihat itu Tara Darrel, Alex Toni dan Dani hanya tersenyum karena sudah bukan rahasia lagi kalau Hadian selalu manyun jika kalah bicara.


Jika Tara dan yang lain nya sibuk dengan bahan untuk sate, maka lain hal nya dengan Fallen dan Jenn yang juga sibuk menusukkan bakso ke tusuk sate.


Di sebrang mereka ada Arr dan Hana yang nampak duduk santai, mereka tidak ikutan membantu karena alasan kehamilan nya, Fallen ingin wanita hamil di spesial kan bukan berarti wanita hamil tidak spesial tapi lebih ke jaga-jaga saja, takut nya kenapa-kenapa apalagi jarak Villa ke kota adalah dua jam.


"Jenn gimana?" tanya Fallen.


Hah?


"Gimana apa nya?." tanya Jenn bingung.


Membuat Fallen mengulum senyumnya.


"Masa nggak ngerti, kaya yang polos aja." Fallen mengatakannya dengan tawa kecilnya.


Jenn yang mendengar itu langsung menghentikan kerjaannya, lalu melirik Fallen yang terus tertawa itu.


"Memang harus ya ngebahas itu?" tanya Jenn wajahnya nampak biasa saja.


Astaga !!


Fallen nyengir, dia lupa jika wanita di depan nya itu bukan Tara yang humornya sama dengan nya, tapi adalah Jenny si datar yang memiliki sikap sebelas dua belas dengan Arrlianna.


"Sudahlah, kamu terlalu datar astaga Juan pasti harus banyak berpikir untuk membuat topik pembicaraan." Fallen tidak bisa membayangkan betapa sulit nya Juan untuk mencairkan suasana.

__ADS_1


"Benar sekali, Juan memang tidak bisa berkata-kata saat kami berbicara, tapi hihi.." untuk pertama kali nya Jenn tertawa.


Fallen yang melihat nya bahkan sampai kaget, melihat Jenn yang tertawa dengan menutup bibirnya itu.


"Ada apa? apa yang lucu?" tanya Fallen penasaran.


Jenn terdiam sebentar untuk mengontrol tawa nya, sampai akhirnya wajah nya kembali datar lagi.


"Sebenarnya, hihi.. dia itu seperti anak kecil, kau tau aku selalu di ingatkan untuk gosok gigi dan cuci kaki, lalu baca doa sebelum tidur, dia benar-benar pria yang penuh kejutan." Jenn mengatakan nya dengan wajah yang ceria, tawa nya terlihat di wajahnya.


Fallen terdiam melihat Jenn yang tertawa, sebenar nya apa yang wanita itu tertawa kan? untuk masalah gosok gigi, cuci kaki dan baca doa bahkan Fallen sudah tidak asing lagi, dia sudah tau dari dulu.


Untuk masalah bakar-bakaran itu di serahkan pada para pria hot, Bastian bapak dari tiga anak anak nya, Gibran si calon Ayah, Lian calon bapak dua anak, dan Juan si pria paling muda yang masih mendalami ilmu-ilmu ranjang dari senior-senior nya.


"Kipas yang benar, jangan bengong saja." kata Lian sambil membalikan jagung yang sedang di panggang di atas bara api.


"Ini juga sudah di kipas, bawel banget." Juan menjawab sambil mengipaskan kipas di tangan nya ke bara yang menyala itu.


"Pelan-pelan, kau mau jagungnya gosong ya!" Lian kembali bersuara, membuat Juan kesal dan kembali mengipasi nya dengan sengaja di cepat-cepat.


Bastian dan Gibran yang melihat adik ipar dan kakak ipar yang selalu beradu mulut, dan akur nya hanya di saat-saat tertentu itu kompak menggelengkan kepalanya.


"Kalian ini, setiap hari beradu mulut saja kerjaan nya." Bastian mengganti jagung baru di atas bara api.


"Dia yang mulai!!" Juan dan Lian kompak menjawab.


"Seperti anak sama bapak tiri saja." timpal Gibran.


Membuat Lian dan Juan kompak melirik ke arah calon ayah itu.


"Sudahlah pekerjaan kita masih banyak, kalian ini selalu saja berdebat padahal kalau di majalah orang-orang hanya tau kalian yang dingin dan tajam saja." ucap Bastian sambil membalikan jagung, hampir saja gosong.


Mendengar ucapan Bastian Gibran Lian dan Juan langsung melirik sinis Bastian.


"Dan kau pun terkenal pria dingin dan Arogant." Gibran menyahut.


"Playboy." Lian menimpali dengan singkat.


"Dan juga bule tua." Juan juga ikut menimpali.


"Hey !! kalian ya!" Bastian menatap tajam ke tiga teman nya itu.


"Tapi aslinya benar-benar kebalikan nya, teledor." lanjut Gibran.


"Lebay." Lian kembali menyahuti.


"Dan juga narsis." Juan ikut memojokkan Bastian.


Meninggalkan taman belakang yang penuh dengan orang-orang sibuk bakar-bakaran, di ruangan tengah anak-anak sedang bermain yang di jaga oleh dua ibu peri yang kini sudah berubah panggilan menjadi dua Oma.


"Oma, Kira au susu." ucap Syakira sambil berjalan mendekati Oma nya.


"Oma Ros tadi buatin puding buat kalian, adik Kira mau?" tanya Ibu Rosalina.

__ADS_1


"Au Oma, kacian pelut lapel katanya mau mam." lanjut Syakira lagi, mengusap perut buncitnya seolah dia sedang lapar.


Gigi nya belum tumbuh sepenuh nya, yang membuat Syakira tentu saja hanya bisa memakan beberapa saja, termasuk suara nya yang cadel yang membuat anak-anak Bastian semakin terlihat menggemaskan.


Ibu Roslina pergi ke dapur untuk mengambilkan puding kesukaan cucu nya, dia senang bisa di sibukkan dengan cucu-cucu nya yang lucu itu, apalagi menghadapi Syakira yang sangat suka makan, membuat nya teringat akan masa kecil Darrel putra nya yang kecilnya itu suka makanan manis.


"Syaka kemari sayang." panggil Mom Dena.


" Ya Oma." sahut Syaka sambil berjalan mendekati Oma nya.


"Mau puding?" tanya Mom Dena.


Syaka menggelengkan kepalanya.


"No Oma, tadi Kakak sudah makan." sahut Syaka, lalu pergi meninggalkan Oma nya kembali main lagi.


Mom Dena melirik Syakira yang duduk sambil mengusap perut nya itu, dia heran kenapa kakak-kakak nya tidak lapar tapi adik nya terus mengatakan lapar.


"Kira, mau coklat nggak?" tanya Mom Dena.


"Au Oma, asyik coklat." seru nya ceria sambil memperlihatkan gigi susu nya.


Kini pandangan Mom Dena mengarah pada Syakila yang tengah tertidur di sopa, di dekat nya nampak Willy yang sedang memainkan mobil-mobilan seolah menjaga Syakila agar tidak jatuh.


"Will, kemarilah." panggil Mom Dena.


"No Oma, aku sedang duduk." sahut Willy.


"Hey kemarilah, Oma ingin memberimu sesuatu." kata Mom Dena lagi.


Tapi Willy kembali menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mau puding, berikan saja puding nya pada si Endut, dia kan suka makan." sahut Willy lagi lalu kembali memainkan mobil-mobilan nya, tapi sesekali Willy melirik ke depan nya yang memperlihatkan Syakila yang sedang terlelap.


"Astaga anak itu benar-benar so cool seperti Lian." gumam Mom Dena.


"Oma Abang ndak suka mam manis kan." Syakira yang duduk membuka suara nya.


"kenapa? mam manis kan enak." balas Mom Dena.


Syakira tidak menjawab, dia malah berdiri dan berjalan melewati Oma nya begitu saja.


"Ndut mau kemana?" tanya Mom Dena melihat Syakira berjalan dengan perut gempal nya itu.


"Oma Kira ndak ndut, bilang Daddy Oma nakal ya." kata Syakira dengan wajah kesal tapi terlihat menggemaskan di mata Mom Dena.


"Oke, Kira mau kemana?" Mom Dena mengulang pertanyaan nya.


"Kira mau ambil puding nya, Oma los lama pelut Kira kan cape nunggu nya." sahut Syakira lalu berlari dengan tubuh perut dan pipi yang bergoyang.


🌹


Cerita Syakira, Syakila udah ada ya🤗

__ADS_1


yuk mampir judulnya ^^Perjalanan Cinta Triplets S^^



__ADS_2