Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Modus dua Oma


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Hari berganti hari dan bulan berganti bulan, tak terasa sudah empat bulan berlalu setalah hari dimana Fallen berjuang antara hidup dan mati untuk ketiga malaikat kecil nya.


Kini setiap harinya Fallen dan Bastian menjalankan rutinitas nya yang sudah menjadi orang tua untuk ketiga anak kembar nya.


Tidak ada hari tanpa tangisan ketiga bayi nya, tidak ada kata lelah dalam kehidupan baru nya, dan tidak ada hari tanpa drama yang di lalui nya.


Menjadi seorang Ayah dan Ibu dari ketiga bayi-bayi mungil nya tentu adalah hal terindah yang sangat bermakna di kehilangan Bastian dan Fallen.


keduanya bisa bekerjasama dalam mengasuh bayi meski Bastian hanya bisa bertemu lama di saat malam hari karena pagi sampai sore dia selalu sibuk dengan pekerjaan nya.


"Sayang aku berangkat." kata Bastian yang sudah rapih dengan pakaian kerja nya.


Fallen yang sedang sibuk meny*sui Syaka melirik suami nya.


"Sarapan nya sendiri ya, Syaka masih mau minum asi udah gitu aku mau juga gerah mau mandi." kata Fallen.


Bastian hanya mengangguk dengan wajah yang masih mengantuk itu, dia tidak mau membuat istrinya repot mengingat mengasuh tiga bayi sekaligus itu tidak lah mudah.


Cup..


Satu kecupan Bastian berikan pada kening sang istri, lalu melirik ke tiga anak-anak nya yang baru selesai mandi itu.


"Jangan rusuh ya sayang, kalau mau minum ASI harus satu-satu ya biar Mimi nya ngak pusing." seperti biasanya Bastian akan memberikan ucapan pengertian pada ketiga anak-anak nya, Meski itu tidak akan di pahami oleh ketiga anak-anak nya.


Cup..


Cup..


Cup..


Tiga kecupan mendarat di pipi ketiga anak-anak nya.


Melihat kepergian suaminya Fallen menghembuskan nafas nya pelan, sebenarnya ia tidak tega melihat suaminya yang memiliki mata panda karena kurang nya tidur itu.


Bastian selalu begadang untuk menemani nya, dan itu tentu tidak lah mudah apalagi pagi nya Bastian memiliki kesibukan untuk bekerja.


Fallen sudah beberapa kali melarang Bastian untuk tidak ikut terjaga bersama nya, tapi Bastian tetap keukeuh tidak mau melihat Fallen kecapean sendiri.


"Seperti yang kamu bilang, kita buat nya bersama dan kita juga harus susah nya sama-sama." begitu lah jawaban Bastian kalau Fallen melarang nya untuk tidak ikut begadang.


Setelah selesai membuat ketiga bayi nya tertidur Fallen langsung berjalan ke arah kamar nya, meregakan otot-otot di tangan nya yang terasa pegal lalu mengambil handuk.

__ADS_1


Tidak ada waktu luang untuk bermain ponsel lagi, tidak ada waktu luang untuk sekedar duduk menghirup aroma segar, dia harus serba cepat dan gesit karena Fallen masih belum mau melepaskan anak-anak nya untuk memiliki pengasuh seperti saran Mom Dena dan ibu Rosalina.


Saat akan membuka pintu kamar mandi tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk, membuat Fallen membalik badan nya lalu berjalan ke arah pintu kamar.


"Twins Mom ajak jemur di luar ya." kata Mom Dena.


"Twins nya baru aja tidur Mom." sahut Fallen.


"Ngak apa, nanti juga bangun lagi, kamu mandi aja yang santai biar tambah cantik, urusan twins biar sama Mom dan ibu Rosa aja." lanjut Mom Dena lagi.


"Ya udah, makasih Mom aku juga udah lama ngak luluran, titip Twins ya." kata Fallen dan di angguki oleh Mom Dena.


Melihat Fallen yang sudah masuk ke kamar mandi Mom Dena langsung tersenyum.


lalu berjalan ke kamar Twins S.



"Hallo tiga gendut kesayangan Oma cantik." sapa Mom Dena sambil tersenyum.


Fallen bilang twins S sudah tidur, tapi lihatlah sekarang? bahkan ketiga nya kompak tersenyum ke arahnya.


"Kalian menipu Mimi Fallen ya, nakal ya." Mom Dena memberikan cubitan gemas di lengan yang memperlihatkan betapa gendutnya ketiga cucu kesayangan nya itu.


"Kalian ikut Oma ya, nanti Oma kasih hadiah banyak." lanjut Mom Dena dan langsung di tanggapi dengan senyuman di wajah gembul si kembar.


Dan tak lama kemudian Ibu Rosalina dan Tara masuk ke dalam kamar, membuat Mom Dena tersenyum.


"Let's go guys." ucap nya santai.


Mom Dena mendorong roda bayi yang di tempati Baby Kira, entah kenapa ia lebih gemes dengan si bungsu yang badan nya lebih berisi dari kedua kakak nya itu.


Ibu Rosalina yang belum pernah merasakan mengurus bayi perempuan tentunya juga memilih Baby Kira, dan tinggallah Tara yang kebagian mendorong roda bayi yang di tempati Baby Syaka.


Ketiga nya kompak mendorong dengan stelan olahraga nya, niatnya hari ini ketiga nya akan joging pagi-pagi sambil menikmati suasana pagi hari perumahan komplek elit nya.


Ralat yang benar adalah karena Mom Dena dan Ibu Rosalina memiliki niat yang sama, yaitu melihat daun muda di taman komplek.


"Ada Ros." bisik Mom Dena.


"Heum, pura-pura lewat yuk." usul Ibu Rosalina.


"Boleh tuh." sahut Mom Dena antusias.


Tara yang sudah tau apa yang akan di lakukan kedua ibu itu hanya mengekori di belakang, dan tentunya dengan mendorong roda bayi berisi baby Syaka.

__ADS_1


"Aduh udaranya sejuk banget ya Ros." terdengar suara yang di sengajakan, siapa lagi kalau bukan Mom Dena.


"Iya, enak nya duduk dulu, tapi dimana ya.." Ibu Rosalina melirik sana sini, pura-pura tidak melihat perkumpulan daun muda yang selalu nongkrong di bangku taman komplek.


Tanpa menunggu perintah Tata sudah paham dengan drama dua ibu angkat nya itu.


Tara mendorong roda bayi baby Syaka mendekati perkumpulan daun muda itu.


Membuat Mom Dena dan Ibu Rosalina langsung tersenyum.


"Ikut duduk ya abang-abang, ini anak saya katanya cape mau ngadem dulu." ucap Mom Dena mengkambing hitamkan Tara sebagai alasan nya untuk duduk.


"Silahkan Tante."


Hah!


Tante?


"Panggil Jeng Dena aja, jangan Tante." kata Mom Dena.


"Iya, panggil Jeng Rosa aja." Ibu Rosalina ikut menimpali.


Membuat daun muda yang menurut Tara lebih terlihat seperti Om-om itu saling mengangguk.


"Anak nya cantik banget jeng, udah ada yang punya belum." tanya pria itu, yang membuat Mom Dena melirik ke arah calon gebetan nya itu lalu melirik Tara.


"Bukan udah ada yang punya lagi, anak saya udah nikah ini anak nya tiga." kata Mom Dena di angguki oleh ibu Rosalina.


"Masa sih?, padahal keliatan masih seger masih belasan tahun." ucap pria yang akan menjadi gebetan Ibu Rosalina.


"Nikah muda, biasalah anak muda kebelet nikah, tuh liat ini buktinya tiga bayi nya gendut-gendut, hihi.. maklum nikahnya sama bule kan." jelas Ibu Rosalina bohong.


Membuat ketiga pria yang pantas di sebut Om itu langsung melirik Tara, lalu menggelengkan kepalanya.


"Kecil-kecilan ternyata doyan bule ya."


"Iya, abisnya bule lebih menantang sih." celetuk Tara santai sambil melihat kedua ibu angkat nya yang mengacungkan kedua jempol nya untuk Tara.


Sedangkan Twins S sendiri ketiga nya nampak memejamkan matanya saat sinar mentari pagi yang membuat ketiganya silau itu.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Masih aman ngak cerita nya?

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2