Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Menuju persalinan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Aku pergi kerja dulu ya sayang." ucap Bastian yang kesekian kalinya.


Dan langsung di jawab cepat oleh Fallen, baik dengan anggukan atau dengar senyuman nya.


"Iya, hati-hati." sahut Fallen yang entah ke berapa kali nya.


Entah kenapa rasanya sangat berat untuk Bastian berangkat bekerja sekarang, cemas tak beralasan nya membuat Bastian menjadi ingin di rumah saja.


"Aku pergi ya." ucap Bastian lagi.


Yang mana hal itu mengundang wajah jengah Fallen, dan dengan kesal melirik suaminya dengan wajah galak nya.


"Cepetan kerja, anak istri butuh makan sama shoping, bukan butuh di panasin doang tiap hari." kata Fallen pedas.


Bastian menghela nafasnya lalu mendekati istri galak tercinta nya itu.


"Iya iya, tapi cium dulu dong biar Pipi nya semangat." ucap Bastian manja membuat Fallen menghela nafasnya, bahkan tadi dia juga sudah mendaratkan ciuman beberapa kali di bibir atau pipi suaminya.


Cup..


Cup..


Dua kecupan langsung mendarat di pipi dan bibir sang suami, dan dengan konyol nya Bastian malah menahan ciuman di bibir nya, yang membuat Fallen mau tak mau harus membuka sedikit bibirnya.


Hemphh..


Kecupan singkat nya berubah menjadi ciuman panas, dan apa-apa tangan Bastian mulai aktif ke sana sini, membuat Fallen yang sedang membalas ciuman itu jadi langsung melotot.


"Bas!" ucap Fallen geram.


"Sebentar, elus-elus doang ngak lama." kata Bastian santai.


Beginilah drama setiap pagi nya, Fallen benar-benar memiliki suami mesum yang hobby nya ngamar, ranjang terus.


"Tangan nya aktif banget ya Bun." sindir Fallen.


Yang membuat Bastian menghentikan aksi nya lalu terkekeh pelan.


"Aktif, tapi suka kan? buktinya pasrah aja." kata Bastian yang langsung mendapatkan wajah bad mood sang istri.


Tok..tok..tok..


"Bas! sudah siang kapan kamu mau mengeluarkan menantu Mom, Fallen bukan kucing cepat keluar! " teriak Mom Dena di balik pintu sambil menggedor-gedor pintu kamar Bastian.


"Apa sih Nek Lampir ganggu aja." kesal Bastian sambil berjalan ke arah pintu.


Dan saat membuka pintu Bastian langsung mendapatkan tatapan sinis dari Mom nya.


membuat nya menghela nafas nya panjang, di rumah ini serasa di anak tirikan.

__ADS_1


Mom Dena berjalan masuk ke dalam kamar mendekati posisi Fallen yang sedang berdiri.


"Apa tidak apa sayang? bule tua mu memang mesum, apa dia melakukan nya lagi? di pagi hari?." tanya Mom Dena tapi matanya melirik tajam ke arah Bastian.


Membuat Bastian yang mendengarnya menjadi melotot tak percaya, kenapa Mom nya lebih pantas di panggil ibu tiri jika menyebalkan seperti ini.


"Ti___" ucap Bastian terhenti karena di potong Mom Dena.


"Mom tidak bertanya pada mu bule tua, cepat sarapan dan cepat pergi cari uang, dasar sudah tau punya anak banyak tapi kerjaan nya leha-leha ngamar terus, sana pergi." kata Mom Dena galak, mengusir putra nya.


"Tanpa bekerja pun aku tidak akan miskin Mom, begitupun dengan kalian." ucap Bastian percaya diri.


Yang mana hal itu membuat Mom Dena langsung melirik Fallen, tak lupa dengan senyuman manis nya, tidak seperti ekspresi nya untuk Bastian yang selalu galak.


Tangan nya terulur untuk mengusap perut buncit Fallen yang beberapa hari lagi akan di jadwalkan melahirkan.


"Jika Pipi kalian miskin Oma cantik akan carikan Pipi yang kaya raya untuk kalian, kalau perlu bukan bule tapi lokal biar ngak mesum kaya Pipi kalian." ucap Mom Dena sambil tersenyum miring ke arah Bastian.


"Mom!" kesal Bastian tidak suka dengan ucapan Mom nya.


Yang mana hal itu membuat Fallen jengah dengan drama yang semakin berlanjut itu, tanpa ada henti nya itu.


"Cepat sarapan Bas, aku cape liat tingkah kamu yang ke kenakan." kata Fallen yang sudah menahan geram nya dari tadi.


Huh..


Akhirnya Bastian memilih berjalan ke arah meja makan, sarapan sendiri seperti biasanya.


"Ayo duduk, suami kamu emang mesum." kata Mom Dena sambil berjalan mendekati tempat tidur.


Fallen mendudukkan bokong nya di pinggir tempat tidur, begitupun dengan Mom Dena.


"Ada apa Mom?." tanya Fallen seolah paham dengan ekspresi wajah mertuanya.


Mom Dena melirik keluar kamar, lalu melirik Fallen, tapi saat dia akan mengeluarkan suara nya tiba-tiba terdengar lagi suara Bastian.


"Sayang aku pergi ya." teriakan Bastian terdengar sampai kamar.


Membuat Mom Dena geram dan langsung berjalan mendekati pintu.


"Berisik!! kalau mau pergi ya pergi aja." kesal Mom Dena lalu menutup pintu kamar Fallen.


Melihat ekspresi kesal mertuanya Fallen hanya tersenyum kecil, beginilah kehidupan nya setiap hari nya, menjadi saksi dalam drama kehidupan nya sendiri.


"Bastian, dia buat kamu kesal terus ya." ucap Mom Dena sambil mendudukkan bokong nya lagi.


"Enggak, sikap dia masih batas normal ko Mom, hanya saja aku malas aja nurutin alur drama nya." sahut Fallen sama sekali tidak terbebani dengan sikap suaminya.


Justru itulah yang membuat cinta keduanya semakin hari bertambah, jika Bastian dan dirinya bermanja-manja mungkin saja Fallen akan mudah bosan, meski dia juga merasa kalau dirinya istri yang galak tapi jauh di balik kegalakan nya itu hanya untuk menunjukan cinta nya saja.


Bukan kah setiap orang memiliki cara nya sendiri untuk menunjukkan cinta nya?, begitupun dengan Fallen sendiri yang menunjukkan cinta nya dengan sikap nya yang tidak semanis susu, ataupun se asam strawberry, melainkan sepedas cabai yang pedas nya hanya di rasakan oleh orang yang makan cabai nya saja.


"Tolong hubungin Hana, ini menyangkut Tara." ucap Mom Dena tiba-tiba.

__ADS_1


Membuat Fallen yang sedang melamun menjadi melirik mertua nya.


"Untuk apa Mom?." tanya Fallen.


Mom Dena mendekat lalu membisikkan sesuatu ke telinga Fallen, yang mana hal itu membuat Fallen terdiam cukup lama.


"Gimana?." tanya Mom Dena lagi.


Hanya Fallen yang bisa membujuk Hana, apalagi ini adalah permintaan ibu Rosalina, dan Mom Dena yang mendapatkan jatah untuk mengatakan niat baik mantan madu nya itu..


Fallen terdiam sebentar, lalu persekian detik kemudian ia mengangguk kecil.


"Oke, aku bantuin tapi kalau Tara marah, aku ngak ikut-ikutan ya." kata Fallen.


"Iya, tenang aja Tara ngak akan marah kok, Mom yakin seratus persen." sahut Mom Dena nampak bersemangat.


"Sayang.." suara familiar terdengar di telinga dua singa betina yang sudah melirik ke arah pintu yang menutup rapat itu.


Suara siapa lagi kalau bukan suara si bule tua Bastian.


Keduanya menarik nafasnya, lalu berjalan mendekati pintu.


Ceklek..


"Sa___" ucap Bastian terhenti karena melihat wajah garang kedua singa betina nya.


"Belum berangkat? hemm." ucap Fallen tersenyum menyeramkan.


"Enak nya di apain ya, bule tua yang malas kerja?." lanjut Mom Dena ikut menimpali.


Glekk..


Bastian menelan ludahnya kasar, seperti pikiran nya untuk cuti melahirkan istrinya akan dia undur, apalagi melihat tatapan garang istri dan Mom nya yang seolah siap menyantap nya itu.


"Hehe, aku mau Salim Mom, sayang.. aku pamit ya." kata Bastian secepat kilat mencium punggung tangan Mom nya, lalu mengecup bibir istrinya sebentar.


"By.."


"Kekanakan."



Mom Dena persi rambut kriting sama lurus nya😁


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Bentar lagi lahiran nih🤭


btw alur nya masih aman ngak?


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2