Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Drama akhir.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sesampainya di bandara rombongan Bastian dan rombongan Lian sama-sama memiliki drama, Tara masih di dalam toilet bersama Mom Dena dan ibu Rosa.


Pun sama dengan Hadian yang sekarang tengah berganti pakaian karena baju nya ada yang terkena muntahan nya, sedangkan kondisi Willy sekarang dia sudah berhenti muntah nya, dan sedang makan bersama Arr dan Lian.


Karena kepulangan nya banyak drama Bastian pun akhirnya memilih untuk istirahat beberapa jam di hotel yang jarak nya tak jauh dari bandara.


"Seperti nya aku akan pulang duluan, besok istriku harus cek kandungan." kata Gibran.


"Kau pulang bersama siapa saja?" tanya Bastian.


Tiba-tiba datang Lian Arr berserta Willy dan pasangan Juan Jenn.


"Kita akan ikut pulang juga, Willy besok sekolah dan aku juga harus masuk kantor" ucap Lian.


Willy memang sekolah, tapi alasan Lian ingin pulang cepat tentu karena Willy yang merengek meminta untuk tidak naik jet yang sama dengan Hadian, karena itu akan membuat Willy ikut muntah.


"Dan kau? apa alasan mu?" melirik Juan.


"Ahk kalau aku Mami ku tidak ada yang menemani, istriku merindukan mertuanya." balas Juan.


Sebenarnya alasan dia ingin pulang duluan karena Juan dan Jenn ingin banyak menghabiskan waktu berduaan, dan setelah pulang nanti mereka akan rajin membuat anak.


"Baiklah kalian pulang duluan saja, kondisi Tara masih lemah mungkin aku akan pulang malam atau paling lambat besok." kata Bastian.


Dan setelah itu satu jet pribadi milik Bastian langsung mengudara di langit, mengantarkan sebagian orang-orang yang berlibur di Swiss.


Bastian pergi ke kamar hotel yang di tempati nya, dan langsung melihat anak-anak nya yang terlelap setelah selesai makan siang.


"Hana pulang duluan ya?" tanya Fallen yang baru keluar dari kamar mandi.


"Iya, besok katanya mau cek kandungan." balas Bastian.


Fallen mengangguk-anggukkan kepala paham, lalu ikut duduk di tempat yang sama dengan suami nya.


"Sudah makan?" tanya Fallen.


"Mau di suapin kamu." balas Bastian manja.


Membuat Fallen tersenyum, dia tadi memang sudah memesan makan siang untuk suaminya.


"Hanya ada kentang dan ayam goreng." kata Fallen.


Karena bingung memilih makanan halal dan yang tidak jadi Fallen memilih makanan yang simpel saja.


"Nggak apa dong, lagian apapun yang di suapin sama tangan kamu itu rasanya pasti enak sayang." kata Bastian gombal.


Membuat Fallen menaikkan sebelah alisnya ke atas, dan langsung memasukkan jari nya ke hidung nya.


"Termasuk upil? nih aku suapin." Fallen mendekatkan jari kelingking nya ke dekat wajah suaminya.

__ADS_1


Berniat menggoda sang suami, tapi alih-alih jijik Bastian malah mengambil tisu dan membersihkan tangan sang istri dengan tisue nya.


"Cantik-cantik kok ngupil, untung sayang." kata Bastian sambil melemparkan tisue bekas nya ke tong sampah.


Fallen hanya menjawab nya dengan suara gelak tawa nya, lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tangan nya agar lebih bersih.


Dan setelah itu Fallen mendekati suaminya, duduk dengan piring berisikan ayam goreng dan kentang goreng.


Aaa !!


Fallen menyuapi suaminya, Bastian menerima nya dan makan dengan senang, sesekali dia juga menyuapi sang istri dan itu terus keduanya lakukan sampai makanan yang ada di piring habis.


Sedangkan di kamar sebelah Tara tidak berdaya lagi, dia tidur di pelukan suaminya, wajah nya terlihat pucat karena banyak muntah selama satu jam penerbangan dari villa tadi.


Darrel yang kini memeluk Tara nampak khawatir kondisi sang istri, maka dari itu Darrel iseng menelpon dokter dia takut istrinya kembali muntah.


"Hallo, ich bin Mr. Darrell aus Zimmer 024" ucap Darrel dengan bahasa Jerman.


"Hallo, saya tuan Darrel dari kamar 024"


"Ja, können wir Ihnen irgendwie behilflich sein, Sir?" sahut resepsionis hotel di sebrang telpon.


"Iya, ada yang bisa kami bantu tuan?"


"Ich möchte einen Arzt ins Zimmer schicken, meine Frau ist krank, also helfen Sie bitte, Schwesterchen." lanjut Darrel.


"Saya mau di kirimkan satu dokter ke kamar, istri saya sedang sakit jadi tolong bantuannya ya mbak."


"Gut, warten Sie, Sir."


Dan setelah itu panggilan nya pun terputus, karena hotel nya berada di area Zurich jadi Darrel menggunakan bahasa Jerman.


"Sabar ya sayang." Darrel tak berhenti mengecup kening sang istri.


Membuat Tara yang tertidur mengeliat dan membuka matanya.


"Kakak." Tara mengeratkan pelukannya, dan menciumi dada suaminya.


"Kok bangun? ke ganggu ya maaf ya." Darrel menatap sang istri.


Tara menggelengkan kepalanya, dia mendongkak kan wajahnya untuk bisa menatap wajah sang suami.


"Maaf ya ngerepotin" ucap Tara merasa sendu.


"Jangan bilang gitu, aku suami kamu tentu saja aku akan melakukan apapun untuk kamu." mencubit hidung kecil istrinya dengan gemas nya.


"Laper." ucap Tara.


"Mau makan?" tanya Darrel mengusap kepala sang istri lembut.


"Nggak, mau anu." sahut Tara sambil tertawa.


"Jangan bercanda, aku kalau udah nyerang nggak mau berhenti ya." Darrel menaikan sebelah alisnya.

__ADS_1


Tara yang melihat itu tertawa, dia melihat taring suaminya yang keluar membuat dia langsung mencium pipi suaminya.


"Nggak mau anu, maunya makan aja, pesenin ya sayang.." kata Tara.


Darrel pun langsung menuruti keinginan sang istri, memesankan makanan untuk istrinya.


dan sembari menunggu dokter mereka makan terlebih dahulu.


Di kamar hotel di tempati Alex dan ketiga teman nya, mereka nampak sedang sibuk main game, ralat bukan ke empat nya tapi hanya Toni, Alex dan Dani.


Sedangkan Hadian pemuda itu masih merasakan mual, bulak balik ke kamar mandi dengan wajah yang menyedihkan, begitulah nasib nya sekarang.


"Lex.." panggil Hadian di ambang pintu.


Ketiga nya kompak melihat ke sumber suara, dan kaget mereka Hadian yang terduduk di lantai.


"Astaga.." kompak mereka langsung berjalan mendekati Hadian.


Ke tiga nya kompak membantu Hadian untuk ke ranjang, Alex yang melihat Hadian seperti itu mencari koin di saku celana nya, tapi dia tidak menemukan nya sampai akhirnya dia melihat sendok bekas mereka makan tadi.


"Ada minyak angin nggak?" tanya Alex.


"Nggak punya." jawab Toni dan Dani bersamaan.


"Kalau handbody? ada yang bawa nggak?" tanya Alex lagi.


Hadian yang lemas itu tidak menjawab, padahal baru beberapa menit yang lalu mereka makan, tapi dia bahkan sekarang harus memuntahkan makanan nya lagi karena mual.


"Ada nya rexona, buat ketek." balas Toni sambil memberikan rexona nya.


Alex menerima nya, dia membuka paksa baju Hadian dan langsung mengerok punggung teman nya itu dengan menggunakan sendok dan rexona.


Awwww !!!


"Sakit!!" teriak Hadian.


"Ton, Dan." Alex melirik dua sahabatnya.


Paham dengan kode dari teman nya Dani dan Toni kompak menahan pergerakan Hadian, membuat Alex yang duduk di punggung Hadian mulai kembali mengerok punggung Hadian.


"Sudah! sakit." teriak Hadian kesakitan.


"Diam, ini merah, liat Ton Dan, merah kan?" tanya Alex sambil mengerok punggung Hadian lagi.


"Iya, udah kaya ganti kulit." kata Toni.


"Bukan cuman ganti kulit daging nya juga kelihatan." timpal Dani, yang membuat Hadian semakin berteriak sakit.


Dan kembali terdengar suara teriakan Hadian di kamar itu, bagaimana tidak teriak kesakitan bahkan Alex mengerok nya asal karena Hadian yang tidak mau diam.


Malam nya mereka pulang bersama, Tara dan Hadian tidak muntah karena keduanya meminum obat tidur yang di berikan dokter, setidaknya mereka akan terhindar dari rasa mual apalagi keduanya naik satu jet pribadi.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2