
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sepanjang perjalanan di dalam mobil Fallen hanya diam sambil memejamkan matanya, mencoba menghilangkan rasa sakit nya yang bertambah karena tingkah suaminya yang lebay.
"Percepat menyetir nya, jangan biarkan istri ku menahan sakit nya terlalu lama." kata Bastian.
"Baik tuan." sahut supir ketakutan.
Tapi lagi-lagi Bastian merasa mobilnya terlalu lambat, dan hal itu mengundang wajah kesal nya.
"Aku bilang cepat, apa kau tuli Hah!" kesal Bastian.
"Sayangku sabar ya, sebentar lagi kita sampai." kata Bastian sambil mengusap kepala Fallen.
Padahal di sini yang tidak sabar jelas-jelas adalah Bastian sendiri, tapi sekarang Bastian bersikap seolah-olah Fallen lah yang bawel dan lebay.
"Sayang jangan tidur, Ibu bilang kamu harus bangun tidak boleh tidur." kata Bastian saat melihat Fallen memejamkan mata nya.
Fallen menghela nafasnya panjang, lalu melirik kesal suaminya.
"Aku mau lakban." kata Fallen.
Yang membuat Bastian mengerutkan keningnya aneh.
"Untuk apa sayang?." tanya nya.
"Untuk membungkam bibir mu yang berisik itu." sahut Fallen santai.
"Sayang.." Bastian memegang tangan sang istri.
"Berhenti bicara, aku sedang menahan sakit dan dengan kau berisik seperti itu membuat aku semakin merasakan sakit, kau paham Bas!" jelas Fallen lagi.
Bastian menunduk dia benar-benar khawatir dengan kondisi istrinya, sebelumnya Bastian sudah menonton di internet kalau melahirkan kembar tiga itu sangat langka dan mungkin hanya 20% di dunia, mungkin kembar dua banyak, tapi kembar tiga? entahlah..
Melihat suaminya yang menunduk Fallen menarik nafasnya panjang.
"Aku tau kamu pasti khawatir, tapi kamu tau aku seperti apa kan? aku tidak lemah, aku ini Fallentina wanita kuat." kata Fallen meyakinkannya suaminya jika semuanya akan baik-baik saja.
Meski pada kenyataan nya di sini Fallen juga banyak takut nya, terutama dia takut tidak bisa ikut mengurus ketiga bayi nya bersama suaminya, itulah yang Fallen takutkan.
Sesampainya di rumah sakit Fallen yang akan masuk ke ruangan bersalin bersama Bastian di samping nya nampak saling berpegangan tangan.
Keduanya masuk kedalam ruangan bersalin dan saling menguatkan satu sama lain, tapi meski begitu Bastian yang baru pertama kali nya masuk ke ruangan bersalin tentunya sangat kaget dengan apa yang harus di lihat nya sekarang.
"Hey kau mau apa?." tanya Bastian kaget saat melihat dokter pria yang masuk dan ingin mengintip bagian bawah sang istri.
Dokter itu tidak jadi melakukan nya, dia menatap bingung pada Bastian yang melotot ke arah nya.
__ADS_1
"Saya akan bekerja tuan, membantu persalinan istri anda adalah pekerjaan saya." kata si dokter.
"Apa tidak ada dokter perempuan? kenapa harus kau?." bisa-bisa nya bertanya di saat darurat.
Fallen menggelengkan kepalanya, entah drama apa yang akan di lakukan suaminya itu.
bahkan masalah dokter pun harus di permasalahkan, benar-benar minta di cakar suaminya.
Sudah tau istri sedang menahan sakit dan tidak tahan ingin segera melahirkan anak-anak nya, suaminya malah masih memperdebatkan masalah dokter yang bertugas membantu persalinan nya yang berjenis kelamin laki-laki.
"Berhenti Bas, aku kesakitan dokter cepat aku tidak tahan." kata Fallen sudah jengah melihat tingkah suaminya.
"Sayang tapi dia laki-laki, aku tidak mau ada yang melihat dan menyentuh milik mu, selain aku.." kata Bastian sambil menatap sang istri.
Lagi-lagi suaminya bersikap konyol seperti ini di saat darurat.
Fallen menghela nafasnya lalu melirik dokter nya.
"Tolong ganti dokter nya, maaf dokter.. suami saya memang posesif." kata Fallen yang masih bisa menahan kesal nya.
Bastian tersenyum mendengar nya, dia langsung memberikan kecupan di pipi sang istri.
"Terimakasih sayang." kata nya sambil mengulum senyuman nya.
Fallen menarik rambut Bastian lalu mengigit pipi Bastian.
"Hukuman untuk kelebayan mu." bisik nya sambil tertawa kerena berhasil memberikan bekas gigitan di pipi suaminya.
mungkin apa yang di lakukan Bastian sangat bodoh karena menunda persalinan Istri nya, tapi pria mana yang bisa rela ******** istrinya di lihat pria lain?.
Meski itu seorang dokter sekalipun, tapi Bastian yang mencinta istrinya lebih dari apapun tentu nya tidak mau melihat itu semua.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya dokter pengganti datang, dan tentu nya berjenis kelamin perempuan sesuai keinginan Bastian.
Dokter perempuan itu langsung mengecek ke bagian bawah Fallen.
"Persalinan akan di lakukan sekarang, kepala bayi nya sudah mulai terlihat." jelas sang dokter.
Yang mana hal itu membuat Fallen langsung memegang tangan suaminya, keduanya saling menatap satu sama lain.
"Apapun yang terjadi aku mohon.. pentingkan anak-anak." kata Fallen.
"Tidak, aku akan penting kan kalian, bukan salah satu dari kalian, kamu anak-anak, kalian semua nya adalah harta ku." kata Bastian.
"Berjuanglah, aku akan menemani mu seperti aku dan kamu membuat nya, kita bersama-sama merasakan sakit nya." lanjut nya sambil mengambil tangan Fallen lalu di taruh nya di atas rambut nya.
"Tarik jika kau merasakan sakit." ucap Bastian lagi.
"Boleh?." tanya Fallen.
__ADS_1
Bastian mengangguk kecil.
"Kita rasakan sakit nya bersama." sahut Bastian.
Dan setelah drama berbagi sakit itu Fallen mulai mengeluarkan suara geremman nya, tangan nya yang memegang rambut sang suami malah di eratkan yang menjadi jambakkan keras.
Awwww !!
Bastian meringis tapi masih bisa bertahan demi anak dan istrinya.
"Ayo Bu, dorong Bu..sedikit lagi Bu..iya ayo..dikit lagi.." ucap Dokter memberikan instruksi yang takalah heboh dari suporter bola.
Membuat Fallen menarik nafasnya yang panjang lalu kembali lagi..
"AAAAAA " Fallen berteriak menggerem lagi.
"Semangat say____ Aaaaa!" ringisan menyedihkan terdengar lagi dari si pemilik wajah bule itu.
"Oekkk..Oekkk.." suara tangisan bayi pertama sudah mulai terdengar.
Bastian dan Fallen saling mengeratkan pegangan tangan nya, satu tangan Fallen masih tetap menjambak rambut sang suami tentu nya.
"Alhamdulillah.. sayang anak kita____" ucap Bastian terhenti karena Fallen kembali menjambak rambut nya dengan kasar.
"Oekkk..!! Oekkk!! " tangis bayi kedua mulai terdengar kembali.
Awwww !!
Sekali lagi Bastian meringis karena Fallen kembali menjambak rambut nya dengan keras.
"Ini semua gara-gara kamu, sakit!!" teriak Fallen akhirnya kali ini mengeluarkan suara unek sakit nya.
Yang membuat Bastian meringis lagi semakin merasakan sakit di kepala nya.
Wekk !!
Suara baju sobek terdengar setelah teriakan Fallen.
Oekkk !! Oekkk !!
Suara tangisan ketiga akhirnya kembali terdengar, perlahan genggaman tangan Fallen mulai terlepas.
"Sayang.." panggil Bastian.
"Terimakasih.." lanjut Bastian sambil mengecup singkat kening sang istri.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Btw nama twins inisial nama nya S ya🤭
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️