
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Aku tanya sekali lagi siapa yang akan Ibu bunuh?." ulang Darrel bertanya lagi.
Membuat Rosalina terdiam nampak berpikir.
"Sialan gara-gara Anggelina yang payah itu dan pelayan bodoh itu Darrel menjadi curiga dengan ku." batin Rosalina.
"Bunuh apa?, Ibu tidak mengerti dengan ucapan mu sayang." kata Rosalina bohong.
Darrel mengenal Ibu nya sejak kecil, dia tau seperti apa watak Ibu nya yang memang selalu menghalalkan segala untuk mencapai tujuan nya, meskipun cara yang di lakukan nya itu adalah cara yang salah.
Dia sendiri tidak mengerti kenapa Ibu nya menjadi sejahat ini, padahal Darrel kecil selalu kagum akan sosok ibu nya yang memang selalu ramah pada lingkungan sekitar nya, tapi sekarang ibu nya benar-benar terlihat seperti monster berwujud wanita tua.
"Jangan berbohong Bu, aku tau ibu sedang merencanakan pembunuhan kan, siapa yang akan ibu bunuh, katakan pada ku." kata Darrel lagi.
Rosalina tidak kaget mendengar pertanyaan putra nya, Darrel memang sangat jauh dengan dirinya.
Darrel putra nya memang pintar tapi tidak pernah mau menuruti permintaan dan beda pendapat dengan dirinya.
Sejak kecil Darrel selalu tidak sependapat dengan nya, baik dari segi pekerjaan atau pun masalah yang kini tengah menjadi sumber pertengkaran antara keduanya.
Yaitu masalah perjodohan.
"Jangan campuri urusan Ibu, dan satu hal lagi Ibu mau kamu jauhi wanita hamil, dan cepat tentukan tanggal pernikahan mu dengan Ellara." kata Rosalina sambil menatap putranya.
"Ibu ingin kamu cepat menikah dengan Ellara dan memberikan cucu untuk ibu dengan begitu Bastian tidak akan punya kesempatan untuk mendapatkan harta kita." lanjut Rosalina.
Darrel menggelengkan kepalanya, kenapa Ibu nya selalu mengatakan itu, dia bahkan sudah melupakan cinta nya, cinta sepihak nya untuk Ellara teman masa kecilnya
Dan untuk masalah harta, sejak dulu Darrel tidak pernah berambisi untuk mendapatkan harta Daddy nya, dia tau sejak kecil dia memiliki kakak, Darrel tau suatu saat semua yang di milik nya itu akan menjadi milik Bastian.
Darrel tau semua itu, dia bahkan sudah siap jika harus kehilangan semuanya.
Tapi ibunya tidak pernah membiarkan Darrel melakukan janji nya pada Daddy nya, sebuah janji untuk mau membagi semuanya dengan Bastian.
"Bu, dengarkan aku jangan melewati batas Bu, aku menyayangi ibu jadi aku harap Ibu memikirkan semua nya sebelum ibu melakukan sesuatu yang akan merugikan diri ibu." kata Darrel menatap ibu nya.
"Ibu orang baik, aku mohon lepaskan semua rasa kebencian ibu karena semua nya tidak akan membuat ibu bahagia tapi akan lebih tersiksa." lanjut Darrel dan setelah mengatakan itu Darrel pergi meninggalkan Rosalina yang masih memperlihatkan wajah kesal nya.
__ADS_1
Bagaimana tidak kesal anak nya sendiri tidak mau mendukung nya, padahal apa yang dia lakukan selama ini adalah untuk masa depan putra nya.
Dia ingin Darrel menjadi satu-satunya pewaris harta suaminya, karena jika Darrel sudah menjadi seorang yang berpengaruh yang bangga nantinya adalah dirinya, dan tentu nya perjuangan tidak sia-sia.
"Anak itu benar-benar tidak mengikuti gen ku, kenapa dia lemah seperti Daddy nya." gerutu Rosalina kesal.
"Tapi masa bodoh dengan semua itu, aku akan tetap melakukan semua rencana ku karena dengan begitu aku akan bisa membalaskan kebencian ku." lanjut Rosalina lagi.
Dia akan mengingat semua kebencian nya akan sosok Dena dan putra nya Bastian.
sampai kapan pun dia akan membalas dendam, dan ya dia berhasil mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milik Dena dan putra nya, harta dan keluarga.
Tapi satu lagi yang membuat Rosalina masih ingin balas dendam, Setelah keberhasilan nya menghancurkan keluarga Dena dia harus nya senang tapi sekarang kebahagiaan nya malah di usik dengan hadir nya tiga anak kembar yang sedang di kandung oleh Fallentina.
"Aku akan membunuh nya, aku bersumpah tidak akan pernah membiarkan keluarga Dena bahagia, mereka akan hancur." ucap Rosalina sambil tersenyum kecut.
Sedangkan di tempat lain Fallen dan Bastian sedang bersiap untuk pulang, sebenarnya Bastian ingin Fallen di rawat selama beberapa hari lagi sampai kondisi Fallen benar-benar pulih.
Tapi Fallen yang memang keras kepala terus meminta pulang, dan mengatakan jika dia sudah merasa baikan dan ingin segera keluar dari zona makan bubur ini.
"Sehari lagi ya." ucap Bastian.
"Ngak mau, lagian aku udah sehatan gini, udah bisa juga nendang kamu." sahut Fallen sambil memakai lipbam di bibir nya, dua hari dia di rawat inap di rumah sakit membuat bibirnya menjadi pucat.
Bastian menghela nafasnya panjang, dia tidak mau memaksa lagi karena dia yakin ujung-ujungnya akan menjadi besar, dan dia tidak mau hubungan yang baru merintis itu menjadi hancur lagi.
"Yuk, pulang." ajak Fallen sambil berdiri.
Tapi sedetik kemudian Fallen terdiam dan itu cukup lama, membuat Bastian yang melihat Fallen berdiri seperti patung dengan ekspresi terlihat seperti menahan sakit itu menjadi khawatir.
"Aku kan sudah bilang kamu itu masih harus di rawat, Fall ayolah jangan egois pikirkan anak kita." ucap Bastian dengan ekspresi khawatir nya.
Fallen melirik Bastian, lalu sedetik kemudian dia tertawa.
"Prenk!! haha.. udah ahk yuk pulang, aku udah cantik gini masa harus jadi pasien terus." kata Fallen sambil berjalan melewati Bastian.
Mau tak mau Bastian ikut pulang, tapi baru beberapa langkah dia teringat akan sesuatu yang selama ini sangat di nantikan nya.
"Fallen tunggu." ucap Bastian membuat Fallen menghentikan langkahnya.
"Apalagi sih Bas?, aku mau pulang." sahut Fallen sudah mulai kesal.
__ADS_1
"Aku mau check jenis kelamin anak kita, kamu mau kan?." tanya Bastian.
Fallen terdiam nampak sedang berpikir, usia kandungan nya masih 4 bulan, apa bisa?.
"Fall, ayolah pliss mau ya." pinta Bastian memohon.
Fallen menghela nafasnya melihat wajah memelas Bastian, permintaan Bastian memang tidak sulit, tapi tetap saja membuat Fallen yang semula ingin jenis kelamin anak-anak nya menjadi rahasia malah harus mengetahui nya di bulan pertengahan seperti ini.
Lagi pula seperti nya menarik juga kalau Fallen tau jenis kelamin nya awal seperti ini, tentu nya dia bisa menyiapkan semua keperluan anak-anak nya dari mulai sekarang.
"Baiklah, karena hari ini aku lagi baik aku akan menuruti keinginan mu." kata Fallen akhirnya tidak menolak ajakan Bastian.
Dan pada akhir nya keduanya kembali masuk ke ruangan yang sebelumnya di tinggalkan tadi, memanggil dokter kandungan terbaik untuk melakukan pengecekan USG.
"Bagaimana Dok? apa sudah terlihat?." tanya Dokter sangat penasaran.
"Sabar, dokter lagi cek." kata Fallen sambil memukul pelan lengan Bastian.
"Aku benar-benar tidak sabar untuk menjenguk anak-anak sayang." celetuk Bastian tanpa filter, membuat si Dokter yang sedang melakukan tugasnya itu menjadi salah tingkah.
Fallen hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Bastian yang tidak sabaran dan juga sangat mesum itu.
"Selamat nona dan tuan, jenis kelamin Tiga twins adalah satu laki-laki dan dua perempuan." jelas sang dokter.
Membuat Bastian terdiam berbeda dengan Fallen yang tersenyum lebar karena ternyata dia akan memiliki dua anak perempuan, dan satu laki-laki.
"Ada apa?." tanya Fallen sadar akan ekspresi wajah Bastian yang tidak terlihat senang.
"Apa kamu tidak suka jika anak kita banyak perempuan?." tanya Fallen lagi.
Bastian melirik Fallen lalu mengusap perut Fallen.
"Aku tidak tau aku harus senang atau apa, tapi mendengar nama dua anak perempuan membuat aku takut, aku takut jika aku tidak bisa menjaga mereka dari pergaulan bebas yang memang sangat jahat." ucap Bastian membuat Fallen terdiam.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Dua cwe satu cwo, ada yang mau sumbang nama cantik awalan untuk si kembar ngak?.
Jangan lupa like coment and Vote ya kak♥️
__ADS_1