Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Pertemuan tak sengaja.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Lian pulang dari rumah Bastian di perjalanan menuju rumah nya Lian yang sedang mengendarai mobilnya nampak fokus menyetir mobilnya.


Sesekali dia melirik putra nya yang sedang terduduk dengan memainkan mobil-mobilan.


sesaat ucapan Bastian kembali terngiang di telinga nya.


"Pikirkan anak mu, bukan ego mu."


Apa dia harus memulai kembali? demi putra nya, tapi pertanyaannya apakah dia bisa?, Lian pernah berjanji untuk tidak meninggalkan Rania meski pada akhirnya Rania yang lebih dulu meninggalnya.


Tapi sekarang bukan masalah itu, pernikahan nya sudah kandas karena takdir yang tidak membuat nya berjodoh dengan wanita lembut seperti Rania.


"Apa aku harus memikirkan untuk menikah lagi." gumam Lian.


"Wanita akan bersikap galak pada orang tertentu Lian, seperti Fallen kau tidak tau saja jika Fallen, Tara, Hana dan wanita mana pun pasti juga seperti itu, pada awalnya mereka memang galak karena mereka masih membutuhkan waktu untuk nyaman, dan seterusnya itu tergantung cara kita menyikapi wanita nya."


Ucapan Bastian kembali terngiang lagi di telinga nya.


Apa yang Bastian katakan memang benar, tapi Lian ragu karena dia tidak mau menikah hanya karena terpaksa.


Untuk seorang Lian pernikahan adalah selamanya, bukan bicara hari ini atau esok, tapi sampai tua nanti dia ingin pernikahan nya hanya sekali, dan jika sekarang dia harus menikah lagi maka di pastikan itu akan menjadi pernikahan terakhir nya.


"Dad, mau mainan." ucap Willy yang membuat perhatian Lian teralihkan.


"Besok kita akan ke mall, membeli mainan yang kau sukai Son." sahut Lian.


Tapi Willy malah menggelengkan kepalanya.


"No Dad, Will mau beli sekarang." kata Willy lagi.


Lian menghentikan mobilnya, ini masih jam delapan malam, Lian melirik sekeliling nya, sampai tatapan matanya jatuh pada mini market di sebrang jalan.


"Dad, aku mau mainan." kata Willy lagi.


"Kita akan membelinya." balas Lian, lalu membuka sabuk pengaman nya, dan keluar dari mobilnya, lalu membawa Willy keluar dari mobilnya dan berjalan bersama ke sebrang jalan dengan Willy yang ada di gendongan nya.


Sesampai nya di teras mini market Lian berjalan masuk ke dalam, dia menurunkan tubuh putranya, membuat Willy langsung berjalan cepat mencari mainan yang dia sukai.


"Jangan lari, kau bisa terjatuh Son." Lian memberikan peringatan.


"Dad, aku mau ini." suara teriakan Willy terdengar.

__ADS_1


Lian berjalan mendekati putra nya, dan melihat itu Willy malah berlari menjauh sampai akhirnya.


Bugkkk !!


Willy menabrak seseorang membuat bocah dua tahun itu hampir terjatuh beruntung cepat di tangkap oleh sosok yang di tabrak nya.


"Astaga, Will Daddy sudah katakan jangan berlari." Lian berjongkok untuk melihat tubuh putra nya, dan ternyata Willy tidak terluka membuat Lian langsung mencubit gemas pipi putra nya.


"Ayo minta maaf pada tanteu yang kau tabrak Son." kata Lian lagi.


Willy mengangguk, dia melihat sosok yang sedang membereskan belanjaan nya yang terjatuh itu, dan Willy membantu nya untuk menaruh kembali barang belanjaan wanita di depan nya ke keranjang.


"Maaf tanteu." kata Willy.


"Tidak apa sayang, terimakasih anak ganteng sudah membantu tanteu." kata wanita itu.


Lian mengerutkan keningnya merasa suara wanita itu tidak asing, dan saat wanita itu berdiri Lian kaget.


"Kau!" ucap keduanya bersamaan.


Wajah kedua nya sama-sama kaget, dan keduanya bertatapan beberapa detik sampai akhir nya.


"Dad aku mau ini." suara Willy kembali mengalihkan perhatian kedua nya.


Arr yang melihat itu langsung memilih kembali berbelanja cemilan nya, tapi setelah beberapa menit Arr tidak melihat Lian lagi keduanya malah kembali bertemu karena Willy yang berlari ke lorong yang berisi rak lenuh berbagai cemilan.


Arr yang melihat itu langsung berinisiatif untuk mengambilkan, dan di saat bersamaan juga Lian juga mengambilkan cemilan yang ada di rak atas paling atas.


Willy menatap keduanya dengan wajah bingung, lalu menggelengkan kepalanya.


"Bukan ini Dad, tanteu." kata Willy, kembali berlari.


Melihat itu Lian menarik nafasnya panjang lalu berjalan kembali, baik Lian ataupun Arr sama-sama tidak saling menyapa karena Arr masih menyimpan kesal untuk Lian.


Begitu pun dengan Lian yang juga masih kesal dengan sikap sombong Arr, dan jangan lupakan jika Bastian juga Fallen yang berniat menjodohkan nya, membuat Lian penasaran seperti apa watak wanita di depan nya.


Setelah selesai berbelanja Willy yang ada di gendongan Lian itu sesekali menguap, dan melihat itu Arr langsung berinisiatif lagi untuk membantu nya, apalagi yang di beli Lian cukup banyak yaitu dua kresek cemilan dan satu kresek mainan.


"Saya bantu." kata Arr.


"Tidak usah." tolak Lian.


"Saya tidak akan meminta bayaran." kata Arr lagi.


Mendengar itu Lian melirik putra nya, lalu memberikan ketiga kantung kresek itu pada Arr.

__ADS_1


Keduanya berjalan menuju sebrang jalan dengan bersama-sama, jika orang lain yang melihat keduanya mungkin keduanya akan di sebut pasangan yang ramantis.


Tapi jelas itu hanya pandangan orang yang tidak tau, kehidupan asli nya keduanya adalah orang yang saling mengenal tapi tidak pernah mau akur.


"Terimakasih." kata Lian sambil mengambil keresek belanjaan nya.


Arr hanya mengangguk, dan tanpa mengatakan apapun Arr berjalan pergi dengan satu kantung kresek yang di bawanya.


Lian yang sudah mengendarai mobilnya itu menghentikan mobilnya telat di hadapan Arr, membuat Arr kaget dan hampir saja mengatakan kekesalan nya.


"Ada apa lagi!" kata Arr marah.


"Masuk lah, aku akan mengantarkan mu." jawab Lian.


"Tidak usah, rumah saya sudah dekat." balas Arr ingin kembali berjalan.


Tapi Lian langsung memencet klakson nya, yang membuat bunyi nyaring dan Arr yang mendengar nya jadi kesal.


"Rumah saya sudah dekat tuan." kata Arr lagi sambil mengeretakan gigi nya menahan kesal.


Lian tidak menjawab dia malah kembali memencet klakson yang membuat Arr kesal dan mau tak mau memilih masuk kedalam mobil.


Karena di jok depan ada Willy yang tertidur Arr memilih duduk di jok belakang, dan itu membuat Lian yang melihatnya langsung melotot.


"Kau pikir aku supir mu?." suara Lian terdengar kesal.


"Lalu? saya harus duduk di mana?." tanya Arr sinis.


"Di jok depan." kata Lian lagi.


"Di jok depan ada Willy." balas Arr.


"Kau bisa memangku nya, kenapa kau bodoh?" suara Lian lebih ketus dari sebelum nya membuat Arr menghembuskan nafas nya kasar lalu pindah jadi di jok depan.


Dan sekarang di pangkuan Arr ada Willy yang tertidur di dada nya, sesaat Arr terdiam merasakan perasaan aneh saat melihat Willy yang nampak nyenyak tidur di pangkuan nya.


Tangan Arr ragu-ragu terangkat untuk mengusap rambut Willy, dan hal itu membuat Willy menggerakkan tangan nya dan memegangi bagian dada Arr.


"Emmm.." Arr menutup bibirnya dengan wajah yang melotot.


"Astaga dia belum pernah seperti ini sebelumnya." gumam Lian mengalihkan pandangannya ke sembarangan arah.


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2