Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Duka Hana


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Hana menatap Yura yang sudah di tutupi kain putih, dia masih tidak memperlihatkan ekspresi apa-apa selain wajah yang seperti orang sedang bengong.


Fallen benar-benar tidak bisa berkata apa-apa selain harus mencoba ikhlas meski berat, tapi Hana? dia ibu nya Yura pasti sangat sulit untuk Hana bisa menerima fakta ini, fakta jika putri nya sudah pergi dan melepaskan semua rasa sakit yang di derita nya, termasuk meninggalkan dirinya sendiri.


"Han." panggil Fallen sambil mendekat.


"Katakan ini mimpi Fall, ngak nyata kan semua ini hanyalah mimpi ku." kata Hana tegas.


"Ini nyata Han, Yura sudah tiada." ujar Fallen lagi yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Hana.


"Jika kamu kesini hanya untuk mengatakan itu maka pergilah Fall, aku ngak mau lihat wajah kamu, Yura masih hidup ko kamu bilang sudah mati, sana kamu keluar!" kesal Hana yang membuat Fallen semakin tidak tahan dan memilih keluar dari ruangan Yura.


Bastian yang melihat istrinya menangis mengerutkan kening nya bingung.


"Ada apa sayang, kenapa menangis?." tanya Bastian.


Tanpa kata Fallen langsung memeluk suaminya, membenamkan wajahnya di dada sang suami.


"Yura, hiks..Yura meninggal." kata Fallen sambil sesegukan.


Bastian yang mendengarnya langsung mengeretakan pelukan nya, dia tau pasti Istri nya sedang sedih, apalagi Yura adalah anak sahabat Fallen yang hadir di dalam kehidupan Fallen selama beberapa bulan ini.


Setelah merasa tenang Fallen dan Bastian duduk di kursi tunggu.


Fallen kembali memberikan dompet Bastian yang di minta nya tadi.


Ia merasa jika dia sudah gagal dalam membantu Yura, padahal jika saja dia cepat membawa Yura ke rumah sakit yang lebih besar mungkin saja Yura masih ada dan dia akan tetap melihat senyuman gadis kecil itu.


"Menangis lah jika menangis bisa membuat mu merasa nyaman." kata Bastian membuat Fallen kembali menangis di dada suaminya.


Tiba-tiba datanglah seorang gadis berseragam SMA yang beradu mulut dengan Bastian tadi, tanpa kata gadis itu langsung masuk ke ruangan Yura.


"Kakak!" panggil gadis itu sambil berjalan mendekati Hana yang berdiri menatap kain penutup Yura.


"Tara!" Hana kaget melihat kedatangan adik nya.


"Kakak aku ngak mau nikah, bapak mau nikahin aku ke juragan seblak kak, tolong aku kak, hikss." gadis bernama Tara itu malah menangis sambil memeluk kaki Hana.


Hana menarik nafasnya dalam lalu menatap tajam Tara.


"Berdiri atau aku tendang kamu." kata Hana tegas.


Tara melakukan nya, dia mengusap air mata buaya nya untuk mendapatkan simpati sang kakak, lalu melirik brankar yang terlihat jenazah di depan nya.


"Siapa dia kak?." tanya Tara.

__ADS_1


"Keponakan mu, dia sedang tidur dan kakak akan menunggu nya bangun." kata Hana sambil mengusap pelan bagian kepala Yura yang di tutupi kain.


Deg..


Tara menatap tak percaya pada kakak nya, apa benar dia Yura? keponakan nya yang sudah tidak dia jumpai sejak kakak nya pindah-pindah tempat tinggal.


"Kakak sadar kak." Tara menggoyangkan tubuh Hana pelan.


"Yura meninggal? dan kakak yang terkenal kuat malah gini? bengong dan menunggu Yura bangun dari kematian? kakak benar-benar keterlaluan." Isak Tara sambil menatap Yura yang di tutupi kain putih.


"Diam kamu anak cengeng, biarkan aku menunggu anak ku bangun, dan kamu seharusnya pergi sekolah bukan malah di sini." kesal Hana.


Tiba-tiba datang pengurus jenazah yang akan memandikan Yura.


dan hal itu tentunya membuat Hana marah besar karena dia masih berharap putri nya bagun kembali dan memanggil nya Mama.


"Hey lepaskan, anak ku masih hidup, jangan kalian bawa anak ku." teriak Hana.


"Maaf Bu, tapi saya di tugaskan pihak rumah sakit untuk segera memandikan jenazah anak ibu." jelas pengurus jenazah membuat Hana langsung ambruk di lantai.


"Kakak!" Tara membantu sang kakak untuk berdiri.


Tapi bukan nya berdiri Hana malah menampar Tara.


Plakkk !!


"Ini salah kalian, hiks Yura pergi karena Ibu Bapak yang serakah." teriak Hana.


"Kakak lari dari perjodohan, kakak menikah dengan kekasih kakak, apa ibu bapak melarang? tidak bukan?." lanjut Tara lagi.


Hana hanya bisa menangis mendengar ucapan Tara.


Ya memang dia lari dari perjodohan yang di siapkan Ibu bapak nya, bukan hanya itu Hana juga menikah dengan kekasih nya, yang tak lain adalah Papa nya Yura.


Hana pernah mencoba untuk pulang tapi dia di usir dan mendapatkan kata-kata kejam dari Ibu Bapak nya.


Selama ini di memendam semuanya sendiri, karena tidak ada satupun yang tau akan masa lalu nya.


"Ini semuanya salahku." Isak Hana akhirnya menyesal. "Aku yang sudah membuat anak ku masuk ke dalam rasa sakit yang aku alami, aku sendiri yang membuat anak ku meninggal." lanjut Hana semakin menggila tangis nya.


Tara memeluk sang kakak dengan sayang, dia tidak lagi mengatakan satu kata pun karena Tara tau kakak nya pasti sedang berduka.


Acara pemakaman pun di lakukan, terlihat Hana yang menangis sambil memeluk foto Yura dengan di temani Tara.


Setelah orang-orang yang ikut mengantarkan Tara pulang kini tinggallah Hana dan Tara.


"Yura sayang, ini Mama nak kamu sudah ngak ngerasain sakit lagi kan nak, maafkan Mama ya sayang kalau selama ini Mama sibuk kerja, maafin Mama yang jarang bisa nemenin Yura main sama teman-teman, Yura yang tenang ya di surga, Mama sayang sama Yura." kata Hana sambil terisak.


Air mata nya tidak berhenti sejak di rumah sakit, pun dengan Tara yang sama menangis.

__ADS_1


"Tante janji bakalan jagain Mama Yura, yang tenang ya cantik Tante sayang sama Yura." batin Tara.


Sedangkan di rumah terlihat Fallen dan Bastian yang tidak ikut ke pemakaman, bukan karena tidak mau tapi kondisi Fallen saat ini benar-benar sangat lemah.


"Apa tidak apa tidak ke rumah sakit?." tanya Bastian sangat khawatir.


Fallen menggelengkan kepalanya.


"Ngak usah lah, aku hanya kecapean aja mungkin, paling bentar lagi juga sembuh." sahut Fallen.


Bastian menghela nafas nya, dia memilih menyalakan tv dan menonton.


tapi baru saja tv nya menyala Bastian dan Fallen sudah melihat kabar berita orang yang bunuh diri.


"Gitu tu yang ngak kuat iman, bunuh diri ko gantung diri yang ekstrim dong masuk kandang buaya ke." kata Fallen sambil memasukan cemilan ke mulutnya.


"Jangan ngomong gitu, mereka pasti punya masalah besar sampai mau bunuh diri." kata Bastian.


"Tuh denger kan, dia itu bunuh diri karena burunon polisi, padahal apa susah nya sih ngaku kesalahan nya, paling-paling di tahan juga ngak lama, 10 tahun cukup lah dan nanti dia juga masih bisa menata hidup nya membuat keluarga bahagia." kata Fallen lagi.


Tiba-tiba ponsel Bastian berdering, membuat Bastian langsung mengangkat telpon nya.


lama Bastian menelpon sampai akhirnya panggilan nya terputus.


"Sayang."


"Hemm."


"Tia meninggal." kata Bastian.


Uhuk..uhukk..


"Serius?." tanya Fallen dengan wajah kaget nya.


Bastian mengangguk.


"Wanita yang bunuh diri itu adalah Tia, dia bunuh diri." jelas Bastian.


"Pantesan inisial korban tadi itu T, ternyata si cerewet, kasihan padahal kalau dia mau minta maaf aku pasti maafin ko ya meski aku Jambak dulu rambut nya, semoga dosa-dosa nya di ampuni sama sang pencipta, Amin." ucap Fallen Santai lalu kembali menonton lagi.


Bastian menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Fallen yang sangat santai, Fallen seolah melupakan jika Tia adalah wanita yang sama dengan wanita yang mencelakai nya beberapa waktu lalu.


"Aku yakin pasti ada sesuatu yang membuat Tia memilih bunuh diri, dan aku juga yakin kalau yang terlibat kedalam kejadian itu bukan hanya satu, tapi banyak." batin Bastian.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


yuk mampir ke cerita Hana, udah tamat ya dan bab nya juga dikit banget 🤗

__ADS_1



Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2