
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Mungkin seperti ini lah rasanya menikah dengan di dasari rasa sayang, meski ada sedikit pertengkaran tapi hal itu tidak membuat keduanya berlarut karena pertengkaran membuat hubungan keduanya menjadi semakin erat.
Seperti sekarang Fallen dan Bastian sedang saling beradu mulut hanya karena masalah kecil.
"Taruh handuk nya di belakang pintu, kan basah kasur nya." kesal Fallen karena kasur bagian nya basah karena handuk bekas Bastian.
Padahal baru satu hari keduanya menikah, dan Bastian terus mengulang sesuatu yang tidak di sukai nya.
Fallen sudah mengatakan semua kebiasaan nya, tapi Bastian terus melakukan hal konyol yang membuat Fallen kesal.
Apalagi mood kehamilan nya memang tidak bisa di prediksikan, Fallen mudah kesal dan sudah terhitung selama 24 jam setelah pernikahan nya Fallen dan Bastian tidak berhenti beradu mulut.
Dan dengan konyol nya Bastian berkata..
"Mana aku tau, aku kan anak baru di rumah mini ini." kata Bastian sambil memberikan sisir kecil pada Fallen.
Fallen menatap geram sisir kecil yang di berikan Bastian, lalu melirik Bastian yang langsung di jawab dengan senyuman menyebalkan oleh Bastian.
"Tolong sisir kan rambut aku ya sayang ku." kata Bastian. "Ngak baik loh nolak permintaan suami, apalagi bantuin nyisirin suami sudah pasti pahala nya gede loh sayang." lanjut Bastian dengan senyuman nya.
Fallen menghela nafasnya panjang.
"Turun kan sedikit kepala mu." kata Fallen.
"Kenapa?." tanya Bastian pura-pura tidak paham.
Bukk..
Fallen memukul pelan lengan Bastian.
"Jangan pura-pura, kamu jelas tau kalau aku pendek." kesal Fallen.
Yang mana hal itu membuat Bastian terkekeh pelan.
"Bukan aku yang mengatakan nya, tapi kamu sendiri yang mengakui nya." kata Bastian lagi.
"Terserah!" Fallen berniat pergi tapi tangan nya di tahan oleh Bastian.
"Apa lagi! huh." tanya Fallen sinis.
Bastian mengusap pipi Bastian lalu tersenyum.
"Jangan marah-marah nanti cepat tua." ucap Bastian.
Fallen menghela nafas nya lalu menarik kepala Bastian agar mau menunduk.
dan setelah Bastian menunduk Fallen langsung mulai menyisiri rambut Bastian dengan pelan.
__ADS_1
membuat Bastian yang sedang di sisir rambutnya itu tersenyum senang.
"Makasih istri ku sayang" kata nya sambil mencolek hidung minimalis Fallen.
Membuat Fallen mengembungkan pipinya kesal, dan tentunya saja melihat wajah Fallen yang seperti menahan kesal itu memiliki kesenangan tersendiri di hati Bastian.
Dia suka saat Fallen bersikap galak pada nya, mengingatkan nya akan sosok Mom Dena yng selalu galak padanya bahkan tak segan untuk memukul nya, tapi Bastian tau semua itu bukan galak kekerasan melainkan galak tanda sayang.
"Udah." ucap Fallen sambil menatap hasil karya nya.
Tidak dia pungkiri jika Bastian memang sangatlah tampan dan juga berkharisma, pesona yang melekat pada pria 35 tahun itu benar-benat tidak bisa di spele kan, membuat Fallen hampir jatuh ke dalam pesona seorang Bastian.
Sadar akan tatapan Fallen membuat Bastian tersenyum menyeringai dan langsung memeluk pinggang Fallen.
"Lepasin ihk." kata Fallen kaget.
"Ngak mau, kita kan belum malam pertama sayang." sahut Bastian membuat Fallen seketika salah tingkah.
Jangan lupakan pipi merah bak kepiting rebus yang di tampilkan pipi Fallen.
wanita hamil itu terlihat seperti wanita yang malu-malu kucing saat suaminya mengatakan masalah malam pertama.
Sesuatu yang memang tidak Fallen bayangkan sebelumnya, bukan tidak di bayangkan tapi Fallen merasa tidak ada malam pertama untuk nya karena malam pertama nya adalah malam dimana Bastian mengambil kesucian nya dulu.
"Fall, aku mau." ucap Bastian sambil mengusap bibir pink alami Fallen.
Deg..
Jantung Fallen berdegup dengan kencang, apalagi saat tangan Bastian mulai nakal dan meraba ke bagian titik-titik terlarang nya, memberikan sensasi yang sangat aneh dan tentu hal itu adalah hal baru yang di rasakan nya.
Bastian mengecup bibir Fallen dan pelan tapi pasti kecupan itu berubah menjadi sebuah ciuman yang panas.
Hemphh..
Fallen membulatkan matanya saat Bastian dengan rakus mencium nya, seolah bibir nya adalah es cream.
Dan tentu saja ciuman Bastian tidak bisa di tandingi oleh Fallen yang masih junior.
Fallen memberontak dengan tangan nya yang terus memukul pelan dada Bastian, dan saat Bastian melihat Fallen yang mulai kehabisan nafas ia pun langsung melepaskan ciuman nya.
"Aku__" ucap Fallen terhenti karena Bastian menyela ucapan nya.
"Nikmati saja, nanti juga enak." kata Bastian sambil mengusap bibir Fallen yang basah.
"Tap___" ucap Fallen kembali terhenti karena mendapatkan serangan ciuman dari Bastian.
Hemphh..
Bastian menatap wajah Fallen di sela aksi berciuman nya, sampai akhirnya Bastian tersenyum karena Fallen yang benar-benar diam dan tidak memberontak lagi.
Bastian memangku Fallen lalu berjalan mendekati tempat tidur, dan setelah itu ia langsung merebahkan tubuh Fallen di tempat tidur dengan lembut.
__ADS_1
Fallen menatap Bastian yang kini mengkungkung-kung nya, tanpa sadar Fallen Fallen mencubit lengan Bastian karena perut Bastian menubruk perut buncit nya.
Awww !!
"Kenapa mencubit ku, sakit tau." ucap Bastian terpaksa melepaskan ciumannya.
"Kenapa? kamu yang kenapa menindih anak-anak ku, gimana kalau mereka ketekan? gimana kalau anak-anak kita kesakitan." kata Fallen balik menatap Bastian dengan horor.
Bastian menggelengkan kepalanya, lalu merangkup kedua pipi Fallen.
"Jangan berlebihan, Mereka akan aman sayang bahkan mereka mungkin akan senang karena akhirnya Pipi nya bisa menjenguk nya." ucap Bastian sambil tersenyum.
Fallen menarik nafasnya panjang lalu menatap Bastian.
"Baiklah tapi aku hanya melakukan ini untuk kewajiban ku, bukan karena aku ingin." ucap Fallen mengingatkan.
"Tidak masalah, aku akan melakukan nya dengan penuh cinta dan juga sayang." kata Bastian lalu mulai membuka baju nya.
Melihat Bastian yang sudah membuka baju membuat Fallen mengusap pelan perut nya, "Anak-anak kalau kalian terpentok bilang ya, jangan rasakan sakit sendiri." gumam Fallen yang tentu saja terdengar oleh telinga Bastian.
"Sayang anak-anak tidak akan terpentok." kata Bastian.
"Ya aku tau, dan aku hanya berjaga-jaga." sahut Fallen lalu membuka satu persatu kancing baju nya.
Tapi baru beberapa kancing terbuka tiba-tiba ponsel Fallen berbunyi membuat Fallen langsung beranjak dari tempat tidur sambil mengancingkan kembali kancing baju nya.
Dan ternyata ponselnya berdering karena menerima panggilan dari Hana.
"Hallo!" ucap Fallen.
Fallen terdiam lama karena tidak mendengarkan suara Hana, dan tentu saja hal itu membuat nya khawatir.
"Han, kamu kenapa?." tanya Fallen lagi.
Dan masih hening tak ada jawaban sampai akhirnya terdengar suara tangisan Hana.
"Fall, hiks.. Fall, Yura hiks.. Yura." suara Hana di barengi isakkan nya.
"Kamu kenapa Han, ada apa dengan Yura, kamu di mana?" tanya Fallen khawatir, dan melihat Fallen yang raut wajah nya berbeda membuat Bastian yang sudah bertelanjang dada itu mengerutkan kening nya dan berjalan mendekati Fallen.
"Ada apa sayang?." tanya Bastian namun tidak di jawab oleh Fallen dan Bastian malah melihat Fallen yang menangis.
"Fall." Bastian menggoyangkan lengan Fallen sampai akhirnya Fallen menatap Bastian dengan air mata yang mengalir.
"Antar aku ke rumah sakit sekarang!"
__________
๐น๐น๐น๐น๐น
Aku dari pagi sibuk banget buat syukuran di rumah kerabat, jadi Up nya telat๐คง
__ADS_1
Jangan Lupa like coment and Vote ya kak๐น