Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Hadiah kecil.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama yaitu 4 jam Arr dan Willy memilih pulang, di perjalanan pulang seperti biasnya Willy memainkan mobilnya, sedangkan Arr yang membawa mobil nampak fokus pada jalanan.


"Mommy, lampu merah berhenti." kata Willy saat melihat lampu besar yang memiliki tiga warna di pinggir jalan.


"Iya sayang, anak Mommy pinter banget." puji Arr sambil mengusap pipi sang putra.


Tiba-tiba Arr melihat beberapa anak jalanan yang mengamen, Arr langsung mengambil uang di dompet nya, dan memberikan beberapa lembar pada anak-anak yang sedang bernyanyi di luar mobilnya itu.


"Hati-hati ya dek pas nyebrang nya, jagain juga adik nya." kata Arr selalu takut saat melihat anak-anak yang selalu memenuhi jalanan kota.


Dulu saat Arr masih kecil dia di tinggalkan ibu dan bapaknya yang meninggal, yang dia miliki hanyalah Jenn seorang.


Banyak sekali cobaan yang datang saat ibu dan bapaknya meninggal, di mulai dari di usir pemilik rumah karena tidak bisa membayar uang sewa, tidak punya uang untuk meneruskan sekolah, dan biaya hidup lain nya.


Tapi semua pengalaman pahit itu di ganti dengan kehidupan yang berkecukupan, tidak ada lagi yang namanya makan nasi bekas kemarin ataupun ditagih hutang oleh tetangga yang memiliki warung, Tuhan sudah mengangkat derajat nya dari si Upik abu menjadi Arr yang sekarang.


"Mommy lampu hijau." kata Willy.


Arr kaget, apalagi saat mendengar suara bising klakson mobil yang membuat dia semakin kaget dan mulai melajukan mobilnya kembali.


"Mommy tidak apa?" tanya Willy.


Meski masih kecil Willy bisa melihat jika wajah Mommy nya itu terlihat seperti sedih.


Arr melirik putra nya, lalu tersenyum.


"Mommy tidak apa sayang, lanjut main saja sebentar lagi sampai." kata Arr mengalihkan topik pembicaraan, dia tidak mau putra nya menjadi anak yang terlalu pandai bicara.


Dia ingin putra nya pandai, tapi tentunya harus ada batasan untuk putra nya karena anak kecil hanya harus pandai dengan sekitar nya saja, seperti alam dan hal-hal berbau pelajaran untuk etika dan bagaimana cara bersikap, tapi tidak untuk mengetahui semua masalah orang dewasa.


Setelah menghabiskan waktu 30 menit di perjalanan nya karena sedikit mecet akhirnya mobil yang di kendarai Arr sampai di halaman rumah nya.


Dan saat keluar dari mobil Arr di kagetkan dengan Willy yang tertidur, padahal baru bebarapa menit yang lalu Willy masih mengatakan jika dia akan memberi tahu Daddy nya jika dia sudah belanja banyak, ya tentunya untuk membuat Daddy nya cemburu pada nya.


"Ih anak manis Mommy." Arr mengecup singkat pipi sang putra, lalu memangku tubuh sang putra dan berjalan masuk ke dalam rumah.


"BI, tolong ambilin semua belanjaan ya, taruh di kamar atas." pinta Arr, tak lupa menggunakan embel-embel kata tolong agar lebih sopan.


"Baik nyonya." sahut bibi pembantu, dan melakukan perintah nyonya besar nya..


Sedangkan Arr nampak berjalan menaiki satu persatu anak tangga dengan Willy yang ada di pangkuan nya, meski lelah tapi Arr tidak mau lepas tanggung jawab, dia tidak ingin Willy kekurangan kasih sayang nya sedikitpun.


"Bobo yang nyenyak ya sayang." ucap Arr sambil tersenyum.

__ADS_1


Tak lupa dia mengecup singkat kening putra nya lagi, sampai akhirnya Arr memutuskan untuk keluar dari kamar Willy.


Sebenarnya Willy sudah lama memiliki kamar sendiri, hanya saja baru beberapa hari ini Willy ingin menjadi anak yang pemberani dengan mau tidur sendiri.


Tapi tentu hal itu bukan karena tanpa sebab, Willy meminta di kasih adik secepatnya, dan Arr hanya bisa mengiyakan, toh dia memang sedang program kehamilan.


Saat sedang berjalan ke kamar nya tiba-tiba ponselnya berdering, membuat Arr kembali menghentikan niatnya membuka pintu.


"Hallo dek?"


"Kak, aku akan menikah!"


"Apa? kapan?" Arr kaget.


"Awal bulan ini." balas Jenn.


"Kenapa mendadak?" tanya Arr masih kaget, dan sedikit kecewa karena Jenn memberitahu kabar pernikahan nya itu lewat telpon.


"Kakak jangan kecewa, sebelum nya aku minta maaf karena nggak bisa ke rumah kakak, aku sedang ngurusin kerjaan sebelum aku keluar, kakak tau kan gimana ribet nya tuan Bastian? belum lagi aku harus ngurus gaun nya." Jenn berkata dengan panjang kali lebar.


Arr hanya manggut-manggut saja, tapi tetap saja tidak mengurangi rasa kecewanya karena mendapatkan kabar lewat telpon.


"Kakak jangan marah, lusa aku ke rumah kakak, jangan berpikiran negatif ya kak, aku nikah dadakan dan baru bisa nyamapai kan kabar bahagia ini karena aku senang, tapi meski begitu aku juga nggak mau ngerepotin kakak, kakak di sana sehat-sehat jagain Willy nya dan satu lagi aku mau cepat-cepat punya keponakan baru dari kakak, ya kak." kata Jenn lagi kali ini suaranya terdengar menggoda.


Membuat Arr tersenyum kecil.


Dia sudah mengatakan niatnya beberapa hari lalu, dan Lian juga menyetujui nya, toh itu demi kebaikan Jenn agar memiliki batasan saat bersama Juan begitu pikir Lian dan Arr.


"Nggak ahk, tanggung kak sebentar lagi aku juga akan nikah, lagian aku sudah besar dan nggak mau ngerepotin kakak." balas Jenn lagi.


"Ya sudah kakak nggak bisa maksa, apapun keinginan kamu sekarang kakak berharap semuanya lancar, dan kamu sehat-sehat ya dek." kata Arr.


Sampai akhirnya panggilan nya di tutup dengan ucapan Jenn yang meminta keponakan lagi pada sang kakak tersayang nya.


Arr membuka pintu kamarnya, dan dia kaget saat melihat Lian yang berdiri membelakangi nya, karena Arr penasaran Arr berjalan ke depan dan saat melihat ke belakang Arr kaget melihat Lian yang memegang bunga.


"Apa ini kejutan?" tanya Arr kaget.


"Bukan, tapi apa kamu suka?" tanya Lian.


Arr menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku tidak menyukai bunga." balas Arr malah duduk di tempat tidur.


Lian kaget mendengar ucapan Arr yang secara tidak langsung telah menolak kejutan kecil yang dia persiapan dari tadi itu.


kesal? tentu saja apalagi saat Arr yang acuh seolah mengabaikan nya.

__ADS_1


Dan Arr yang melihat Lian berdiri di tempat yang sama mengerutkan keningnya aneh.


"Apa dia menjadi patung setelah aku menolak bunga warna warni itu?" gumam Arr.


Karena merasa raut wajah Lian seperti kecewa Arr memilih bangkit dari ranjang, dia mengambil paper bag yang cukup besar dan setalah itu mendekati suami nya.


"Ini untuk mu, maaf aku tidak tau fashion mu, tapi aku harap kamu suka karena itu adalah barang laki-laki pertama yang aku beli." kata Arr sambil memberikan paper bag itu.


Lian tidak melihat paper bag nya itu, tanpa aba-aba dia langsung mencium bibir Arr, tentunya Arr yang sudah pandai berciuman itu ikut membalas ciuman nya.


Hemphh..


"Jangan kaku lagi." kata Lian.


"Maaf, aku akan mencoba untuk tidak membuat mu seperti orang asing.." kata Arr.


Lian menaruh paper bag itu, membuat Arr berpikir jika Lian tidak menyukai hadiah nya..


"Aku menyukai hadiah mu, jangan berpikir aku tidak suka." kata Lian, membuat Arr tersenyum senang mendengar nya.


"Baiklah, aku akan mandi tubuh ku sangat lengket." Arr berjalan menjauh.


Tapi baru beberapa langkah tiba-tiba Lian menarik tangan Arr, membuat Arr kaget bukan main karena bukan hanya menarik tangan nya Lian juga langsung memangku tubuh nya.


"Kita akan mandi bersama." kata Lian.


"Tapi kau sudah harum." balas Arr.


"Tidak, aku bau.. dan kita akan mandi bersama." kata Lian lagi.


Arr tersenyum kecil, dia berinisiatif untuk melingkarkan tangannya di leher suaminya.


"Aku lelah, bolehkah aku meminta suamiku memandikan ku?" tanya Arr asal.


"Tentu saja, kau akan mendapatkan nya." kata Lian membuat Arr bungkam, karena Lian benar-benar melakukan nya, yaitu memandikan nya.



Arrlianna persi rambut panjang sama rambut pendek nya😅



Nah ini bang Lian, cocok nggak?


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2