
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di dapur nampak Fallen yang sedang berkutat dengan alat masak nya, dia sudah lama jarang memasak mungkin masih bisa terbilang dengan jari nya berapa kali Fallen berkunjung ke dapur.
Tapi sekarang setelah memiliki pengasuh dan anak-anak nya sudah mulai makan Fallen selalu menyempatkan diri untuk memasak, tentunya dia yang akan selalu menyiapkan makanan baik untuk keluarga nya, ataupun untuk si kembar.
"Semoga aja kembar suka." gumam nya.
Hari ini adalah hari ke seminggu di mana ketiga anaknya mulai makan, dan Fallen sangat senang sekali karena kembar selalu mau menghabiskan makanan buatan nya itu.
"Pagi sayang.." sapa Bastian yang sudah rapih dengan stelan kerja nya.
Fallen melirik ke arah sumber suara, lalu tersenyum.
"Tumben pagi ini ngak teriak-teriak cari perhatian." kata Fallen meledek.
"Hari ini kan seminggu kembar makan, aku ngak mau ganggu kamu bikin makanan enak buat kembar jadi aku mandiri." kata Bastian pengertian.
Katakan dia memang manja pada istrinya, tapi dia juga tau waktu untuk bermanja-manja pada Istri nya, seperti sekarang ini Bastian yang mencoba untuk menjadi mandiri di saat pagi hari karena dia tau setiap pagi nya sang istri pasti akan menyiapkan sarapan untuk nya, dan untuk tiga malaikat kecil nya.
"Emm, duduk lah aku sudah buatkan roti bakar spesial untuk kamu." kata Fallen.
Bastian menarik kursi nya lalu mendudukkan bokong nya di kursi yang di tarik nya.
"Hari ini kembar makan apa?." tanya Bastian.
Sebelum nya Fallen sudah mencoba menyuapi kembar dengan biskuit dan susu yang di haluskan tapi makanan itu tidak di makan oleh kembar, dan menolak makan nya dengan di melempehkan makanan nya kembali.
"Wortel, nasi, dan ayam." sahut Fallen sambil mengolesi selay kacang di roti bakar untuk suaminya.
"Wah, seperti nya aku harus tambah giat bekerja, anak-anak menyukai makanan yang sehat itu membuat aku semakin ingin bisa memberikan yang terbaik untuk mereka." kata Bastian sambil menerima roti yang di berikan sang Istri.
"Makasih sayang." kata Bastian sambil tersenyum, di balas dengan senyuman lagi oleh Fallen.
"Sama-sama, tapi tidak perlu sampai kelelahan karena kesehatan mu juga yang terpenting." kata Fallen. "Aku dan anak-anak memang membutuhkan uang mu, tapi kami lebih menyayangi dirimu, Pipi Twins." lanjut Fallen yang membuat Bastian bahagia karena merasa dirinya di inginkan.
__ADS_1
Fallen kembali membuatkan makanan MPASI untuk kembar, dan semua itu dilihat oleh Bastian yang sedang sarapan.
dia benar-benar beruntung bisa menikahi wanita sehebat Fallen.
Di usianya yang masih 22 tahun itu Fallen sudah menjadi istri sekaligus ibu untuk tiga anak nya, kehadiran Fallen bukan hanya membuat nya berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi, tapi adanya Fallen dan anak-anak nya juga memberikan sejuta kebahagian untuk nya.
"Pagi mantu Mom yang cantik." sapa Mom Dena, dia menarik kursi dan langsung duduk di kursi yang lebih dekat dengan Fallen.
"Pagi juga Mom." balas Fallen yang langsung menyudahi apa yang sedang dia lakukan, lalu mengambil roti panggang dan memberikan selay kesukaan mertuanya.
"Sarapan nya Mom." ucap Fallen memberikan roti yang sudah dia berikan selay pada Mom Dena.
Mom Dena melirik Fallen yang sedari tadi dia amati terus melakukan aktivitas memasak di dapur.
"Makasih cantik, tapi kamu bukan pelayan di sini, kamu menantu Mom jadi Mom harap kamu duduk di sini temani Mom karena di sini Mom makan sendirian." kata Mom Dena.
Fallen akhirnya ikut duduk sambil mengambil roti milik nya, tentunya memberikan selay kesukaan nya juga.
Bastian menggelengkan kepalanya, entah apa lagi drama aneh Mom nya, sedari tadi Mom Dena terus menghindari kontak mata bersama nya, dan itu membuat Bastian jengah.
"Sayang menurut mu apa alasan nenek-nenek merajuk?." tanya Bastian.
Hah?
Fallen melirik suami suaminya dengan wajah yang tidak mengerti.
"Maksud nya?." tanya Fallen bingung.
Bastian menarik nafasnya panjang lalu melirik Mom nya.
"Aku menonton flm di mana ada nenek tua yang sedang merajuk, dan aku bertanya apa yang harus aku lakukan untuk membuat nenek tua itu berhenti merajuk." ulang Bastian sambil memasukan sepotong roti nya ke mulutnya.
Fallen melirik Mom Dena, sekarang dia paham apa yang di maksud suaminya, dan ya nenek tua itu tidak salah lagi pasti Mom Dena.
"Minta maaf, mengaku bersalah bukan berarti kalah, tapi kita harus lebih menghormati orang yang lebih tua, apalagi itu ibu mu." kata Fallen, menyudahi acara makan nya, lalu menuangkan susu ke gelas suaminya dan gelas mertuanya.
"Twins bangun, aku akan melihat mereka dulu." lanjut Fallen lalu pergi dari tempat yang membuat nya kebingungan itu.
__ADS_1
Membela Mom Dena berarti membuat Bastian kesal, dan begitupun sebaliknya, dan demi keamanan nya Fallen memilih untuk ke kamar anak-anak nya saja, dia malas ikut dalam perseteruan ibu dan anak itu.
Dan sekarang tinggallah Mom Dena dan Bastian yang sedang saling melirik di meja makan.
"Apa yang Mom inginkan?." akhirnya Bastian mengalah.
Dia tau jika ibunya merajuk pasti ada alasan nya, dan Bastian sudah terbiasa dengan itu hanya saja sifat Mom nya yang selalu tiba-tiba merujuk tidak jelas itu selalu membuat nya kesal dengan pemikiran ibu nya yang susah di pahami.
"Jangan beku kan kartu ATM Mom." kata Mom Dena.
"Tapi Mom sudah membeli__" Bastian tidak melanjutkan ucapan nya karena Mom Dena kembali bersuara.
"Jangan bahas itu, Mom tidak akan membeli pemuda-pemuda matre itu lagi, Mom sudah insyaf." kata Mom Dena lagi.
Ya alasan Bastian membekukan kartu sang ibu adalah karena Mom Dena berulah, dengan membeli dua pemuda sekaligus hanya untuk menemani nya karoke di salah satu club'.
Dan ya Mom Dena tertipu karena pria itu mengambil banyak uang nya, sebenarnya uang nya tidak di permasalahkan oleh Bastian hanya saja dia malu dengan kelakuan ibunya yang masih seperti anak muda itu.
"Aku tau Mom kesepian, tapi berhenti bermain-main dan carilah yang pasti, aku memiliki beberapa teman pengusaha Mom bisa memilih salah satu di antara mereka yang masuk ke tipe Mom." kata Bastian.
Yang membuat Mom Dena yang mendengar nya menggelengkan kepalanya.
"Tidak mau, teman-teman mu pasti berkepala botak, dan memiliki kepala pitak di tengah-tengah, itu semuanya tidak masuk ke dalam tipe Mom." sahut Mom Dena menolak.
"Lalu apa yang Mom sukai?."
Mom Dena terdiam lalu sedetik kemudian..
"Hihi, sebenarnya dari pada berondong-berondong matre itu Mom lebih menyukai, hihi..Lian." ucap Mom Dena yang hampir saja membuat Bastian serangan jantung.
"Ini sih bukan Nenek kesepian, tapi nenek-nenek ngak tau diri." gumam Bastian.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1