Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Aku akan memikirkan nya #2


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di sopa nampak Arr dan Lian yang sedang duduk namun saling mendiamkan.


tatapan keduanya sama-sama tertuju pada Willy yang sedang bermain mobil-mobilan di depan nya.


Seharian Arr menghabiskan waktu nya untuk menemani Willy, dari mulai Willy yang bangun tidur, mandi, makan dan juga bermain.


Arr tetap setia menemani Willy.


Meninggalkan pekerjaan nya, dan juga tidak memberikan kabar pada adiknya, Arr benar-benar tidak memiliki waktu luang untuk memegang ponsel nya, apalagi setiap saat Willy akan memanggilnya dengan senyuman nya, dan semua itu membuat Arr menjadi melupakan kesibukan di kehidupannya.


"Mommy." panggil Willy sambil tersenyum.


Dan begitulah Willy yang terus menyapa nya di saat bermain.


"Kau membuat putra ku nyaman." ucap Lian membuka suara.


Arr melirik Lian, dan begitupun sebaliknya.


"Dan putra mu juga membuatku nyaman." sahut Arr jujur.


Keduanya kembali terdiam, sampai akhirnya..


"Arr.."


"Ya."


Lian menarik nafasnya panjang, dan menghembuskan nafasnya perlahan.


"Putra ku menyukai mu, dia nampak nyaman saat di dekat mu, dan mungkin Willy akan kecewa jika kau pergi karena dia sudah menganggap mu seperti ibu nya." ucap Lian menjeda ucapan nya.


Arr hanya diam memberikan waktu untuk Lian kembali mengeluarkan suaranya.


"Jika kau mau__" Lian kembali menjeda ucapan nya.


Sampai akhirnya..


"Mommy, haus." suara Willy membuat perhatian Arr teralihkan dan langsung berjalan mendekati Willy dengan membawa botol minum Willy.


"Makasih Mommy." ucap Willy kembali bermain.


Arr tersenyum, belum pernah dia merasakan hari yang bermakna seperti ini, Arr benar-benar menyukai Willy, anak manis yang memanggil nya dengan sebutan Mommy.


Panggilan yang bahkan dalam mimpi pun Arr tidak bisa membayangkan nya.


tapi sekarang di kehidupan nyata dia mendapatkan panggilan itu, panggilan yang membuat hatinya teduh dan merasa hangat.

__ADS_1


"Son sebentar lagi kau harus tidur siang." ucap Lian.


"Bersama Mommy?" tanya Willy.


Arr yang mendengar itu terdiam sebentar, sebenarnya dia harus pulang karena takut adiknya semakin khawatir, tapi saat melihat tatapan penuh harap yang Willy perlihatkan kembali membuat Arr tidak bisa menolak.


"Tentu, Mommy akan menemani mu tidur." balas Arr sambil tersenyum.


"Yeye bobo sama Mommy." suara penuh semangat itu di perlihatkan Willy, membuat Arr terkekeh kecil melihat nya.


"Sekali lagi kau memberikan banyak harapan pada nya Arr." ucap Lian sambil menarik tangan Arr untuk mengajak nya kembali duduk di sopa lagi.


Dan mau tak mau Arr duduk bersebelahan dengan Lian lagi, tentunya dengan rasa yang serba salah.


"Bukan harapan, tapi putra mu yang menginginkan nya." balas Arr.


"Dan dia akan kecewa saat terbangun dalam mimpi nya, kau tau dia belum pernah merasakan hari yang panjang bersama wanita yang dia panggil Mommy." lanjut Lian lagi.


Yang mana hal itu membuat Arr tertegun, dia terdiam dengan tatapan mata yang tertuju pada Willy, dan Arr kembali melihat wajah penuh semangat Willy.


"Bukan hanya dia, tapi aku juga." kata Arr sambil menatap Willy.


Tanpa sadar Arr memang sudah jatuh hati pada sosok anak kecil yang membuat nya terjebak di rumah ini.


"Aku tidak mau melihat Willy kecewa, dia masih terlalu kecil untuk merasakan kembali rasanya di tinggalkan." jelas Lian menatap putra nya dengan wajah sedih.


Arr melirik Lian, lalu menghela nafasnya panjang.


"Apa kau memerlukan bantuan?." tanya Lian, dan Arr mengangguk.


"Aku ingin adik ku cepat menikah, dan Juan adalah pria baik yang bisa menjaga kehormatan seorang wanita, adik ku yang memilih nya." Arr menjeda ucapan nya.


"Usia ku sudah 33 tahun, banyak yang aku lewati sampai akhirnya aku ada di usia ini, hinaan perawan tua dan yang lain nya, aku bisa menahan rasa marah ku saat di ejek, tapi aku tidak bisa menahan kemarahan ku jika ada orang yang mengejek adik ku, Jenn adalah satu-satunya keluarga ku, aku tidak mau dia terluka karena aku yang masih melajang." lanjut Arr dengan hembusan nafasnya yang kasar.


Melupakan rasa malu bercerita, gengsi nya sudah hilang, Arr sudah tidak mau melihat adiknya menjauhi pria yang menyukai nya, Arr tau Jenn sudah jatuh hati pada Juan sejak lama, dan selama ini yang dilakukan Jenn hanyalah berpura-pura menolak agar Arr tidak merasa sedih.


Arr tau semua itu, dia menatap cinta di wajah Jenn, meski Jenn tidak mengatakan jika dia menyukai Juan tapi Arr tau jika Jenn sudah jatuh di dalam pesona berondong itu.


"Aku membutuhkan seorang ibu untuk anak ku." ucap Lian memegang tangan Arr.


"Dan aku membutuhkan seorang suami agar adik ku bisa segera menikah." Arr menatap Lian.


Keduanya terdiam sebentar, tanpa sadar keduanya saling membutuhkan satu sama lain.


sampai akhirnya..


"Kita akan menikah kontrak." ucap Arr.


"Tidak, aku akan menikahi mu.. jalani pernikahan dan setelah itu biarkan semuanya berjalan dengan sendirinya." balas Lian.

__ADS_1


"Tapi aku.." ucap Arr terhenti karena Lian memegang kedua tangan nya.


"Aku tidak main-main Arr, aku ingin memberikan seorang ibu untuk Willy, dan tidak ada perceraian, aku janji." kata Lian lagi.


Arr melepaskan tangan nya, jika dia menolak mungkin dia akan kehilangan kebahagiaan adiknya, juga kehilangan peran menjadi seorang ibu yang sekarang sedang membuatnya nyaman.


"Aku mau." balas Arr, lalu melirik Willy.


"Meski aku tidak tau akhirnya bagaimana tapi demi Jenn dan demi Willy, aku akan melakukan nya." batin Arr.


"Aku akan mencoba untuk bisa memahaminya Ran, mungkin dulu aku telat memahami mu..tapi sekarang demi Willy putra kita aku akan mencoba membuka hati untuk wanita yang sekarang ada bersama ku." batin Lian.


Mungkin beginilah cara Tuhan memberikan pasangan untuk keduanya, meski tanpa cinta dan rasa suka tapi baik Arr ataupun Lian keduanya sudah sepakat untuk tidak ada perceraian di antara keduanya.


Setelah obrolan itu Arr membawa Willy ke kamar, Willy terbiasa tidur siang dan Arr akan mencoba menjadi seorang aktif yang bisa memahami apa saja yang di lakukan Willy, termasuk kebiasaan, apa yang tidak disukai dan apa yang disukai Willy.


"Mommy, sebentar lagi Will akan sekolah, Mommy anterin ya." ucap Willy.


"Iya, nanti Mommy antar." kata Arr sambil mengusap kepala Willy dengan lembut.


Beberapa menit berlalu, akhirnya Willy tertidur dan Arr yang tidur menyamping itu perlahan ingin membenarkan posisi nya, tapi saat Arr akan turun dari ranjang tiba-tiba Willy terisak.


"Mommy." Isak Willy memanggil Mommy nya.


Arr mengusap kepala Willy lagi dengan penuh sayang, sampai akhirnya tangan Willy kembali menyentuh bagian dada nya yang membuat Arr melotot.


"Lepaskan saja jika kau tidak nyaman." suara Lian terdengar.


Membuat Arr kaget, tapi alih-alih melepaskan Arr malah kembali melakukan hal konyol yang dia lakukan semalam, yaitu mengeluarkan **** nya untuk di **** Willy.


"Tidak apa, dia nyaman saat mengigit nya." kata Arr ikut memejamkan matanya.


Glekk..


Lian menelan ludahnya melihat nya lagi, bahkan Arr nampak tidak malu saat Lian yang ada di depan nya itu.


Alih-alih pergi ke kamar mandi Lian malah merebahkan tubuhnya di samping Arr, yang membuat Arr kaget.


"Kenap__" ucap Arr terhenti karena Lian tiba-tiba memeluk pinggang nya.


"Biarkan seperti ini, biarkan aku nyaman dengan mu, kita akan menikah besok." kata Lian lalu memejamkan matanya.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Tadinya mau aku tamatin karena ceritanya mungkin akan monoton ke peran utama, dan kalau di lewat langsung anak-anak Bastian dan Fallen besar alur nya nanti banyak tanda tanya nya, Karena aku yakin banyak yang kepo tentang jodoh dan perjalanan cinta pemeran lain nya.


Tapi serius nanya alur nya aman nggak sih?

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2