Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Suami yang bisa di andalkan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Bas?" panggil Fallen pelan saat membuka matanya dia tidak melihat keberadaan suaminya.


"Aku di sini!" teriak Bastian di kamar twins S.


Dan seketika juga hal itu membuat Fallen panik bukan main, apalagi setelah melihat jam yang sudah menunjukan pukul 7 pagi.


Fallen berjalan ke kamar twins dengan perasaan campur aduk, malu dan juga merasa bersalah karena melupakan tugasnya di pagi hari.


"Aku kesiangan, kenapa kamu tidak membangunkan aku sih." Fallen datang dengan wajah cemberut.


Yang mana hal itu membuat Bastian gemas dan malah langsung meraup bibir ranum yang menggoda milik sang istri, ciuman yang tidak panas tapi berhasil membuat keduanya memejamkan mata untuk sekejap nya.


Sampai akhirnya..


Aww !!


Fallen mencubit pinggang suaminya.


"Jangan cari kesempatan, ini sudah siang." kata Fallen peringatan.


"Dan kamu telat bangun dua jam." kata Bastian sambil tersenyum.


Membuat Fallen sebal, dia bangun kesiangan seperti ini gara-gara siapa?, dan siapa tadi malam yang membuat nya mengalami malam panas selama berjam-jam? kalau bukan suaminya yang tengil itu.


"Kamu yang buat aku kesiangan." kata Fallen pura-pura merajuk.


Sekali lagi Bastian gemas dan langsung mencium bibir Fallen lagi, hingga ciuman itu jatuh ke leher sang istri yang penuh dengan tanda kepemilikan nya semalam.


"Iya, aku buat kamu keenakan." sahut Bastian menyebalkan.


"Bas!" rengek Fallen.


Dan dengan santai nya Bastian mengatakan..


"Tidak sia-sia aku memakaikan mu kaos kebesaran warna putih, dada mu, um..bagian bawah mu, tidak pakai apa-apa ternyata lebih menarik." kata Bastian santai yang seketika membuat Fallen melotot.


Fallen memegang bagian dada nya, dan benar saja ternyata suaminya hanya memakaikan nya kaos yang kebesaran dan juga tipis, dan tentu hal itu membuat lekukan di tubuh nya terekspos dengan jelas.


Belum juga Fallen akan meluapkan kekesalannya Bastian sudah kembali mengeluarkan suaranya.


"Cepatlah mandi, persediaan Asi untuk twins tinggal sedikit." kata Bastian sambil mengusap bibir basah sang istri.


Hufhh..


Fallen melirik ketiga bayi nya yang sudah mandi dan nampak lebih menggemaskan dengan pakaian couple nya.


rasanya senang saat melihat ketiga bayi nya bisa tidur nyenyak seperti itu.


Lalu tatapan mata Fallen beradu pada pria yang selalu membuat jantung nya berdegup dengan kencang itu, Bastian selalu memiliki cara untuk membuat nya menjadi wanita yang paling beruntung untuk saat ini, dan berharap akan selamanya begitu.


Fallen tidak tau kapan suaminya bagun dari mimpi indahnya, tapi melihat Twins yang sudah cantik dan tampan membuat Fallen bangga pada suaminya yang bisa di andalkan dalam keadaan darurat.


"Apa kau sedang mengagumi ketampanan ku sayang?." tanya Bastian dengan percaya dirinya.


Fallen menggelengkan kepalanya.


"Tidak." sahutnya singkat.


"Lalu tatapan mu yang penuh cinta itu?." Bastian menaikan sebelah alisnya ke atas.


"Atau jangan-jangan kamu kagum pada ku karena aku seorang Pipi twins yang sangat berkharisma dan bisa di andalkan?." lanjut Bastian semakin naik tingkat percaya diri nya.


Fallen menjawab dengan mengedikan bahu nya ke atas, dia masih ingin melihat betapa narsis nya suaminya dalam hal memuji diri sendiri.

__ADS_1


"Oh ayolah sayang mengaku saja, tenang saja pria tampan yang bisa di andalkan ini adalah suami mu, milik mu dan akan selamanya begitu." kata Bastian lagi yang membuat Fallen menggelengkan kepalanya, sudah cukup muak mendengar ke narsisan suaminya.


Fallen berjalan ke arah kamar nya, membuat Bastian mengembungkan pipi nya sebal, tapi tiba-tiba Fallen memanggil nya, membuat Bastian melihat ke sumber suara, dan seketika pandangan keduanya bertemu.


"Aku mencintaimu Bas." kata Fallen sambil tersenyum, lalu berlari seperti anak remaja yang malu-malu keong.


Bastian tersenyum gemas melihat kelakukan Istri nya yang sekarang sudah berani memperlihatkan cinta nya.


Bastian merasa dirinya adalah orang paling beruntung karena kebahagiaan selalu mendekati nya.


Di lirik nya twins yang sedang tertidur lelap, Bastian seketika tersenyum menyeringai, tadi dia baru bangun jam 6 pagi dan untuk twins yang sudah mandi tentu saja bukan dirinya yang melakukan nya.


"Hihi, tidak sia-sia aku meminta Mom untuk mencarikan aku tiga pengasuh sekaligus, lihatlah sekarang istri ku yang cantik jelita itu pun percaya jika aku yang melakukan nya." gumam Bastian.


Saat bangun tidur Bastian memang mendengar suara tangis Baby twins, dan saat dia keluar dari kamar nya Bastian di kagetkan dengan tiga wanita yang ternyata pengasuh si kembar yang di kirim Mom Dena.


Mereka sedang memakaikan pakaian twins, dan masing-masing dari mereka memiliki tugas untuk mengasuh Twins.


"Mimi kalian pasti akan semakin cinta sama Pipi, bahkan tadi kalian dengarkan kalau Mimi kalian mencintai Pipi kalian yang tampan ini." lanjut Bastian.


Yang seketika membuat twins yang tertidur seketika bangun bersamaan.


dan bukan nya kaget Bastian malah dengan santainya mengatakan..


"Kalian masuk, cepat bawa twins untuk berjemur sambil minum susu." kata Bastian sambil beranjak berdiri.


Ketiga pengasuh berusia tiga puluhan itu masuk, ketiga nya juga kompak menggendong Syaka, Syakila dan Syakira.


saat ketiga pengasuh itu berjalan Bastian mendeuhem membuat ketiga pengasuh itu replek melirik ke arah sang majikan.


"Dengar baik-baik jaga anak-anak ku seperti hal nya kalian menjaga nyawa kalian, jika aku melihat ada luka meski seujung kuku pun aku tidak akan segan-segan membuat kalian lupa kalau dunia ini keras, kejam dan juga menyakitkan!" Bastian memberikan peringatan.


Membuat ketiga pengasuh itu menelan ludahnya sendiri, seperti nya mereka harus ekstra penuh ke hati-hatian dalam menjaga Twins, bukan hanya karena gajih yang di tawarkan yang selangit tapi juga mereka menyayangi nyawa sendiri.


"Baik tuan." jawab ketiga kompak.


Setelah itu Bastian berjalan ke kamarnya dan dia tidak menemukan sang istri membuat Bastian tersenyum.


Ceklek..


Pintu kamar mandi terbuka, dan terlihat lah Fallen yang sedang memejamkan matanya di bathub yang penuh dengan busa, jangan lupakan sabun aroma terapi yang membuat seseorang yang mencium nya menjadi rileks.


"Sayang.." panggil Bastian.


Fallen membuka matanya saat mendengar suaminya.


"Kemarilah, kita mandi bersama." ucap Fallen sambil tersenyum.


Tanpa di suruh pun Bastian akan melakukan nya, dia langsung masuk ke dalam bathub setelah membuka semua pakaian nya.


ikut berendam bersama istri tercinta nya.


"Aku juga mencintaimu.." bisik Bastian menjawab ucapan Fallen saat di kamar twins tadi.


Fallen yang bersandar di dada suaminya itu hanya tersenyum, sampai akhir nya dia merasakan ada pergerakan aneh di bawah sana, dan saat melihat suaminya di situlah senyuman di wajah Fallen memudar.


"Kamu sih gerak terus." kata Bastian.


Yang mana membuat Fallen kesal dan langsung mencium bibir suaminya.


Bastian terkekeh geli di sela berciuman nya, ternyata istrinya juga memiliki gairah yang sama gila nya dengan dirinya.


dan tentunya hal itu tidak di sia-sia kan Bastian yang langsung melakukan nya di kamar mandi.


Satu jam berlalu..


Mandi yang panjang itu sudah selesai..

__ADS_1


dan kini kedua nya sedang di gazebo yang ada di luar kamar nya, Fallen dan Bastian sedang menikmati sarapan nya yang kesiangan.


"Kita tidak pernah seperti ini sebelumnya." ucap Fallen.


"Ya, kamu terlalu sibuk dengan si gendut." sahut Bastian sambil memberikan suapan pada sang istri.


Fallen menerima suapan nya lalu mengangguk.


"Apa tidak apa memperkerjakan banyak pengasuh?." Fallen sebenarnya merasa kehidupan nya menjadi serasa kurang, meski kenyataan nya dia bisa lebih bersantai dalam bebarapa jam ini.


Bastian membuka mulutnya lebar-lebar, membuat Fallen langsung menyuapi sang suami dan Bastian menerima nya.


"Aku tidak mau kamu kelelahan, memperkerjakan pengasuh bukan tandanya kamu memberikan kewajiban mu sebagai ibu pada orang lain, kamu tetap Mimi nya Twins dan selamanya begitu." jelas Bastian.


"Tap___" ucap Fallen terhenti.


"Tidak ada tapi, aku mau mulai sekarang kamu ngak terlalu kelelahan, lihat bagian mata kamu sudah menghitam besok aku antar ke salon kecantikan langganan kamu ya." lanjut Bastian.


Membuat Fallen tersenyum lalu mengangguk.


"Aku juga mau belanjaan banyak, jadi persiapkan si kartu black card tanpa batas itu, aku akan merampok mu besok."


"Aku memang menuggu hari-hari itu, jika kamu senang aku pun senang."


"Kalau aku mati? kamu ikut mati juga?." tanya Fallen berbunga-bunga.


Tapi Bastian menggelengkan kepalanya.


"Untuk itu sepertinya tidak sayang, kalau aku ikut mati siapa yang akan mengurus twins kita?, um.. mungkin aku akan menikah lagi tidak mungkin aku menghabiskan waktu ku yang berharga dengan menjadi duda sabun." ucap Bastian santai.


Yang mana hal itu membuat Fallen melotot dan langsung menaikan garpu di tangan nya.


"Dan sebelum itu terjadi kamu dulu yang mati, aku akan menjadi janda kaya yang bergelimang harta, haha.. dengan uang mu aku bisa mencari pria muda yang lebih tampan dan yang pastinya yang bisa memberikan aku anak kembar Lima."


"Sayang!"


"Apa.."


"Ucapan itu doa.."


"Lalu, kamu juga ingin aku mati, kenapa juga aku tidak membalas nya?."


Bastian mengerucutkan bibirnya sebal, padahal dia hanya menggoda istrinya.


mana bisa dia hidup tanpa Fallen, meski dirinya memiliki segalanya tapi Bastian rela menukarkan semua yang di miliki nya untuk sang istri.


"Buka mulutmu, jangan bahas lelucon itu lagi atau aku akan benar-benar pergi."


"Kemana?"


"Tentu saja cari suami baru."


"Sayang!"


"Bercanda, aku mencintaimu."


"Aku juga mencintaimu."



Couple Twins S


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Upss.. kepanjangan 🤭

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2