Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Kesibukan mengurus bayi.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah keceplosan tadi Tara benar-benar akan di sidak oleh wanita yang baru menjadi ibu sehari itu.


terlihat dari wajah Fallen sekarang yang menatap nya seolah mencari kebenaran.


Glek..


Lagi-lagi Tara menelan ludahnya kasar karena bingung harus menjawab apa, salah berbicara nanti dia bisa mendapatkan masalah yang besar.


"Hanya ciuman, dua kali." ucap Tara akhirnya memilih mengaku.


"Dua kali? bibir mu sudah tidak perawan?." Fallen menggelengkan kepalanya.


"Kakak!" Tara terlihat tidak nyaman mendengar ucapan Fallen.


Tapi ibu hamil itu malah tersenyum, dan santai nya bertanya..


"Bagaimana rasanya?." celetuk Fallen.


Tara menghela nafasnya, sudah dia duga jika Fallen akan antusias seperti ini mendengar nya.


dan juga apa-apaan malah bertanya rasanya.


"Memang ciuman ada rasa?" tanya balik Tara polos yang seketika mengundang tawa Fallen.


Tapi karena tidak bisa tertawa lebar Fallen memilih diam, dan menghembuskan nafas nya pelan.


"Jangan terlalu polos Tara, jika dia berani menyentuh mu kamu harus melawan, jangan diam saja." kata Fallen memberikan nasihat.


"Kamu cantik sudah pasti banyak yang menginginkan mu, tapi ciuman dan apapun itu yang berbentuk kontak pisik tidak bisa di anggap spele Tara, kamu harus bisa mengerti semua itu karena kehidupan masa depan mu akan indah jika kamu bisa lebih berhati-hati, kamu pasti tau maksud ku." lanjut Fallen sambil tersenyum.


Fallen pernah mengalami hal yang tidak terduga, sebuah musibah yang membuat kehidupan nya menjadi berubah.


meski pada akhirnya dia mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yaitu kebahagian dan keluarga yang lengkap.


Tara terdiam mendengar kan ucapan Fallen barusan, Tara menjadi merasa dirinya terlalu gampangan dengan diam saja saat mendapatkan pelecehan itu.


Ya, ciuman itu bisa saja masuk kedalam pelecehan, apalagi semua itu di lakukan dalam keadaan sadar dan paksaan.


"Tara." panggil Fallen.


Tara melirik lalu menunduk, membuat Fallen bingung, apa dia salah bicara?.


"Maaf kalau kata-kata kakak menyinggung mu, tapi kakak hanya tidak ingin kamu menyesal, seperti ___" ucap Fallen terhenti.


"Aku tidak marah kak, apa yang kakak ucapkan adalah benar, aku memang harus menjadi seperti kakak, yang tangguh." kata Tara.


Dan tidak seperti kakak nya Hana..

__ADS_1


"Apa kamu menyukai nya?." tanya Fallen tiba-tiba.


Membuat Tara yang terdiam langsung melirik Fallen.


"Terimakasih kak, aku akan pulang dulu, besok aku kesini lagi untuk menjenguk kakak dan si kembar." kata Tara mengalihkan topik pembicaraan, lalu melirik tiga box bayi yang berisi si kembar.


Dan setelah itu Tara berjalan mendekati pintu, tapi baru juga dia akan membuka pintu, pintunya sudah terbuka sebelum di pegang.


"Mau kemana?." tanya Darrel.


Tara tidak menjawab, dia hanya berjalan lurus ke depan tanpa enggan menjawab pertanyaan Darrel.


"Fall?." Darrel melirik kakak iparnya.


"Tara sedang sedih, hibur dia." ucap Fallen.


Dan sebelum Darrel benar-benar pergi Fallen berteriak.


"Jangan cium Tara terus, bibir Tara akan Bimoli kalau mendapatkan ciuman terus." lanjut Fallen yang membuat wajah Darrel memerah karena malu.


Bastian menarik kursi lalu mendudukkan bokong nya di dekat brankar istrinya.


"Apa ada masalah? bocah itu kenapa sedih?." tanya Bastian sambil membuka cup berisi bubur kacang ijo.


"Biasa, masalah percintaan anak muda." sahut Fallen santai.


Bastian menyuapi sang istri dengan telaten, dan Fallen menerima suapan dari suaminya dengan senang.


"Entah, aku ngak tau tapi kelihatannya Tara punya orang yang di sukai nya." jelas Fallen sambil membuka mulutnya, dan kembali mendapatkan suapan nya lagi.


"Bagaimana dengan Darrel? apa dia punya kesempatan?." tanya Bastian lagi.


Yang mana hal itu mengundang wajah malas Fallen.


"Tanyakan itu pada orang nya, aku tidak tau." sahut Fallen sewot, tapi bibirnya tak berhenti mendapatkan suapan bubur kacang ijo dari sang suami.


Bastian juga tidak tau kenapa dia seheboh ini untuk masalah Tara dan Darrel, tapi sebagai seorang laki-laki dewasa tentu ia sadar dan bisa membedakan wajah seseorang yang sedang jatuh cinta.


Dan Bastian melihat itu semua dari Darrel, mata adiknya itu akhir-akhir ini terlalu berseri-seri, seperti pemuda yang sedang jatuh cinta lagi.


bahkan di jalan tadi pun Darrel membeli jepitan rambut yang entah untuk siapa.


"Bas." panggil Fallen.


"Ya.." jawab Bastian.


"Bolehkah aku memanggil mu dengan panggilan sayang?." kata Fallen.


Yang mana hal itu membuat Bastian mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan sikap istrinya yang berubah.


"Bas." panggil Fallen lagi.

__ADS_1


"Panggil aku senyaman mu, Bas itu yang aku dari mu, panggilan itu mungkin terdengar aneh untuk pasangan yang sudah menikah, tapi jantung ku berdetak kencang saat kau memanggil nama ku." jelas Bastian.


"Jadi tolong panggil aku Bas lagi.." lanjut Bastian.


Membuat Fallen mengulum senyum nya lalu mengambil cup berisi bubur kacang ijo itu, dan di taruh di meja yang ada di samping nya.


"Sudah aku duga kalau kau mencintaiku lebih dari apapun, terimakasih Bastian sayang." kata Fallen sambil memegang tangan suaminya.


"Dan aku juga berterimakasih karena cinta mu membuat aku menjadi seorang Ayah, terimakasih Fallentina sayang." sahut Bastian sambil mencium punggung tangan Fallen.


"Kita akan membesarkan anak-anak bersama, kamu aku dan anak kita, membangun keluarga kecil yang bahagia." lanjut Bastian.


Keduanya saling menatap satu sama lain, lalu wajah keduanya di dekatkan dengan pandangan yang saling menatap satu sama lain, tapi saat bibir keduanya akan menyatu tiba-tiba suara tangisan bayi mengacaukan keromantisan keduanya.


Oekkk.. oekkk !!


Bukan hanya satu atau dua bayi, tapi ketiga anak-anak nya menangis bersama seolah merasa geli dengan keromantisan yang di ciptakan kedua orang tuanya.


"Sayang panggil suster untuk membantu, satu anak kita akan terabaikan karena kita hanya berdua." kata Fallen.


Bastian melakukan perintah Istri nya, memanggil suster untuk menenangkan satu anak nya lagi.


Fallen yang masih sedikit lemah membuat asi nya tidak bisa di ambil dengan menggunakan alat bantu asi, jadi Fallen memberikan asi untuk bayi nya dengan cara meny*sui saja.


Bastian menghela nafasnya panjang, seperti nya mulai saat ini dia harus ekstra bekerja keras lagi untuk keluarga kecil nya, ini baru dan awal nya saja, nyatanya menjadi Ayah dari tiga bayi sekaligus itu tidak lah semudah yang dia bayangkan.


Apalagi Fallen bersikeras untuk tidak memberikan pelayanan khusus seperti memperkerjakan banyak orang, Fallen ingin dia mengurus anak-anak nya bersama nya, tentunya tanpa bantuan pengasuh.


"Bas, Kila pup, tolong cebokin ya, aku mau ngasih asi Kira dulu." kata Fallen.


"Iya sayang." sahut Bastian dengan wajah lesu nya.


Dan seperti nya dia harus banyak berpikir lagi untuk mencetak anak sekali empat, nyatanya tiga bayi pun sangatlah tidak mudah, dan setelah ini Bastian akan sangat sibuk dengan pekerjaan nya dan tugasnya sebagai seorang Ayah dari tiga Twins.


"Uh anak Pipi sayang, cebokin sama Pipi iya, uh cantik nya."


Dutt..


Bastian melotot melihat tangan nya yang terkena kotoran, lalu melirik istri nya.


"Jangan lebay, cuci tangan gampang, semangat kan buat anak nya juga semangat."


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Mampir ke cerita Hana Yuk,


Salah Ranjang (Pria Buta)


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2