Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Maling berkolor


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Tara merajuk karena bokong nya sakit, bahkan Tara tidur pun harus dengan tengkurep.


bokong nya masih sakit dan itu membuat nya kesal pada Darrel.


"Tara buka!" teriak Darrel di luar kamar.


Tara menutup telinga nya dengan tangan nya, dia masih kesal dengan Darrel yang melepaskan nya begitu saja, sehingga membuat bokong nya sakit.


"Tara!" panggil Darrel lagi sambil berteriak.


"Ngak mau, dasar kasar." kesal Tara sambil memanyunkan bibirnya.


"Tara aku minta maaf." teriak Darrel lagi.


"Kamu marah ya." lanjut Darrel.


Membuat Tara yang ingin memejamkan matanya itu menjadi tidak jadi karena suara Darrel sangat menganggu nya.


"Kakak berisik!" teriak Tara kesal.


"Maafin aku.."


"Ngak mau, aku ngantuk!"


Darrel sudah mencari kunci cadangan kamar Tara, tapi ternyata kunci nya ada di tangan Tara membuat Darrel hanya bisa mengetuk pintu berharap Tara mau membuka pintu nya.


Tapi nihil Tara enggan membuka pintu nya bahkan setelah Darrel berteriak dan mengetuk pintu lama, Darrel menghela nafas nya panjang.


"Ya udah kamu tidur aja, tapi maafin aku ya." kata Darrel sedikit berteriak.


Dan tentu saja Tara tidak menyahut, dan memilih memejamkan mata nya lagi.


"Salah siapa Tara mau nikah ehk malah di banting kaya barang bekas." Mom Dena meledek sambil berjalan ke arah kamar ibu nya.


"Dasar nek lampir rusuh." kesal Darrel sambil berjalan ke arah kamar nya.


Sesampainya di kamar nya Darrel melihat ke jendela, dia merebahkan tubuhnya saat mengingat ucapan Tara yang memintanya untuk menikahi nya.


"Jangankan menikah, bahkan lebih dari itu pun aku mau." gumam Darrel sambil tersenyum.


Otak cerdasnya sudah mulai berterbangan kemana-mana, tentunya yang menjurus ke arah intim, sampai akhirnya dia menggelengkan kepalanya karena di rasa sudah melewati batasan.


Rasanya dia sudah tidak sabar lagi untuk menikahi Tara, tentunya dia akan menjaga Tara sepenuh hatinya dan memberikan kehidupan yang penuh kebahagiaan untuk Tara.


"Dia sedang apa ya sekarang?." gumam Darrel sambil mengambil ponselnya dan melihat layar ponselnya yang memakai wallpaper foto Tara dan dirinya yang sedang sama-sama tersenyum memperlihatkan deretan gigi putih nya.


Darrel terdiam sebentar nampak berpikir sampai akhirnya dia berdiri dan menatap ke arah gazebo luar kamar nya.


Tanpa banyak berpikir Darrel langsung keluar kamar, di luar Darrel nampak tersenyum senang saat melihat gazebo yang saling berhubungan itu.

__ADS_1


Darrel naik ke atas tembok penghalang antara luar gazebo kamar nya dan kamar sang ibu itu,


butuh perjuangan untuk Darrel bisa sampai melewati nya sampai akhirnya Darrel turun dan mendarat dengan suara barang jatuh.


Ya, Darrel tak sengaja menginjak pot bunga ibunya, yang membuat pot bunga itu pecah dengan bunga yang layu karena berpijak kaki nya.


Mendengar suara benda jatuh di luar kamar tentunya membuat dua ibu itu menjadi saling melirik.


keduanya sedang membicarakan perihal rencana untuk mengunjungi kediaman Tara.


"Maling.." ucap keduanya bersamaan.


Dan seketika juga keduanya melihat sekelebatan bayangan hitam yang melewati jendela nya, membuat keduanya saling terdiam sampai akhirnya Mom Dena langsung berdiri dan mengambil sapu lidi yang ada di pojokan kamar ibu Rosalina.


"Hantu Dena.." kata Ibu Rosalina takut.


Membuat Mom Dena melirik ibu Rosalina.


"Hantu apaan, itu pasti maling buruan bawa penyetrum nyamuk biar kita sengat tuh maling, kesetrum-kesetrum suruh siapa maling di jam 7 malam, emang maling agak punya jam itu." cerocos Mom Dena sambil menarik tangan Ibu Rosalina.


Mau tak mau ibu Rosalina ikut berdiri dan mengikuti Mom Dena yang berjalan ke gazebo luar kamar nya.


Dan di saat bersamaan juga Darrel sedang mencoba naik ke atas penghalang dan semua itu di lihat oleh Mom Dena dan ibu Rosalina.


"Wow maling berkolor." ucap Mom Dena.


Mom Dena ingin memberikan pukulan sapu lidi yang ada di tangannya, tapi baru saja dia menggoyangkan tangan nya tiba-tiba ibu Rosalina berteriak.


"Darrel!! kamu ngapian!" teriak Ibu Rosalina.


"Apasih Ibu sama Mom, jangan ganggu aku lagi mau usaha." kata Darrel lalu masuk ke kamar Tara karena kebetulan jendela kamar Tara tidak di kunci.


Meninggalkan wajah tidak percaya Mom Dena dan Ibu Rosalina yang saling menggelengkan kepalanya.


"Anak mu tuh Ros, gaya nya udah kaya mau maling gadis aja." kata Mom Dena.


"Kamu benar Dena, aku juga bingung kenapa anak itu jadi konyol padahal dia dulunya cool loh." Ibu Rosalina ikut menggangguki ucapan Mom Dena yang benar adanya.


Sedangkan di dalam kamar Darrel ternganga melihat Tara yang tidur tengkurep, jangan lupakan bokong nya yang menungging membuat Darrel memukul pelan kepalanya yang sudah mulai kotor pikiran nya.


Darrel duduk di pinggir ranjang Tara, lalu mengusap kepala Tara, dia yakin pasti tidak nyaman tidur dengan posisi seperti itu.


"Maafkan aku, gara-gara aku kamu sakit bokong nya." gumam Darrel sambil melihat ke arah bokong Tara.


Tiba-tiba Tara menarik tangan nya yang membuat Darrel ketarik dan wajah Tara langsung tertutupi tubuhnya.


"Bau.." ucap Tara sambil membuka matanya.


Dan saat melihat ke atas Tara kaget melihat bagian perut yang terbuka, karena kaget Tara replek memberikan tinjuan yang seketika membuat Darrel melotot dan_____


AAAAAA !!


Darrel meringis sakit karena tinjuan itu tepat pada adik kecilnya.

__ADS_1


Tara melihat Darrel yang berguling-guling di lantai sambil memegangi bagian bawahnya itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apasih lebay banget, kakak ngapain ke kamar aku, sana keluar aku masih belum maafin kakak ya pantat aku masih sakit tau." cerocos Tara masih kesal.


Darrel tidak menjawab dia hanya bisa meringis merasakan miliknya yang masih terasa sakit, sedangkan Tara hanya menonton nya dengan ekspresi wajah biasa saja, tanpa rasa bersalah tentunya.


Seperti nya pilihan Darrel untuk bertanya akan perihal pernikahan nya harus dia tunda dulu, Sekarang yang harus dia pikirkan hanya satu yaitu nasib adik kecilnya yang harus merasakan sakit.


"Mau kemana?." tanya Tara melihat Darrel berjalan.


"Ke kamar, lama-lama di sini bisa habis adik ku." kata Darrel sambil keluar dari kamar Tara.


Tara terdiam mendengar kata adik itu.


"Memang nya kak Darrel punya adik? ko aku ngak pernah tau sih." gumam Tara.


"Apa jangan-jangan____" Tara melirik ke sana sini sampai akhir nya..


"Hantu!! " Tara langsung berlari keluar kamar dengan tangan yang memegangi bokong nya.


Brugkkk !!


Tara terjatuh menubruk Darrel, dan bukan hanya itu Tara jatuh menimpa tubuh Darrel.


membuat keduanya terlihat lebih intim di mata dua ibu peri nya.


"Kaya nya si karatan udah ngak sabar pengen masuk sarang." gumam Mom Dena.


"Kita harus buru-buru halalin mereka, nanti malah kelepasan berabe." gumam ibu Rosalina.


Sedangkan Tara yang ada di atas Darrel nampak terdiam setelah dia merasakan ada sesuatu yang keras di bawah sana.


Dan saat Tara bergerak Darrel langsung menahan pinggang Tara.


"Jangan bergerak nanti dia bangun." kata Darrel.


"Dia siapa?." tanya Tara polos


"Adik aku."


"Hantu?"


"Bukan, adik aku yang bisa buat anak."


Hah?


"Anak?"


Tara langsung melihat ke bawah sana, dan seketika dia merinding lalu menggeleng kan kepalanya.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2