
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di rumah Lian nampak si calon mempelai pengantin pria yang sedang memakai jas yang senada dengan warna jas kecil yang di pakai sang putra.
"Kau siap Son?" tanya Lian.
Dan Willy mengangguk cepat.
"Come on Daddy, kita akan menjemput Mommy." sahut Willy dengan senyuman ceria nya.
Dan itu cukup membuat rasa gundah Lian menghilang seketika.
ini demi putra nya, dia akan melakukan apapun untuk Putra nya, termasuk menikah kembali.
Meski dia menikah tanpa cinta, tapi Lian percaya jika cinta akan datang dengan sendirinya, karena hal itu juga dia rasakan saat sedang bersama bunda nya Willy dulu.
Tapi untuk sekarang Lian akan menegaskan jika dia tidak akan egois seperti dulu lagi, cukup satu kali dia merasakan gagal dalam pernikahan dan cinta, dia tidak mau gagal dalam kehidupan nya yang baru.
"Kita akan menjemput Mommy mu." kata Lian sambil membenarkan dasi kupu-kupu putra nya.
"Kau tampan Son." lanjut Lian memuji putra nya, membuat Willy tersenyum memperlihatkan gigi susu nya yang putih itu.
"Daddy juga tampan." Willy balas memuji sang Daddy.
Setelah selesai berpakaian keduanya keluar dari kamar dengan penampilan nya yang sama-sama tampan.
Dan mereka langsung di sambut oleh Bastian Darrel berserta kedua istrinya, dengan senyuman nya.
"Waww pantas saja pagi ini sangat cerah, ternyata duda keren kita sudah mau laku." Bastian menggoda teman nya itu.
Membuat Lian menggelengkan kepalanya, berjalan mendekati Bastian dan memeluk Bastian, sama hal nya dengan Lian Bastian pun membalas pelukan itu.
"Terimakasih." kata Lian di sela pelukan nya.
"Santay saja, jika kau menikah kau tidak akan kesepian lagi, itu bagus untuk adik kecilmu." balas Bastian masih konyol, dan masih berpelukan.
Fallen yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan berjalan mendekati calon menantu kesayangan nya.
Ya semenjak Syakira menyukai Willy Fallen juga berharap jika cinta putrinya itu tidak akan bertepuk sebelah tangan, tapi meski begitu Fallen tidak akan membuat Willy dan Syakira merasa di jodohkan, siapapun pilihan keduanya dia akan mendukung nya.
"Wah Will kau sangat tampan." puji Fallen.
Membuat Willy tersenyum dan langsung mencium pipi Fallen.
Cup...
__ADS_1
"Makasih Mommy, aku akan mempunyai banyak Mommy." kata Willy sambil tersenyum.
"Cium Mommy Tara juga dong." Tara berjalan mendekat, dan langsung menunjuk pipinya agar mendapatkan ciuman dari Willy.
Cup..
Willy mencium pipi Tara, membuat Tara tersenyum kecil.
"Benar-benar wajah bule." ucap Tara sambil mengusap pipi Willy dengan gemas nya.
Tiga mobil mewah melaju dengan cepat, di mobil pertama nampak Willy dan Lian yang naik mobil pengantin bertiga dengan supir.
dan di mobil kedua nampak mobil Bastian yang berisi istri dan Darrel juga Tara.
Sedangkan mobil ketiga di isi dengan barang-barang seserahan yang sengaja Lian beli dari butik langganan nya.
tidak ada satu pun sanak keluarga Lian yang ikut, mereka semuanya di Belanda dan tidak bisa hadir karena pernikahan yang terlalu mendadak.
Rombongan yang hanya berjumlah lima orang di tambah satu supir dan dua bodyguard itu akhirnya sampai di rumah mempelai wanita, mereka langsung masuk ke dalam rumah sederhana Arr, dan di sambut oleh Hana Gibran dan Juan.
Dan lagi-lagi dunia masih sempit, bagaimana tidak isi nya hanya orang yang di kenali nya, bahkan ke empat sahabat Tara pun takalah hadir dan sedang duduk di amparan karpet untuk menjadi saksi pernikahan Arr dan Lian.
"Lian kau sudah hapal bukan nama calon istrimu?" tanya Bastian.
"Tentu saja, aku menghapal nya semalaman." sahut Lian, yang membuat yang lain nya tertawa.
Yang mana langsung di angguki Tara dan Dani.
"Si Hadian patah hati tuh." celetuk Dani sambil menunjuk Hadian yang memang cemberut.
Tara melirik Hadian lalu meneluk pundak Hadian pelan.
"Jangan sedih, kalau anak ku cwe kamu bisa kok." ucap Tara menggantung.
Membuat Hadian melirik Tara.
"Baiklah, nggak jadi calon suami kak Arr yang galak mungkin bukan jodoh, tapi tidak apa karena bisa jadi menantu Leddy Queen, Alhamdulillah bisa jadi CEO." ucap Hadian drama.
Yang mana hal itu membuat Tara melotot mendengar nya.
"Heh, enak aja.. maksud aku tuh bukan jadi jodoh, tapi jadi uncle nya yang baik." kata Tara sambil tertawa pelan, yang membuat Darrel yang mendengarnya langsung menggelengkan kepalanya.
Darrel menarik Tara untuk menjauh dari ke empat pemuda jomblo itu, karena jika bersama teman-teman nya sikap Tara akan menjadi labil seperti anak remaja pada umum nya.
"Apa sih sayang." bisik Tara.
"Diem, nanti habis pulang dari sini kamu aku kunci di kamar." bisik Darrel.
Yang membuat Tara terkekeh pelan.
__ADS_1
"Mau kok, tapi banyakin cemilan ya biar nggak keroncongan pas lagi main nya." bisik Tara sambil tersenyum, yang di balas dengan gelengan kepala oleh Darrel.
Semakin kesini Tara memang semakin mesum dan juga nakal, tapi tentunya hal itu tidak menjadi masalah besar, karena Darrel menyukai setiap moment bersama istrinya nya.
"Lex diem bae, tumben." Toni melirik Alex yang nampak terdiam itu.
Alex melirik ke tiga sahabat nya, lalu menghembuskan nafas nya pelan.
"Laper guys, tadi bagun tidur langsung dapat telpon dari Tara dan jadi nggak sempat sarapan." balas Alex sedikit berbisik karena acara nya sudah mulai.
Di rumah Arr juga mengundang beberapa tetangga dan RT setempat untuk menjadi saksi nikah nya, sedangkan untuk wali nya karena Arr tidak memiliki keluarga lagi dia meminta Gibran untuk menjadi wali nya.
Sebenarnya bukan keinginan Arr yang meminta Gibran untuk menjadi wali nya, tapi itu adalah keinginan Gibran sendiri yang ingin ikut serta kedalam pernikahan teman nya, karena Arr sudah dia anggap seperti keluarga nya sendiri.
"Saya terima ___" Lian mulai mengucapkan ijab kabul nya.
Sampai akhirnya..
SAH !!
Semua nya dengan serempak mengatakan kata SAH, dan jangan lupakan Willy yang langsung berdiri.
"Mommy.." ucap Willy langsung berlari, tapi kaki nya menyandung kaki salah satu tetangga, membuat Willy terjatuh dan berakhir menangis.
Arr yang semula berjalan dengan elegan karena memakai hels 5 cm tiba-tiba berlari, dan langsung membawa Willy ke dalam dekapan nya.
"Astaga, kau tidak apa Son?" Lian ingin berdiri, tapi tangan nya di tahan oleh Bastian, dan selain itu Bastian juga memberikan kode untuk diam pada Lian.
"Apa sakit?" tanya Arr.
Dan Willy yang terisak itu mengangguk kecil,
"Mommy." Isak nya.
Arr mengusap air mata di wajah Willy lalu mengecup singkat kening putra nya itu.
"Tidak apa, kodok nya sudah berlari, anak Mommy jagoan." kata Arr lagi yang membuat semua mata yang melihat nya menjadi terharu dengan ketulusan hati Arr yang kini sedang memperlihatkan jiwa seorang ibu nya.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Di salah Ranjang (Pria Buta) juga akan ada part pernikahan Arr dan Lian, begitupun kisah Jen dan Juan yang tidak di jelaskan semuanya di sini🤗
kenapa nggak di satuin? karena novel ini dan novel sebelah itu saling berhubungan, dari peran-peran pembantu di dalam nya juga saling terikat.
Maaf kalau bikin bingung🙏
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1