Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Cemburu Darrel


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Ceklek..


Pintu kamar Tara terbuka setelah ibu Rosalina memasukan kunci nya.


Dan di saat bersamaan nya pemandangan yang mereka lihat sangatlah intim, di mana Darrel yang sedang duduk di atas tubuh Tara, dan Tara yang nampak pasrah di bawah tubuh Darrel.


"Wow.." ucap Bastian, Mom Dena dan ibu Rosalina bersamaan.


"Apa yang sedang kalian lakukan!" ucap Fallen kaget dengan apa yang ada di depan mata nya.


Mendengar suara Fallen sontak saja Tara dan Darrel langsung melirik ke sumber suara.


"Kak Fallen." gumam Tara.


Brugkkk !!


Tara yang kaget replek menendang bagian bawah Darrel, membuat pria itu meringis kesakitan karena tendangan itu sangat pas pada adik kecil nya.


Bastian hanya bergedik ngeri melihat Darrel yang terduduk di lantai dengan ekspresi wajah kesakitan itu.


Dia sudah merasakan nya beberapa kali, dan tidak memiliki niat untuk kembali merasakan nya.


"Kita ngak ngapa-ngapain kak, percaya sama aku." kata Tara sambil berdiri dan sesekali membenarkan rok nya.


Fallen melirik Darrel yang kesakitan lalu melirik Tara lagi, lalu menghela nafasnya panjang.


"Iya, kakak tau kamu itu anak baik, ya sudah kakak pulang dulu ya." ucap Fallen malah keluar kamar.


"Sayang tunggu.." Bastian ikut keluar mengekori kemana sang istri berjalan.


Dan kini di kamar Tara tinggallah Tara, Darrel, Ibu Rosalina dan Mom Dena yang saling terdiam.


Ternyata dugaan mereka salah, padahal jika dugaan nya benar mereka akan senang dan langsung menikahkan mereka, dengan begitu mungkin tidak ada penolakan lagi, baik dari Tara ataupun dari Darrel.


"Darrel, ikut ibu." kata Ibu Rosalina.


Darrel yang mendengarnya langsung memaksakan berdiri, berjalan pelan mengikuti sang ibu yang keluar dari kamar Tara.


Sedangkan Tara yang di tinggalkan berdua dengan Mom Dena hanya bisa duduk dengan wajah yang bingung.


"Ada apa?." tanya Mom Dena sadar dengan raut Tara.


Tara melirik Mom Dena, lalu menghembuskan nafas nya kasar.


"Apa Mom juga berpikir aneh saat aku dan kak Darrel begituan?." tanya Tara.


Mom Dena terdiam, jelas dia dan Rosalina yang sangat bersemangat dengan kejadian tadi.


"Tidak, santai saja kamu kan tau Mom itu baik nya kaya apa, masa iya Mom yang cantik ini berpikiran aneh-aneh, ya ngak lah." dusta Mom Dena.


"Aku mau tidur, Mom mau tidur di sini ngak? nemenin aku?." tanya Tara lagi.


Mom Dena dengan cepat mengangguk, tentu ini adalah kesempatan yang sangat langka, apalagi bisa tidur dengan seorang anak gadis, sesuatu yang belum pernah dia bayangkan sebelumnya.

__ADS_1


"Ayo kita tidur, Mom juga udah ngantuk cape ngemol beli ___" ucap Mom Dena terhenti.


"Beli apa?." tanya Tara penasaran.


Sadar dengan tatapan kepo Tara Mom Dena langsung menguap lebar, dia pura-pura menguap agar Tara tidak kembali bertanya.


"Hoam..Mom ngantuk banget, bentar ya Mom ganti baju tidur dulu." ucap Mom Dena sambil menguap lagi.


Tara melihat kepergian Mom Dena dengan wajah aneh nya, Mom Dena nampak seperti menghindari pertanyaan nya, yang membuat Tara semakin curiga dengan rencana apa yang akan di lakukan keluarga baru nya itu.


"Apa mereka akan menikahkan aku? seperti yang di katakan Kak Hana?." gumam Tara.


Lalu sedetik kemudian Tara menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku tidak boleh menikah..aku masih 16 tahun dan aku masih mau memperlihatkan pencapaian pada Ibu bapak, aku harus bisa sukses." lanjut Tara dengan wajah yakin nya.


Di ruang tamu nampak Darrel yang sedang mendapatkan tatapan galak dari sang Ibu, Ibu Rosalina benar-benar tidak paham dengan sang putra yang bisa-bisa membuat prenk traveling untuk nya.


"Darrel ibu mau tanya sesuatu pada mu." ucap ibu Rosalina.


"Tanya apa?."sahut Darrel cepat.


"Apa kamu tidak menyukai Tara?." tanya Ibu Rosalina sambil menatap putra nya dalam.


Mendengar pertanyaan Ibu nya membuat Darrel merasa ingin tertawa, tapi dia tahan karena wajah serius sang ibu.


"Kalau iya? kalau tidak? kenapa?." jawab nya menyebalkan.


"Kalau iya Ibu akan berusaha untuk mendekatkan kalian, tapi kalau tidak ya sudah kita adopsi Tara menjadi adik mu." kata Ibu Rosalina dengan sengaja menekan kata Adik.


apa yang di pikirkan ibu nya pasti sama dengan yang di pikirkan yang lain nya.


"Aku tidak menyukai Tara, dia memang aku anggap sebagai adik." sahut nya.


"Dan ibu pikirkan baik-baik Tara masih kecil untuk berpacaran, dia masih 16 tahun." lanjut Darrel lagi.


Membuat Ibu Rosalina ikut bangkit dari duduk nya dan mendekati sang putra.


"Siapa bilang yang mau kalian berpacaran? yang ibu ingin kamu cepat menikah, setelah menikah kalian bisa membicarakan nya baik-baik, misal nya tidak apa tidak melakukan kegiatan intim pun, dan menunggu Tara sampai lulus sekolah nya, apa itu susah?." tanya ibu Rosalina enteng.


Darrel menggelengkan kepalanya mendengar omong kosong ibu nya, untuk apa menikah kalau tidak melakukan itu, dia pria normal tidak mungkin jika dirinya bisa menahan bertahun-tahun sedangkan dirinya sudah beristri.


"Darrel___" ucap Ibu terhenti karena Darrel menyela ucapan nya.


"Pernikahan bukan main-main Bu, apa ibu pikir aku patung sehingga tidak bernafsu saat di hidangkan daging segar?." kata Darrel.


"Tap___" kembali terhenti lagi.


"Tara masih kecil jangan buat dia pikiran nya traveling." lanjut Darrel lagi.


Yang mana hal itu membuat Ibu Rosalina langsung memukul pelan lengan putra nya.


"Kamu sendiri ngapain tadi duduk di atas perut Tara, itu si Joni yakin normal ngak? bangun ngak?." celetuk Ibu Rosalina yang membuat Darrel ternganga mendengar nya.


Dan melihat ekspresi putra nya membuat Ibu Rosalina yakin jika putra nya normal.


"Berdiri kan, ya sudah ngapain di tahan cepet lamar keburu di ambil orang, lagian emang tahan gituh liat wajah cantik Tara?." Ibu Rosalina malah semakin memanasi sang putra.

__ADS_1


"Ibu!" ucap Darrel kesal.


"Ibu ngantuk, bay." ucap Ibu Rosalina sambil berjalan ke arah kamar nya.


Meninggalkan Darrel yang masih kesal di ruang tengah.


"Ya, Tara memang cantik, tapi masih banyak lagi gadis yang lebih cantik dari nya." ucap Darrel.


Ekhem..


"Tara." Kaget Darrel ternyata suara deheuman itu berasal dari Tara.


"Aku denger loh kakak bilang apa tadi, aku cantik? kan?." ucap Tara sambil tersenyum menyebalkan, yang membuat Darrel hanya bisa pergi ke kamar nya untuk menghilangkan kesal dan malu nya karena ketahuan Tara.


Pagi hari nya Tara yang sudah rapih cepat karena ada ujian nampak sudah duduk di meja makan, di temani dua ibu peri nya, dan satu pria menyebalkan yang terus memperlihatkan ketidaksukaan nya pada nya.


"Mau ini ngak?." tanya Mom Dena menawarkan.


"Ini aja, sehat biar ngerjain ujian nya ngak lemot." ucap ibu Rosalina ikut menawarkan makanan yang di masak nya.


Tidak mau membuat kedua ibu peri nya kecewa Tara memilih mengambil kedua makanan itu, yang membuat kedua ibu peri nya tersenyum senang.


"Nyonya di luar ada pemuda yang mencari nona Tara." ucap bibi pembantu.


Yang mana hal itu membuat Darrel langsung terbatuk-batuk.


Uhuk.. uhukk..


"Siapa bi?." tanya Ibu Rosalina.


"Ganteng ngak bi?." tanya Tara dan Mom Dena kompak yang membuat Darrel kaget dan kembali batuk lagi.


Uhuk..uhukk..


"Genteng Nona, keren pokok nya..pacar Nona ya?." ucap Bibi pembantu sambil tersenyum.


Uhukk..uhukk..


"Batuk pak aji, minum komik." ucap Tara, lalu berjalan ke luar rumah.


"Alex." ucap Tara kaget dengan kedatangan teman sekolah nya.


"Aku mau jemput kamu sekolah, ayo kita bareng sekalian aku mau minta maaf soal yang kemarin." kata pemuda itu yang ternyata adalah Alex, si mantan kapten basket yang kemarin di kalahkan oleh Tara.


Baru saja Tara akan membuka bibir nya tiba-tiba Darrel datang dan menarik tangan Tara.


"Lex maaf, aku di anterin kak Darrel." ucap Tara yang di tarik oleh Darrel.


"Ayo berangkat, kita hampir telat." ucap Darrel melirik sinis pada Alex, lalu berjalan dengan Tara yang mau tak mau harus ikut pada Darrel.


"Gitu tuh kalau udah ketahuan ada rasa, malu-malu keong udah ada saingan baru kaya orang gila maksa-maksa." celetuk Mom Dena.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2