
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Dua hari sudah Tia menjadi seorang burunon, dia tidak menyangka jika kehidupan nya akan hancur secepat ini.
Karir nya yang cemerlang kini tidak akan ada lagi, sia-sia rasanya untuk Tia mendapatkan karir itu.
Untuk mendapatkan karir cemerlang di usia muda Tia memilih jalan kotor, dia menjadikan kecantikan nya sebagai modal untuk memikat Om-om agar dia bisa mendapatkan jabatan nya.
Dan ya Tia berhasil mendapatkan semua impian nya, hidup di kota B dengan serba kecukupan meski dirinya hanyalah seorang anak kalangan bawah yang memiliki cita-cita besar untuk menjadi orang sukses.
"Sial, ini semua gara-gara wanita gila itu, kalau aku tidak bertemu dengan nya mungkin saja aku masih bisa bekerja dan menikmati hidup ku." gerutu Tia kesal.
Dia menyesal karena menerima iming-iming uang dari seorang wanita yang mengaku sebagai orang tersakiti pada nya.
wanita itu juga memberikan uang dengan jumlah banyak pada nya, tentu nya bisa 5x lipat lebih besar dari gajih bulanan nya.
"Andai saja aku tidak melakukan itu, Fallen wanita bodoh itu hanyalah korban dan alasan ku menghakimi nya hanya karena uang?, sial aku ceroboh." ucap Tia sambil mengacak rambut nya prustasi.
Untuk pulang ke rumah kontrakan nya pun Tia tidak berani apalagi ke rumah nya yang di kampung, sudah pasti polisi sudah berjaga di sana dan bersiap menangkap nya jika saja Tia pulang.
Tapi harus sampai kapan dia hidup dengan perasaan takut nya, Dia benar-benar tidak siap untuk di penjara, apalagi Tia juga baru tau kalau Fallen adalah mantan istri Tuan Bastian, yang artinya anak di kandungan Fallen adalah keturunan orang paling berpengaruh di kota A.
Tia mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.
"Hallo!" ucap Tia.
"Ada apa lagi." tanya seseorang di sebrang telpon.
"Nona, tolong bantu saya, saya tidak mau di tahan nona." ucap Tia memohon.
"Aku sudah membayar mu mahal untuk ini, dan itu salah mu melakukan sesuatu tanpa tau konsekuensinya dulu, jadi tanggung saja semuanya sendiri dan jangan hubungan aku lagi karena aku sibuk." kata wanita di sebrang telpon terdengar santai.
"Tapi nona bagaimana dengan saya, saya benar-benar takut dengan polisi nona, saya mohon bantu saya." pinta Tia semakin memohon.
Bahkan Tia sampai meneteskan air mata nya, dua hari dia sudah merenung dan Tia merasakan penyesalan karena gila akan uang dia jadi semakin gelap mata, bahkan sampai ingin menjadi pembunuh.
__ADS_1
Wanita yang tidak lain adalah Anggelina itu berdecak kesal.
"Kalau kau takut menghadapi nasib mu maka satu-satunya jalan hanyalah kematian, pergi saja ke neraka." ketus Anggelina.
"Dan ingat satu hal jangan coba-coba mengatakan kebenaran nya pada siapapun atau keluarga mu akan mendapatkan kemalangan, camkan itu." lanjut Anggelina mengancam dan setelah itu mematikan ponselnya.
"Dasar gadis bodoh, dia yang berbuat dia juga yang takut hukum." gerutu Anggelina kesal.
Dia memang sudah memberikan sejumlah uang untuk Tia, dan tentunya uang itu bukan dia berikan secara cuma-cuma melainkan dengan pekerjaan cantik yaitu membuat Fallen terluka.
Anggelina pikir Tia adalah gadis pintar mengingat Tia adalah asisten manager, dan penampilan Tia pun yang cantik tentu tidak terlihat seperti gadis bodoh.
Tapi dugaan nya ternyata salah, Tia melakukan kesalahan dengan melakukan kejahatan secara terang-terangan, seharusnya Tia bisa melakukan pekerjaan nya itu hati-hati dan tidak di tempat umum juga, tapi apa yang di lakukan Tia benar-benar mengacaukan segala rencana nya.
"Aku harus mengabari wanita tua itu agar uang ku kembali utuh, enak saja aku yang keluar uang sedangkan dia hanya menunggu hasilnya." ucap Anggelina sambil mengusap layar ponselnya, mencari nomer seseorang.
Lama Anggelina menunggu telpon nya terangkat, tapi sialnya wanita tua yang menjadi partner nya dalam balas dendam itu belum kunjung mengangkat telponnya.
"Sial, apa wanita tua itu benar-benar ingin menghindari ku?, jika iya ini tidak bisa di biarkan dia belum memberikan uang yang dia janjikan untuk ku." ucap Anggelina sambil kembali menelpon seseorang lagi.
"Ada apa, aku sibuk kenapa kau selalu menganggu ku, Hah!" ucap seorang wanita dengan suara yang terdengar kesal.
"Maaf Tante, tapi aku rasa kita harus kembali bertemu untuk membicarakan rencana baru kita." kata Anggelina dengan nada biasa.
Dalam hati dia ingin sekali mencekik wanita tua yang selalu menyuruh nya itu.
wanita yang sudah membayar nya mahal untuk meninggalkan seorang Bastian, dan sekarang Anggelina datang untuk bersekutu karena dia ingin kembali mendapatkan Bastian.
"Why? rencana sebelumnya? kau gagal?." tanya wanita itu yang tak lain adalah Rosalina.
Rosalina memilih bersekutu dengan Anggelina karena dia sudah mendengar akan keturunan Bastian yang ada di perut Fallen, dan karena itu dia ingin membunuh Fallen dan juga anak-anak nya agar harta suaminya bisa menjadi milik Darrel putranya sepenuhnya.
Dia tidak mau Bastian mendapatkan hak nya karena hanya putra nya Darrel lah yang berhak mendapatkan segala nya, termasuk harta suaminya.
"Rencana pertama gagal Tante." kata Anggelina dengan malas.
"Jadi kapan kita akan bertemu?." lanjut Anggelina.
__ADS_1
Tut..Tut..Tut..
Panggilan nya di matikan sepihak oleh Rosalina, membuat Anggelina mengeram marah.
"Dasar wanita tua, aku bersumpah setelah Bastian upss harta Bastian menjadi milik ku, aku akan menghancurkan nya dan tentu nya membunuh nya." kata Anggelina dengan senyuman menyeringai.
Sedangkan di rumah nya Rosalina sedang menatap tajam pelayan telah membuat nya kehilangan ponselnya.
Ponselnya pecah karena ulah pelayan yang ceroboh sampai menubruk nya.
"Dasar bodoh." geram Rosalina sambil menatap tajam pelayan nya.
"Maaf nyonya, tapi bukan saya yang menabrak nyonya, tapi nyonya yang berjalan tanpa melihat jalan." ucap pelayan sambil menunduk.
Plakkkk!!
Sebuah tamparan mendarat di pipi si pelayan.
"Sejak kapan pelayan bodoh dan rendah seperti dirimu berani berbicara dengan seorang majikan Hah! dasar kau pelayan tidak berguna." teriak Rosalina dengan wajah marah nya.
Pelayan itu menangis sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
"Menangis saja yang kau bisa, cepat kemasi barang-barang mu dan enyahlah dari rumah ku! karena aku tidak sudi memperkerjakan pelayan seperti dirimu di rumah ku." kata Rosalina membuat pelayan itu langsung berlari ke kamar nya dengan menangis.
Rosalina menghela nafasnya kasar, dia benar-benar kesal bukan hanya karena rencana nya untuk membunuh Fallen gagal, tapi dia juga sedang marah karena Dena istri tua suami nya yang berani melabrak nya.
"Aku pastikan semua keturunan mu akan mati di tangan ku!" kata Rosalina dengan tatapan yang sangat tajam.
"Siapa yang akan ibu bunuh?."
Jeng..jeng..
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak♥️
__ADS_1