
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di perjalanan pulang Tara benar-benar tertidur di dalam mobil, membuat Darrel yang duduk di kemudi supir hanya geleng-geleng kepala, padahal jelas saat berangkat di jam tujuh tadi Tara berjanji untuk tidak mengantuk,
tapi sekarang Tara bahkan sudah tidur di jam yang masih menunjukan pukul sebelas malam.
"Dasar anak bayi." gumam Darrel yang melihat Tara tidur tapi tangan nya terus tidak bisa diam.
Bucin, kata yang dulunya sangat dia benci itu kini malah berbalik pada dirinya.
dia yang sekarang sangat bucin pada gadis kecil nya yang menggemaskan ini.
Tak sabar rasanya untuk cepat-cepat meresmikan hubungan nya, menjadi satu-satunya pria yang memiliki Tara seutuhnya dan juga menjadi suami Tara.
"Cie yang senyum sendiri." celetuk Tara yang tiba-tiba terbangun.
Membuat Darrel melirik ke arah sang kekasih.
"Kenapa bangun?." tanya Darrel sambil kembali fokus mengendarai mobilnya.
Tara menguap pelan, yang langsung di tutup oleh Darrel.
"Tutup nanti lalat masuk." kekeh Darrel membuat Tara mengangguk.
"Mau pipis." kata Tara lagi.
Darrel melihat jalanan yang sepi, lalu melirik Tara lagi.
"Tahan dulu sebentar ya, di sini sepi kita cari hotel terdekat." kata Darrel.
Tara menggelengkan kepalanya, dia sudah tidak tahan lagi.
"Kakak Stop!" teriak Tara.
Tit !!
Mobil ngerem mendadak karena teriakan Tara.
"Tara bahaya!" Darrel menatap tajam Tara.
Untung sepi kalau tidak entah apa yang akan terjadi pada mereka kerena aksi ngerem mendadak nya.
"Iya tau, tapi aku ngak tahan." kata Tara langsung membuka pintu dan ingin keluar mobil.
Tapi Darrel langsung menarik tangan Tara, membuat Tara tertahan.
"Mau kemana?." tanya Darrel.
Tara kesal, dia melepaskan tangan Darrel dari tangan nya lalu membuka lebar pintu mobil.
"Cari toilet umum, ngak tahan." teriak Tara lalu berjalan begitu saja tanpa melihat wajah tidak percaya Darrel.
Darrel menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan secara perlahan.
beginilah tangtangan besar untuk nya, yaitu menyikapi kelakukan Tara yang memang sangat aneh.
"Dasar bocah itu.." gumam Darrel tak di teruskan karena ingat jika gadis yang dia katai bocah itu adalah kekasih yang akan dia ajak ke jenjang serius.
Huh..
__ADS_1
Darrel akhirnya keluar dari mobilnya, menutup pintu mobil Tara lalu berjalan mencari Tara yang entah kemana.
Banyak nya pohon di pinggir jalan membuat Darrel merasa takut jika ada begal, atau kejahatan yang lain nya yang selalu berkeliaran di malam hari.
"Tara!" panggil Darrel.
Tapi hening tak mendapatkan jawaban, membuat Darrel kembali berjalan mencari sosok yang sekarang entah kemana.
Sedangkan Tara yang sedang mencari toilet umum tidak kunjung mendapatkan nya.
sampai akhirnya Tara melihat satu rumah sederhana yang tak jauh dari tempat dia berdiri.
Tanpa berpikir lama Tara langsung bergegas mendekati rumah sederhana itu.
tentunya dengan langkah yang terburu-buru karena sudah tidak kuat menahan nya.
Tok..tok..
"Assalamualaikum.. permisi." ucap Tara.
Lama menunggu jawaban, sampai akhirnya pintu rumah itu terbuka dan memperlihatkan seorang ibu paruh baya.
"Maaf cari siapa neng?." tanya ibu itu.
"Permisi Bu, aku mau numpang pipis." kata Tara dengan ekspresi seperti menahan sesuatu.
Membuat si ibu mengulum senyum nya lalu mengajak Tara ke belakang rumah nya.
"Di sini nggak ada WC neng, ada nya empang ikan yang suka di pake tempat nyuci mandi dan yang lain nya, tapi tenang aja neng air di sini bersih kok soalnya ngambilnya dari sumur." jelas si ibu.
Tara menganggukkan kepalanya.
Si ibu memberikan se ember air untuk Tara, dan Tara yang sedang pipis tersenyum senang.
dia tidak kaget saat mandi ada yang mengintip toh itu ibu-ibu, lagi pula saat kecil Tara terbiasa mandi bersama kakak nya.
"Ahkk lega nya." gumam Tara dengan senyuman mengembang nya.
"Makasih ya Bu." lanjut Tara melirik si ibu.
Ibu paruh baya itu mengangguk kecil.
"Sama-sama neng, hati-hati ya di jalan nya soalnya di sini banyak begal neng." jelas si ibu membuat Tara terdiam.
Sampai akhirnya Tara memiliki pikiran untuk meminta satu balok kayu yang ukuran nya lebih besar dari kaki nya.
"Sekali lagi makasih ya Bu, maaf ngerepotin." kata Tara.
Dan setelah itu Tara berjalan ke arah jalan yang ada mobil Darrel, tentu nya dengan balok kayu yang dia sengaja bawa untuk jaga-jaga jika ada yang berani menganggu nya.
"Pasti bakalan kena marah lagi." gumam Tara sambil berjalan cepat.
Saat Tara hampir sampai mendekati mobil Darrel, Tara mengerutkan keningnya karena tidak melihat Darrel, dan hal itu membuat Tara langsung berjalan cepat dan langsung mengintip ke kaca mobil.
Dan ya, Tara tidak melihat Darrel di dalam nya, membuat Tara langsung mengadahkan pandangan ke semua arah.
Sampai akhirnya ekor mata Tara melihat Darrel yang menatap nya tajam, tentu nya dengan wajah yang jangan di tanyakan lagi berapa tingkat kemarahan nya.
"Kemana saja?." tanya Darrel sambil melotot.
Tara tersenyum kikuk, lalu menyengir kuda.
__ADS_1
"Hhe, aku kan habis pipis." sahut Tara tersenyum tanpa bersalah.
"Itu celana kenapa basah?." tanya Darrel lagi.
Yang membuat Tara replek mengusap bokong nya dan ternyata benar bokong dan bagian depan nya basah.
"Ini tadi kesiram air pas abis pipis, tapi ngak apa ngak bau." sahut Tara santai.
"Masuk!" ucap Darrel lagi.
Tara mengangguk tanpa berani membantah, lagi pula dia memang kembali mengantuk.
dan jam pun semakin berputar semakin larut malam.
Di dalam mobil Darrel yang melihat Tara manyun menghela nafasnya panjang.
dia mencari Tara bahkan sampai jatuh beberapa kali karena di kejar dogi.
Tapi tidak mungkin dia mengakan nya malu dia kalau sampai Tara tau dia seceroboh itu sampai jatuh ke got.
"Aku ngak suka kamu kaya gitu, kalau mau pipis sabar nunggu aku cari hotel dulu." kata Darrel kembali kesal.
"Ya maaf, tapi kan pipis ngak bisa di tahan." jawab Tara.
"Kalau nanti ada orang jahat terus culik kamu atau misalnya kamu kenapa-kenapa siapa yang akan khawatir Tara, aku yang akan di salahkan sama Ibu, Mom dan yang lain nya." lanjut Darrel lagi.
Membuat Tara memanyunkan bibir nya merasa tidak salah karena dia memang sangat-sangat ingin pipis.
"Itu ngapain bawa balok kayu, buang." lanjut Darrel lagi sambil menatap tajam Tara.
Tara semakin kesal, dia mengerucutkan bibirnya karena Darrel tidak paham jika dia hanya melakukan yang terbaik, dari pada pipis di mobil atau pipis di tempat umum seperti di dekat pohon, tentu lebih baik mencari tempat pipis yang terbaik, yaitu toilet.
"Buang Tara." kata Darrel lagi.
"Iya bawel." ketus Tara sambil membuka kaca mobilnya lebar-lebar lalu membuang balok kayu nya.
"Udah puas!" Tara menutup kembali kaca mobilnya lalu memalingkan wajahnya karena kesal.
Darrel kembali melajukan mobilnya dengan suasana keheningan yang sudah tercipta.
sampai akhirnya..
"Kok bau ya." celetuk Tara.
Tit..
Mobil kembali ngerem mendadak, dan kali ini Tara yang sedang memalingkan wajahnya ke samping menjadi kehilangan kendali dan membentur kaca mobil.
"Kakak !! " teriak Tara kesal.
Darrel gelagapan karena akhirnya bau got nya tercium oleh Tara.
"Nggak bau ko, enggak." sahut Darrel.
"Bau got, kening aku sakit gara-gara kakak!"
________
🌹🌹🌹🌹🌹
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1