
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di perjalanan Bastian terus tersenyum, bayang-bayang wajah cantik Fallen saat memakai mukena terus menerus berkeliaran di kepala, seolah ingin membuat nya gila.
Tadi sebelum Bastian akan pergi untuk membeli bubur dia melupakan kebiasaan rutin nya, ya Bastian kembali masuk untuk cuci muka, dan saat melewati kamar tak sengaja Bastian melihat pantulan wajah Fallen sekilas saat sedang sholat.
Begitu cantik dan membuat hatinya menjadi damai, Fallen benar-benar wanita yang tidak bisa di tebak bagaimana sikap asli nya, dan sialnya Bastian telat melihat kelebihan mantan istri nya itu.
"Aku benar-benar bodoh, kenapa aku membuang permata hanya untuk sebuah butiran debu yang tidak ada harga nya?." gumam Bastian sambil mengendarai mobil nya.
Penyesalan memang selalu ada di akhir, dan Bastian menyesal karena sempat mengatakan kata-kata tidak pantas untuk seorang wanita baik seperti Fallen, ya meski tidak bisa di bilang baik juga karena Fallen juga sedikit galak!.
"Fallen, dia benar-benar wanita pertama yang berani menentang keinginan ku, sekaligus wanita pertama yang berani menolak ku, tapi perduli apa aku dengan semua penolakan nya itu, aku akan tetap memperjuangkan Fallen meski aku tidak tau berapa banyak rintangan nya." gumam Bastian lagi.
Dia tau seperti apa Fallen, pasti tidak akan mudah untuk mendapatkan hati wanita yang pernah di sakiti, apalagi rasa sakit yang Bastian berikan pada Fallen sangatlah berat, membuat Bastian harus ekstra bekerja keras untuk mendapatkan hati Fallen.
Setelah beberapa menit mobil Bastian menepi di pinggir jalan, Jam nya masih menunjukan pukul setengah enam, Bastian tidak yakin tukang bubur nya sudah ada atau belum.
Bastian menatap sekeliling area pinggir jalan raya X, dia mengerutkan keningnya bingung tidak mendapatkan keberadaan tukang bubur.
"Pak, apa tukang bubur sudah datang?." tanya Bastian.
Si bapak yang sedang duduk di kursi sambil menyeruput kopi panas itu melirik Bastian.
"Apa kau bule buta? lihatlah di sana kan sudah terpampang jelas kalau si Dodo itu ngak dagang, libur mau nganter istri nya lahiran." kata si bapak, lalu menyeruput kopi panas nya lagi.
Bastian kaget mendengar nya, wajah nya berubah kesal karena si bapak yang mengatai nya bule buta, tapi itu tidak lah penting untuk sekarang.
Yang paling terpenting sekarang hanya satu, bubur pesanan Fallen!.
Bagaimana bisa Bastian datang dengan tidak membawa apa-apa, bisa marah besar nanti Fallen pikir nya.
"Aku harus membeli bubur pengganti, aku tidak boleh membuat Fallen menunggu lama, anak-anak ku akan kelaparan." gumam Bastian lalu kembali masuk lagi ke dalam mobilnya.
Bastian sudah sampai di halaman rumah Fallen, dia masuk ke dalam rumah dengan senyuman mengembang.
"Fall." panggil nya dengan suara yang terdengar sangat merdu.
"Bubur pesanan mu sudah datang, ayo makan." ucap Bastian lagi.
Lama Bastian menunggu sampai akhirnya Bastian memilih untuk masuk ke dalam kamarnya.
Dan sesampainya di dalam kamar dia melihat Fallen yang tertidur dengan menggunakan mukena.
"Cantik." gumam Bastian yang terpana dengan kecantikan wajah natural Fallen.
__ADS_1
Kenapa dia baru sadar jika selain baik dan galak Fallen juga cantik.
Bastian duduk di pinggir ranjang, tangan Bastian terulur untuk mengusap pipi Fallen dengan lembut.
"Fallen." panggil nya menepuk pelan pipi Fallen.
Fallen mengeliat pelan lalu membuka matanya, dia kaget karena Bastian ada di kamar nya, dan tatapan nya tertuju pada tangan yang tidak tau malu nya itu, seenaknya mengusap pipi nya.
"Singkirkan tangan kotor mu itu dari pipi ku, aku tidak suka." ucap Fallen sinis.
Membuat Bastian menanggapi nya dengan senyuman.
"Yakin ngak suka? tapi ko ini diem aja di usap-usap gini." ucap Bastian menggoda membuat Fallen melotot dan menepis tangan Bastian.
"Jaga jarak, ngak usah so akrab." kata Fallen ketus.
Bastian menghela nafasnya, begitulah Fallen yang selalu bersikap galak pada nya, tapi meski begitu dia tidak akan mudah menyerah, Bastian akan tetap memperjuangkan harapan anak-anak nya untuk memiliki keluarga lengkap.
"Bubur nya udah ada, ayo makan." ucap Bastian lagi.
Fallen yang mendengarnya mengerutkan keningnya aneh, setau nya mang Dodo bilang kalau dia tidak dagang hari ini karena istri nya melahirkan, tapi sekarang kenapa Bastian bisa membeli bubur?.
Karena penasaran Fallen pun berjalan mengikuti langkah kaki Bastian, keduanya duduk di sopa yang saling berhadapan.
Dan ya benar saja di meja kecil nya ada dua cup bubur.
Bastian kaget dan gelagapan, dia bingung harus memberikan alasan karena sejatinya bubur itu bukan lah bubur yang di beli di mang Dodo, tapi di restoran.
Melihat wajah Bastian yang seperti kebingungan membuat Fallen menghela nafasnya panjang, lalu mengambil cup berisi bubur milik nya.
"Baiklah untuk sekarang kamu lolos dari amarah ku kutu kupret, tapi lain kali mungkin tidak!." batin Fallen.
"Terimakasih." ucap Fallen sambil memasukan semua nya di campur da di aduk.
Deg..
Jantung Bastian berdetak kencang saat kata terimakasih meski dengan wajah yang tidak mau menatap nya.
Apa ini rasanya jatuh cinta?
"Triplets bubur nya enak ngak?, ini yang beli nya Pipi loh." ucap Fallen lagi sambil mengusap perut nya.
Triplets?.
Bastian di buat kaget dengan kata Triplets yang keluar dari bibir tipis Fallen, apa dia memiliki anak kembar?.
"Fallen, apa anak kita kembar?." tanya Bastian terlihat antusias.
__ADS_1
Fallen yang sedang menyuapkan sesendok bubur ke mulutnya menunda memasukan nya, dia melirik Bastian dengan wajah bingung nya.
"Apa seorang Bastian Cashel Chris kehilangan info?." Tanya balik Fallen.
Namun Bastian malah mengulang pertanyaan nya lagi.
"Fallen, apakah anak kita kembar?."
Huh..
Dengan kesal Fallen menjawab nya, "Iya, iya anak kita kembar!."
"Tiga!" lanjut Fallen lagi, lalu memasukkan sesendok bubur ke mulutnya.
Tiga?.
Bastian semakin kaget lagi mendengar fakta itu, dia tidak menyangka jika kejadian Salah Ranjang nya membuat gadis yang ikut serta dalam kejadian Salah Ranjang itu mengubah nya menjadi seorang Daddy.
Plakkkk !!
Awwww !!
"Kenapa kau menampar ku?." tanya Bastian meringis.
"Aku hanya membangunkan orang bengong, salah mu sendiri yang bengong, kau tau kau membuat selera makan ku hilang." ketus Fallen sambil beranjak berdiri.
Tidak berselera tapi habis, mungkin itu yang di katakan Wanita mah bebas say!.
Namun langkah nya terhenti karena ucapan Bastian.
"Kita cek ke rumah sakit ya, aku mau melihat anak-anak ku." kata Bastian.
"Nanti saja, aku baru cek kemarin lagi pula hari ini aku harus istirahat di rumah, itu pesan Dokter." sahut Fallen.
Membuat Bastian terdiam dengan raut wajah kecewa nya.
sedangkan Fallen tidak perduli, dia ke dapur untuk membuat sampah bekas bubur tadi.
Tapi sedetik kemudian Bastian langsung tersenyum simpul.
"Haha aku ngak akan kasih tau Mom, bisa ngebet bikin party tujuh hari tujuh malam kalau si Mom tau cucu nya langsung tiga."
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1