
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Seperti yang di sarankan Jenn kemarin, Arr yang baru pulang dari mini market itu langsung mengecek kebenaran nga ke kamar mandi, dia sengaja sembunyi-sembunyi karena tidak mau hasil yang dia dapat kan itu membuat keluarga kecilnya kecewa.
Di kamar mandi Arr yang masih menunggu lima belas menit nampak gugup, dia menatap ke cermin yang memperlihatkan wajah resah nya.
"Apapun hasilnya, aku tidak akan kecewa, aku akan tetap berusaha." gumam Arr.
Tok..tok..
"Mommy?" panggil Willy di luar kamar mandi.
"Iya sayang.." Arr berjalan ke arah pintu, dan membuka pintu kamar mandi.
"Mommy sedang apa?" tanya Willy.
"Ahk tidak ada hanya pipis." jawab Arr jujur.
Willy mengangguk paham, lalu dia merentangkan kedua tangannya ke atas minta di gendong.
Arr yang melihat itu langsung membawa tubuh putra nya itu ke pangkuan nya, dan berjalan ke ranjang nya dengan Willy yang di pelukan nya, dengan perlahan-lahan Arr merebahkan tubuh sang putra di tempat tidur.
Arr memang ada di kamar Willy, sebenarnya dia ingin mengecek nya di kamar nya, tapi tadi saat pulang dari mini market Willy meminta di temani di kamar nya.
"Mommy." panggil Willy, sesekali dia menguap lebar.
Dan melihat itu Arr langsung menutupi bibir putra nya dengan tangan nya.
"Apa sayang?" sahut Arr lembut.
"Tadi malam aku mimpi Mom." ucap Willy masih menguap.
"Mimpi apa?" tanya Arr sambil mengusap rambut sang putra dengan lembut.
"Ada Mommy baru, Mommy baru cium pipi aku dan bilang katanya harus jadi anak baik." Willy masih ingin bercerita meski rasa kantuknya sudah sangat menganggu.
Mommy baru? Arr terdiam mendengar penuturan putra nya, dia semula ingin berpikir yang tidak-tidak yaitu Mommy baru yang di katakan putra nya itu adalah istri baru yang akan datang.
Tapi jika di pikir-pikir lagi Arr merasa itu tidak mungkin, apalagi Lian sudah berjanji padanya untuk tidak ada kata perceraian di pernikahan nya.
"Apa mungkin Mommy baru yang di katakan Willy adalah Almrhum Rania, istri pertama suamiku?" batin Arr.
Dan saat Arr akan menjawab dia tidak sengaja melihat Willy yang sudah memejamkan matanya, dan melihat itu Arr langsung tersenyum.
"Mommy akan melakukan permintaan Mommy asli mu sayang, Mommy akan membuat kamu menjadi anak baik yang pintar." kata Arr sambil mengusap kepala putra nya.
__ADS_1
Cup..
Satu kecupan Arr berikan pada kening Willy, berkat Willy Arr bisa lebih perhatian lagi pada putra nya, seperti yang di inginkan Almarhum Rania.
Karena rasa kantuknya Arr menjadi menguap, sampai akhirnya dia ikut tertidur di ranjang yang sama dengan Willy, melupakan sesuatu yang ada di dalam kamar mandi yang mungkin sudah berubah warna menjadi dua garis biru.
Sedangkan di perjalanan pulang nya Lian nampak penuh semangat, kali ini dia pulang tidak membawa bunga, tapi Lian pulang dengan martabak yang di minta Arr.
Tadi malam Jenn yang pulang mengirimkan martabak coklat yang di beri kacang lewat aplikasi, dan Arr yang mendapatkan makan manis itu nampak senang dan mengatakan jika dia ingin martabak yang sama lagi, yaitu martabak coklat yang di beri kacang.
Tanpa terasa mobil melaju dengan cepat sampai akhirnya mobil Lian sampai di halaman rumah nya yang megah dan besar itu.
"Sayang!" Lian berjalan dengan senyuman nya masuk ke dalam rumah.
"Sayang!" panggil Lian lagi, lalu berjalan menaiki tangga, tapi baru bebarapa langkah tiba-tiba Lian mendengar suara langkah seseorang, membuat dia melirik ke bawah.
"Nyonya ada di kamar tuan muda kecil tuan." ucap pengasuh.
Lian tidak menjawab, dia berjalan tanpa menghiraukan wajah si pengasuh yang nampak aneh karena tumben majikan nya membawa makanan ke dalam kamar.
Ceklek..
Pintu kamar terbuka, Lian yang masuk ke dalam kamar itu langsung di suguhkan dengan pemandangan menggoda iman, di mana dress merah muda yang di kenakan istrinya itu sedikit terbuka dan memperlihatkan bagian yang membuat nya terus fokus pada satu titik itu.
Waww
Lian menelan ludah nya karena Arr sedikit bergerak dan hal itu malah semakin membuat nya menjadi nafs*.
Dan saat akan mendekati Arr Lian malah merasa ingin pipis, Lian menaruh martabak nya di nakas lalu pergi ke kamar mandi Willy.
Saat setelah selesai dengan urusan nya Lian berniat keluar dari kamar mandi, tapi perhatian nya malah tertuju pada gelas kecil yang entah berisi apa itu.
"Apa ini?" gumam Lian.
Di cium nya cairan itu, matanya melihat ke air yang ada di gelas itu tapi tidak sampai teliti karena Lian mencium bau yang aneh, seperti bau..
Ceklek..
Arr masuk dan dia kaget saat melihat suaminya sedang melihat air pipis nya.
"Jangan di pegang!" kata Arr panik.
Dia takut hasilnya mengecewakan.
"Air apa ini?" tanya Lian bingung, apalagi setelah melihat wajah Arr yang nampak gelisah.
Arr tidak menjawab, dia malah mengambil gelas kecil itu, dan melihat alat tes kehamilan yang sudah dia simpan selama kurang lebih 45 menit itu.
__ADS_1
"Apa itu?" Lian berjalan mendekat, dia kepo.
Arr membelakangi suaminya, dia masih ragu untuk melihat hasilnya, sampai akhirnya Lian menarik tangan Arr dan mengambil apa yang ada di tangan Arr.
Lian melihat dengan mata yang serius untuk beberapa saat, lalu menatap istrinya dengan wajah yang tidak terbaca.
Lain hal nya dengan Arr yang ketakutan, dia berpikir jika usianya yang sudah tua jadi dia akan susah hamil, dan Arr juga berpikir kalau hasil tes kehamilan itu negatif.
"Maaf, aku belum___" ucap Arr terhenti karena Lian tiba-tiba memeluk nya.
"Terimakasih!" kata Lian.
Hah?
Arr yang ada di pelukan itu masih menampilkan wajah bingung nya, sampai akhirnya Lian melepaskan pelukannya dan memperlihatkan tes kehamilan yang di gunakan Arr tadi.
Dan melihat itu Arr terperanjat kaget bukan main, bagiamana tidak ini seperti mimpi untuk nya, dimana dia melihat dua garis biru yang sangat jelas sekali.
"Aku hamil?" tanya Arr masih tidak percaya.
Lian mengangguk cepat.
"Apa kamu senang?" tanya Lian lagi.
Arr mengangguk meski dia bingung harus memperlihatkan ekspresi apa, ini benar-benar tidak terduga karena semula Arr hanya mengikuti saran adik nya.
Dan melihat wajah datar Arr Lian langsung mengusap pipi istrinya, yang membuat Arr menjadi menatap suaminya dan tiba-tiba air mata nya jatuh tidak permisi.
"Hey kenapa menangis?" Lian kaget.
Arr tidak menjawab, dia masuk ke pelukan suaminya lagi dan menangis di pelukan Lian.
"Aku senang sangat senang, terimakasih hiks.. "
Dan untuk pertama kalinya Lian melihat istrinya yang menangis? seorang Arr yang kaku dan tegas memiliki wajah datar sedang menangis? ralat lebih tepatnya menangis bahagia.
"Aku juga terimakasih." balas Lian.
"Tidak, aku yang berterimakasih." kata Arr lagi.
Keduanya terus saling mengatakan terimakasih, sampai akhirnya..
"Kita membuat nya berdua." kata Lian dan Arr hanya mengangguk kecil, karena memang keduanya melakukan nya bersama.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Hua akhirnya 😭
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗