Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Jenn dan Juan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Jenn, aku akan menjemputmu."


Pesan singkat yang di kirimkan seorang pria yang beberapa akhir ini sedang mendekati nya itu membuat Jenn menjadi resah.


Entahlah.. dia merasa tegang meski sebenarnya Jenn tidak menyukai pria itu.


Sikap Juan yang bertolak belakang dengan nya di tambah usia Juan yang lebih muda dari nya itu membuat Jenn merasa minder.


Dia sudah 28 tahun dan tiba-tiba di dekati seorang pria 26 tahun, bukan kah itu menggelikan?.


Tring..


"Kita akan makan di tempat biasa, jangan menolak karena kamu sudah berjanji untuk memberikan lima kesempatan untuk ku mendekati mu."


Satu pesan lagi sudah masuk ke dalam ponselnya, membuat Jenn menghembuskan nafas nya panjang.


"Kenapa aku harus mengatakan itu, seharusnya jika aku tidak suka aku langsung saja mengatakan nya." gumam Jenn sambil memijat pelipisnya yang terasa pening.


Beberapa saat lalu Juan pernah meminta untuk memberikan nya kesempatan untuk bisa mendekatinya, dan dengan asal Jenn mengiyakan saja, toh dia rasa Juan bukan pria yang ambisius seperti yang dia bayangkan.


Tapi sepertinya dugaan nya salah karena Juan malah semakin aktif untuk mendekati nya.


Bahkan dua hari ini Jenn sampai tidak bisa menghitung berapa jumlah bunga yang di kirimkan Juan baik di kantor nya, ataupun di rumah nya.


Karena jam makan siang sudah habis Jenn memilih untuk mengabaikan pesan itu, lalu kembali fokus untuk bekerja lagi.


Di tempat lain nampak Juan yang tengah tersenyum saat melihat beberapa foto dirinya dan Jenn, foto itu dia dapatkan saat pernikahan Darrel dan Tara.


"Dia terlihat manis meski sudah 28 tahun, kenapa bisa seperti itu." gumam Juan sambil mengusap layar ponselnya.


Sampai tiba-tiba ketukan pintu terdengar di luar ruangan nya.


"Masuk!"


Ceklek..


"Tuan di depan ada Nyonya besar."


"Biarkan Mami masuk."


Dan datanglah Mami Anita dengan wajah seperti menahan kesal nya.


"Ada apa Mam?"

__ADS_1


"Kau tanya ada apa? dasar anak nakal!" Mami Anita langsung menjewer telinga putra nya.


Awww !!


"Mami!" ringis Juan sambil memegangi tangan Mami nya.


"Kau membuat Mami menunggu terlalu lama, kapan kau akan membawa Jenny ke rumah." tanya Mami Anita dengan wajah gemasnya menjewer telinga sang putra kesayangannya.


"Astaga Mami, sabarlah..aku sedang usaha untuk bisa membuat kalian bertemu." sahut Juan sambil meringis lagi.


Tapi sepertinya Mami Anita yang sudah tidak sabar lagi memilih untuk terus menjewer telinga putra nya.


dia kesal karena sudah dua Minggu ini putranya terus mengatakan jika dia akan segera menikah tapi bahkan calon nya pun masih belum d bawa ke rumah nya.


Dan tentu dia juga penasaran seperti apa calon menantu nya itu, tidak masalah untuk fisik nya tapi yang paling penting adalah attitude dan personality nya.


"Baiklah Mami akan menunggu beberapa saat lagi, tapi jika kamu tidak segera membawa Jenny mu itu, maka jangan salahkan Mami jika Mami akan menjodohkan mu dengan anak teman Mami." kata Mami Anita, lalu melepaskan tangan nya dari telinga sang putra.


Mami Anita duduk, lalu dia membawa bekal makanan yang dia bawa untuk sang putra.


"Mami jangan jodohkan aku, aku sudah terlanjur menyukai Jenn." ucap Juan, tidak terima jika di jodohkan dengan perempuan yang sama sekali tidak dia suka bahkan tidak ia kenali itu.


"Iya, iya.. cepat buka mulutmu sebelum Jenny mu itu tidak menyukai mu karena tubuhmu kurus." kata Mami Anita lagi sambil memberikan suapan pertama nya untuk sang putra.


Juan membuka mulutnya lebar-lebar, dan menerima suapan dari sang Mami.


Mami Anita menggelengkan kepalanya, dia seperti ini karena ia sangat menyayangi putra nya, apalagi Juan adalah satu-satunya putra nya dan tentunya Mami Anita tidak akan pernah perduli pandangan orang lain pada nya karena di mata nya Juan tetaplah putra nya yang manis.


Sore harinya sesuai dengan rencana, Juan menjemput Jenn, ia menunggu Jenn di tempat yang sudah dia janjikan.


"Ko lama banget keluarnya, tumben." gumam Juan, padahal dia baru dua kali menjemput Jenn, tapi sudah berasa so paling tahu kapan Jenn keluar dari kantor.


Di kantor nya Jenn ragu-ragu untuk melangkah, jelas dia melihat mobil Juan di tempat yang di janjikan dan entah kenapa hal itu membuat nya merasa gugup.


"Astaga Jenn, kau tidak menyukai nya, biasakan dirimu jangan seperti ini karena kamu yang biasanya itu cuek." Jenn bergumam sendiri.


"Jenn.."


"Tuan."


"Tidak pulang?." Tanya Bastian.


"Hah?, mau tuan." sahut Jenn kikuk.


Membuat Bastian menaikan sebelah alisnya ke atas merasa aneh dengan sikap Asisten nya itu.


"Lalu kenapa kau masih di kantor?." tanya Bastian.

__ADS_1


Jenn langsung terdiam ia binggung menjawab apa, sampai akhirnya terdengar suara orang yang memanggil nya, dan itu membuat Jenn replek membulatkan matanya sempurna.


"Jenn!" teriak Juan sambil berlari.


"Astaga bocah itu!" batin Jenn ingin sekali kabur dari hadapan beberapa orang yang menatapnya dengan wajah aneh itu.


Bastian berdecak melihat kedatangan Juan, mantan saingan nya saat awal-awal pernikahan nya dengan Fallen.


"Waw! anak Mami menjemput seorang gadis?." Bastian mengeluarkan suara nya.


"Benar sekali Om, jadi jangan halangi anak Mami ini untuk menjemput calon istrinya." kata Juan sambil tersenyum, lalu melirik Jenn yang seperti sedang menahan malu.


Juan mendeuhem pelan lalu mengulurkan tangannya, "Ayo Jenn, kita pulang." lanjut Juan sambil tersenyum.


Tidak menghiraukan uluran tangan Juan, Jenn berjalan dengan cepet untuk segera menghindari wajah orang-orang yang kaget melihat apa yang di lakukan Juan pada nya.


Melihat Jenn yang pergi begitu saja membuat Juan menghela nafasnya.


lalu melirik Bastian yang tersenyum mengejeknya.


"Berhentilah, mungkin saja jodoh mu itu anak bayi." kata Bastian sambil tertawa.


"Kau menertawakan seolah kau orang yang paling hebat, lihat saja beberapa saat lagi aku akan membuat mu menjadi tamu undangan di pernikahan ku." ucap Juan dengan wajah serius nya.


Bastian mengangkat sebelah alisnya ke atas lalu tersenyum kecut.


"Baiklah, jika itu terjadi aku akan memberikan rumah mewah untuk hadiah pernikahan mu, tapi jika itu tidak terjadi aku harap kau tidak berharap untuk merayu Jenn lagi karena dia akan menjadi istri teman ku."


Di perjalanan pulang nya Jenn nampak banyak diam, dan itu membuat Juan yang melihat nya merasa bingung.


"Jenn kau marah?" tanya Juan.


"Tidak." sahut Jenn dingin.


"Tapi wajahmu terlihat dingin."


"Apa wajah ku selalu tersenyum?." Jenn menatap Juan.


Dan Juan menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku selalu melihat wajah dingin mu, tapi aku rasa wanita seperti mu lebih cantik jika kau tersenyum, itu lebih terlihat manis." jelas Juan yang membuat Jenn tertegun.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2