
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi menyapa, pagi-pagi sekali Jenn bangun karena dia memang terbiasa bangun pagi, bahkan sekarang Jenn sudah cantik dan segar dengan rambut pendek nya yang basah.
"Wah pagi-pagi calon mantu Mami udah keramas aja." Mami Anita yang baru bangun tidur itu menuruni tangga.
Seperti biasanya, aktivitas nya saat pagi-pagi itu harus meminum air hangat, dan setelah itu kembali tidur lagi sampai jam enam lebih.
"Sudah sholat?" tanya Mami Anita.
"Sudah Mami." balas Jenn sambil tersenyum.
"Bagus, cantik rajin sholat lagi memang mantu idaman nih." puji Mami Anita sambil berjalan mendekati tempat Jenn berdiri.
Jenn hanya tersenyum kecil mendengar pujian calon mertuanya itu, sebenarnya Jenn merasa gugup karena ini pertama kalinya dia menginap di rumah Juan, hanya saja karena acara bola tadi malam Jenn pun memilih menginap karena jika menonton bola di rumah nya pun ia merasa takut.
Bagaimana pun Jenn tau batasan nya, dia dan Juan bukanlah pasangan halal yang layak berduaan di satu tempat yang sepi, Jenn tidak mau ada hal negatif rentang dirinya dan kekasihnya, dia ingin menghindari fitnah yang jahat.
Setelah mengambil minum Mami Anita kembali dengan segelas air putih hangat hangan yang ada di gelas di tangan nya.
"Jenn Mami akan tidur lagi, ini masih sangat pagi Juan juga belum bangun, kalau kamu mau apa-apa nanti minta aja sama Bibi ya, Mami nggak kuat masih ngantuk." kata Mami Anita.
Jenn hanya mengangguk paham, dan melihat mertuanya yang menaiki tangga dengan langkah yang layak nya seperti orang yang mengantuk.
"Aku ngapain ya?" gumam Jenn bingung.
Karena tidak ada kerjaan Jenn memilih kembali masuk ke kamar, semua pekerjaan rumah sudah selesai karena di rumah Juan memiliki tiga bibi pembantu dan satu pengurus taman, benar-benar rumah sultan.
"Gini kali ya jadi orang kaya, udah pagi kalau ngantuk ya tidur lagi, enak banget." gumam Jenn sambil mendudukkan bokong nya di tepi ranjang dan menghadap ke arah jendela yang memperlihatkan pemandangan taman luar rumah.
Bosan melamun Jenn memilih bermain ponsel, iseng-iseng Jenn menelpon sang kakak, Jenn tau kakak nya pasti jam segini sudah bangun.
Dan ya.. panggilan nya menyambung..
"Hallo.." panggil Jenn.
"Ada apa Dek, pagi-pagi kok nelpon?" tanya Arr.
"Nggak apa-apa sih, cuman nelpon aja, kakak gimana kabar nya? kok jarang nelpon sih?" Jenn mulai mengatakan kerinduan nya akan sosok sang kakak.
Semenjak kakak nya menjadi seorang istri kakaknya sangat jarang mengabari nya, membuat Jenn bertanya-tanya bagaimana kehidupan kakak nya sekarang.
Apa bahagia? atau kah? tidak Jenn tidak mau berpikir negatif, dia tau kakaknya bukan wanita lemah yang mudah di tindas, dan Jenn yakin Kakak nya pasti bahagia dengan pernikahan nya.
"Kabar kakak baik, emm__" suara Arr tiba-tiba terpotong.
Membuat Jenn bingung dan melihat layar ponselnya, tapi panggilan nya masih tersambung.
Dan tiba-tiba..
"Mommy!" suara anak kecil terdengar.
__ADS_1
Ahk itu Willy, keponakan nya yang lucu dan imut juga menggemaskan, tapi tidak dengan bapaknya yang dingin itu.
Baru juga Jenn akan mengeluarkan suara nya tiba-tiba Jenn mendengar suara lagi.
"Sayang kemarilah bergabung dengan kami." suara yang familiar di telinga Jenn, siapa lagi kalau bukan suara Lian, kakak iparnya.
"Mommy datang!" suara Arr kembali terdengar, Jenn cukup kaget mendengar suara kakak nya yang penuh semangat itu, belum pernah dia mendengar suara kakak nya yang seperti itu.
Biasanya kakak nya akan menjawab seenaknya, singkat padat dan jelas, juga dingin begitulah kakaknya.
Tapi ini? suara penuh kelembutan dan semangat yang besar?.
Kembali terdengar suara tawa, Jenn tersenyum di dalam diam nya, senang? tentu saja Jenn senang, adik mana yang tidak bahagia saat tau kalau kakaknya hidup bahagia.
Itulah harapan kakaknya, dan Jenn tau semua itu ia berharap jika pernikahan kakak nya akan menjadi pernikahan yang abadi, dan selalu bahagia selamanya.
Karena tidak mau menganggu kesenangan kakaknya Jenn pun mematikan panggilan nya, lalu menaruh ponselnya di nakas.
dan saat Jenn akan berbalik tiba-tiba Jenn melihat Juan yang tertidur di tempat tidur nya.
"Astaga, kapan dia datang." gumam Jenn kaget.
"Pagi cantik." sapa Juan.
Jenn tidak menjawab, dia memilih merebahkan tubuhnya di samping Juan, dan kembali memejamkan matanya karena jam masih menunjukkan pukul enam.
"Jenn.." panggil Juan.
"Tidur satu jam, jangan ganggu." balas Jenn.
"Keramas pagi-pagi seger ya" kata Juan lagi.
Membuat Jenn membuka matanya, dan melirik Juan dengan pandangan bingung nya.
"Memang nya kenapa keramas pagi-pagi?." tanya Jenn.
Juan tidak menjawab, dia malah mencium pipi Jenn dan kembali menatap langit-langit kamar.
"Kita nikah yuk." ajak Juan tiba-tiba.
"Kamu ngajak nikah kaya ngajak jajan cilok aja." balas Jenn.
"Mau nya di lamar ya?" ucap Juan lagi.
Jenn melirik Juan lalu menggelengkan kepalanya.
"Nggak gitu juga, kita nunggu Kak Arr hamil dulu ya." masih tetap dengan alasan sama.
Membuat Juan mengembungkan pipi nya, lalu mengusap pipi Jenn dengan wajah di tekuk nya.
"Sampai kapan aku nunggu?" tanya Juan.
Jenn melirik Juan lagi, lalu menatap Juan dengan pandangan aneh.
__ADS_1
"Jadi kamu nggak mau nunggu?" Jenn membenarkan posisi nya, dan mendudukkan bokong nya di tepi ranjang.
Melihat itu Juan ikut mendudukkan bokong nya di tepi ranjang, dan memegang tangan Jenn, tapi Jenn menepis nya karena dia kesal.
Bagi Jenn kakaknya adalah segalanya, meski dia harus mengundur kebahagian nya sekalipun, tapi demi menghargai perasaan kakak nya Jenn tetap memilih untuk mengundur nya.
"Kamu marah?" tanya Juan sambil kembali memegang tangan Jenn.
"Kamu harus tau kalau aku tuh nggak bisa buat kak Arr sedih, dia itu segalanya satu-satunya keluarga ku yang aku punya." kesal Jenn.
"Aku tau, tapi maksud aku tuh gini sayang.." Juan menjeda ucapan nya, dia memegang tangan Jenn.
"Dengerin aku baik-baik Jenn aku nggak mau kamu salah paham, tapi hubungan kita juga nggak baik kalau di tunda lama-lama, kamu tau kan bagaimana aku bisa menjaga untuk tidak melakukan hal lebih, aku pria normal Jenn begitupun dengan kamu yang juga wanita normal, kita sama-sama sudah dewasa dan apa kamu nggak memiliki perasaan aneh untuk hubungan yang lebih menuntut?" Juan berkata dengan panjang kali lebar.
Membuat Jenn tidak bisa berkata-kata, karena apa yang di ucapkan Juan adalah benar adanya, Jenn memang selalu merasa lepas kendali saat bersama Juan, akhir-akhir ini dia bahkan sering mencium bibir Juan tanpa rasa malu sedikit pun.
"Jenn.." panggil Juan lagi.
"Aku paham, aku tau.. " Jenn menatap Juan, dan Juan pun balik menatap Jenn.
Keduanya masih di kamar dengan posisi yang saling berhadapan, tanpa sadar Juan dan Jenn saling menatap dengan jarak yang cukup dekat lalu tangan Juan menarik Jenn agar lebih rapat dengan nya.
"Jenn.."
"Ya.."
"Kita nikah yuk.." ucap Juan dengan wajah yang penuh keseriusan.
Sebelum menjawab Jenn menatap Juan, sampai akhirnya dia menjawab dengan sebuah anggukan kepala.
"Aku mau.." balas Jenn sambil tersenyum.
Juan kaget dan reflek mencium bibir Jenn, dan tentunya Jenn pun membalas ciuman itu, dan di saat bersamaan pula tiba-tiba..
Ceklek !!
"Astaga !!! " Mami Anita kaget bukan main melihat Juan yang berciuman dengan Jenn.
Mami Anita menarik nafasnya panjang, matanya melihat ke sudut kamar sampai akhirnya dia melihat sapu lidi.
Bukkkk !!
Bukkkk !!
"Awww Mami sakit!" teriak Juan.
Jenn panik, dia terduduk sambil melihat Juan yang terus mendapatkan pukulan dari Mami Anita.
"Dasar anak mesum! siapa yang ngajarin kamu jadi anak mesum hah! dasar ya !!" Mami Anita kembali memukul bokong Juan dengan sapu lidi.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Nikahan nggak ya?
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗