Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Romantis ala Lian.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah selesai makan Arr Lian dan juga Willy pulang dengan membawa lelah di perjalanan.


ketiga nya kompak masuk ke kamar dengan wajah lesu nya.


"Mau mandi lagi?" tanya Lian.


"Enggak, udah nggak tahan ngantuk." balas Arr yang langsung berjalan ke kamar mandi dengan membawa pakaian ganti.


Lian yang melihat Arr masuk ke kamar mandi ikut masuk dengan membawa pakaian ganti nya.


"Kenapa ikut masuk." Arr yang akan membuka pakaian nya kaget dan tidak jadi membuka pakaian nya.


"Aku juga mau ganti baju, biar enak tidur nya." balas Lian malah dengan santai nya membuka satu persatu pakaian nya.


Arr menelan ludahnya melihat Lian yang memakai pakaian di depan nya dengan santainya itu.


coba saja kalau dirinya yang seperti itu, sudah pasti dia akan mendapatkan masalah dengan harus tanggung jawab dengan milik suaminya.


Lian selalu punya cara untuk membuat Arr terjebak dalam masalah ranjang, seperti sekarang Lian nampak terus melihat ke arah Arr yang sedang mencuci wajahnya.


"Cepatlah ganti baju mu." kata Lian.


"Iya." sahut Arr singkat.


"Apa kau masih malu?" tanya Lian.


Tapi Arr malah menggelengkan kepalanya.


"Keluarlah duluan, aku tidak malu dengan mu hanya saja aku selalu risih melihat mata mesum mu itu." balas Arr.


Lian tersenyum kikuk mendengar ucapan Arr barusan, tidak bisa dia pungkiri jika ucapan istrinya itu adalah fakta yang sebenarnya.


Ya Lian akui jika setiap melihat Arr yang telanjang bulat semakin membuat na*su nya bertambah, apalagi saat mendengar erengan kecil yang keluar dari bibir wanita nya itu, membuat Lian hampir gila.


"Baiklah aku akan keluar, tapi jangan lama ya." kata Lian, mau tak mau keluar dari kamar mandi karena tidak mau istrinya rematik karena terlalu lama diam di kamar mandi.


Melihat kepergian Lian Arr mulai berganti pakaian nya dengan pakaian yang nyaman, yaitu daster yang memiliki beberapa kancing di bagian dada nya, tentunya karena setiap tidur Willy selalu mencari kenyamanan saat di dekatnya.


Entahlah Arr selalu nyaman meski Willy selalu mengigit bagian *** nya, dia membiarkan Willy merasakan apa yang belum pernah Willy dapatkan sebelum nya.


"Kenapa lama?" Lian yang melihat Arr keluar nampak kesal.


"Memang nya kenapa? bukan kah kamu janji malam ini kita tidak melakukan nya?" Arr berjalan melewati Lian begitu saja.


Lian yang mendengar ucapan Arr itu mengerucutkan bibirnya sebal, pasalnya Arr selalu bisa membuat nya mati kutu dengan kata-kata yang keluar dari bibir nya itu.


Arr merebahkan tubuhnya dan seperti biasanya dia memeluk Willy, baru saja Arr akan menutup matanya tiba-tiba tangan besar melingkar di pinggang nya, membuat Arr melirik ke belakang dengan raut wajah datar.


"Hanya meluk." kata Lian paham dengan raut istri nya.


"Terserah." Arr memilih kembali memejamkan mata nya.

__ADS_1


"Geser dikit." kata Lian.


Membuat Arr yang akan tertidur tidak jadi karena mendengar suara Lian lagi.


Tidak mau ribet Arr langsung menggeser posisi Willy dan dirinya, lalu kembali memejamkan mata nya.


"Apa kita tidak bisa bersahabat dulu sebelum saling mencintai?" suara Lian lagi-lagi terdengar.


Membuat Arr kesal dan memilih membenarkan posisi nya, Arr duduk di tempat tidur, dan Lian yang melihat nya hanya memeluk pinggang Arr dengan tubuh yang masih berbaring.


"Kita kan suami istri kenapa harus bersahabat?" tanya Arr bingung.


"Apa kamu tidak sadar jika kamu terlalu kaku?" ucap Lian lagi.


Membuat Arr terdiam, dia tidak merasa jika dirinya kaku, Arr selalu bisa memposisikan dirinya sebagai seorang istri dan ibu satu anak, begitu menurut nya.


"Aku tidak kaku, mungkin itu hanya perasaan mu." balas Arr.


"Apa tidak bisa bercanda, atau sedikit membuat hubungan kita menjadi hubungan romantis?" lanjut Lian.


"Apa itu harus?" tanya balik Arr.


Dan Lian menanggung cepat.


"Hubungan akan lebih indah jika kedua pasangan nya saling terbuka, nyaman dan juga yang penting saling percaya, begitulah sebuah hubungan bisa menjadi lebih erat, dan keromantisan adalah poin utama untuk lebih mendekatkan" jelas Lian lagi.


Arr hanya mangut-mangut mendengar penjelasan Lian tadi.


"Kalau begitu maafkan aku, kau tau aku tidak pernah memiliki pengalaman dalam semua hal, tapi usia ku mengajarkan banyak pelajaran hidup yang aku lalui, baik itu asam, pahit ataupun manis, dan hanya perasaan pernikahan lah yang belum aku benar-benar rasakan rasanya." ucap Arr terbuka.


Arr kembali mengangguk kecil.


"Apapun itu untuk kebaikan rumah tangga kita aku akan melakukan nya." balas Arr.


Lian menarik tangan Arr untuk membenarkan posisi nya, dan setelah Arr merebahkan tubuhnya saat itulah Lian melakukan kesukaan nya.


"Apa harus seperti ini, kau akan seperti bayi." kata Arr.


"Tidak, ini adalah keromantisan yang sederhana, santai saja aku tidak akan mengigit seperti Willy." balas Lian langsung melahap kesukaan nya.


Arr mengeliat geli saat merasakan nya, dia mencoba memejamkan matanya, tapi tangan nya tiba-tiba di tarik untuk memeluk tubuh suaminya.


"Aku mau tidur." kata Arr setengah mengantuk.


"Tidurlah, aku juga akan tidur setelah puas." balas Lian lagi, lalu kembali melakukan aktivitas yang membuat nya senang itu.


"Dia sudah 30 tahun lebih tapi kenapa dia sangat imut dan mudah di bohongi, Astaga.." batin Lian gemas melihat kepolosan Arr yang bisa-bisanya tidak paham dengan modus terselubung yang di mainkan nya.


Malam yang sama tapi di tempat berbeda, Jenn dan Juan sedang menonton bola di rumah Juan.


Melihat asyik nya sepasang kekasih itu menonton bola membuat Mami Anita tersenyum, sampai akhirnya rasa kantuknya datang membuat nya tidak bisa bertahan untuk beberapa waktu lagi.


"Jenn sayang Mami sudah mengantuk, Mami ke kamar duluan ya." ucap Mami Anita.


Jenn dan Juan mengangguk, sama sekali tidak teralihkan pandangan nya sama-sama ke layar televisi yang memperlihatkan pemain kesayangan nya sedang melawan tim lain.

__ADS_1


"Astaga kalian ini." Mami Anita menggelengkan kepalanya melihat Jenn dan Juan yang fokus pada televisi.


Karena kesal Mami Anita menjewer masing-masing telinga Jenn dan Juan, membuat keduanya langsung melihat ke belakang.


"Mami." kompak keduanya mengerucutkan bibirnya.


"Jangan gadang sampai malam, sebelum tidur gosok gigi sama cuci kaki dulu, ehk baca doa nya juga jangan lupa, ingat!" kata Mami Anita mengingatkan.


"Iya Mami cantik." sahut Juan dan Jenn kompak.


Dan setelah itu keduanya kembali fokus pada layar televisi nya, mengabaikan Mami Anita yang pergi ke kamarnya dengan wajah yang menahan kantuk.


Dan..


Goolll !!!!


Keduanya kompak berteriak saat melihat tim kesayangan nya memasukan bola ke gawangnya, dan menambah skor nya menjadi 2-1.


"Sudah aku bilang kalau tim B itu yang paling hebat" kata Jenn jumawa.


"Harus, secara suporter nya juga kan kita berdua." balas Juan takalah bersemangat.


Beberapa menit berlalu..


Jam menunjukkan pukul 12 malam, Jenn menguap saat merasakan kantuk nya.


"Aku tidur duluan ya." Jenn bangkit dari sopa dan berjalan ke kamar tamu.


Melihat Jenn yang berjalan ke arah kamar tamu Juan langsung ikut berdiri dan berjalan mengikuti Jenn.


"Ngapain?" tanya Jenn kembali menguap.


"Ikut cuci muka sama nyuci kaki." balas Juan sambil tersenyum.


Jenn menengguk, keduanya masuk ke kamar mandi dan melakukan rutinitas khusus yang di suruh Mami Anita.


"Jenn.."


"Hemm."


"Aku tidur di sini ya." kata Juan.


"Hemm." Jenn keluar dari kamar mandi dan langsung merebahkan tubuhnya.


Tapi baru saja beberapa detik merebahkan tubuhnya Juan langsung menepuk pipi nya Jenn pelan.


"Jangan tidur dulu, baca doa dulu baru tidur." kata Juan mengingatkan.


Dengan malas Jenn membuka matanya dia membaca doa dengan rasa kantuknya, dan kembali memejamkan matanya.


"Andai sudah halal pasti sudah aku peluk, cium dan ahk.. selamat malam sayang." kata Juan, lalu mengecup singkat bibir Jenn, dan setelah itu keluar dari kamar tamu.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2