
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Jenn pulang di antar Juan, sebenarnya Jenn menolak tapi Juan tetap memaksa bahkan mengancam akan akan membuntuti Jenn jika Jenn tidak mau di antarkan oleh nya.
Di dalam mobil Jenn lebih banyak diam, ini pertama kalinya dia berdua di dalam mobil dengan pria lain.
pria yang bukan Bos ataupun rekan kerja nya.
Dan diam nya Jenn membuat Juan yang humoris merasa gatal jika terus diam.
"Jenn." panggil Juan.
Tapi Jenn tidak menyahut, membuat Juan kembali mengulang nya lagi.
"Jenn, hey." ulang Juan.
"Ahk iya." Jenn langsung tersadar kan dirinya dan melirik Juan.
"Ada apa?." Tanya Juan melirik Jenn.
Jenn yang memalingkan wajahnya itu membuat Juan berpikiran jika Jenn mungkin gugup, dan Juan menyadari nya.
Kenyataan nya Juan sudah tau sedikit-sedikit dari Fallen jika Jenn memang tidak pernah berpacaran, dan itu membuat Juan yang sekarang masih jomblo tertantang untuk melakukan pendekatan.
"Tuan fokuslah pada mengemudi, nanti kita menabrak." kata Jenn tidak nyaman Juan terus melirik nya.
"Tenang saja, aku ini sangat ahli dalam berkendara." sahut Juan santai.
"Benarkah?." tanya Jenn.
Dan Juan mengangguk cepat.
"Tentu saja, kami pikir aku berbohong?." tanya Juan terus melirik ke arah Jenn.
Tatapan keduanya beradu untuk beberapa detik Jenn dan Juan saling menatap satu sama lain.
Sampai akhirnya..
"Tuan awas!" teriak Jenn.
Juan sontak melihat ke depan dan dia melihat tukang sate yang sedang mendorong gerobak nya, Juan mencoba menghindar.
Dan..
Brugkkk..
Mobil yang di tumpangi Juan menabrak pohon karena Juan memilih menghindar.
Jenn memegang kepalanya yang terasa sakit, dan saat dia melirik ke samping Jenn di buat kaget dengan Juan yang pingsan dengan kening yang lebam.
"Astaga, kenapa aku harus bertemu pria seceroboh dia." gumam Jenn memijat kening nya yang masih terasa pusing.
Jenn mengambil ponsel yang ada di tas nya, mencoba menghubungi kakak nya untuk membantu nya membawa Juan ke rumah sakit.
"Hallo.."
"Ada apa Jenn, kenapa kamu belum pulang?."
"Aku kecelakaan kak, tolong ke jalan (Jenn melihat sekitar jalan di luar) jalan Xxxx kak, cepetan."
__ADS_1
"Kamu kena___"
Tut..
Jenn memutuskan panggilan nya sepihak karena mendengar suara mobil yang mendekat ke arah nya.
Jenn keluar meski dengan tubuh yang masih linglung, dia mencoba melambaikan tangan nya untuk menarik perhatian si pengendara, tapi sayang nya mobilnya malah pergi begitu saja tanpa melirik nya.
Huh..
"Juan, Hey bangun." Jenn mencoba mencubit pipi Juan.
Dia tidak punya cara lain untuk membangunkan Juan, mobil mungkin saja rusak karena keluar asap di bagian depan nya.
"Juan." panggil Jenn kembali memberikan cubitan, tapi kali ini di pinggang Juan.
Tapi lagi-lagi Juan masih pingsan dan masih tidak berniat untuk bangun.
membuat Jenn mendengkus kesal sampai akhirnya mata Jenn melihat sebuah mobil yang belakang nya terbuka.
"Aku akan membawa mu ke rumah sakit." lanjut Jenn, lalu mulai melambaikan tangan nya ke arah mobil yang sebentar lagi akan melewatinya itu.
Beberapa saat berlalu..
Jenn berhasil membawa Juan ke rumah sakit dengan bantuan supir mobil yang di tumpangi nya tadi, meski harus rela naik mobil yang berisi kambing-kambing yang akan di bawa ke pasar.
"Mami." suara Juan terdengar, membuat Jenn yang tadinya mengantuk langsung melihat Juan.
"Kau bangun?." Jenn langsung membenarkan posisinya.
"Mami." ulang Juan lagi.
Perlahan mata Juan terbuka, dia melihat siapa yang ada di depan nya lalu melihat sekeliling nya.
"Aku dimana?." tanya Juan.
"Di rumah sakit." jawab Jenn cepat. "Berikan aku pasword ponsel mu, aku harus menghubungi ibu mu." lanjut Jenn.
"Mami sedang di luar negri."
"Lalu."
"Aku butuh teman untuk menemani aku tidur di sini, aku takut rumah sakit."
Jenn menghela nafasnya lalu melihat jam yang sudah menunjukan pukul 10 malam.
lalu melihat ponselnya yang memperlihatkan beberapa pesan dari kakak nya.
"Kakak ku ada di luar, aku akan keluar sebentar." kata Jenn.
Tapi saat akan keluar tangan Jenn malah di tahan oleh Juan.
"Temani aku."
"Iya, aku keluar dulu."
Dan setelah itu Jenn keluar dari ruangan Juan, entah harus merasa apes atau apa tapi Jenn merasa pertemuan nya dengan Juan adalah yang teraneh.
"Ayo pulang." kata Arr.
"Aku mau tapi aku nggak bisa kak." sahut Jenn.
__ADS_1
"Kenapa?." tanya Arr. lalu menutup hidung nya. "Kamu bau banget Dek." lanjut Arr masih menutup hidung nya.
Jenn mendengkus, padahal dia sudah mencuci tangan dan kaki nya tapi bau di tubuhnya masih tetap sama, yaitu bau kambing.
"Hari ini benar-benar melelahkan kak." kata Jenn sambil duduk.
"Siapa sebenarnya pria itu? pacar kamu?." tanya Arr.
Jenn langsung menggelengkan kepalanya cepat.
"Bukan, dia pria aneh yang konyol." sahut Jenn menolak tuduhan itu.
Setelah kakak nya pergi pulang Jenn kembali ke ruangan dimana Juan berada.
beruntung tadi Jenn sempat meminta sang kakak untuk membelikan pakaian tidur untuknya, jadi sekarang Jenn bisa tidur dengan nyaman di sopa yang ada di sudut ruangan.
Juan yang sebenarnya pura-pura tertidur itu langsung mengeluarkan ponselnya yang dia sembunyikan di bawah bantal nya.
Dengan santai Juan memotret Jenn yang sedang tertidur itu, lalu mengirimkan foto itu pada Fallen.
"Misi utama sukses." isi pesan yang di kirimkan Juan.
Sebelum nya Juan sudah merencanakan semuanya, dari mulai dia yang pura-pura pingsan sampai harus membayar dokter untuk membiarkan nya menginap selama beberapa hari.
"Dia terlihat manis di usianya yang ke 28." gumam Juan sambil tersenyum melihat hasil foto Jenn di ponselnya.
"Astaga aku yang 26 tahun seperti nya akan menyukai wanita 28 tahun, ini benar-benar gila." lanjut Juan lagi.
Di tempat lain Fallen yang sedang baru akan memejamkan matanya kembali membuka matanya karena melihat ponselnya menyala.
"Wah, gercep juga si Juanda." gumam Fallen sambil tersenyum.
Juan adalah pria humoris yang sangat dekat dengan Mami nya, dan Fallen rasa Jenn adalah pasangan yang cocok untuk Juan yang anak Mami itu.
Wanita dewasa yang disiplin dan seorang pria dewasa yang masih berlindung di ketek Mami, memikirkan itu saja membuat Fallen merasa geregetan untuk cepat-cepat melihat keduanya meresmikan nya.
"Lagi ngapain, kenapa ngak tidur."
Deg..
Fallen buru-buru menutup ponselnya.
"Tidak ada." sahut Fallen langsung memeluk suaminya.
"Bobo lagi, ya." lanjut Fallen lagi.
Bastian menarik Fallen untuk semakin erat memeluk nya.
"Jangan bohong, aku tau kamu merencanakan perjodohan Jenn dan si Juanda." kata Bastian mencium bibir istrinya.
Hemphh..
"Jangan lupakan kalau ada Lian, aku masih belum kalah." bisik Bastian lalu menciumi leher istrinya.
Dan pada akhirnya malam itu menjadi malam panjang untuk pasangan Bastian dan Fallen.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1