Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Pisah kamar.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kemarahan Fallen berlanjut sampai di rumah, untuk kali ini Fallen benar-benar memperlihatkan kecemburuan nya, dan kecemburuan sang istri benar-benar seperti bencana untuk Bastian.


Seperti sekarang ini Fallen memberikan bantal dan selimut untuk Bastian, lalu kembali ke masuk dalam kamar lagi.


"Ternyata malam ini aku benar-benar harus tidur di luar." gumam Bastian.


Bastian menghela nafasnya panjang, dia sudah mencoba untuk membuat Fallen tidak marah tapi sepertinya Fallen memang sedang kesal dan marah pada nya.


Bastian merebahkan tubuhnya di sopa, tapi karena kaki nya panjang membuat sopa itu tidak cukup untuk di tiduri nya.


Dan akhirnya Bastian memilih merebahkan tubuhnya di karpet bulu yang ada di dekat tv.


"Tidak apa malam ini aku tidur di luar, besok aku akan meminta maaf dan kembali mendapatkan perhatian nya lagi." gumam Bastian sambil menguap.


Baru saja Bastian menit Bastian memejamkan mata nya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, membuat Bastian melebarkan matanya dan menatap tajam ke arah pintu.


Siapa yang berani menganggu waktu tidurnya, dan bertamu ke rumah istrinya di malam hari.


benar-benar minta di pukul oleh nya.


Ceklek..


"Astaga, kau mau apa ke sini?." tanya Bastian sedikit kaget melihat kedatangan Darrel.


Darrel menatap sang kakak dengan mengedikan bahu nya ke atas, dia juga tidak tau alasan nya ke rumah kakak nya, hanya saja Darrel merasa kesepian di malam hari nya.


Dia ingin menunggu pagi, dan membuat nya memilih berkendara di malam hari sampai berhenti di rumah Fallen, kakak iparnya sekaligus mantan gebetan nya yang dia urungkan niat mencintai nya karena mengalah untuk sang kakak.


Tak mendapatkan jawaban dari Darrel membuat Bastian menghela nafasnya panjang.


"Duduk lah, kau pasti lelah setelah pulang bekerja, aku akan membawakan minum untuk kita." kata Bastian berjalan masuk, di ikuti oleh Darrel.


Langkah Darrel terhenti saat melihat bantal dan selimut di depan tv, dia melihat ke arah dapur di mana Bastian kakak nya sendang mengambil minuman dingin di kulkas.


Lalu menggelengkan kepalanya, apa kakak nya sedang mendapatkan kegalakan istrinya?, Darrel yakin jika adanya bantal dan selimut di j


karpet bulu dekat tv pasti ada sangkut pautnya dengan sang kakak.


Mengingat Fallen kakak iparnya itu sangat bar-bar dan agak galak.


"Malang sekali nasib kakak ku, pasti dia tidak di beri jatah oleh Fallen." gumam Darrel.


"Tapi apa yang Bastian lakukan sehingga membuat Fallen marah?." gumam Darrel lagi.


Keduanya duduk di kursi yang ada teras depan, membicarakan masalah kantor, ataupun masalah yang sebelumnya terjadi di antara keluarga nya, semuanya menjadi bahasan keduanya.


Sampai akhirnya Bastian mengatakan niat kepulangannya, membuat Darrel yang mendengarnya sedikit kaget meski dia sudah tau dari lama jika Bastian dan Fallen pasti akan meninggalkan kota ini dan kembali ke kota asal nya.

__ADS_1


Hanya saja Darrel merasa akan kehilangan seorang kakak yang baru-baru ini menjalin kedekatan dengan nya.


"Kenapa mendadak?." tanya Darrel.


"Lebih cepat lebih baik, aku punya banyak pekerjaan di sana, perusahaan ku sudah lama aku tinggalkan, dan untung nya Fallen juga sudah menyetujuinya." jelas Bastian.


Bastian menatap aneh pada Darrel yang terlihat sedih, membuat dia berpikir jika Darrel masih memiliki perasaan lebih untuk Fallen, istrinya.


"Apa kau masih menyukainya? maksud ku Istri ku?." tanya Bastian tiba-tiba.


Membuat Darrel terdiam, lalu melirik Bastian.


"Apa aku boleh mengatakan nya? apa aku bisa memiliki rasa itu?." tanya balik Darrel membuat Bastian menggelengkan kepalanya.


"Jika kau berani mengatakan cinta mu untuk Fallen aku tidak akan segan-segan membunuh mu." ketus Bastian tapi terdengar mengancam.


Darrel menghela nafas nya panjang lalu menggelengkan kepalanya.


"Aku sudah membuang rasaku untuk kakak ipar, hanya saja aku butuh waktu untuk benar-benar melepaskan semuanya." jelas Darrel lagi.


"Aku juga akan pergi, dan mungkin sangat lama." kata Darrel.


Membuat Bastian langsung menatap Darrel dengan kening berkerut.


"Kau mau kemana?." tanya Bastian.


"Aku akan pergi ke London, memulai bisnis baru di sana." jelas Darrel.


"Ya, aku akan mulai semuanya dari nol, aku ingin memperlihatkan pada mu kalau aku juga bisa menjadi sukses dengan usaha ku sendiri." kata Darrel yang mana membuat Bastian tertawa.


"Kenap kau tertawa?." tanya Darrel.


Bukan nya menjawab Bastian malah memeluk Darrel, dan pelukan itu terasa sangat hangat untuk seorang adik kakak.


"Semoga kau bisa sukses seperti ku, tapi aku hanya meminta satu dari mu." kata Bastian.


"Apa?."


"Jangan lebih kaya dari ku, karena saat kau lebih kaya dari ku aku akan benar-benar merasa kalah dari adik ku, dan ini adalah perintah kakak mu." kata Bastian sambil tertawa.


Keduanya terus bercengkrama dengan wajah yang sama-sama senang, ya keduanya memang tidak pernah sedekat ini, dan ternyata rasanya akur dengan seorang saudara itu tidak seburuk yang di bayangkan nya.


Memiliki kakak membuat Darrel merasa memiliki sosok yang bisa di ajak bertukar cerita, baik itu akan kesusahan nya dalam mengurus perusahaan dan bisnis.


"Apa kau tidak mau menikah?." tanya Bastian tiba-tiba.


Uhuk..uhukk..


Darrel terbatuk-batuk mendengar pertanyaan dari kakak nya.


jangankan menikah, pacar saja dia masih belum bisa membuka hati nya untuk wanita baru.

__ADS_1


"Pertanyaan mu horor." sahut Darrel.


"Aku hanya bertanya, atau jangan-jangan kau gy?." celetuk Bastian membuat Darrel memukul pelan lengan Bastian.


"Jangan sembarangan, aku hanya masih belum bisa menemukan gadis yang tepat untuk aku ajak menikah." kata Darrel.


"Belum menemukan?." tanya Bastian sambil melirik Darrel. "Aku punya calon, masih muda cantik dan kau pasti sangat menyukai gadis muda itu." lanjut Bastian menjadi pak comblang yang rajin.


Darrel balik melirik Bastian, lalu dia terbesit untuk menggoda kakak nya.


"Aku tidak mau menikah terburu-buru, kau saja yang sudah menikah bisa pisah ranjang." celetuk Darrel yang mana membuat Bastian terdiam.


Dan diam nya Bastian membuat Darrel tersenyum.


"Apa enak tidur di depan tv?." lanjut Darrel.


"Kau tau dari mana?." tanya Bastian sinis.


Darrel tersenyum miring, lalu menunjuk ke dalam rumah membuat Bastian menghela nafas nya kasar, dia benar-benar mati kutu karena aib nya ketahuan adik nya.


Di dalam rumah Tara yang baru selesai pipis melihat pintu luar terbuka, akhirnya Tara memilih menutup pintu dan mengunci nya, tapi baru saja dia akan berbalik berjalan ke arah kamar tiba-tiba pintu nya di gedor oleh seseorang.


"Buka!" teriak Bastian.


Membuat Tara yang mendengarnya langsung berjalan ke arah pintu lagi, dan saat membuka pintunya Tara langsung mendapatkan tatapan tajam dari Bastian.


"Kenapa di tutup!" kesal Bastian.


"Takutnya ada maling, lagian kak bule ngapain di luar? ngak di masukin kamar sama kak Fallen ya? kasian deh." celetuk Tara membuat Bastian mengerem menahan kesal.


Darrel yang mendengarkan suara asing berdiri berniat melihat siapa gadis yang berbicara dengan Bastian.


tapi baru saja dia akan melihat Tara, gadis yang rambut nya acak-acakan itu malah berbalik dan berjalan masuk kamar nya.


"Siapa?." tanya Darrel.


"Adik singa." celetuk Bastian.


Hah?.


"Adik nya Hana, dia di titipkan pada Fallen, Hana pergi cari mantan suami nya." kata Bastian menjelaskan.


"Kenpa? penasaran?." tanya Bastian lagi.


"Anak kecil, yang benar saja aku suka anak kecil, aku bukan prodofil seperti mu."


"Kau!"


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2