
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Seperti yang di bicarakan sebelum nya Bastian benar-benar membawa Fallen untuk pulang ke kota A, dan sekarang mereka baru sampai di bandara kota B.
Fallen melirik Tara yang nampak bengong, dan hal itu membuat nya gatal jika tidak bertanya.
"Ada apa?." tanya Fallen pada Tara.
Tara melirik Fallen lalu menatap ke arah pesawat di depan nya.
dia menghela nafasnya panjang lalu menunduk.
"Apa kita akan naik helikopter pulang nya kak?." tanya Tara.
Dan Fallen langsung mengangguk cepat.
"Tentu saja, dengan naik ini kita akan cepat sampai." jelas Fallen lagi.
Semakin membuat Tara tidak nyaman, keringat dingin nampak jelas di wajah nya, membuat Fallen semakin kebingungan dengan perubahan Tara, padahal saat di mobil tadi Tara jelas-jelas sangat ceria bahkan menyanyi bersama nya.
Tapi sekarang? nyali nya seolah menciut saat melihat helikopter, benar-benar hal yang di luar dugaan Fallen.
"Kamu takut naik helikopter?." tanya Fallen pada Tara.
"Iya kak, kemarin-kemarin aku kesini dengan naik bus, dan itu seharian tapi aku tidak setakut ini." jelas Tara.
Membuat Fallen menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa, coba dulu nanti juga ngak akan takut lagi." kata Fallen meyakinkan.
"Atau kamu tidur aja terus bangun-bangun udah nyampe gituh." lanjut Fallen memberikan saran nya.
Yang mana hal itu langsung di jawab dengan gelengan kepala oleh Tara.
Dia takut karena sering menonton berita di televisi tentang jatuh nya pesawat, dan setelah menonton Tara benar-benar ingin menghindari perjalanan lewat udara itu.
Dia bukan berpikiran negatif sebelum mencoba, tapi Tara tidak suka menempatkan dirinya pada sesuatu yang tidak di sukai nya.
dan hal yang tidak di sukai nya adalah naik pesawat.
"Tara, jangan melamun sebentar lagi kita akan berangkat." kata Fallen lagi semakin membuat Tara ketakutan.
Tara menatap Fallen dalam dan tanpa terasa air mata nya mengalir begitu saja jatuh mengenai pipi nya, membuat Fallen benar-benar yakin jika Tara tidak berbohong, tapi Tara seriusan.
"Kak, aku benar-benar takut, aku naik bus aja ya." pinta Tara memohon.
Fallen mengusap air mata di wajah Tara, dia juga bingung harus bagaimana, Fallen tidak mungkin membiarkan Tara pulang sendirian naik Bus, karena hal itu akan memakan waktu yang cukup lama, dan Fallen takut Tara kenapa-kenapa di jalan nya.
__ADS_1
Dia sudah berjanji pada Hana akan menjaga Tara seperti dia menjaga adik nya sendiri, apalagi Tara memiliki sifat yang sepenuhnya mirip dengan nya, membuat Fallen benar-benar merasakan memiliki adik.
"Kamu tunggu sebentar ya, kakak masuk dulu." kata Fallen. "Jangan pergi, tunggu dulu." lanjut Fallen yang langsung di angguki Tara.
Fallen berjalan masuk ke helikopter yang telah di booking oleh suaminya.
sampai akhirnya Fallen melihat suaminya yang sudah duduk santai di kursi penumpang.
"Bas." panggil Fallen.
Membuat Bastian tersenyum, sudah dia duga Fallen pasti akan kembali baik lagi, Bastian yakin Fallen pasti merindukan nya mengingat Fallen sudah dua hari marah padanya, karena insiden cabe-cabean kemarin malam.
"Ada apa sayang? aku tebak kamu merindukan suami mu yang tampan ini kan?." ucap Bastian dengan percaya dirinya.
Yang mana hal itu membuat Fallen langsung menggelengkan kepalanya.
ternyata sikap percaya diri suami nya masih besar, sama seperti saat mereka bertemu pertama kalinya.
"Jangan geer, aku memanggil mu karena ada masalah dalam perjalanan kita pulang." jelas Fallen.
Bastian menaikan sebelah alisnya ke atas, lalu menatap Istri nya.
"Masalah apa?." tanya Bastian.
"Tara takut naik helikopter, dia menangis dan meminta pulang naik bus." jelas Fallen dengan helaan nafasnya yang kasar.
"Ya udah biarin aja dia naik bus, apa repot nya." celetuk Bastian santai yang langsung mendapatkan pukulan di tangan nya.
Bukkk !!
"Jangan sembarangan ya! Tara itu tanggung jawab kita, kalau nanti di jalan nya Tara di ganggu preman atau orang jahat gimana?." kata Fallen kesal.
"Tara tidak lemah sayang, dia adik mu yang terbuang aku yakin Tara pasti bisa melawan preman itu, bahkan hantu pun akan mikir 1000 kali kalau mau menganggu bocah itu." jelas Bastian yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.
"Hentikan omong kosong mu Bas, terlepas dari sikapnya yang bar-bar seperti ku dia juga wanita, meski tidak lemah tapi tetap saja aku takut jika hal yang tidak di inginkan terjadi pada Tara." ucap Fallen tegas.
Bastian menghela nafasnya, tangan nya terulur untuk mengusap perut Istri nya.
lalu menatap Fallen sambil tersenyum.
"Maaf membuat mu kesal, aku akan menyuruh anak buah ku untuk menjemput Fallen." kata Bastian sambil mengusap pipi sang istri.
Fallen menggelengkan kepalanya, membuat Bastian mengerutkan keningnya bingung.
"Aku punya ide, gimana kalau kita suruh saja adik kamu yang nganterin, lagi pula kan Ibu Rosalina lagi di kota A sama Mom Dena, bilang aja kalau kita mau bikin syukuran di rumah baru." kata Fallen memberikan usul cemerlang nya.
Bastian terdiam nampak menimbang, membuat Fallen langsung mencium pipi suami nya.
"Ayolah, telpon adik mu suruh dia untuk mengantarkan Tara." kata Fallen lagi.
__ADS_1
"Aku yakin dia akan menolak." ujar Bastian membuat Fallen geram dan langsung mengambil ponselnya.
Setelah beberapa saat Fallen tersenyum kecil lalu melirik Bastian.
"Dia mau, aku akan menemui Tara dulu." kata Fallen berjalan begitu saja meninggalkan Bastian yang menganga karena mendengar ancaman Fallen pada Darrel.
"Aku benar-benar menikahi singa betina, astaga semoga anak-anak ku tidak segalak Mimi nya." gumam Bastian, tapi sedetik kemudian Bastian menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku harap anak-anak lebih dominan pada Mimi nya di banding kan dengan ku, aku tua mau anak-anak ku nakal seperti ku." lanjut Bastian bergumam.
Dia benar-benar berharap jika anak-anak nya menjadi seperti Fallen, baik dan tidak mudah di tindas, meski fakta nya orang yang pernah menindas Istri nya hanyalah dirinya, dia sendiri.
"Sebentar lagi akan ada yang menjemput mu, jangan sedih lagi ya." kata Fallen.
Tara mengusap air mata nya lalu tersenyum.
"Makasih kak, aku akan selalu mengingat kebaikan kakak." jelas Tara sambil tersenyum.
Membuat Fallen terkekeh pelan.
"Kamu hanya cukup bekerja keras untuk mendapatkan nilai baik, kakak akan senang jika melihat kamu menjadi gadis pintar." kata Fallen lagi.
Keduanya berpelukan sebelum Fallen pergi, dan melepaskan pelukan nya karena Bastian sudah memanggil sang istri.
"Kakak pergi dulu, inget diam di sini sampai ada yang jemput." kata Fallen mengingatkan.
Tara mengangguk kecil dan tersenyum.
"Iya kak aku paham, kakak hati-hati di jalan ya semoga selamat sampai tujuan." ucap Tara.
Fallen membalas senyuman Tara dengan senyuman nya.
"Kamu juga, jangan lupa telpon kakak." kata Fallen yang mendapatkan acungan jempol dari Tara.
Dan setelah itu Tara hanya melihat helikopter yang terbang tinggi, Tara melambai kan tangan nya ke atas lalu bersiul senang.
"Sambil nunggu supir yang jemput aku makan dulu aja lah." gumam Tara, lalu membuka cemilan di kresek yang di belikan Fallen tadi.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Cerita Hana akan di pisah ya, mungkin akan datang di awal bulan dengan judul berbeda tentunya.🤗
sengaja ngak di masukin ke sini karena ini cerita punya Fallen dan Bastian.
untuk Darrel dan Tara itu hanya bonus part biar makin berwarna ♥️
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1