
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Fallen menatap aneh saat melihat wajah Bastian yang lebam seperti bekas pukulan, apa semalam Bastian bertengkar? tapi dengan siapa?.
Tangan Fallen terulur untuk mengusap pipi Bastian, entah kenapa dia merasa tidak tega saat melihat Bastian terluka seperti ini.
"Fallen." Bastian kaget saat melihat Fallen yang ada di samping nya.
Tadi sore Bastian ketiduran saat menunggu Fallen terbangun.
"Wajah mu? Bas apa kamu habis bertengkar?." tanya Fallen.
"Fall kamu jangan duduk, ayo tiduran lagi di ranjang." ucap Bastian sambil berdiri tapi langsung duduk lagi karena tangan nya di tarik oleh Fallen.
"Duduk Bas, aku sedang bertanya pada mu." kesal Fallen.
Sikap Bastian yang seperti itu semakin membuat nya curiga, Fallen merasa Bastian menyembunyikan sesuatu dari nya, tapi dia tidak tau apa yang di sembunyikan Bastian.
"Bas." panggil Fallen lagi.
Bastian menghela nafas nya panjang lalu menatap Fallen.
"Aku bertengkar dengan Darrel."sahutnya dengan wajah malas.
Apa!
"Untuk apa Bas? kau benar-benar tidak tau malu! kenapa kau bertengkar dengan nya, sudah aku bilang jangan bawa orang lain di dalam masalah pribadi kita, kenapa kau selalu bersikap seenaknya sih." Fallen menatap Bastian dengan wajah kecewa nya.
"Jika kau berpikir penyebab aku pendarahan adalah Darrel kau salah besar Bas, Darrel tidak seperti yang kau bayangkan, dia baik pada ku." lanjut Fallen lagi.
Membuat Bastian menatap Fallen.
"Jadi kamu lebih memilih Darrel untuk menjadi Pipi nya di kembar? begitu hah!" Bastian ikut kesal.
Fallen menggelengkan kepalanya, dia bahkan tidak sampai berpikir sejauh itu untuk menikah lagi dan memberikan seorang Ayah tiri untuk anak-anak nya, tapi Bastian? dia seolah menuduh nya.
Apakah di mata Bastian Fallen adalah wanita gampangan yang mudah mengenal cinta dan kembali mengulang sebuah ikatan tanpa dasar suka?.
Jika benar Fallen benar-benar kecewa, padahal tadi dia bermimpi jika dirinya dan Bastian menggendong bayi laki-laki dengan senyuman bahagia, sesuatu yang sangat Fallen impikan sejak lama.
Tapi sekarang? Bastian malah menuduh nya asal, membuat Fallen kecewa.
"Aku tidak mau melihat mu, jangan buat aku marah dengan sikap mu, pergi dari sini tunggal kan aku sendiri!" kata Fallen tegas sambil beranjak berdiri dan berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
Bastian tidak bergeming, dia tetap duduk di sopa, membuat Fallen kesal.
"Oke kalau kamu ngak mau keluar aku aja yang keluar." kesal Fallen lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan VIP yang di tempati nya.
Bastian mengusap wajah nya kasar melihat Fallen pergi, dan setelah itu dia berjalan mengikuti kemana Fallen akan pergi.
"Fall, maaf." ucap Bastian.
Fallen tak mendengarkan nya, dia terus berjalan sampai akhirnya dia duduk di bangku taman.
Bastian yang melihat Fallen duduk ikut duduk di bangku yang sama juga.
"Fall, maaf. aku ngak maksud untuk membuat mu marah padaku." ucap Bastian.
"Aku tidak marah, tapi kecewa." sahut Fallen singkat.
Fallen menatap langit malam yang penuh bintang, tidak ada yang sendirian di antara mereka, semuanya bersamaan untuk menghiasi langit.
Mungkin hanya dia yang sendiri, tidak ada yang mau mendengarkan keluh kesah nya.
Fallen rindu Mama nya, tadi saat Mom Dena menyuapi nya membuat Fallen menangis, dia merindukan Mama nya.
Melihat Fallen yang menangis membuat Bastian langsung bertekuk lutut di hadapan Fallen dan memeluk kaki Fallen.
"Fall aku mohon jangan begini, jangan menangis aku minta maaf." ucap Bastian menatap Fallen dengan wajah memohon.
Mendengar permintaan Fallen barusan seolah mendapatkan angin segar, dan tentunya Bastian langsung memeluk tubuh Fallen dengan cinta nya.
Fallen menangis di pelukan Bastian, sesuatu yang sangat Bastian nantikan sejak lama tapi bukan pelukan dengan tangisan pilu seperti ini.
Dada Bastian juga terasa sakit saat mendengar isakan tangis Fallen, seolah dia ikut merasakan apa yang Fallen rasakan sekarang.
"Aku dan Darrel tidak ada hubungan apa-apa Bas, tolong percaya pada ku." ucap Fallen setelah pelukan itu terlepas.
Bastian menatap Fallen melihat mata Fallen yang memperlihatkan kejujuran membuat Bastian tersenyum senang.
"Haha jika saja bule setengah itu ada di sini mungkin dia akan menangis karena dia kalah dengan ketampanan ku, rasakan itu bule setengah." batin Bastian.
"Bas." panggil Fallen lagi.
"Iya Fall?." sahut Bastian tersenyum.
"Jangan bertengkar lagi, Darrel bukan sosok yang pantas mendapatkan kebencian mu." kata Fallen yang seketika membuat senyuman di wajah Bastian memudar.
"Kalau untuk itu aku tidak bisa, maaf." kata Bastian memalingkan wajahnya ke samping.
__ADS_1
Mana bisa dia tidak membenci Darrel, anak Daddy nya dari wanita lain, sampai kapan pun dia akan mengingat jika keluarga nya hancur karena kehadiran anak 10 tahun yang tiba-tiba memanggil Daddy nya dengan sebutan yang sama dengan nya itu.
"Kenapa?." tanya Fallen menarik tangan Bastian.
Membuat Bastian balik menatap Fallen dan keduanya saling bertatapan cukup lama.
sampai akhirnya..
"Dia adalah adik ku!" kata Bastian.
Fallen kaget bukan main, dan melihat wajah Fallen yang kaget membuat Bastian menghela nafas nya kasar.
"Lebih tepatnya adik tiri ku, Darrel adalah anak dari istri kedua Daddy ku." lanjut Bastian.
"Kenapa kamu tidak bilang padaku." Fallen merasa di bohongi, meski dia tidak merasa jika dia adalah korban tipu.
Bastian menatap Fallen.
"Apa kamu pernah bertanya akan kehidupan ku?." tanya Bastian.
Yang seketika membuat Fallen terdiam, dia memang tidak pernah mencari tau akan sosok Bastian, yang dia tau hanya dua hal.
Bastian adalah orang yang berpengaruh di kota nya, dan terkenal dengan nama Hot Daddy di kalangan para gadis di kota A.
Fallen hanya tau keburukan tentang seorang Bastian tanpa tau apa penyebab Bastian menjadi pria seperti itu.
dan sekarang Fallen baru tau kalau bukan hanya dirinya yang pernah melihat Papa nya selingkuh tapi Bastian juga adalah korban keegoisan Daddy nya.
"Lupakan semua kebencian mu jika hal itu membuat mu menjadi tidak nyaman, aku juga pernah di posisi mu dan aku memilih untuk melepaskan nya." kata Fallen.
Tangan Fallen terulur untuk memegang tangan Bastian.
"Jangan pernah mau mengungkit masa lalu jika kamu tidak sanggup untuk menghadapi nya, aku tau itu sulit tapi hidup bukan berisi akan perihal kesulitan nya tapi juga kesenangan nya." lanjut Fallen.
"Apa itu termasuk dengan kita?." tanya Bastian.
Fallen melepaskan pegangan tangan nya lalu terdiam, dan hal itu membuat Bastian balik memegang tangan Fallen.
"Apa aku masih punya kesempatan untuk menata kembali hubungan kita?." lanjut Bastian menatap Fallen.
Fallen balik menatap Bastian, lalu tersenyum.
"Jika kamu bisa membuat ku tersenyum, mungkin kesempatan itu akan ada."
________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️