
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Masih bercerita di Mall Tara Darrel bersama Mom Dena, ibu Rosalina, Jenn, dan juga Arr malah bergabung untuk membeli pakaian.
sebenarnya Jenn ingin menolak karena dia tidak nyaman dan takut khilaf kembali menyukai mantan bos nya itu.
tapi karena permintaan Tata gadis ceria yang sangat cantik itu membuat Jenn hanya bisa menurut.
"Kak Jenn besok akan ada reuni di rumah kak Bastian, kak Jenn di undang ngak?." tanya Tara.
"Iya nona." sahut Jenn bingung harus menjawab apa.
Karena sebenarnya alasan Jenn ke Mall pun karena dia ingin membeli pakaian yang layak untuk acara besok.
menjadi gadis tomboi beberapa tahun membuat Jenn melupakan bagaimana berpenampilan seperti wanita pada umum nya.
Semua baju di rumah nya, hanya ada celana kerja dan beberapa celana kebesaran yang selalu di gunakan untuk tidur.
tidak ada dress dan tidak ada gaun, yang dia punya hanya kemeja yang tak terhitung.
Tara melihat Jenn yang kaku, membuat dia melirik Darrel yang membawa tas kecil nya itu.
"Kakak jauh-jauh deh, kak Jenn ngak nyaman ngomong nya kalau ada kakak." kata Tara.
"Kenapa? aku kan ngak galak." Darrel tidak terima di usir sang kekasih.
Mom Dena dan ibu Rosalina pulang duluan karena di telpon Bastian untuk pulang cepat.
meski sebenarnya kedua ibu masih ingin shopping karena semuanya belanjaan di bayar oleh kartu black card tanpa batas milik Darrel.
"Nona, sebenarnya saya_____" ucap Jenn terhenti.
"Ngak apa Kak Jenn, lagian ini acara belanja khusus untuk kaum cwe bukan untuk kaum cwo." kata Tara.
Membuat Darrel menghembuskan nafasnya kasar karena kesal.
"Tapi sayang.." rengek Darrel.
Yang membuat Jenn kaget sangat kaget, karena lagi-lagi dia melihat mantan Bos nya yang menjadi bucin.
"Ngak ada tapi-tapian, kakak tunggu di sini aja, aku sama kak Jenn dan kak Arr mau muter-muter dulu." lanjut Tara.
Pada akhirnya Darrel memilih mengalah, membuat Tara tersenyum.
"Gitu dong nurut, kan kalau nurut gitu aku nya tambah cinta." kata Tara sambil terkekeh.
"Jangan lama." kata Darrel memperingati.
Dan Tara mengangguk.
"Siap calon suami." sahut Tara sambil mengambil dompet Darrel lalu mengambil tas kecil nya.
"Uang suami kan uang istri juga." lanjut Tara dengan nada manja nya membuat Jenn dan kakak nya saling melirik.
"The fower of Queen Tara." batin Jenn dan Arr.
__ADS_1
Ketiga wanita yang berstatus seorang gadis dengan usia yang berbeda jauh itu berjalan beriringan, masuk ke gerai berisi dress dan gaun-gaun yang cantik.
Tara memilih dress yang cantik dan juga menurutnya cocok untuk dia pakai untuk acara yang di adakan dirumahnya Fallen.
untuk foto prewedding besok semuanya sudah beres tadi bersama Mom Dena dan Ibu Rosalina.
"Kak Jenn, aku udah dapat." kata Tara sambil memperlihatkan gaun cantik yang ada di tangan nya.
Mendengar suara Tara membuat Jenn dan Arrr seketika melirik ke arah sumber suara.
dan jangan di tanyakan lagi bagiamana reaksi wajah keduanya yang nampak sangat terkagum-kagum melihat gaun pilihan Tara.
Masa remaja keduanya di sibukkan dengan bekerja dan mengejar pendidikan nya, baik Jenn ataupun kakak nya belum pernah mendapatkan pengalaman memakai dress cantik.
Dan saat melihat Tara yang ceria itu mengingatkan pada keduanya yang telah menghabiskan masa remaja nya tanpa keceriaan seperti Tara, dan malah terlalu sibuk dengan belajar dan belajar.
"Bagus nona, gaun nya cantik." puji Jenn.
Arr hanya mengangguk tidak ingin terlalu akrab karena dia tau posisi nya hanya kakak dari seorang Asisten.
Tara mendekati adik dan kakak itu.
"Kalau kata kak Arr gimana gaun ini?." tanya Tara melirik Arr.
"Seperti yang Jenn katakan, gaun nya cantik dan cocok jika di pakai nona Tara." kata Arr sambil tersenyum.
"Hehe makasih, berarti aku pilih yang ini aja ya soalnya cantik." kata Tara lagi.
Kini giliran Jenn yang mencari gaun yang pas di usia nya yang sudah 28 tahun itu, begitupun dengan Arr yang ikut memilihkan gaun yang cocok untuk adik nya.
Keduanya sama-sama tidak memiliki pilihan yang cocok untuk gaun yang menurut nya cocok, kebanyakan gaun yang ada di depan nya itu gaun-gaun yang cocok di pakai gadis muda tapi tidak untuk keduanya yang sudah memiliki usia dewasa.
"Kak Jenn lihat ini." kata Tara.
Kembali mengundang perhatian Jenn dan Arr yang langsung melirik ke arah Tara.
"Dress ini cantik, warna cocok untuk wajah kakak yang selalu datar, tapi aku yakin sih dress ini bakalan cocok dan sangat indah kalau kakak yang pake." kata Tara polos.
Jenn mendekati Tara dia melihat gaun itu lalu tersenyum.
"Pilihan anda sangat cantik nona, terimakasih." kata Jenn yang ternyata juga menyukai dress pilihan Tara.
"Sama-sama, kak Jenn." sahut Tara sambil tersenyum.
"Kakak juga merasa dress nya sangat cocok sama kamu Jenn, bagaimana kalau ini saja?." ucap Arr yang langsung di angguki Jenn.
"Iya, aku beli yang ini aja." kata Jenn lagi.
"Ini satu lagi, buat kak Arr." ucap Tara memberikan satu dress lagi ke Arr.
"Untuk saya?." Arr tidak percaya.
Dan Tara langsung mengangguk.
"Iya kak, masa kita beli kakak enggak kan aneh." sahut Tara lagi.
Arr menerima dress nya, sangat cantik dan mungkin ini adalah dress kedua yang di beli nya setelah dress yang dia beli.
__ADS_1
"Bagus kak, beli aja." kata Jenn sambil tersenyum ceria.
Dan Tara yang melihatnya langsung tersenyum, seketika dia teringat akan sosok kakak nya yang kini masih belum menemui nya lagi setelah acara ulang tahun nya beberapa bulan yang lalu.
"Kak Hana aku rindu kakak, kenapa sih pergi nya lama ngak ngasih kabar lagi kan aku ngak jadi kangen." batin Tara.
Dia merindukan sang kakak yang sudah lama tidak menemui nya.
bagaimana pun hanya kakak nya yang Tara punya, tentunya setelah ibu bapaknya yang telah menjual nya dengan 200 juta itu.
"Nona Tara?" Jenn melambaikan tangan nya ke arah Tara.
Seketika Tara langsung tersadar dari lamunan nya, lalu melihat ke arah Jenn dan Arr.
"Aku rindu kakak ku." ucap Tara dengan raut wajah sedih.
"Melihat Kak Jenn sama kak Arr membuat aku jadi keinget sama kak Hana." lanjut Tara lagi.
Yang membuat Arr langsung kaget dan replek menjatuhkan dress yang di pegang nya.
"Kak Arr kenapa?, nggak suka sama dress nya ya?." kata Tara semakin sedih.
Membuat Jenn langsung mengambil dress itu dan di berikan pada sang kakak.
"Kakak!" Jenn mencubit pelan lengan kakak nya.
Arr melihat Jenn lalu melirik Tara yang nampak sedih.
"Maaf nona, saya ngak bermaksud buat jatuhin dress pilihan nona Tara, saya suka dress nya cantik, tapi nama kakak nya nona Tara seperti nya saya tidak asing dengan nama itu." jelas Arr.
"Ya iyalah nggak asing orang nama Hana itu pasaran." balas Tara.
"Tapi wajah nona Tara mirip istri Bos saya." celetuk Arr.
Yang membuat Tara kaget dan melotot, tapi sedetik kemudian dia tertawa.
"Haha, nggak mungkin sih kak Arr, kak Hana itu masih sendiri setau aku, belum menikah soalnya masih sedih karena putri pertamanya meninggal." jelas Tara.
Dan setalah itu ketiga nya langsung membayar tagihan nya masing-masing, Tara bukan tidak mau membayarkan, tapi Tara juga tidak memiliki ijin dari Darrel sang pemilik kartu black card tanpa batas di tangan nya.
Setelah selesai acara belanja nya Tara langsung mendekati bangku di mana Darrel sedang duduk, niat Tara ingin memberikan kejutan tapi saat ekor matanya melihat Darrel dia langsung melotot.
"Oh pantesan nggak dengar aku jalan kesini, ternyata lagi main game ya." Tara memperlihatkan wajah sinis nya.
Darrel langsung mematikan ponselnya dan langsung berdiri.
"Kamu nya lama, ya udah aku main game sambil nunggu kamu." balas Darrel membela diri.
Tara memanyunkan bibir nya lalu menguap lebar.
"Ngantuk." ucap nya.
Darrel tersenyum lalu berjongkok, membuat Tara yang menguap itu tersenyum senang dan langsung naik ke atas punggung Darrel.
"Gooo" kata Tara yang di gendong Darrel.
_________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️