Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Salah Bicara


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Beli ini ya Fall?."


Dan lagi-lagi Fallen menggelengkan kepalanya, Bastian terus menawari nya beberapa alat mandi bayi, bahkan beberapa mainan yang menurut nya sangat lucu untuk di mainkan anak-anak nya Bastian tawarkan pada Fallen.


"Anak kita masih kecil, belum lahir juga ngapain beli itu." kata Fallen melangkah menjauhi Bastian.


Bastian menghela nafasnya panjang lagi, dia ingin sekali membeli mainan itu.


"Masa bodo ahk, beli aja." gumam nya sambil menaruh mainan anak bayi itu di troli nya.


Fallen berjalan sambil mengingat-ingat lagi apa saja yang akan di beli nya, sampai akhirnya dia ingat makanan kesukaan nya yaitu Mie instan, karena sedang hamil Fallen jadi tidak mengambil mie terlalu banyak, dia hanya mengambil 6 bungkus mie dengan parian rasa berbeda.


"Bastian kemana?." gumam Fallen yang tidak melihat keberadaan Bastian.


Karena tidak mau kesusahan membawa mie nya Fallen pun memilih untuk mencari Bastian, dan setelah mencari ke dua lorong bagian sabun-sabun akhirnya Fallen melihat sosok yang di cari nya.


"Ngapain?." tanya Fallen membuat Bastian kaget dan langsung menjatuhkan sesuatu yang ada di tangan nya.


Bastian mengambil barang jatuh itu, lalu melirik Fallen.


"Suka ngak?." tanya Bastian sambil memperlihatkan jepitan rambut dan ikat rambut yang sangat lucu.


"Buat aku?." tanya Fallen.


Dan Bastian langsung mengangguk cepat.


"Untuk Mimi tiga Twins." sahut nya sambil tersenyum.


Fallen mengambil nya, lalu tersenyum kecil.


"Makasih, aku suka ikat rambut nya." kata Fallen sambil memasukkan ikat rambut itu ke troli nya.


"Wle ternyata sangat mudah untuk melihat Fallen tersenyum." batin Bastian mulai sombong.


Setelah semua barang yang di beli nya masuk ke troli Bastian dan Fallen langsung berjalan ke arah kasir.


"Aku yang bayar ya." kata Bastian.


Fallen hanya mengangguk kecil.


"Silahkan." sahut nya sambil melihat-lihat barang belanjaan nya.


Tidak apa sekali-kali memperoti uang Papi si kembar, begitu pikir Fallen.


lagi pula Fallen sudah memikirkan semuanya dari malam dimana dia dan Bastian ribut lagi.


Fallen sadar jika dia terlalu keras pada Bastian bahkan terkesan arogan, tapi Fallen seorang wanita yang memiliki harga diri yang harus dia pertahanan, apalagi saat melihat Bastian Fallen selalu teringat akan pembicaraan Bastian di dalam kamar saat sedang bersama Anggelina dulu.

__ADS_1


Dia tidak menampik jika dulu Fallen cemburu melihat Bastian yang terlalu intim dengan Anggelina.


Fallen kesal dia marah, tapi dia juga saat itu bingung harus apa karena di sisi lain dia juga membenci Bastian.


"Fallen, ayo." ajak Bastian.


Hah?


"Udah?." tanya Fallen yang tersadar dari lamunannya.


Bastian mengangguk.


"Ayo." kata Bastian sambil berjalan tanpa membawa apa-apa.


Dan tentu saja hal itu membuat Fallen kaget, dan bingung, tapi saat melihat satpam yang membawa beberapa kresek ke mobil Bastian membuat Fallen yakin jika Bastian mulai menunjukan jiwa sultan nya.


Di perjalanan pulang keduanya lebih banyak diam, Fallen yang melihat ke arah luar jendela dan Bastian yang fokus dengan mengemudi mobil.


"Fallen." panggil Bastian tiba-tiba.


"Apa?." tanya Fallen tanpa melirik.


"Aku boleh menginap di rumah?." tanya Bastian.


Sontak saja hal itu membuat Fallen melotot.


"Ngak bisa, dan ngak boleh." sinis Fallen.


"Sehari aja." pinta Bastian.


"Sekali ngak ya ngak, titik!" tegas Fallen.


"Kenapa?, kenapa aku ngak bisa nginep di rumah kamu?." tanya Bastian lagi.


Fallen menghela nafasnya, orang bodoh pun tau apa jawaban nya.


Dasar!


"Kita bukan pasangan halal, kita haram!" jawab Fallen ketus.


"Ya sudah kalau gitu kita nikah, bereskan jadi kita bisa jadi pasangan halal dan bisa ngapain aja sesuai dengan status kita." kata Bastian.


"Mau kan nikah lagi sama aku." ucap Bastian lagi to the poin.


Fallen terdiam..


Membuat Bastian tersenyum senang karena pancingan berhasil lagi.


"Ngak sia-sia aku nanya ke Lian, hhe." batin Bastian.


Diam nya Fallen di salah artikan oleh Bastian, dengan gerakan pelan Bastian mengulurkan tangannya untuk mengusap perut nya Fallen, tapi gerakan nya terhenti karena ucapan Fallen.

__ADS_1


"Aku ngak bisa, maaf." ucap Fallen sambil memalingkan wajahnya.


"Kenapa?." tanya Bastian menatap Fallen.


"Ya ngak bisa aja." kata Fallen lagi.


"Apa kerena di hati kamu ada Bos kamu?." tanya Bastian membuat Fallen melirik Bastian.


"Maksud kamu tuan Darrel?." tanya Fallen.


Bastian tidak menjawab nya, dia kesal mendengar nama adik tiri nya, sebelum nya Bastian sudah mencari tau jika Darrel menyukai Fallen, itu dia ketahui karena Darrel yang sering mengirimkan makanan untuk Fallen.


Dan tentu saja itu membuat Bastian kesal karena Darrel bukan hanya mengambil kasih sayang Daddy dan juga semua harta Daddy nya, tapi Darrel juga ingin merebut Fallen dari pelukan nya.


"Jauhi Darrel, aku tidak suka kamu dekat dengan bos mu itu." tegas Bastian.


"Kalau aku ngak mau?." tanya Fallen menatap Bastian.


Tapi Bastian malah diam, dan diam nya Bastian membuat Fallen mengelengkan kepalanya.


"Jangan bawa-bawa orang lain, ya kalau ngak bisa ya ngak bisa aja, kenapa sih maksa banget, aku ngak bisa nerima kamu karena kamu sudah membuat aku benci dengan seorang pria, aku pikir cuman Papa aja yang ngak bisa menatap ke satu wanita, tapi ternyata kalian sama, hiks.. bajingan." untuk pertama dan yang perdana Fallen menangis di depan Bastian.


Melupakan semua rasa gengsi nya, Fallen sudah tidak tahan berpura-pura biasa saja dengan pria yang sudah menyakiti nya itu.


bagaimana pun dia juga seorang wanita yang sangat ingin di sayang dan cintai.


Tapi apa yang dia dapatkan dulu?, sebuah penghinaan pada tubuh nya, pengkhianatan dan juga kehidupan yang tidak bisa di katakan bahagia.


Apa mudah untuk nya melupakan semua rasa itu?, jawaban nya itu adalah tidak, tidak Fallen tidak akan pernah lupa semua itu.


"Jangan menangis, aku minta maaf Fall." kata Bastian sambil mencoba memeluk Fallen, tapi Fallen langsung menghindar.


"Jangan sentuh aku, menjauh." ucap Fallen masih menangis.


Melihat Fallen yang menangis membuat Bastian ikut sedih, dia tidak menyangka jika pertanyaan itu bisa sampai membuat Fallen menangis.


"Maaf."


"Aku mau pulang, aku mau pulang!"


Pada akhirnya Bastian kembali mengendarai mobilnya, tentunya dengan suasana yang lebih berbeda dari sebelumnya.


Fallen marah besar pada Bastian, bahkan mungkin Bastian juga akan kehilangan lagi kesempatan untuk bertegur sapa dengan Fallen lagi.


Dan bisa di pastikan setelah ini Bastian akan semakin susah untuk mendapatkan perhatian kecil Fallen lagi.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Apa perlu Mom Dena keluar dari sarang singa nya?.

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2