Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Para wanita saat berkumpul.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Berbeda dari para pria yang masih dalam perjalanan nya, para wanita yang berstatus sudah menjadi seorang istri itu nampak tersenyum senang setelah sampai di Villa mewah Bastian.


Villa mewah yang memiliki luas 2x lebih besar dari rumah biasa itu ada di dekat pengunungan Alpen Swiss, di belakang Villa ada hutan yang sangat luas yang membuat Villa ini semakin terlihat mahal.


Dan jarak dari perkampungan penduduk ke Villa setara dengan satu jam berkendara, Bastian sengaja memilih membeli Villa itu, dia ingin anak-anak nya lebih dekat dengan alam, dan Villa ini akan menjadi tempat dimana keluarga kecilnya nanti berkumpul.


"Waww, ini benar-benar bagus." Tara sangat kagum melihat Villa milik kakak ipar nya itu.


"Kita seperti akan berpetualang." Hana ikut menimpali.


Fallen tersenyum, dia dan Bastian memang sengaja memilih Villa ini dari sekian banyak nya Villa yang di tawarkan oleh salah satu teman Bastian, dia ingin liburan nya lebih menantang.


"Kita memang akan berpetualang, kau tau di sini kalau malam suka banyak suara aneh." kata Fallen sambil tersenyum.


Membuat semuanya melirik ke arah nya.


"Benarkah?" tanya mereka kompak, ralat hanya Hana, Tara dan Jenn, sedangkan Arr ibu hamil itu sedang menidurkan Willy yang kini sedang ada di kamar anak-anak.


"Hem, suami ku bilang di sini ada __" ucap Fallen terhenti karena dia melihat kelinci.


Dengan santainya Fallen meninggalkan ketiga wanita di belakang nya, dia berjalan mendekati kelinci lucu yang mengalihkan perhatian nya.


"Astaga, manis kau senang hidup di sini?" Fallen malah mengendong kelinci nya, dan berbicara seolah kelinci itu paham dengan apa yang dia tanyakan.


Tara dan Hana saling melirik, begitupun dengan Jenn ketiga nya kompak menggelengkan kepalanya.


"Menurut kak Hana dan kak Jenn apa di sini ada singa?" tanya Tara.


"Entahlah, tapi di hutan pasti ada raja nya." balas Hana.


"Setuju, dari buku yang aku baca jika di hutan ini memiliki beberapa hewan buas, tapi aku tidak tau hewan apa yang di maksud di buku itu." timpal Jenn.


Membuat Hana dan Tara melirik Jenn, lalu tersenyum.


"Yang paling buas itu pengantin baru." kata Hana.


"Iya, pengantin baru kan makan daging segar terus tiap malam." timpal Tara.

__ADS_1


Ehk..


Jenn yang di tatap itu langsung paham dengan apa yang di maksud dua adik kakak mesum itu, tapi dia masih bisa menutupi kegugupannya akan hal yang di bicarakan dua mesum itu.


"Kak Jenn berapa lama kuat nya?" tanya Tara tanpa malu.


Dia sudah bersuami, dan tentunya Tara sudah berpengalaman mengingat dia sudah menikah hampir setahun.


"Jika butuh referensi gaya enak jangan canggung tanyakan saja pada ku, aku berpengalaman." timpal Hana yang bisa-bisa nya berbicara dengan santainya.


"Wah, kak aku ajarin gaya baru dong, gaya yang kakak bilang waktu itu nggak enak." Tara malah menyahut.


Jika masalah ranjang dia memang cepat tanggap, lagi pula sebentar lagi dia akan lulus jadi Tara akan segera program kehamilan agar suaminya makin sayang pada nya.


Jenn tidak bisa berkata-kata kedua adik kakak di depan nya benar-benar vulgar, tidak seperti dirinya dan kakak nya yang bertemu dan ngobrol hanya mengatakan beberapa hal yang masih normal saja, tidak sampai masalah ranjang lagi.


Fallen haus setelah dia melepaskan kelinci nya untuk kembali bergerak bebas, Fallen berjalan ke arah dapur, dan sesampai nya di dapur Fallen langsung mengambil air dingin dan meminum nya.


"Ahk segar nya." gumam Fallen.


"Kak Arr, sedang apa?" tanya Fallen mendekat, dia baru sadar jika di dapur ada Arr.


"Membuatkan makanan, apa anak-anak mu sudah makan?" tanya Arr.


"Mereka akan terbangun mungkin sebentar lagi, bagaimana kalau kita membuat makanan." lanjut Arr.


"Kak Arr membuat apa?" tanya Fallen.


"Ini spaghetti kesukaan Willy." balas Arr.


Fallen mengangguk, dia berpikir sebentar untuk membuat kan makanan apa untuk anak-anak nya sampai akhirnya Fallen memilih membuatkan sup jagung saja karena anak-anak menyukai makanan itu.


"Aku akan membuatkan sup jagung apa Willy suka?" tanya Fallen sambil berjalan ke arah kulkas.


"Willy suka, tapi bagaimana dengan ini?" tanya Arr.


Setelah mendapatkan bahan yang di butuhkan Fallen berjalan mendekati Arr, lalu mulai masak nya.


"Tidak apa, Willy bisa makan spaghetti nya dulu, setelah itu baru makan sup jagung nya." balas Fallen.


Keduanya sibuk memasak, tidak seperti di teras depan yang terlihat tiga wanita yang berdecak pinggang menunggu kepulangan suami-suami nya.

__ADS_1


"Kak Jenn menurut buku apa di sini ada tempat menyenangkan?" tanya Tara.


"Banyak." sahut Jenn matanya terus melihat ke jalanan yang tak jauh dari Villa.


"Apa banyak wanita?" tanya Hana, kali ini bumil ikut bersuara.


Jenn melirik kedua adik kakak itu, lalu mengangguk.


"Tentu saja, dimana pun tempat nya pasti banyak wanita." kata Jenn, asal.


"Apa mereka tidak melihat jika sekitaran sini itu cuman ada hutan dan bebatuan, haha paling-paling mereka bertemu monyet cantik." batin Jenn ingin rasanya dia tertawa lebar.


Mendengar ucapan Jenn Tara dan Hana melotot, otak mereka berputar seolah sedang berpikir.


"Jangan-jangan mereka__" ucap Hana dan Tara bersamaan.


Keduanya terhenti sebentar, lalu melirik Jenn lagi.


"Bastian." ucap keduanya kembali kompak.


Dan saat itulah Jenn terdiam, di area Villa memang hutan tapi di perjalanan setelah keluar dari bandara tentu saja banyak tempat-tempat yang bisa membuat laki-laki masuk kedalam kegilaan sesaat.


"Awas saja, setelah dia sampai aku akan membuat dia tidak bisa berdiri." batin Jenn menyeringai.


Sedangkan di tempat lain Bastian terus menerus bersin, dan itu bukan beberapa kali saja, yang membuat Darrel di samping nya terganggu.


"Tutup mulut mu jika kau bersin." kata Darrel terlihat lelah karena perjalanan mereka sudah dua jam.


"Hey!! awas saja jika kau bersin aku akan membungkam mu dengan tong sampah." sahut Bastian.


Membuat Gibran yang terdiam di depan di bagian belakang itu hanya menggelengkan kepalanya, sekarang dia yang menggantikan posisi Juan duduk di belakang, sedangkan Juan sendiri dia sekarang duduk di kursi pengemudi karena giliran dia yang menjadi supir.


"Apa ini masih lama?" tanya Lian, dia sudah merindukan anak dan istrinya yang sedang mengandung anak kedua nya itu.


"Tidak akan lama, mungkin hanya satu jam kurang." balas Bastian sambil menguap.


Darrel yang melihat kakak nya menguap lebar itu menutup hidung nya, dan Bastian yang melihat itu langsung dengan sengaja mendekatkan wajahnya dan meniupkan nafasnya ke wajah adiknya.


"Menjauh lah kau bau." kata Darrel sambil mendorong Bastian.


"Tidak sadar diri, ketek mu juga bau." ketus Bastian.

__ADS_1


Dan kembali lagi drama di antara kedua adik kakak itu, lain hal nya dengan Jenn dan Lian yang sudah lelah terus menerus beradu mulut.


🌹


__ADS_2