
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Malam yang larut yang biasanya sepi malah menjadi sangat-sangat ramai, bagaimana tidak di rumah Bastian sekarang tepatnya di dalam kamar mereka melihat sepasang sejoli yang bukan suami istri di dalam satu ruangan.
Arr menunduk, merasa malu dengan apa yang terjadi pada malam ini, bagaimana tidak malu malam ini dia harus mendapatkan tatapan yang penuh pertanyaan dari setiap wajah yang kini menatap ke arah nya.
"Jadi apa yang kalian lakukan di dalam kamar? kenapa aku mendengar suara teriakan dan suara aneh lain nya." Bastian kepala keluarga sekaligus pemilik rumah mencoba untuk bertanya dulu.
Dia pernah ada di posisi itu, dan hal itu membuat Fallen dan Bastian saling menukar pandangan.
dalam pemikiran yang sama keduanya jelas saling mengiyakan jika apa yang telah terjadi mungkin akan terulang kembali.
"SALAH RANJANG!"
Mungkin cerita nya akan kembali terulang meski dengan alur yang berbeda, seorang duda beranak satu dan seorang wanita dewasa yang di pertemukan dalam satu ranjang yang sama.
"Pertanyaan mu menyudutkan aku, jelas tidak terjadi apapun di antara aku dan wanita ini." Lian jelas menolak asumsi semua mata yang melihat ke arah nya.
Karena yang terjadi memang bukan lah seperti yang di lihat Fallen dan Bastian,
Sedangkan Arr sendiri nampak terdiam di samping Fallen yang merangkulnya seperti seorang adik.
"Lalu bagaimana bisa kamu satu kamar dengan Arr?." lanjut Bastian bertanya lagi.
"Dia masuk ke dalam kamar ku." Arr membuka suara nya.
"Hey, kau yang masuk ke dalam kamar ku." Lian menatap sinis Arr.
"Aku sudah tidur lebih dulu, jelas kau yang masuk ke kamar ku." tegas Arr tidak mau kalah menatap Lian dengan wajah yang takalah sinis.
Fallen dan Bastian saling melirik, keduanya kompak menggelengkan kepalanya melihat adu tatapan tajam yang di perlihatkan sepasang sejoli itu yang benar-benar mirip dengan Bastian dan Fallen di masa lalu.
Saling membenci yang berujung menjadi cinta, begitulah cinta hadir ke kehidupan nya.
dan kedua nya merasa jika Lian dan Arr mungkin memiliki kesamaan yang akan membuat nya terlihat cocok.
"Kalian pergi ke kamar masing-masing." ucap Bastian bangkit dari sopa.
"Kita harus selesai kan masalahnya sekarang Bas!" kata Lian.
"Lian, ini sudah malam, tidurlah dulu besok pagi kita akan menyelesaikan semua nya." Fallen yang sedari tadi diam kini mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
Lian menghembuskan nafas nya, jam memang sudah menunjukkan pukul 2 malam, dan ini memang sudah sangat larut untuk membahas masalah nya.
"Sekarang lakukan apa pun yang kalian mau." ucap Bastian sambil memegang tangan sang istri untuk berjalan bersama.
Setelah kepergian Bastian dan Fallen kini tinggallah Arr dan Lian yang masih duduk dengan wajah yang sama-sama saling tidak menyukai.
"Lupakan yang tadi, ingat ini hanya salah masuk kamar." ucap Lian bangkit dari tempat duduknya.
"Siapa juga yang mengenang nya, kau pikir aku mau! tidak akan." jawab Arr ikut berdiri.
Arr berjalan melewati Lian begitu saja, dia kesal dengan pria bermulut pedas itu, apalagi setelah apa yang terjadi di kamar tadi, dimana pria itu memeluk nya, itu benar-benar memalukan untuk wanita dewasa seperti nya.
Lian yang melihat Arr masuk ke kamar yang berbeda ikut masuk, dan hal itu membuat Arr langsung menarik tangan Lian untuk keluar.
"Di kamar itu berisi adik ku, jaga kesopanan mu pria arogan." kata Arr menatap tajam Lian.
"Bukan hanya adik mu, tapi di dalam juga ada putra ku!" Lian tak kalah memandang Arr dengan pandangan yang sangat tajam.
Arr tersenyum kecut mendengar omong kosong yang di ucapkan Lian, bagaimana tidak pria itu mengatakan jika di kamar Jenn ada seorang bayi, sedangkan yang Arr lihat tidak ada siapapun selain Jenn yang tertidur dengan posisi yang sangat tidak bisa di katakan ada cantik-cantik nya.
"Putra mu? tapi yang aku lihat hanya ada adik ku, dan putra mu? dia tidak ada di dalam kamar ini." kata Arr lagi, kaki nya ingin melangkah ke kamar nya, tapi Lian menarik tangan nya yang membuat Arr jatuh ke pelukan Lian.
Untuk beberapa detik keduanya saling melirik, sampai akhirnya..
Mendengar ucapan Bastian Lian reflek melepaskan Arr, yang membuat Arr terjatuh ke lantai dengan mengenaskan.
"Sakit!" gumam Arr meringis.
Alih-alih ingin membalas nya, Arr memilih bangkit dari lantai lalu berjalan masuk ke kamar nya.
tentunya meninggalkan Lian dan Bastian yang menatap pintu dengan wajah dingin nya.
"Kau menyukai nya?." tanya Bastian.
Lian menggelengkan kepalanya.
"Sama sekali tidak." sahut Lian.
"Tapi kalian cocok." balas Bastian lagi.
"Tidak, setelah ini aku akan pergi ke Swiss, dan aku harap aku tidak akan kembali bertemu dengan wanita so dingin itu." ucap Lian lalu berjalan ke arah kamar yang kosong.
Tapi baru saja dua langkah tiba-tiba Lian menghentikan langkah nya, dia menatap ke arah Bastian.
__ADS_1
"Apa kau melihat Willy?." tanya Lian.
Bastian mengangguk.
"Tadi malam Syakira rewel, dan aku berinisiatif untuk membawa Willy tidur dengan putri ku, dan ya mereka tidur nyenyak, aku rasa putri ku akan menyukai putra mu." kata Bastian menjelaskan dengan senyuman menyebalkan nya.
"Baiklah aku akan tidur, untuk masalah malam ini aku harap kau tidak memiliki niatan untuk menjodohkan ku dengan wanita so dingin itu, aku tidak menyukai wanita yang tidak memiliki kelembutan sedikitpun seperti wanita itu." lanjut Lian, lalu masuk ke dalam kamar.
Bastian berjalan tapi saat melewati kamar yang di tempati Lian Bastia langsung iseng membuka pintu kamar Lian.
Dan di saat itu Bastian melihat Lian yang nampak duduk di tepi ranjang.
"Woy tidur, sudah malam.. aku yakin kau pasti merasa sebal karena aku dan istriku menggagalkan malam panas mu, aku tau menahan ingin masuk ke gua rimbun selama dua tahun itu sangat menyebalkan maka dari itu menikah lah dengan___" ucap Bastian terhenti karena Lian langsung melemparkan bantal ke arah nya.
Brugkkk..
Bastian langsung menutup pintu kamar Lian dengan kasar, lalu berlari ke kamar nya.
"Ada apa sayang?" tanya Fallen melihat Bastian yang datang dengan berlari.
"Tidak ada, aku akan melihat anak-anak kita dulu." balas Bastian, lalu berjalan ke kamar anak-anak nya.
Mata Bastian menatap sekeliling kamar anak-anak nya, sampai mata nya tertarik untuk melihat Syakira dan Willy yang nampak tidur dengan nyenyak.
"Gadis nakal yang cantik, jangan lakukan ini setalah remaja ya cantik, jika kau mau menikahi Willy Pipi mu yang pengertian ini akan membuat pria mu ini menjadi milik mu, jangan khawatir sayangku." kata Bastian sambil mengusap penuh sayang rambut putri nya.
Lalu matanya melirik Syakila dan Syaka yang juga tidur di satu ranjang yang sama.
tidak mau pilih kasih Bastian juga mengusap rambut kedua putra dan putri nya, lalu tersenyum.
"Kalian juga kesayangan Pipi, kalian akan mendapatkan apapun yang kalian sukai." lanjut Bastian, lalu meninggalkan kamar anak-anak nya dan ikut berbaring di tempat tidur bersama istri tercinta.
_______
🌹🌹🌹🌹🌹
Part di dalam kamar yang penuh tatapan tajam akan ada di cerita Hana dan Gibran ya.
judul nya ^^Salah ranjang (Pria Buta)^^
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1