
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Bastian yang masih memakai pakaian santai nya itu berjalan ke sana ke mari sudah seperti setrikaan, menunggu kepulangan istrinya yang tak kunjung pulang juga.
"Apa aku telpon polisi saja, heran punya banyak anak buah tapi satu pun nggak ada yang bisa di andalkan." kesal Bastian sambil mengusap layar ponselnya.
Bastian sudah berulang kali menelpon Fallen, tapi nihil Fallen tak kunjung menjawab panggilan dari nya, dan hal itu tentunya membuat Bastian semakin khawatir pada sang istri.
"Fall angkat dong, aku tau kamu bukan wanita lemah tapi aku mohon untuk kali ini jangan gegabah, aku anak-anak semuanya tidak mau kehilangan mu." ucap Bastian sambil menatap layar ponselnya yang terlihat foto keluarga kecil tercinta nya.
Kik..Kik.. (Anggap aja suara klakson mobil)
"Kak!" panggil Darrel.
"Apa Tara sudah pulang?." tanya Bastian.
Darrel yang ada di dalam mobil itu mengangkat sebelah bahunya ke atas.
"Sudah biarkan saja mereka shoping, lebih baik ikut dengan ku, aku dan yang lain nya akan menghadiri pesta." kata Darrel.
Bastian menatap adik nya dengan wajah tidak percaya, bisa-bisa nya Darrel masih santai seperti itu saat istrinya belum pulang padahal hari sudah malam.
"Pergi saja, aku akan mencari istriku." balas Bastian tidak mau mengikuti ajakan adiknya yang menurutnya tidak sayang istri.
"Kau yakin kak?" tanya Darrel lagi.
Dan Bastian mengangguk.
"Pergilah, jika Tara pulang nanti aku akan mengatakan pada Tara jika suaminya yang bule setengah itu telah pergi ke pesta sendirian." kata Bastian lagi, lalu masuk ke dalam rumah nya.
"Lagi pula siapa yang perduli, istriku yang cantik tentu saja akan lebih percaya pada suami tampan nya yang hot." gumam Darrel lalu melajukan mobilnya untuk ke pesta yang sudah dia janjikan.
Sedangkan Bastian yang masuk ke rumah di kagetkan dengan tiga pengasuh anak-anak nya yang tiba-tiba menghilang.
bukan hanya itu saja tapi ketiga anaknya pun kompak menghilang.
"Syaka! Syakila! Syakira! " panggil Bastian panik.
"Anak-anak, sayang nya Pipi kalian dimana!" Bastian mencari kesetiap sudut kamar anak-anak nya, tapi nihil dia tidak menemukan ketiga anaknya.
Bastian berjalan ke sana ke mari dan ya lagi-lagi Bastian tidak menemukan satu pun orang di rumah nya.
Ponselnya tiba-tiba berdering, membuat Bastian langsung mengangkat telpon nya.
"Hallo." ucap Bastian.
"ANAK-ANAK MU ADA BERSAMA KU, KALAU KAMU MAU BERTEMU KEMBALI DENGAN ANAKMU MAKA DATANG LAH KE JALAN X." terdengar suara pria di sebrang telpon.
"Apapun yang kamu minta akan saya berikan, tapi saya mohon jangan apakan anak-anak dan istri ku." ucap Bastian.
__ADS_1
Tut..Tut..
Panggilan nya terputus, dan hal itu membuat Bastian yang kini di rumah sendirian langsung terduduk di lantai.
Air matanya jatuh saat membayangkan apa yang sedang orang jahat itu lakukan pada istri dan anak-anaknya.
tidak mau berdiam diri menuggu tanpa melakukan apapun Bastian langsung bangkit dari lantai.
"Aku akan menjemput kalian, kesayangan Pipi." ucap Bastian sambil berjalan ke luar rumah nya.
Di perjalanan nya Bastian yang sedang mengendarai mobilnya tak henti-henti nya memikirkan istri dan anak-anaknya.
Tadi dia sudah memberikan transper an uang yang cukup besar untuk peneror misterius itu, dan sekarang kenapa peneror itu masih mengincar anak-anak nya? bukan nya peneror itu mengatakan jika dia mengirimkan sejumlah uang maka istri dan adik iparnya akan selamat?.
Lama Bastian berkendaraan sampai akhirnya mobilnya menepi tepat di jalan X, dan sialnya Bastian baru sadar jika jalan itu adalah jalan pemakaman umum, bahkan di sekeliling Bastian sekarang pun penuh dengan makam.
Tring.
"KAMU SUDAH MELAKUKANNYA, SEKARANG PULANG LAH KE RUMAH MU."
Tidak banyak berpikir Bastian sudah sangat panik dan katakuttan, dia menuruti orang itu dan langsung mengendarai mobilnya untuk kembali pulang.
Di tengah perjalanan Bastian melihat nomer ponselnya ternyata aktif, Bastian tersenyum lalu mengirimkan semua bukti telpon yang sudah dia rekam dan beberapa pesan ancaman itu pada kepolisian.
"Dia pikir aku bodoh, lihat saja jika dia menyakiti Istri dan anak-anak ku maka akan aku pastikan dia akan membayarnya dengan harga mahal!" gumam Bastian sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan cepat.
Di rumah Fallen, semua orang sudah bersiap untuk menyambut kedatangan pangeran nya.
Semuanya sudah di rencanakan oleh Fallen dan yang lain nya, bahkan Hana pun ikut andil dalam permainan ini.
mereka akan membuat Bastian menangis karena terkejut dengan kejutan ulang tahun nya.
"Fallen Bastian akan segera sampai." kata Juan.
"Bagus, berarti tinggal rencananya terkahir." sahut Fallen.
Bukan mudah mendekorasi rumah dalam waktu setengah jam, tapi dengan bantuan teman dan keluarga nya semuanya menjadi lebih mudah dan cepat.
Tara yang menggendong Syakira langsung berjalan mendekati Fallen, begitupun dengan Hana yang membawa Syaka, dan jangan lupakan Jenn yang menggendong Syakila di temani Juan yang sedari tadi terus ikut menggoda nya.
"Mobilnya Bastian." ucap Fallen langsung mengambil kue ulang tahun nya.
Ceklek !!
"Angkat tangan! kalian di tahan." tiba-tiba masuk empat orang polisi yang membawa pistol.
Membuat Fallen dan yang lain nya panik dan bahkan kue ulang tahun yang ada di tangan Fallen malah jatuh ke lantai.
Bastian datang dengan kacamatanya, wajahnya terlihat so keren dan bergaya.
"Cepat katakan padaku siapa yang telah mengirim pesan ancaman itu!" ucap Bastian sambil menatap satu persatu orang-orang yang ada di depan nya.
__ADS_1
Juan sang pelaku langsung kikuk, dan tanpa keraguan semua orang menunjuk ke arah nya, membuat Bastian mendekat ke arah Juan dan langsung menarik kerah baju Juan.
"Kau!" Bastian menatap tajam Juan.
"Sabar Bas, ini hanya Prenk!" kata Juan.
Tapi Bastian yang kesal tidak bisa berdamai lagi, dia langsung melayangkan tangan nya berniat meninju wajah Juan, tapi tangan nya di tahan oleh Fallen.
"Istighfar, kaya nya habis dari kuburan kamu bawa sesuatu sayang." kata Fallen sambil menaruh tangan Bastian ke bawah, lalu menarik Bastian untuk menjauhi Juan.
Melihat Bastian menjauh Juan mengusap dadanya.
"Huh, untung jinak sama Fallen, kalau nggak aku pasti di tonjok." gumam Juan
Tapi tiba-tiba polisi itu langsung menangkap Juan, Jenn yang melihat itu ingin mengeluarkan suara nya, tapi kakak nya Arr memberikan kode untuk diam.
"Fallen tolong." kata Juan.
"Cepat cabut laporan kamu untuk Juan, dia melakukan itu karena permintaan aku." kata Fallen.
Bastian menggelengkan kepalanya.
"Nggak mau sayang, dia udah buat aku ketakutan, bahkan bukan hanya itu saja aku udah transfer banyak uang sama si Juanda itu." balas Bastian ngotot ingin membuat Juan jera.
"Uang kamu aku yang pake, dan acara ini semuanya pake uang yang kamu transfer." jelas Fallen, tapi Bastian masih belum mau melepaskan Juan begitu saja, dia bahkan tadi hampir menangis, ralat sudah menangis karena ancaman Juan.
"Aku kasih hadiah buat nanti malam, cepat cabut laporan nya atau puasa satu bulan." bisik Fallen sambil mencium pipi Bastian.
Bastian menghela nafasnya panjang, lalu menatap Juan dengan wajah kesalnya.
"Laporan nya saya cabut pak, ternyata ini hanya Prenk." kata Bastian.
Dan setalah itu polisi pun pulang karena mendapatkan laporan palsu.
kini semua mata menatap ke arah Bastian dengan wajah bingung nya.
Bagiamana tidak semula mereka ingin membuat kejutan ulang tahun untuk Bastian, tapi belum juga acaranya berlangsung Bastian bahkan telah menghacurkan acara nya.
"Hey kalian kenapa diam, ayo nyanyikan lagu ulang tahun, bukankah hari ini hari ulang tahun ku?." ucap Bastian santai sambil mendekati istrinya.
Fallen menggelengkan kepalanya, kue nya bahkan sudah rusak sebelum di tiup, dan karena tidak ada kue cadangan terpaksa Fallen memberikan puding kesukaan anaknya yang di taruh lilin di atasnya untuk pengganti kue ulang tahun nya.
"Selamat ulang tahun, Oh bule tua____" Semua orang kompak menyanyikan lagu yang membuat Bastian nampak sebal mendengar nya.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Seharian ini aku di sawah bantu Mama buruh manen padi punya tetangga, mungkin Up besok juga telat karena besok aku juga harus ke sawah lagi🤗
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1