
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di kamar yang di pakai Juan dan Jenn terlihat sepasang pengantin baru itu yang masih sibuk bergelut di atas ranjang, Jenn dan Juan tidak keluar dari kamar nya karena keduanya sedang honeymoon.
"Bagaimana?" tanya Juan.
"Bagaimana apa nya?" tanya Jenn balik bertanya.
"Rasanya." kata Juan sambil tersenyum.
Mendengar itu Jenn yang kini ada di atas Juan memukul pelan dada suaminya, lalu memeluk Juan dengan tubuh yang sama-sama polos.
"Aku cinta kamu." kata Jenn mencium dada suaminya.
Juan tersenyum, lalu membenarkan posisi nya menjadi menyamping dan memeluk Jenn dari belakang.
"Aku juga cinta kamu." balas Juan sambil mengigit pelan punggung putih istri nya.
Jenn menggigit bibir bawah nya saat suaminya memulai nya kembali, tapi dari gerak tubuhnya terlihat jelas jika Jenn tidak bisa menolak meski keduanya sudah melakukan nya berulang kali.
"Mau lagi?" tanya Juan kini mengubah posisinya menjadi mmenatap sang istri.
"Boleh, selagi sama kamu aku mau." balas Jenn melingkari kedua tangan nya di leher sang suami, dan akhirnya keduanya kembali melakukan nya tanpa mengingat jika liburan ini bukan hanya ada mereka, tapi ada juga teman-teman nya yang lain.
🌹
Pulang membawa sesal itulah yang kedua wanita itu bawa, menyesal mereka tidak mencari info yang lebih dalam lagi dari Lian, hal yang menjadi alasan mereka pergi ternyata tidak membalas harapan keduanya.
Mom Dena dan Ibu Rosalina harus pulang tanpa pasangan yang mereka impikan, yaitu si duda kembar tampan yang semula mereka gadang-gadangkan akan menjadi calon Daddy baru Bastian.
"Jadi Mommy menyesal?" Tanya Bastian.
Kini keduanya sedang ada di halaman belakang bersama yang lain nya, tapi Bastian yang ingin tau apa saja yang di lakukan Mom nya di Belanda memilih menjauh agar bisa mengobrol serius dengan sang Mommy.
"Tidak, hanya saja Mom kesal karena terlalu percaya diri." balas Mom Dena dengan wajah santai nya.
"Mommy dan mereka berbeda usia, tentu saja jika mereka ingin menikah pasti dengan yang lebih muda bukan yang lebih tua." sahut Bastian lagi.
Huh..
"Ya kali ini kau benar Bas, Mom kapok menjadi Mom yang nakal, Mom akan mengasuh cucu-cucu Mom, hiks.. di sana Mom kesepian tanpa kalian untung saja kau selalu mengirimi Mom banyak yang sehingga Mom tidak terlalu kesepian." Isak Mom Dena sesegukan.
Bastian melongo melihat Mommy nya yang menangis, dia memeluk Mom nya dan mengusap punggung Mom nya yang kini terisak-isak di perlukan nya.
Sikap Mom nya memang tidak bisa di benarkan
karena meninggalkan anak dan cucu nya, hanya demi mengejar pria yang sebenarnya tidak akan pernah bisa di gapai, tapi Bastian juga tidak mengatakan jika Mom nya salah, karena ia tau Mom nya sudah lama menjanda dan Bastian tau Mom nya itu sangat kesepian.
"Sudahlah Mom tidak baik bersedih terlalu berlarut, Mom sudah pulang lebih baik sekarang Mom perbaiki semuanya lihat cucu Mom yang cantik dan tampan itu, mereka pasti ingin bermain dengan Oma nya." kata Bastian mengusap punggung Mom nya lagi.
__ADS_1
Srekkk !!
Mom Dena mengusap ingus nya dengan kaos yang di pakai Bastian, lali melirik ke arah sebrang di mana cucu-cucu nya yang manis sedang bermain dengan ke empat pemuda teman Tara.
"Kamu benar, Mom akan bermain bersama mereka." Mom Dena bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan begitu saja meninggalkan Bastian.
Melihat Mommy nya yang pergi begitu saja Bastian hanya menghela nafasnya panjang, matanya melihat kaos yang di pakai nya yang basah karena air mata dan ingus Mom nya.
"Terpaksa harus ganti baju lagi." Bastian berjalan pergi ke kamarnya untuk mengganti kaos nya.
Fallen sedang duduk santai bersama para wanita berstatus istri yang lain nya, mereka nampak senang berbincang-bincang membicarakan pengalaman nya masing-masing.
Di sebrang sana juga ada Lian dan Gibran yang sedang bermain catur, melatih kinerja otak masing-masing.
"Hallo cantik."
"Oma?"
"Kau bertambah gendut, benar-benar mirip Daddy mu dulu." kata Mom Dena sambil mencubit gemas pipi Syakira.
"Oma no, Kira ndak endut, Kila itu cekci." ucap Syakira dengan wajah yang sangat imut.
"Siapa yang mengatakan nya? astaga masih kecil sudah tau seksi." Mom Dena melongo melihat cucu nya yang paling gendut itu, tubuh gempal nya itu membuat dia gemas dan ingin sekali mencubit perut buncit itu.
"Daddy bilang, Daddy kan pacal satu Kira, Abang Wil_" ucap Syakira terhenti karena melihat Willy yang berlari menendang bola.
Mom Dena kembali melongo melihat Syakira yang berlari dengan tubuh gempal nya itu, benar-benar sangat lucu sekali, tapi melihat Syakira yang seperti menyukai Willy di saat itulah Mom Dena menutup bibirnya.
Kini mata Mom Dena melirik cucu nya yang satu lagi, Syakila nampak asyik bermain Barbie dengan Alex dan ke empat pemuda teman Tara.
"Lama nggak ketemu Mom Dena makin cantik aja." puji Toni.
Mom Dena tersenyum melihat ke empat pemuda baik itu.
"Makasih kamu juga makin botak aja Ton." sahut Mom Dena sambil terkekeh.
Toni memanyunkan bibirnya sebal saat mendengar ucapan Mom Dena, tapi dia tidak masukkan ke hati nya karena ia tau Mom Dena suka bercanda.
"Alex makin ganteng aja." kali ini pandangan Mom Dena beralih pada pemuda paling bening di antara ke empat teman Tara itu.
Alex tersenyum mendengar pujian Mom Dena padanya.
"Mom juga makin awet muda." Alex balas memuji Mom Dena.
Membuat Syakila yang semula fokus pada berbie nya itu melirik Oma nya.
"Oma udah tua, cantik uga Kila." ucap Syakila cadel, lalu kembali memainkan berbie nya lagi.
Mom lagi-lagi di buat melongo, lama tidak bertemu cucu-cucu nya dia benar-benar kehilangan banyak moment, dimana Mom Dena tidak mengetahui perkembangan cucu nya itu.
Dan satu hal yang sekarang dia tau, ternyata Syakila memiliki sikap yang sangat dingin dan agak galak tidak seperti Syakira yang lucu, mungkin lebih tepatnya Syakila memiliki gen nya Fallen yang galak.
__ADS_1
"Kau benar-benar mirip Mommy mu cantik." Mom Dena mengacak rambut Syakila, dan mencubit pipi sang cucu dengan gemas nya.
"Oma!!" Syakila menatap Mom Dena tak suka.
Membuat Mom Dena menggelengkan kepalanya.
"Oma gemas." kata Mom Dena terlihat senang, ternyata cucu-cucu nya sangat unik.
Syakila tidak menjawab, dia lebih memilih melirik Alex dan memberikan boneka nya pada Alex.
"Uncle sisilin rambutnya dong." ucapnya meminta tolong.
Alex melakukannya, dia sadari tadi memang menemani Syakila, dan ke tiga teman Alex yang lain nya yang juga sedang ikut-ikutan bermain berbie, bahkan salah satu di antara mereka nampak kesenangan terus menerus mengganti pakaian berbie nya.
"Mesum.." kata Hadian saat melihat Dani terus mengganti gaun berbie.
"Lah kamu juga sama, maling teriak maling." sahut Dani sewot.
"Intinya malingnya banyak, sana main ponsel aja anak laki main berbie nggak lucu banget." Mom Dena menimpali.
Syaka dan Willy yang sedang bermain bola, dan Syaka yang pemalas itu nampak terdiam berdiri di gawang menunggu kapan bola masuk untuk dia tangkap agar tidak kebobolan.
"Sana!" kata Willy saat Syakira yang ikut berlari mengejarnya.
"Ndak au ahk, au main bola cama Abang." balas Syakira kembali berlari dengan tubuh gempal nya.
Willy menghentikan main bola nya, dia melirik Syakira dingin karena bocah gendut itu terus mengganggu nya.
Sedangkan Syakira yang di lirik hanya tersenyum seimut mungkin.
"Kira cantik ya." ucap nya sambil tersenyum.
Willy tidak menjawab, dia berjalan begitu saja meninggalkan Syakira.
Burukkk!!
Syakira jatuh!
Alih-alih menangis bocah gendut itu malah terdiam dengan posisi perut nya yang mencium rumput, Syakira masih diam tidak bersuara sama sekali.
Tapi Syaka yang melihat adik bungsu nya jatuh tentu panik, dia langsung berlari ke arah adik nya begitupun dengan Syakila yang tak sengaja melihat ke arah taman rumput itu, Syakila juga berlari ke arah Syakira terjatuh.
"Tidak apa?" tanya Syaka ingin membantu Syakira berdiri.
Syakila dan Syaka masing-masing memegang satu tangan adik nya, mencoba membuat Syakira berdiri tapi bocah itu tidak bisa di tarik karena sangat berat.
"Huh, gala-gala si bule." ucap Syakila menatap tajam ke arah Willy yang sedang mencetak gol, Syakila tidak menyukai Willy karena Willy selalu membuat adik nya menangis.
"Iya Kila benel, gala-gala si bule tua itu, adik Kira jadi jatuh." Syaka menimpali ucapan adik nya itu.
"Hua Daddy !!!"
__ADS_1
🌹