Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Drama pemecatan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Satu cappucino."


Suara briton di sebrang telpon itu langsung membuat Jenn bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan keluar dari ruangan nya untuk membuatkan pesanan Bos nya.


Di pantry Jenn nampak sedang membuat kan pesanan Bos nya, sebenarnya ada sekertaris yang bisa melakukan pekerjaan nya, tapi karena sekertaris Bastian sudah tua jadi Bastian memilih Jenn untuk melakukan nya.


"Sebentar lagi pulang." gumam Jenn tak sengaja melihat jam di dinding pantry.


Jantung nya kembali berdetak kencang, sebentar lagi dia akan bertemu dambatan hati nya, pria aneh yang kini menjadi pria paling di sukai nya.


"Astaga Juan benar-benar membuat aku gila." gumam Jenn selalu teringat akan sikap manis Juan.


Mungkin ini yang di namakan kalau sudah cinta sudah melekag ya akan selalu terbayang dan lebih gila lagi kalau sudah susah tidur, cinta benar-benar sudah membuat nya gila.


Tapi seperti biasanya meski memiliki rasa yang cukup besar untuk Juan, Jenn tidak begitu saja memperlihatkan bahwa ia menyukai Juan, Jenn terlalu malu untuk melakukan hal-hal yang ada di dalam kamus cinta nya.


"Jenn, Tuan Bastian menuggu." suara khas pria tua terdengar di telinga Jenn.


Membuat Jenn membalikan tubuhnya dan menghadap pria tua di depan nya, dia sekertaris baru Bastian yang di pilihkan istrinya yaitu Fallen.


"Bapak membuat ku kaget." kata Jenn mengelus dada nya pelan.


"Kau akan lebih kaget lagi jika melihat betapa kacau nya Bos kita, cepatlah pergi sebelum Bos mengamuk." kata Pak Gani, pria 57 tahun itu.


Jenn mengangguk, dia buru-buru membawa pesanan Bos nya itu ke ruangan CEO.


sesampainya di pintu ruangan itu Jenn langsung mengetuk pintu.


"Masuk!" suara teriakan Bastian terdengar.


"Capuccino nya tuan." Jenn berjalan mendekat, lalu menaruh capuccino pesanan Bos nya di meja.


"Kenapa kau lambat!" Bastian menatap tajam Jenn.


"Maaf tuan, saya tadi__" ucap Jenn terhenti karena ada suara yang menyahut di ambang pintu.


"Heh CEO galak, kenapa kau memarahi calon istriku!" Juan yang tiba-tiba datang dan melihat Bastian yang seperti sedang memarahi Jenn kekasih nya tentu saja tidak terima.


Bastian melirik Juan dengan pandangan sinis nya.


"Memang nya kau siapa, sana pergi dasar tamu tak di undang." sinis Bastian.

__ADS_1


Membuat Juan berjalan mendekati Jenn yang nampak terdiam dengan wajah bingung nya.


Juan mengusap pundak Jenn pelan lalu mengecup pipi Jenn singkat.


"Jangan pedulikan Bos gila mu sayang, besok jangan pergi lagi, lebih baik kamu bekerja di kantor ku, ya meski tidak sebesar dan terkenal perusahan si bule tua tapi perusahaan ku juga bisa memperkerjakan ratusan orang." kata Juan lagi.


"Ck. ternyata kau sadar Juanda." balas Bastian.


Jenn semakin menjadi bingung, apalagi melihat wajah aneh kedua pria di samping dan di depan nya itu.


"Sebenarnya drama apa yang sedang kalian lakukan!" Jenn yang kebingungan itu mengeluarkan suaranya.


Membuat kedua pria itu melirik nya, dan mengeluarkan suara bersamaan.


"Kau di pecat!" ucap keduanya serempak.


Yang lagi-lagi membuat Jenn tambah bingung.


"Memang nya apa kesalahan saya?" tanya Jenn tidak mau di pecat tanpa alasan.


Bastian melirik Juan, dan di beri kode oleh Juan dengan lirikan ke arah capuccino nya.


"Kau telat membuatkan aku kopi." balas Bastian tegas.


Tapi tidak masuk akal untuk Jenn jika dia di pecat gara-gara kopi saja.


"Tidak jelas tidak hanya itu, kau sering melihat hal gila yang aku lakukan." lanjut Bastian.


Dan kali ini ucapan Bastian mengundang wajah kaget Juan yang langsung melirik kekasih dan suami teman nya itu.


"Hal gila apa yang kau lihat sayang." tanya Juan melirik Jenn.


Membuat Jenn ingin menjawab nya, tapi Bastian dengan secepat kilat mengeluarkan suara nya lagi.


"Sudahlah, Jenn kau pergi dari ruangan ku, dan kerjakan berkas berisi keuangan yang di kirim manager tadi." kata Bastian mengalihkan topik pembicaraan.


Jenn tidak menjawab lagi, dia pergi meski rasanya terasa membingungkan, kedua pria di ruangan itu seperti sedang membuat drama gila, dan dia tidak pandai untuk paham drama seperti apa yang sedang di mainkan kedua pria itu.


Dan setelah kepergian Jenn kini di ruangan CEO tinggalah Bastian si Bos besar dan Juan yang duduk di sopa.


"Kenapa kau bodoh!" Juan kesal.


"Kau yang bodoh, kenapa tidak minta sendiri untuk dia berhenti bekerja." balas Bastian tidak mau di salahkan.


"Seharusnya kau punya alasan yang bagus untuk memecatnya." kata Juan lagi.

__ADS_1


"Kau tau Jenny memiliki skill asisten yang cekatan, bagaimana bisa aku mencari celah untuk membuat nya merasa gagal, dia bukan sosok yang mampu membuat kesalahan, dan hanya karena kopi yang di buat lama tentu saja dia akan pandai membalikan keadaan jika dia tidak layak di pecat hanya karena hal spele." jelas Bastian panjang kali lebar, membuat Juan menghembuskan nafas nya kasar.


Keduanya memang sudah merencanakan drama konyol nya itu, Juan meminta Bastian untuk pura-pura memecat Jenn, sebenarnya niat Juan itu baik, dia ingin Jenn tinggal di rumah seperti wanita pada umumnya, menunggu suaminya pulang kerja.


Tapi sepertinya tidak semudah itu, Jenn terlalu pintar untuk di berikan sandiwara pemecatan seperti yang di lakukan Bastian dan Juan sekarang, dan cara terkahir mungkin Juan harus meminta secara pribadi untuk Jenn berhenti bekerja.


Hufh..


"Kau dapat membuat nya mengerti." lanjut Bastian.


"Ya, tapi aku tidak mau menyakiti nya, apalagi menolak keinginan nya." sahut Juan lagi.


Membuat Bastian menepuk pundak Juan pelan.


"Salah mu memiliki wanita yang dewasa, seharusnya kau mencari anak SMA untuk di jadikan istri agar kau mudah mengatur nya." kata Bastian lagi.


"Aku bukan pedofil seperti Darrel, memakan gadis 17 tahun, itu bukan tipe ku." balas Juan dengan gaya so ganteng nya membuat Bastian kesal dan langsung melemparkan bantal sopa pada Juan.


"Pedofil yang kau katakan itu adik ku, dasar kau Juanda tidak laku!" sungut Bastian, meski Darrel terkadang menyebalkan tapi tetap saja sebagai seorang kakak Bastian tidak mau adiknya di katai pedofil karena yang boleh meledek adik nya hanya dirinya, hanya Bastian seorang.


Malam harinya seperti yang sudah di jadwalkan Juan dan Jenn pergi menonton ke bioskop yang ada di salah satu Mall di tengah-tengah kota.


Keduanya nampak berpegangan tangan, lupakan rasa malu Jenn dan Juan nampak serasi dengan Hoodie sweater couple nya yang berwarna netral itu, yaitu putih polos.


"Aku akan membeli tiket dan cemilan nya tunggu di sini ya." kata Juan.


Jenn hanya mengangguk, sambil menunggu Jenn duduk di kursi yang ada di tempat itu, lalu melihat kekasih nya yang sedang ada di jajaran antrian panjang.


"Ternyata memiliki kekasih yang lebih muda sangat menarik, dia benar-benar lucu." gumam Jenn yang melihat Juan semakin tampan saat di kejauhan.


Jenn melihat dirinya di layar ponselnya, tiba-tiba rasa minder nya kembali datang, apalagi setalah melihat wajah 28 tahun nya yang lebih terlihat dewasa di bandingkan Juan yang 26 tahun yang memiliki wajah seperti pemuda yang akan beranjak dewasa.


Tiba-tiba Jenn melihat beberapa gadis muda yang seperti dengan sengaja berdempet-dempetan dengan Juan, bahkan jeritan kecil masih terdengar di telinga Jenn yang melihat nya dari kejauhan.


"Dasar gadis-gadis nakal cari perhatian kekasih ku saja." gumam Jenn kesal.


"Aku harus sering ke salon kecantikan, Juan akan semakin terlihat tampan dan aku tidak boleh terlihat tua, Juan harus melihat aku yang cantik." gumam Jenn tegas, seperti nya setalah ini Jenn akan banyak menghabiskan uang dan waktunya untuk menjadi cantik agar tidak membuat Juan malu mengakuinya sebagai kekasih nya.


Sedangkan Juan yang sedang mengantri sesekali melirik ke arah tempat duduk Jenn.


"Awas saja jika ada yang berani menatap milik ku, Jenny ku yang manis dia terlihat cantik saat mengerucutkan bibirnya." gumam Juan yang sangat posesif pada kekasih nya yang dewasa itu.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2